
Aula istana mulai dipenuhi oleh para warga, mereka datang ketika sebuah pengumuman untuk pengadilan Xu Lian.
Xu Lian tidak menolak ataupun melawan ketika ia akan dibawa ke aula istana untuk pengadilannya, ia juga tidak melawan ketika Huanran memfitnahnya dihadapan keluarga istana.
Bahkan kini Xu Lian masih tetap tenang walaupun kini ia berdiri ditengah aula istana dan disekelilingi oleh keluarga istana ataupun warga kerajaan Wei. Ia juga sudah mengirim pesan kepada Zhang Xiuhuan lewat Naga Surgawi melalui kontak pikirannya. Ia hanya bisa menunggu Zhang Xiuhuan bisa melakukan tugasnya dengan benar.
Berbeda dengan Xu Lian, Huanran sekarang sangat menikmati keadaan. Walaupun ia merasa ada kejanggalan ketika tidak ada perlawanan dari Xu Lian.
Begitu juga dengan Xu Jiao yang sangat senang melihat Xu Lian dalam keadaan seperti saat ini. Tetapi sebenarnya Xu Jiao memang tidak mengetahui tentang fakta jika ia bukanlah anak dari Xu Kong melainkan Jendral Wang. Jadi kebencian Xu Jiao kepada Xu Lian memang karena iri.
Xu Kong masih diam, kini ia dalam posisi yang sangat berat antara memilih istrinya atau anaknya. Ia berharap Xu Lian melawan agar permasalahan ini tidak menjadi besar, tetapi Xu Lian bahkan tidak bicara sepatah katapun untuk membela dirinya sendiri. Tetapi Xu Kong juga bisa melihat jika sebenarnya Xu Lian memiliki rencananya sendiri. Maka dari itu, jika Xu Kong ingin mengetahui rencana putrinya ia harus mengikuti permainan ini.
Walaupun kini Xu Lian dalam posisi pengadilan, tidak ada orang yang berani membicarakannya ataupun mengolok-oloknya. Mereka sudah mengetahui siapa Xu Lian yang sebenarnya, oleh karena itu mereka tidak ingin menyinggungnya.
Seorang kasim maju ketengah-tengah aula istana untuk memulai pengadilan.
"Dimohon untuk Pemaisuri menjelaskan kejadian yang sudah terjadi"
Huanran yang awalnya berhenti menangis, kini kembali menangis ketika ia akan kembali menceritakan kejadian yang sudah terjadi kepadanya. Huanran menceritakan semuanya sama dengan yang telah ia ceritakan saat di Ruang Keluarga.
Semua orang tetap diam mendengar cerita dari Huanran. Mereka merasa sedikit ada kejanggalan dalam ceritanya.
"Sekarang Tuan Putri anda bisa membela diri" ucap kasim.
"Haruskah aku membuang waktu seperti ini?", Xu Lian menghela nafas pelan "Aku tidak akan berbohong, aku memang akan membunuh wanita itu!", Xu Lian menunjuk Huanran dengan tatapan tajam, "Karena wanita itu adalah *******" ucapnya.
Xu Jiao hendak berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar hinaan dari Xu Lian kepada ibunya, tetapi niatnya diurungkan ketika Xu Kong mengangkat tangannya sebagai tanda tidak ada yang boleh melawan Xu Lian.
__ADS_1
Semua orang mulai berbisik-bisik mengenai penjelasan dari Xu Lian. Mereka mulai menerka-nerka tentang kebenaran yang sebenarnya terjadi.
"Kalian semua ingin mengetahui semua kebenarannya kan?" teriak Xu Lian.
Semua orang mulai saling pandang memandang tanpa menjawab sepatah katapun. Begitu juga dengan Xu Kong yang sedari tadi menunggu apa yang akan dilakukan oleh putrinya. Berbeda dengan semuanya, Xu Yong dan Xu Li mencoba mencerna sebenarnya apa yang sedang terjadi mereka berdua sungguh tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Xu Lian.
"Baiklah, diam kalian semua berarti iya" Xu Lian tersenyum mengejek kearah Huanran yang kini membeku ditempatnya. "Wanita itu yang disebut-sebut sebagai pemaisuri memiliki hubungan khusus dengan orang lain bahkan sampai memiliki seorang putri...."
"HENTIKAN!!! OMONG KOSONG INI!!!" teriak Huanran.
Xu Lian tertawa kecil melihat perlawanan Huanran.
"Kenapa? kau tidak ingin memberi tahu kepada mereka jika kau memiliki hubungan khusus dengan Jendral Wang bahkan kau sampai memiliki putri darinya.....uppsss keceplosan" Xu Lian menutup mulutnya dengan tangannya seakan ia salah berbicara. Ia memang sudah menunggu keadaan seperti saat ini, karena ia ingin membocorkan kebenarannya bukan hanya didepan keluarga istana melainkan seluruh warga kerajaan pula.
Semua orang mulai ribut mendengar ucapan Xu Lian, begitu juga dengan Xu Yong dan Xu Li yang mulai mengerti dengan permasalahannya.
"Maaf tuan putri, apa maksud anda dengan tuduhan ini?" Jendral berjalan kearah aula istana. Saat ini ia baru saja pulang dari misi, dan dikejutkan dengan berita tentang kejadian diaula istana. Ia sungguh tidak bisa percaya jika Xu Lian akan memberitahukan semuanya didepan semua orang. Jendral Wang merasa ia telah lalai dalam mewaspadai segala hal yang mungkin terjadi, seperti saat ini.
Xu Lian menguap malas dengan kehadiran Jendral Wang, ia kira Jendral Wang tidak akan kembali secepat ini.
"Apa? haruskah aku mengulangnya dari awal?" ucap Xu Lian malas.
Xu Kong masih diam menonton apa yang seadang terjadi, tetapi bedanya kini ia sedang menahan amarah yang besar ketika mengetahui sebuah kebenaran yang besar tentang istrinya. Walaupun Xu Kong lebih mencintai Jialin istri pertamanya dibandingkan Huanran, tetapi Huanran tetap adalah istri sahnya.
Xu Jiao mulai tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.
"Apakah anda memiliki buktinya Tuan Putri?" Jendral Wang masih fokus menjaga sikapnya dihadapan Xu Lian.
__ADS_1
Xu Lian memutarkan kedua bola matanya dengan malas, mendengar pertanyaan Jendral Wang yang ingin memojokkannya.
"Kau ingin bukti? tunggulah sebentar!. Dan dari itu aku akan memberitahukan kepada semua orang satu kebenaran lagi" Kini semua orang mulai bersorak meminta Xu Lian mengatakan kebenaran kepada mereka.
Xu Lian hanya tersenyum kecil melihat antusias para warga.
"Kalian tahu Jendral Wang yang diadang-adang seorang pratiot yang pengabdi diri kepada kerajaan sebenarnya memiliki ambisi yang sangat besar untuk menguasai kerajaan Wei" Xu Lian menghela nafas sesaat, "Dengan menjadikanku sebagai senjatanya, maka dari itu ia selalu berada disampingku dan membelaku" ucapnya.
Jendral Wang mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Xu Lian. Ia tidak bisa gegabah menyerang Xu Lian karena ia tahu jika ia tidak akan bisa melawannya.
BRUKKK....
Dari atas langit tiba-tiba jatuh sesosok pria tua, dan disusul oleh kedatangan Zhang Xiuhuan dengan naga kecil yang ikut terbang bersamanya.
"Kau lama sekali! bahkan aku harus mendengar ocehan wanita rubah itu" ucap Xu Lian dengan kesal.
Zhang Xiuhuan hanya tertawa kecil mendengar keluhan Xu Lian. Matanya menatap kearah Jendral Wang dengan tajam.
"Kau tadi meminta buktikan? Nah, sekarang aku sudah memiliki buktinya"
Tubuh Jendral Wang kaku ketika melihat keberadaan sesosok kakek tua yang sudah sekarat. Ia tidak bisa melakukan apapun sekarang ketika melihat rekannya.
"Perkenalkan dia adalah rekan dari Jendral Wang, Tao Mingrui"
Xu Kong terkejut, ketika ia mengenali siapa kakek tua itu. Ia sungguh tidak bisa percaya bukankah dia adalah seorang bertapa yang dulu membawa berita tentang kutukan pada tubuh Xu Lian.
Sekarang Xu Kong mulai mengerti dengan semua ucapan Xu Lian. Jendral Wang sebenarnya sudah mengetahui kekuatan Xu Lian yang sebenarnya, maka dari itu ia ingin menggunakan Xu Lian sebagai senjatanya untuk menguasai kerajaan Wei dan berita kutukan adalah kebohongan semata, begitu pikir Xu Kong.
__ADS_1
***