
Pertandingan musim semi yang telah ditunggu-tunggu khalayak warga kerajaan pun dimulai. Pertandingan ini dilaksanakan di aula istana kerajaan Wei yang sudah dekorasi sedemikian rupa untuk pertandingan musim semi.
Muda-mudi perwakilan seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran putih untuk mengikuti pertandingan musim semi sudah terlihat diarea kerajaan Wei sejak satu hari yang lalu, ada yang berlatih dengan guru masing-masing dihalaman pavilium mereka yang sudah disiapkan oleh kerajaan Wei dan ada juga yang memilih untuk mengelilingi kerajaan Wei guna berjalan-jalan.
"Hey Fang Yin jangan pergi terlalu jauh dari sekitar istana!!" teriak seorang gadis dengan rambut yang diikat dua diatas kepalanya, kepada seorang anak laki-laki yang sedang berlari dihadapannya.
"Aanchi tenanglah, kita masih didalam tembok istana, jadi kita tidak akan melewati batas" ucap anak laki-laki itu dengan panjang rambut sebahu.
"Tapi kau jangan terlalu cepat!" Fang Yin menghentikan langkahnya supaya Annchi bisa mensejajarkan langkahnya dengan Fang Yin.
"Ayo" Fang Yin mengajak Annchi berjalan santai diarea halaman belakang tembok istana.
"Disini udaranya lebih segar yaa dari pada dihalaman istana utama" Fang Yin merentangkan kedua tangannya dan mendongakkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam.
"Fang Yin" panggil Annchi.
"Kenapa" jawab Fang Yin dengan posisi yang tidak berubah.
"Lihatlah! disana ada sebuah bangunan tua!" Fang Yin membuka matanya untuk melihat apa yang ditunjukan oleh Annchi.
"Itu sebuah pavilium" ucap Fang Yin.
"Kenapa ada pavilium didekat sini? ini kan sangat jauh dari istana?" tanya Aanchi heran.
"Entahlah, ayo kita kesana!" ajak Fang Yin kepada Aanchi yang terlihat ragu-ragu.
"Apakah boleh?" Aachi masih tak bergerak, dia masih memandang pavilium itu dari jauh.
"Sudahlah!" Fang Yin menarik tangan Aanchi untuk menuju ke tempat pavilium itu.
__ADS_1
"Pavilium ini terlihat rapih dan bersih" Fang Yin melihat-lihat pavilium dihadapannya.
"Apa ada yang tinggal disini" Fang Yin mengankat kedua bahunya sebagai jawaban dari pertanyaan Aanchi.
Fang Yin dan Annchi yang masih sibuk melihat-lihat sekitar pavilium terkejut dengan pintu pavilium yang terbuka, dari dalam pavilium keluar seorang gadis dengan baju yang polos tanpa motif berwarna merah dan rambut yang diikat kuda tanpa hiasan, tetapi tidak mempengaruhi wajah cantiknya.
"Kalian siapa?" tanya Xu Lian.
"Namaku Fang Yin dan ini adik sepupuku Aanchi, Ehmmm kami dari Sekte Saharan sebagai perwakilan dalam pertandingan musim semi" Fang Yin terpesona dengan kecantikan Xu Lian yang alami tanpa ada hiasan. Xu Lian hanya mengaggukan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Fang Yin.
"Hmm lalu siapa namamu?" tanya Fang Yin hati-hati.
"Xu Lian" Fang Yin dan Aanchi terkejut ketika mendengar nama Xu Lian, karena bukan hanya kerajaan Wei yang tahu tentang Xu Lian adalah anak kutukan tetapi seluruh daratan bahkan sekte diluar aliran putih pun mengetahuinya.
"Fang Yin sebaiknya kita pergi dari sini" Aanchi mencoba menarik tangan Fang Yin agar mereka meninggalkan tempat Xu Lian karena ia tidak ingin mendapat masalah ketika semua orang tahu mereka bersama dengan gadis yang memiliki kutukan yang tersohor itu.
"Kalian pergilah dari sini jika kalian tidak ingin mendapatkan masalah" Xu Lian sudah tahu jika seseorang yang sudah mengetahui identitasnya, mereka akan mencoba menjauh. Oleh karena itu Xu Lian tidak pernah memiliki teman selain Jingmi walaupun Xu Lian sangat berharap untuk memiliki teman.
"Baiklah...tapi aku akan datang ke tempatmu lagi" ucap Fang Yin dengan sorotan mata yang serius yang membuat Xu Lian tersenyum.
Fang Yin dan Aanchi pergi meninggalkan pavilium Xu Lian.
***
Pertandingan musim semi pun dimulai, banyak para warga yang mendatangi aula istana sekedar ingin menonton pertandingan musim semi. Ditengah aula istana sudah terdapat sebuah panggung yang berukuran cukup besar untuk dijadikan sebagai tempat pertandingannya dimulai.
Disebelah bagian barat, sudah terjejer rapih tempat duduk untuk para bangsawan dan tetua sekte yang telah diundang untuk menghadiri pertandingan musim semi dan disebelahnya juga sudah terjejer rapih tempat duduk untuk keluarga kerajaan Wei sendiri.
Semua orang mulai menempati tempat duduknya masing-masing sesuai yang telah diatur oleh kerajaan Wei. Bahkan para peserta sudah berjejer rapih dibawah panggung pertandingan.
__ADS_1
Seorang pria berusian 35 tahunan dengan dua pedang dipunggungnya naik keatas panggung.
"Para hadirin yang terhormat, pertandingan musim semi tahun ini akan segera dimulai" teriak Xiao Tian dengan bantuan tenaga dalam sehingga suaranya dapat didengar semua orang.
"Dalam pertandingan musim semi ini ada tiga tahap, yaitu tahap yang pertama para peserta akan diacak untuk membuat sebuah kelompok yang terdiri dari 4 orang, dan 2 kelompok akan bertanding dengan cara semua kelompok harus menjaga sebuah bola agar kelompok lawan tidak bisa mengambilnya. Kelompok yang bisa mengambil bola dari kelompok lawan maka kelompok itu akan keluar sebagai pemenang" Xiao Tian menjelaskan tentang tata cara pertandingan ditahap awal.
"Bagi para peserta, silahkan mengambil kertas di atas meja itu yang bertuliskan nama kelompok kalian" Xiao Tian menunjuk sebuah kotak yang berisikan nomer kelompok.
Xu Lian berjalan kearah kotak yang Xiao Tian tuju beserta peserta lainnya. Setelah menunggu antrian yang panjang, Xu Lian pun mendapatkan gilirannya untuk mengambil kertas itu. Setelah ia mengambil kertasnya ia membukanya dan tertera 'Kelompok 25'.
"Fang Ying fokuslah" Aanchi menegur Fang Yin yang sedari tadi menatap Xu Lian. Fang Yin berharap ia bisa satu kelompok dengan Xu Lian.
***
Ditempat lain diluar area para warga yang menonton pertandingan musim semi, ada seorang laki-laki dengan jubah hitamnya beserta topeng diwajahnya yang sedang melihat pertandingan musim semi dari atap bangunan istana kerajaan Wei, supaya tidak ada orang yang menyadari kehadirannya.
Zhang Xiuhuan tersenyum ketika ia melihat jika gadis yang waktu lalu ia temui ada di dalam pertandingan ini.
"Apakah gadisku akan memenangkan pertandingan ini?" tanya Zhang Xiuhuan kepada Pete.
"Sejak kapan ia menjadi gadismu?" Pete merasa heran dengan sikap Zhang Xiuhuan yang aneh.
Wajah Zhang Xiuhuan yang awalnya terukir senyuman kini telah berganti seperti seekor binatang buas yang siap menerkam mangsanya.
"Siapa anak laki-laki itu? berani sekali ia mendekati gadisku dan berbicara padanya?" ucap Zhang Xiuhuan geram.
Satu hal yang ingin Pete lakukan adalah keluar dari tubuh Zhang Xiuhuan dan berteriak.
"WOIII SEJAK KAPAN DIA MENJADI GADISMU?? BOCAH GILA SIALANNN!!"
__ADS_1