Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Aku adalah Aku


__ADS_3

Kaisar Xu Kong mengeluarkan aura pembunuhnya ketika melihat Xu Lian bertarung dengan Xu Jiao. Ia pun menarik kemabali auranya ketika keadaan mulai tenang.


"APAA YANG KALIAN LAKUKAN?" teriak Xu Kong marah.


"Fahuang dia yang menyerangku terlebih dulu" ucap Xu Jiao membalikkan putih ke hitam.


(Fahuang \= Ayah kekaisaran)


(Membalikkan putih ke hitam \= Menjadikan kebenaran yang salah dan kesalahan yang benar)


Xu Kong menatap Xu Lian dengan tajam dan yang ditatap tetap bersikap santai. Xu Kong menjadi kesal karena sikap kurang ajar Xu Lian.


"Kau berani sekali menyerang putri kekaisaran?" tanya Xu Kong kepada Xu Lian dengan datar.


Xu Kong menatap Xu Jiao dan Xu Kong secara bergantian tanpa ingin menjawab pertanyaan Xu Kong.


"Kau berani sekali" Xu Kong mengeluarkan aura pembunuhnya yang kuat bahkan Xu Jiao kesulitan untuk bernafas tetapi Xu Lian tetap tidak bergeming bahkan ia tidak seperti merasa kesulitan bernafas, dengan santainya Xu Lian berjalan kearah Jingmi yang sedang kesulitan bernafas dan menariknya pergi dari tempat itu.


"Apa aura ku tidak mempan kepada anak itu?" pikir Xu Kong.


***


Xu Lian merasa kesal dengan putri Xu Jiao yang semena-mena.


"Tuan putri Jingmi tidak kenapa-kenapa, lagi pula hamba yang salah karena tidak sengaja menabrak pelayan yang sedang membawakan makanan untuk tuan putri Xu Jiao" jelas Jingmi untuk menenangkan Xu Lian.

__ADS_1


"Hah? kau hanya menabrak pelayannya dan dia menghukum cambuk kepadamu?" Xu Lian tambah geram kepada Xu Jiao setelah mendengar penjelasan dari Jingmi.


"Tuan putri kenapa anda menjadi seperti ini? biasanya kau tidak akan memperdulikan orang lain?" tanya Jingmi heran dengan sikap Xu Lian.


"Aku memang akan diam ketika aku dihina oleh orang lain tetapi ketika orang yang aku sayangi didepan mata kepalaku sendiri aku tidak akan diam" Jingmi terharu dengan ucapan Xu Lian.


"Tapi tuan putri tadi kau sungguh hebat, bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Jingmi antusias.


"Huft...karena aku selalu menghabiskan waktuku dengan latihan ditaman belakang pavilium" Jingmi hanya membulatkan bibirnya mendengar penjelasan Xu Lian.


***


Xu Kong mengadakan rapat di aula istana, kini ia akan memilih calon muda-mudi berbakat dari kerajaannya sebagai wakil dalam pertandingan musim semi.


"Biar aku ikut" Semua mata mengarah kearah sumber suara yang merupakan Xu Lian.


"Apa-apaan dia, anak tidak berguna itu ingin mengikuti pertandingan ini?"


"Lihatlah anak yang memiliki kutukan itu"


"Bahkan penampilannya lebih buruk dari seorang pelayan"


Semua orang yang hadir dalam pertemuan itu membisikan kejelekan tentang Xu Lian walaupun mereka tidak bisa dibilang berbisik karena Xu Lian saja bisa mendengar bisikan mereka, tetapi Xu Lian tidak menghiraukannya.


"Apa-apaan kau berani sekali kau datang pertemuan ini?" ucap Xu Yong yang tidak suka dengan kehadiran Xu Lian di aula istana.

__ADS_1


"Benar sebaiknya kau pergi dari sini anak tak berguna"


"Iyaa kau hanya akan mempermalukan kerajaan ini"


Orang-orang yang awalnya hanya berbisik-bisik mulai mengeluarkan pemikirannya dengan diawali pangeran Xu Yong.


"Kalian semua bisa menganggapku sebagai anak kutukan tetapi dalam pertandingan ini anggaplah aku adalah aku" ucap Xu Lian yang membuat semua orang menjadi ribut.


"DIAM SEMUA" titah Xu Kong kepada semua orang, semuanya pun segera terdiam.


"Sebaiknya kau pergi dari sini!!" ucap Xu Kong kepada Xu Lian.


"Fahuang sebaiknya kita mempertimbangkannya, lagi pula kemampuannya lumayan bagus" Xu Jiao mencoba mengeluarkan argumennya.


"Apa-apaan kau Meimei, kenapa kau membelanya?" tanya Xu Li dengan heran.


Xu Kong mempertimbangkan ucapan Xu Jiao dan teringat kejadian tadi. Xu Kong menganggukkan kepalanya tanda setuju jika Xu Lian akan ikut serta dalam pertandingan musim semi.


"Xu Lian sebentar lagi kau akan dihina habis-habisan bahkan bukan hanya dari kerajaan Wei tetapi seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran hitam" pikir Xu Jiao jahat.


"Hmm...taktikmu hebat juga yaa Xu Jiao, kini kau boleh merasa diatas angin tetapi tidak untuk selanjutnya, akan ku pastikan kau menjadi memalukan diseluruh kerajaan ini bahkan wilayah luar juga" pikir Xu lian dengan seulas senyum dibibirnya dan pergi meninggalkan aula istana.


****


Terima kasih yang sudah ingin membaca cerita ini, dan mohon arahannya apabila ada kesalahan dalam penulisan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2