Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Penyihir


__ADS_3

Seluruh kerajaan bersatu begitu juga dengan seluruh sekte aliran putih. Mereka masing-masing menyiapkan pasukan, begitu juga dengan kerajaan Wei. Xu Kong menyiapkan pasukan lebih dari lima ribu pasukan yang akan berperang dengan kerajaan iblis.


"Ayah izinkan aku ikut bertempur" Xu Jiao menghampiri Xu Kong yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya diruang kerjanya.


"Ji'er kau tidak perlu ikut campur dengan hal ini! sebaiknya kau tetap diistana bersama ibumu!" Xu Kong mengalihkan perhatian kepada putri satu-satunya, ralat! putri kedua.


"Ckk ayah memangnya kenapa jika aku ikut bertempur" Xu Kong menghela nafas melihat sikap keras kepala putrinya ini.


"Musuh kita bukanlah manusia Ji'er" Xu Kong menghela nafas, "Tetapi kerajaan iblis!" katanya.


Xu Jiao terkejut, jika mengetahui musuh dalam pertempuran ini adalah iblis.


"Iblis? kenapa bisa?" tanya Xu Jiao.


"Entahlah ayah juga tidak tahu. Sebaiknya kau pergilah kekamarmu!" kali ini Xu Jiao tidak bisa membantah perintah Xu Kong.


Xu Kong menghela nafas berat ketika Xu Jiao sudah keluar dari ruangannya.


"Sial, kenapa jadi begini sih, kalau begini aku sulit mengambil hati ayah. Tapi tidak apa yang penting gadis tidak berguna itu sudah tidak ada" pikir Xu Jiao.


***


Danzi, Zhang Xiuhuan dan Xu Lian memutuskan segera pergi menuju istana Wei setelah penyerangan Nindhog di istana Shangri-La. Mereka tidak menggunakan jalur jalan yang semula karena harus membutuhkan waktu yang lama dan penuh rintangan, dari itu mereka memilih jalur jalan memutar ke gunung, supaya mereka tidak perlu melewati lautan.


Mereka bertiga terus berlari didaerah yang semakin naik, karena kini mereka bertiga sedang berada dibawah kaki Gunung Velver.


"Kakek apa sebaiknya kita istirahat dulu" Xu Lian mulai kelelahan karena sejak pagi sampai siang hari mereka terus berlari tanpa henti bahkan mereka belum makan sejak pagi.


"Kalau begitu baiklah kita istirahat disini" Danzi memilih duduk dibawah pohon besar.


Mereka beristirahat didalam hutan gunung sambil memakan perbekalan mereka. Mereka terkejut ketika dari arah depan mereka terdengar bunyi ada sesuatu yang sedang berlari dengan cepat.


Dari balik semak-semak seekor rusa raksasa dengan dua tanduk dikepalanya, rusa itu memiliki kulit berwarna coklat tua dan sedikit garis-garis putih ditubuhnya, rusa itu berlari dengan cepat kearah tempat Danzi, Zhang Xiuhuan dan Xu Lian beristirahat.


Danzi yang melihat rusa sebesar itu menjadi antusias. Dia tidak akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan makanan yang lezat seperti daging rusa ini. Danzi melompat ke hadapan rusa raksasa dan menahan rusa ini supaya tidak kabur dengan menahan kedua tanduknya menggunakan kedua tangannya, tinggi rusa hampir menyamai tinggi Danzi bahkan bisa melebihinya.


"Apa yang dilakukan si kakek tua itu?" tanya Zhang Xiuhuan.


Xu Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebagai tanda jika ia tidak tahu.

__ADS_1


"Heyy kalian berdua cepat bantu aku!" Danzi berteriak kepada Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang sedari tadi hanya menontonnya.


Xu Lian melirik kearah Zhang Xiuhuan untuk memintanya membantu Danzi. Zhang Xiuhuan hanya menghela nafas berat dan berjalan kearah Danzi untuk membantunya.


"Cepat bunuh rusa ini sebelum dia kabur!" Zhang Xiuhuan mengambil pedangnya dan tanpa menunggu lama dia mengarahkan pedangnya tepat pada leher rusa raksasa tersebut hingga kepalanya lepas dari tubuhnya.


"Yeyy kita makan enak malam ini" sorak Danzi setelah rusa itu kehilangan nyawanya.


Danzi yang bersorak bahagia tiba-tiba menghentikan tawanya dan menjadi lebih waspada ketika mendapati aura yang kuat dari dalam hutan dihadapan mereka. Begitu juga dengan Xu Lian yang segera menghampiri Zhang Xiuhuan dan Danzi.


Dari arah dalam hutan keluar segerombolan orang yang menggunakan pakaian dari atas kepala hingga menutupi kaki dan tangannya yang berwarna hitam. Mereka semua menggunakan tutup wajah menggunakan kain berwarna hitam juga, hanya menyisakan mata mereka.


"Siapa mereka kek?" tanya Xu Lian.


"Bangsa penyihir" Danzi mengerutkan keningnya. Dia baru ingat jika tempat yang mereka lewati adalah rumah bagi para penyihir ini.


"Rupanya kalian sudah membunuh buruan kami" ucap salah satu dari para penyihir.


"Kami tidak sengaja membunuh rusa ini, karena tiba-tiba rusa ini berlari kearah kami dengan cepat" ucap Zhang Xiuhuan santai.


"Jadi bisakah kami mengambil rusa itu? karena sejak kemarin rusa itu adalah buruan kami?"


"Baiklah, sebagai tanda terima kasih karena telah membantu kami menangkap rusa ini, kalian bisa makan malam dengan kami" Danzi langsung menganggukan kepalanya, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa makan enak.


"Kalau begitu kalian bisa mengikuti kami!" Danzi segera berjalan pergi mengikuti para penyihir itu.


"Bangsa penyihir?, aku baru tahu ada bangsa penyihir" tanya Xu Lian bingung.


"Bangsa mereka adalah aliran netral, mereka tidak ingin ikut campur dengan urusan dunia pendekar. Mereka lebih memilih hidup mandiri dan tertutup dengan dunia luar" Zhang Xiuhuan dan Xu Lian mengikuti kemana mereka pergi, dengan berjalan paling belakang.


"Apa mereka bisa diajak gabung untuk melawan kerajaan iblis?" pikir Xu Lian.


"Jangan harap mereka mau diajak gabung untuk melawan kerajaan iblis" ucap Zhang Xiuhuan santai.


"Ehhh...kau bisa membaca pikiran?" Xu Lian terkejut ketika Zhang Xiuhuan mengetahui apa yang ia pikirkan.


"Sudah kelihatan dari raut wajahmu!" Xu Lian hanya ber-oh-riah sebagai jawabannya.


"Tapi aku tahu bagaimana caranya mereka mau gabung dengan kita" ucap Zhang Xiuhuan berbisik kepada Xu Lian.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?" Xu Lian menjadi antusias.


"Kemarilah akan aku bisikan" tanpa menunggu lama Xu Lian mendekatkan wajahnya untuk mendengar rencana Xhang Xiuhuan.


Cup...


Zhang Xiuhuan bukannya membisikan sesuatu kepada Xu Lian, dia malah mencium pipi Xu Lian yang sekarang sudah semerah tomat.


"Apa yang kau lakukan" Xu Lian memukul lengan kanan Zhang Xiuhuan. Dia tidak marah tapi terkejut, jantungnya tidak bisa berhenti berdetak setelah Zhang Xiuhuan menciumnya.


"Makanya jangan terlalu menggemaskan" Zhang Xiuhuan mencubit pipi Xu Lian yang sudah memerah.


"HEYYY MATAKU SUDAH TIDAK SUCI LAGI" teriak Pete dalam pikiran Zhang Xiuhuan ketika melihat adegan romantis dihadapannya.


"Sejak kapan kau menjadi suci? kau kan iblis?" ucap Zhang Xiuhuan lewat pikirannya.


"Sialan, kau bocah" geram Pete kesal.


"Heyy kalian berdua cepat jalannya, kalian tidak ingin tertinggalkan?" Danzi sangat kesal dengan Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang sedari tadi mengobrol.


"Baiklah kek" Xu Lian pergi mendahului Zhang Xiuhaun, ia sangat kesal dengan Zhang Xiuhuan.


Zhang Xiuhuan hanya terkekeh kecil melihat sikap Xu Lian "gadis yang lucu".


Zhang Xiuhuan berjalan dengan cepat untuk mensejajari langkahnya dengan Xu Lian.


"Hey aku serius aku tahu bagaimana caranya mereka mau bergabung dengan kita" Xu Lian membuang wajahnya kearah lain untuk menghindari tatapan Zhang Xiuhuan.


"Kau akan membisikiku rencanamu dan malah menciumku" sewot Xu Lian.


"Kenapa memang? kau ingin aku cium lagi?" Xu Lian sangat kesal dengan sikap Zhang Xiuhuan, dia sudah bersiap untuk menghajar pria ini.


Zhang Xiuhuan dengan cepat menahan cekalan tangan Xu Lian yang akan menghajarnya. Dan menarik tangan Xu Lian kedalam pelukannya.


"Jangan bersikap menggemaskan seperti ini dihadapan pria lain" bisiknya.


Zhang Xiuhuan mengambil kesempatan ketika Xu Lian yang terdiam karena terkejut. Dia mencium bibir Xu Lian sekilas dan segera berlari untuk kabur.


"ZHANG XIUHUANNNNNNNNN AKU AKAN MEMBUNUHMUUUUU" teriak Xu Lian.

__ADS_1


***


__ADS_2