
Xu Lian segera mengambil pedang milik Liu Changhai dan berlari kearah Mayleen dan Zhen Juan.
Zhen Juan yang melihat kedatangan Xu Lian, segera mengambil cambuknya. Zhen Junda mengarahkan cambuknya kearah Xu Lian tetapi Xu Lian tidak sebodoh itu, Xu Lian melompoat kearah kanannya untuk menghindari serangan dari Zhen Juan.
Semua orang terdiam melihat kemampuan Xu Lian. Begitu juga dengan tetua sekte dan kaisar kerajaan.
"Juan dari arah samping kirimu!" Mayleen mengarahkan pergerakan serangan yang dilakukan Xu Lian untuk membantu Zhen Juan.
Xu Lian mundur beberapa langkah kebelakang dan memberi jarak antara dia dengan Zhen Juan. Zhen Juan mengambil nafas dengan tidak teratur karena tenaga dalamnya sudah terkuras.
Xu Lian langsung menyerang Zhen Juan dengan jecepatan yang tinggi, Zhen Juan yang tidak menyadari pergerakan Xu Lian hanya bisa bertahan dengan separuh tenaga dalamnya. Xu Lian menghentikan serangannya ketika Zhen Juan kehilangan kesadarannya karena luka yang ia terima dari Xu Lian dan juga tenaga dalamnya sudah terkuras habis.
*Shhhuuutttt.....
Shuuttt*....
Xu Lian melompat kearah belakang ketika beberapa anak panah menyerangnya.
"Juan kau tidak apa apa?" teriak Mayleen yang melihat tubuh Zhen Juan tidak bergerak ditempat.
Mayleen tidak menghentikan aksinya, ia terus mengambil anak panah dipunggungnya lalu diarahkan kepada Xu Lian. Tetapi Xu Lian dengan mudahnya menghindari atah menebas dengan pedang anak panah milik Mayleen.
"Oh tidak...aku kehabisan anak panah" Mayleen tidak punya pilihan selain menyerang Xu Lian secara langsung.
Xu Lian yang melihat Mayleen akan menyerangnya hanya terdiam ditempatnya, Mayleen menyerang Xu Lian dengan busurnya sebagai pedang.
*Treengg....
Treengg*...
Mayleen kini terdesak, ia tidak terlalu pandai bermain pedang dibandingkan Xu Lian. Xu Lian terus menyerang Mayleen dan selalu mencari celah dari Mayleen.
Treng...
Busur Mayleen terlepas dari tangannya, ia sudah banyak sekali menguras tenaga dalamnya.
__ADS_1
Xu Lian melempar pedang yang ada ditangannya, dan ia berjongkok dihadapan Mayleen.
"Berikan bola itu!" Mayleen melirik kearah Wang Xuemin yang kini sudah tersudut, bahkan sudah dikatakan kalah karena ia sudah kehilangan seluruh tenaga dalamnya ketika bertarung dengan Ping An dan Fang Changyi. Tidak ada pilihan lain selain memberikan bola itu kepada Xu Lian.
Xu Lian menerima bola dari Mayleen, tetapi tidak ada tepuk tangan satu pun orang, mereka masih tidak percaya jika Xu Lian memiliki kekuatan yang hebat.
"Dia tidak memiliki satupun tenaga dalam, tetapi dia seperti memiliki 2.000 tenaga dalam dan itupun mungkin lebih besar. Sebenarnya sebesar apa kekuatannya?" pikir Tho Zou.
***
Xu Lian memasuki paviliumnya dan pergi menuju kamar mandinya. Setelah selesai ia memakai pakaiannya yang sederhana, dengan atasan dan bawahan polos berwarna putih.
"Tuan putri ini hamba, Jingmi membawakan makan malam untuk anda" ucap Jingmi dari luar pintu pavilium Xu Lian.
"Masuklah" Jingmi memasuki pavilium setelah Xu Lian mengijinkannya.
Xu Lian duduk bersila didepan sebuah meja kecil dihadapannya. Jingmi menaruh sebuah nampan yang berisi makanan yang cukup banyak.
"Duduklah!" Jingmi yang akan berdiri berlutut kembali.
"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai pelayan, kau adalah temanku. Jadi sekarang kau bisa makan bersamaku!" Xu Lian menarik tangan Jingmi agar ia bisa duduk dihadapannya.
Jingmi tidak memiliki alasan lain selain ia menuruti perintah Xu Lian.
"Jingmi apakah kau merasakan ada seseorang ketika aku berlatih di halaman belakang dan juga diatas atap istana utama ketika pertandingan musim semi?"
"Hmm, aku tidak merasakan seseorang selain kita berdua ketika dihalaman belakang, dan dipertandingan aku terlalu fokus menonton. Apalagi ketika anda tampil sungguh kau hebat sekali" Xu Lian hanya tertawa pelan melihat pujian Jingmi yang berlebihan.
"Diluaran sana masih banyak orang yang lebih hebat dariku, tapi karena itu aku akan terus berusaha belajar agar menjadi lebih kuat" mereka berdua tertawa lepas, dan melanjutkan obrolan mereka sampai selesai makan malam.
***
"Selanjutnya apa rencana mu?" ucap seorang berjubah putih.
"Aku masih memikirkannya, tetapi tidak akan aku biarkan dia lepas dari genggamanku!" Jendral Wang memukul meja dihadapannya sampai hancur.
__ADS_1
"Gadis itu tidak sesederhana yang kau pikirkan Wang, tetapi dari mana ia belajar berpedang? apakah kau yang mengajarinya?" tanya jubah putih.
"Aku saja tidak mengetahui dari mana ia belajar" ucap Jendral Wang geram.
Jubah putih dan Jendral Wang merasakan kekuatan yang hebat sedang mengintimidasinya.
"Siapa itu? keluar kau dari sana!" dari jendela ruangan Jendral Wang terlihat seseorang berjubah hitam dan menggunakan topeng sedang melayang.
"Siapa kau?" Jendral Wang dan Jubah putih menjadi waspada karena aura yang tidak bersahabat dari orang bertopeng itu.
"Sekali berani kau menyakiti gadisku! akan aku pastikan kepalamu tidak akan berada ditubuhmu lagi" pria bertopeng itu tertawa pelan.
"Prajuritt!!!" Zhang Xiuhuan yang mendengar Jendral Wang berteriak, langsung pergi karena ia tidak ingin membuat keributan di istana.
***
Xu Lian terdiam didekat jendela kamarnya, sampai bayangan hitam melewatinya.
"Aura ini milik pria itu!"
Xu Lian melompat dari jendela dan mengambil sepotong kayu yang terjatuh dari pohonnya dan dilemparkan kepada bayangan hitam itu.
Bugghhh...
Zhang Xiuhuan jatuh tersungkur ketanah, Zhang Xiuhuan tidak bisa merasakan keberadaan Xu Lian sehingga ia tidak mengetahui ada serangan.
Xu Lian berlari kearah Zhang Xiuhuan yang sedang kesakitan dibagian kepalanya yang terkena dengan kayu yang dilempar Xu Lian.
"Hey sebenarnya kau siapa? kenapa kau berada diarea istana?" tanya Xu Lian.
Zhang Xiuhuan terbangun dari duduknya dengan senyuman diwajahnya, tetapi Xu Lian tidak akan mengetahuinya karena Zhang Xiuhuan menggunakan topeng.
Zhang Xiuhuan berjalan kearah Xu Lian dengan perlahan.
***
__ADS_1