Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Summonster


__ADS_3

"Iya itu adalah sebuah segel yang hanya dimiliki oleh satu kerajaan di daratan ini"


"Satu kerajaan, kerajaan apa?" Xu Lian mulai penasaran.


"Kerajaan bagian Timur" Xu Lian terdiam ia berpikir tentang ia juga menemukan sebuah buku panduan beladiri dari daerah timur. Xu Lian mengambil bungkusan pakaianya dan membukanya sambil mencari sesuatu.


"Kau sedang mencari apa?" Zhang Xiuhuan merasa heran dengan sikap Xu Lian.


Xu Lian mengambil sebuah buku kuno berwarna merah tua dan ditunjukan kepada Zhang Xiuhuan.


"Aku menemukan buku ini diperpustakaan tua kerajaanku" Zhang Xiuhuan mengambil buku itu.


"Buku ini..." Pete terkejut ketika ia melihat buku yang sangat ia kenali.


"Kau mengetahui tentang buku ini?" tanya Zhang Xiuhuan kepada Pete lewat pikirannya. Zhang Xiuhuan takut Xu Lian menganggapnya aneh lagi karena berbicara sendiri.


"Iya aku tahu buku ini" ucap Pete serius.


"Siapa nama ibumu?" tanya Zhang Xiuhuan.


"Hmm Jialin, memangnya kenapa?" ucap Xu Lian bingung.


"Jialin itu nama dari daerah Timur, tetapi bagaimana masih ada orang keturunan dari daerah timur yang masih hidup" ucap Pete serius.


Zhang Xiuhuan membuka balikkan buku yang digenggamnya, dan Pete menjelaskan semuanya yang ia ketahui tentang buku itu kepada Zhang Xiuhuan.


"Boleh aku melihat tanda ditubuhmu"


"Untuk apa?" Xu Lian mulai waspada kepada Zhang Xiuhuan.


"Tenang saja, aku tidak akan berbuat apa-apa aku hanya ingin memastikan segel itu saja" ucap Zhang Xiuhuan tulus.


Xu Lian dengan ragu-ragu menurunkan bajunya dibagian bahu kanannya.


Zhang Xiuhuan memperhatikan sebuah tanda berbentuk naga yang sedang melilit sebuah pedang, persis seperti gambar di sampul buku yang ia genggam.


"Tidak salah lagi" ucap Zhang Xiuhuan.


"Tidak salah lagi apa?" Xu Lian menaikan kembali bajunya.


"Ibumu adalah Summonster"

__ADS_1


"Summonster apa itu?" Xu Lian bingung dengan penjelasan Zhang Xiuhuan.


"Baiklah aku akan menjelaskannya dari awal. Kerajaan Timur yang bernama Shangri-La adalah kerajaan terkuat dimasanya, karena kekuatannya yang besar membuat aliran hitam geram dan mencari sumber kekuatannya. Aliran hitam mengetahui sebuah fakta bahwa kerajaan Shangri-La menggunakan Summonster. Summonster sendiri adalah seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga ia bisa mengendalikan seekor naga langit. Karena aliran hitam tidak bisa melawannya mereka melakukan provokasi kepada kerajaan Shangri-La. Karena itu seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran putih beranggapan jika kerajaan Shangri-La menyeleweng ke aliran sesat, dari situ seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran putih bergabung untuk menghancurkan kerajaan Shangri-La. Dan buku ini adalah buku yang seharusnya dimiliki seorang Summonster" Zhang Xiuhuan menjelaskan kepada Xu Lian yang telah Pete jelaskan kepadanya.


Xu Lian terdiam, ia mencoba mencerna penjelasan dari Zhang Xiuhuan.


"Jadi maksudmu ibuku adalah Summonster?" Zhang Xiuhuan hanya mengangguk atas jawabannya.


"Tetapi kenapa kakak-kakakku tidak menjadi Summonster seperti ibuku?"


"Seseorang yang bisa menjadi Summonster hanya perempuan" ucap Zhang Xiuhuan.


"Tapi kenapa mereka semua menganggapnya sebagai kutukan?" Xu Lian menundukan kepalanya lemah.


"Karena ada seseorang yang ingin menggunakanmu sebagai senjata, karena itu ia membalikkan kebenaran menjadikan kebohongan"


"Berarti dia sudah tahu tentang ibuku dan juga diriku, lalu siapa dia?" Xu Lian mengangkat wajahnya dan menatap kearah Zhang Xiuhuan dengan serius.


"Jendral Wang" Xu Lian terkejut mendengar ucapan Zhang Xiuhuan. Xu Lian tidak percaya jika Jendral Wang sekejam itu.


"Kau harus percaya padaku"


"Tapi itu tidak mungkin, paman Wang adalah satu-satunya orang yang menganggapku sebagai anaknya"


"Jika seorang Summonster memiliki kekuatan yang hebat tetapi aku bahkan tidak memiliki kekuatan sebesar itu" ucap Xu Lian sendu.


"Karena kekuatanmu disegel"


"Jadi bagaimana dengan caranya melepas segelnya?"


"Hanya ada satu cara untuk melepas segelnya, kita harus pergi ke daerah Timur tepatnya dikerajaan Shangri-La. Tapi kau tenang saja karena aku akan selalu disampingmu" ucap Zhang Xiuhuan.


"Tapi kenapa kau selalu peduli kepadaku?"


"Karena aku temanmu" Xu Lian hanya membalasnya dengan senyuman, hatinya merasa hangat ketika Zhang Xiuhuan mengatakan jika ia adalah temannya.


"Kenapa kau tidak mengatakan 'Karena aku mencintaimu'" ucap Pete menggoda.


***


Xu Lian dan Zhang Xiuhuan melanjutkan perjalanannya ketika hujan sudah reda. Mereka berdua harus melewati sebuah hutan untuk menuju sebuah desa terdekat.

__ADS_1


"Kita harus bergerak lebih cepat lagi" Zhang Xiuhuan menarik pergelangan Xu Lian agar berlari lebih cepat.


"Sebenarnya ada,,," sebelum Xu Lian menyelesaikan ucapannya sebuah panah meleset kearahnya. Dengan sigap Zhang Xiuhuan menangkis panah itu dengan pedangnya.


"Jangan menjauh dariku" Zhang Xiuhuan mulai waspada dengan sekitarnya.


Beberapa menit kemudian, puluhan anak panah meleset keluar dari arah pepohonan. Zhang Xiuhuan segera menangkis semua anak panah yang datang dengan mudah.


Karena serangan panah yang tidak mempan, orang orang berpakain hitam yang menyerang Zhang Xiuhuan dan Xu Lian keluar dari balik pohon. Jumlah mereka cukup banyak sekitar 40 an lebih.


"Bersiaplah untuk bertarung" Xu Lian mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk menyerang.


"Bunuh mereka berdua!" ucap salah seorang dari komplotan penyerang itu.


Puluhan orang itu mulai bergerak untuk menyerang Zhang Xiuhuan dan juga Xu Lian. Zhang Xiuhuan tidak tinggal diam, dia menerima serangan yang datang begitu juga dengan Xu Lian.


Zhang Xiuhuan dengan bantuan kekuatan dari Pete dengan mudahnya membunuh lawannya dengan cara menyerang bagian vital lawannya seperti leher dan jantung.


Berbeda dengan Xu Lian yang lebih tenang melawan musuhnya, Xu Lian tidak menyerang lawannya sekali serang mati dia hanya mencoba melumpuhkan lawannya.


Satu persatu dari mereka kehilangan nyawanya karena kebrutalan Zhang Xiuhuan.


"Cukup!" Zhang Xiuhuan menghentikan kegiatannya ketika Xu Lian berteriak kearahnya.


"Kenapa kau menghentikanku?"


"Biarkan beberapa dari mereka hidup, aku ingin mengintogerasinya?" Zhang Xiuhuan menyerah ia tidak membantah ucapan Xu Lian lagi.


"Mohon ampuni kami tuan, nona" Tiga pendekar yang tersisa bersujud minta ampunan kepada Xu Lian.


"Bangunlah kalian jangan bersujud" mereka segera bangun atas perintah Xu Lian dan Zhang Xiuhuan hanya menontonnya dengan malas.


"Kenapa kalian menyerang kami?" mereka bertiga terdiam tidak ingin menjawab, karena mereka sudah berjanji tidak akan membocorkan tentang orang yang membayar mereka.


"KATAKAN!" teriak Zhang Xiuhuan dan mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat.


"Ba__ik kam_i ak__an bic_ara" salah satu dari mereka berbicara dengan terbata. Xu Lian hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Zhang Xiuhuan.


"Kami hanya seorang pembunuh bayaran" ucap pria itu setelah Zhang Xiuhuan menarik kembali auranya.


"Siapa yang membayar kalian untuk membunuh kami?" tanya Xu Lian dingin.

__ADS_1


"Jendral Wang" dengan ragu para pembunuh bayaran itu menjawabnya.


Setelah menjawab Zhang Xiuhuan menebas kepala mereka semua. Xu Lian terdiam setelah mendengar ucapan dari pembunuh bayaran itu.


__ADS_2