Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pertempuran (2)


__ADS_3

Zhang Xiuhuan turun dari kudanya dan langsung menyerang para iblis yang ada didekatnya dengan bantuan kekuatan Pete. Pete tidak pernah memikirkan jika ia akan bertempur dengan bangsanya sendiri. Tetapi ia juga tidak bisa membiarkan Zhang Xiuhuan kenapa-kenapa, bukan karena dia ada dalam tubuh Zhang Xiuhuan melainkan Pete memang sudah nyaman dengannya. Ditambah lagi Pete memiliki dendam tersendiri dengan Raja Iblis karena membuangnya ketubuh Zhang Xiuhuan. Sungguh pilihan yang sulit, Bangsanya sendiri atau Zhang Xiuhuan?


Danzi dan para penyihir juga ikut turun dari kuda mereka dan segera membantu yang lainnya melawan iblis.


Keadaan medan perang mulai terbalik, yang awalnya manusia yang tersudut kini giliran bangsa iblis yang tersudut. Banyak dari mereka yang mati dengan bantuan dari Xu Lian dan yang lainnya.


"Paman cepat pulihkan tenaga dalammu!" ucap Xu Lian.


"Ehh...iyaa iya" jawab Xiao Tian tergagap.


Tidak membuang waktu yang lama, Xiao Tian segera duduk dalam posisi lotus untuk memulihkan tenaga dalamnya yang telah terkuras. Xu Lian melemparkan sebuah pil yang membantu mempercepat proses memulihkan tenaga dalam kepada Xiao Tian. Sedangkan ia akan menjaga disekitarnya agar Xiao Tian lebih fokus dalam prosesnya. Xu Lian tidak perlu terlalu serius dengan pertempuran yang terjadi karena ia tahu ini bukan pertempuran yang sesungguhnya jadi dia ingin tetap menjaga kesetabilan tenaga dalamnya.


Disisi lain, Zhang Xiuhuan dan Danzi tengah serius menyerang iblis berbentuk monyet, iblis ini seukuran setengah tinggi badan manusia. Iblia Kera terbilang kecil tetapi mereka terlalu cepat dan gesit, melompat kesana kemari untuk membingungkan para lawannya. Seperti saat ini, Danzi kewalahan dengan iblis jenis ini, ia masih diam fokus memperhatikan gerakan-gerakan yang dilakukan para Iblis Monyet tersebut. Tetapi ia juga tidak bisa selalu memperhatikan pergerakan Iblis Monyet karena mereka akan menyerang dengan mencakar atau menggigit jika melihat lawannya kebingungan. Danzi menggeser tubuhnya kearah samping kiri ketika salah satu Iblis Monyet yang mengepungnya mulai menyerangnya. Danzi kembali menyerang Iblis tersebut menggunakan telapak tangannya yang sudah dialiri tenaga dalam miliknya, Iblis Monyet yang terkena pukulan tapak dari Danzi seketika tubuhnya menjadi beku dan selang beberapa detik tubuh Iblis Monyet yang beku itu hancur menjadi kepingan-kepingan es. Iblis Monyet yang lainnya terlihat semakin ganas ketika melihat rekannya kehilangan nyawa dihadapan mereka. Iblis Monyet itu semakin liar, mereka tetap mengepung Danzi dan akan menyerang Danzi secara bersamaan.


"Tidak ada pilihan" gumam Danzi.


Danzi menggerakkan jari-jari tangannya membentuk sebuah pola-pola rumit sambil membacakan sebuah mantra yang aneh. Seketika udara disekitarnya menjadi dingin, para Iblis Monyet mulai gelisah mereka memutuskan untuk menyerang Danzi secara bersamaan. Sebelum para Iblis Monyet itu menyentuh tubuh Danzi, tanah yang diinjak oleh Danzi seketika menjadi beku oleh kekuatan esnya, es itu merambat ketanah dengan cepat dan ketika tanah yang membeku sampai merambat ketanah yang dipijak oleh para Iblis Monyet seketika meraka menjadi beku dan beberapa detik setelahnya tubuh mereka yang beku menjadi hancur.


Disisi lain, Zhang Xiuhuan memilih menyerang para Iblis Monyet dengan kekuatan fisiknya, ia akan mencari celah ketika para Iblis itu mengepungnya dan melompat kekanan kekiri untuk membuyarkan konsentrasinya, tetapi Zhang Xiuhuan mendengkus ia tidak mau kalah gesit dari para Iblis ini. Zhang Xiuhuan menyerang para Iblis Monyet dengan cara memutarkan tubuhnya, para iblis mulai waspada dengan gerakan yang dilakukan oleh Zhang Xiuhuan.


"Ketemu!" Zhang Xiuhuan langsung menyerang salah satu Iblis Monyet yang mulai lengah dengan menusukkan pedangnya tepat dijantung Iblis Monyet tersebut.


Zhang Xiuhuan merasa udara disekitarnya mulai dingin, ia melihat tanah disekitarnya mulai membeku. Zhang Xiuhuan segera mencabut pedangnya dari tubuh Iblis Monyet, dan segera melompat tinggi kearah belakang, bukan untuk menghindar serangan Iblis Monyet yang menyerangnya tetapi menghindari tanah yang mulai membeku kearahnya. Para Iblis Monyet mulai membeku ketika tanah yang dipijaknya membeku dan tubuh mereka hancur.

__ADS_1


Berbeda dengan Zhang Xiuhuan dan Danzi, para penyihir lebih memilih menyerang secara berkelompok dari jarak yang cukup jauh.


"Azzkrahh...!" teriak mereka secara bersamaan.


Diatas para penyihir mulai muncul ratusan batu es yang berbentuk kerucut, dan langsung melesat menyerang Iblis baik dari jarak dekat ataupun jarak jauh.


Tho Zou dan keempat tetua yang lainnya tertegun dengan kekuatan yang membantu mereka. Bahkan mereka dapat menghabisi para iblis itu dengan cepat yang membuatnya berdecak kagum. Ditambah matanya terfokus kepada anak laki-laki yang memiliki aura iblis yang sangat kuat tetapi dia ikut menyerang bangsa iblis.


"Siapa dia?" pikir Tho Zou. Kali ini memang Zhang Xiuhuan sudah tidak menggunakan topeng iblisnya, andai saja ia menggunakan topengnya pasti orang-orang akan mengenalnya sebagai 'Topeng Raja Iblis'.


Para iblis yang tersisa mulai tumbang satu persatu, banyak yang tersisa memilih untuk kabur untuk menyelamatkan dirinya. Dan itu memang dibiarkan oleh Zhang Xiuhuan, agar bangsa iblis itu tidak punah.


Setelah bangsa iblis yang tersisa itu melarikan diri, Zhang Xiuhuan mengelilingi pandangannya untuk mencari keberadaan Xu Lian. Dia tidak menghiraukan para tetua yang tengah menatapnya. Ketika matanya melihat keberadaan Xu Lian dengan seorang Pria berumuran 30 tahunan ia segera berlari kearahnya.


***


"Aku merasa sudah lebih baik" Xiao Tian berdiri dan membungkuk tanda terima kasih karena Xu Lian telah menyelamatkan nyawanya.


"Apa ini benar kau, putri pertama kerajaan Wei?" Xu Lian menganggukan kepalanya, "Tetapi kudengar kau lari dari kerajaan karena kau memilih bergabung dengan aliran hitam" ucap Xiao Tian.


Wajah Xu Lian mulai menggelap, siapa yang menyebarkan berita burung seperti ini, berani sekali dia menjelekkan namanya. Xu Lian tersadar dari lamunannya ketika Zhang Xiuhuan menepuk bahunya.


"Kau disini rupanya, sudah kubilangkan jangan gegabah langsung menyerang 0ara iblis sendirian" Xu Lian hanya mendengkus mendengar Zhang Xiuhuan memarahinya, diakan bukan anak kecil.

__ADS_1


"Siapa lagi ini?" Xiao Tian melirik kearah Zhang Xiuhuan yang sudah berada disamping Xu Lian, Xiao Tian bisa merasakan aura iblis yang kuat dari tubuh Zhang Xiuhuan. Tetapi ia tidak mungkin menyinggungnya karena Zhang Xiuhuan tidak mengeluarkan aura permusuhan.


"Paman sebenarnya dimana saja tempat yang menjadi pusat pertempuran?" tanya Xu Lian.


"Ada 6 pusat disetiap perbatasan menuju daratan barat" Xiao Tian menghela nafas berat, "aku tidak yakin mereka bisa menghalau pasukan iblis untuk menyerang daratan barat" katanya.


Dari arah belakang yang sangat jauh, terdengar sebuh bunyi gong yang dipukul dengan sangat keras.


"Suara apa itu?" tanya Xu Lian.


"Ini gawat, pasukan iblis dipusat perbatasan telas membobol pertahanan luar" wajah Xiao Tian mulai pucat, ini kabar yang sangat buruk.


"Apa maksudnya?" Xu Lian menaikkan salah satu alisnya.


"Para iblis itu sudah berhasil memasuki daratan barat dan kini mungkin sudah menghancurkan yang mereka temui, kau tahukan apa maksudku?" ucap Xiao Tian.


Xu Lian tahu ini kabar buruk, para iblis ini mungkin saja membunuh para warga yang tidak ikut dalam pertempuaran, ini tidak bisa dibiarkan.


"Sebaiknya ayo kita pergi kesana!" ucap Xu Lian serius dan dibalas anggukan oleh Xiao Tian.


Xiao Tian menghampiri Tho Zou dan tetua lainnya untuk menyiapkan pasukan, mereka akan pergi kedalam untuk membantu yang lainnya.


"Ada yang tidak beres" pikir Pete.

__ADS_1


Pete merasa ini sangat ganjal, semua bangsa iblis menyerang dari segala arah daratan barat yang membuat pasukan dipecah-pecah dan juga pasukan yang menjaga didalam terhitung sedikit. Tetapi bukan strategi perang ini yang membuatnya heran tetapi " Dimana keberadaan Raja Iblis" Pete bisa merasakan disegala titik pertempuran, ia tidak bisa merasakan kehadiran Raja Iblis.


***


__ADS_2