Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pembalasan


__ADS_3

Penyerangan Sekte Bayangan Hitam telah usai 2 bulan lalu, Kerajaan Wei juga sudah mulai pulih. Tetapi mereka juga tetap waspada pada serangan susulan yang dilakukan oleh Sekte Bayangan Hitam.


Xu Jiao dan Huanran juga sudah mulai pulih dari luka yang mereka dapat ketika penyerangan, walaupun luka yang didapat Huanran adalah luka dari Xu Lian dia tidak pernah mengatakan pada kekaisaran karena ia tahu itu hanya akan sia-sia hasilnya.


Huanran terduduk didepan meja tulisnya, matanya menyiratkan keambisian yang besar. Ia tahu kemampuannya begitu lemah didunia kultivator tetapi tidak dengan siasatnya. Huanran tidak ingin tinggal diam ketika Xu Lian sudah mengetahui rahasianya, walaupun sampai sekarang Xu Lian belum membocorkan rahasianya ia tahut jika Xu Lian sedang merancang sebuah kejutan yang lebih besar.


Kali ini Huanran sedang bergelut dengan pikirannya, ia mencoba mencari cara bagaimana menghancurkan Xu Lian. Jari-jarinya diketukan diatas meja beberapa kali, ia berpikir tidak mungkin ia akan selamat jika terus bergantung pada kekasih bayangannya.


"Aku tahu jika gadis itu tidak bisa dikalahkan oleh seorang diri, tapi bagaimana jika satu kekaisaran" bibirnya tersenyum kecil ketika sebuah ide tergambar jelas dibenaknya.


***


Xu Lian terbangun dari tidurnya, kedua tangannya direntangkan keatas. Hari ini adalah hari kepergian Danzi. Danzi memang memutuskan untuk tinggal diistana beberapa bulan lagi sebelum istana kembali kondusif. Dilihat dari sekarang sampai 2 bulan lalu tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari Sekte Bayangan Hitam, jadi Danzi lebih memilih untuk pergi sekarang. Walaupun Xu Lian dengan berat hati membiarkan Danzi pergi, ia tidak ingin terlihat sedih dihadapannya. Jadi sekarang ia ingin menyiapkan dirinya sebelum mengantar Danzi sampai gerbang istana.


Xu Lian keluar dari kamarnya ia berjalan menuju pintu utama istana, ia tidak ada niatan untuk masuk karena ia tahu didalam pasti sedang terjadi acara perpisahan keluarga.


Xu Lian mengelilingi pandangannya, pikirannya baru sadar ada satu hal yang janggal. Ia baru menyadari jika ia belum bertemu dengan Zhang Xiuhuan, biasanya Zhang Xiuhuan sudah berdiri didepan kamarnya ketika ia bangun tapi sekarang kemana pria itu. Bahkan Xu Lian tidak melihat keberadaan naganya.


"Mungkin mereka berkultivasi bersama" Xu Lian baru mengingatnya memang akhir-akhir ini Zhang Xiuhuan dan naganya sangat dekat. Mereka sering menghabiskan waktunya untuk berkultivasi bersama, jadi Xu Lian tidak menghiraukannya. Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka.


Xu Lian tersenyum lembut ketika melihat kedatangan Danzi dengan tongkat kesayangannya.


"Kau sudah menungguku lama?" tanya Danzi.


"Tidak terlalu lama" ucap Xu Lian.


Xu Lian dan Danzi berjalan beriringan, mereka mengobrol hal yang biasa dalam dunia kultivator, walaupun terkadang Danzi membuat lelucon. Bahkan Xu Lian Tidak menyangka jika mereka sudah berada digerbang utama istana.


"Kakek, apakah kau akan kembali?" tanya Xu Lian lirih.


"Itu tidak pasti, tapi kuharap kau akan hidup bahagia" Danzi mengelus puncuk kepala Xu Lian dengan lembut. Xu Lian merenung apakah ia bisa hidup bahagia.

__ADS_1


"Aku tahu kau sangat membenci mereka, tetapi cobalah untuk mempelajari alasan mereka" Xu Lian mengangkat kepalanya ketika mendengar ucapan Danzi.


"Apa maksud kakek?" tanya Xu Lian.


"Kau tahu semua permasalahan didunia ini pasti ada alasannya, tentu alasannya itu ada yang baik ada juga yang buruk. Cobalah pahami semua alasan dari mereka yang membencimu" Xu Lian tidak menjawab.


"Tetapi jika alasan mereka buruk, kau boleh menghabisinya!" Xu Lian tersenyum, ia tahu apa maksud dari perkataan Danzi barusan.


Danzi memberikan tongkatnya kepada Xu Lian.


"Ini terimalah hadiah dariku!" katanya.


Xu Lian menerima tongkat pemberian Danzi.


"Kau memberiku hadiah jelek seperti ini?" Xu Lian memutar-mutarkan tongkat ditangannya, tongkatnya sungguh begitu biasa tanpa ada hiasan apa-pun.


"Ini bukan tongkat biasa, ini adalah warisan turun temurun dari Kerajaan Shangri-La, karena itu aku memberikannya kepadamu" Xu Lian acuh tak acuh mendengar penjelasan dari Danzi.


***


Xu Lian berjalan santai dipinggir gazebo istana, sekarang ia ingin memutuskan untuk berjalan-jalan santai. Zhang Xiuhuan juga belum keluar berkultivasi.


Xu Lian menghentikan langkahnya ketika sosok ibu tirinya datang menghampirinya.


"Apakah kau menikmati udara segar dipagi hari ini?" Huanran tersenyum kecil, tetapi Xu Lian bisa melihat siasat dalam matanya.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku? aku tidak suka berbasa-basi!" Huanran tertawa kecil mendengar ucapan Xu Lian.


"Kenapa kau tidak bisa menjaga sopan santunmu dihadapan pemaisuri? apakah ibumu tidak mengajari tentang sopan santun?" ucap Huanran dengan nada mencemooh. Xu Lian mengepalkan kedua tangannya, ia mencoba agar emosinya tidak terbawa.


"Wanita rubah sepertimu tidak pantas disebut sebagai pemaisuri!" Huanran tetap tenang mendengar hinaan dari Xu Lian.

__ADS_1


"Kalian memang kedua wanita yang bodoh" Xu Lian menggenggam erat pakaian Huanran pada bagian depan.


"Berhenti mencemooh ibuku!" Xu Lian sudah kehabisan kesabaran, ia tidak bisa terima jika ibunya dihina dihadapannya sendiri.


"Oh apakah wanita ****** itu yang kau sebut ibu"


Xu Lian sudah tidak bisa mengatur emosinya. Ia melepaskan serangan telapak tangan pada dada Huanran yang membuatnya terlempar mundur. Huanran memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Tidak berhenti disitu Xu Lian kembali menyerang Huanran yang masih tergeletak dibawah.


Huanran terus menghindar dari serangan Xu Lian, ia terus berlari dan kadang harus menangkis serangan Xu Lian yang datang walaupun ia tetap akan terluka karena perbedaan kekuatan yang besar.


Xu Lian sudah terbakar amarah, ia tidak ingin membiarkan seseorang hidup yang telah menghina ibunya. Ia terus mengejar Huanran tanpa memperdulikan orang-orang sekitar mulai memperhatikannya.


Huanran terus berlari walaupun tubuhnya sudah dipenuhi luka, karena serangan dari Xu Lian. Huanran langsung memasuki sebuah pintu dengan sebuah tulisan diatasnya 'Ruang Keluarga'.


Xu Kong dan ketiga anaknya sangat terkejut melihat kedatangan Huanran dengan keadaan yang sangat buruk, ditambah kehadiran Xu Lian.


"Suamiku tolong aku, aku ingin dibunuh olehnya hikss hikss" semua mata menatap tajam kearah Xu Lian.


Xu Lian mulai heran, ia mulai mengontrol emosinya kembali. Keadaan disekitarnya sungguh tidak terduga.


"Apa maksudmu? jelaskan dengan rinci" ucap Xu kong.


"Hikss hikss dia menyerangku tiba-tiba, aku hanya menawarkan diri untuk menjadi ibunya...hikss tetapi dia malah ingin membunuhku, aku tidak tahu memiliki masalah apa dengannya" Semua orang mulai mengerti, apa yang sedang terjadi sekarang.


"Kau berani sekali ingin membunuh ibuku? Seharusnya kau bersyukur karena ibuku mau menjadi pengganti ibumu yang sudah tiada" teriak Xu Jiao pada Xu Lian.


Sedangkan Xu Kong dan kedua putranya sedang menyusun solusi dari permasalahan ini. Permasalahan ini memang sepele tetapi jika ditinggal diam begitu saja akan berdampak besar kepada kerajaan ini.


"Permainan apa ini? jadi dia ingin menjebakku. Tenang saja rubah tua akan kubuat kau mati dalam permainanmu" pikir Xu Lian. Xu Lian tersenyum mengejek melihat drama dihadapannya 'mereka aktris yang cukup bagus'.


***

__ADS_1


__ADS_2