Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Penyelinap


__ADS_3

Xu Lian pagi-pagi buta sudah melakukan latihan dihalaman istana dengan panduan buku miliknya. Dia tidak ingin tinggal diam karena waktunya tinggallah sedikit.


"Kenapa kau berlatih dipagi-pagi hari sekali?" gerutu Zhang Xiuhuan yang menghampiri Xu Lian. Dia khawatir dengan keadaan Xu Lian tadi pagi saat ia ingin memeriksa keadaan Xu Lian dikamarnya, ia tidak menemukannya dan dengan tergesa-gesa mencari keberadaan Xu Lian.


"Kenapa kau berceloteh pagi-pagi sekali?" Xu Lian bertanya balik kearah Zhang Xiuhuan.


"Kau mau berlatih denganku?" tantang Xu Lian kepada Zhang Xiuhuan. Matanya menatap kedua bola mata milik Zhang Xiuhuan yang tanpa menggunakan topeng, kini Xu Lian melarang Zhang Xiuhuan untuk menggunakan topengnya kembali dan seperti biasa ia tidak bisa menolak permintaan Xu Lian.


Xu Lian mengangkat pedangnya dan diarahkan kepada Zhang Xiuhuan.


"Kau serius ingin melawanku?" ucap Zhang Xiuhuan.


"Oh ayolah, pengetahuan berpedangku cukup buruk karena kurangnya pengalaman bertarung"


Dengan senang hati Zhang Xiuhuan menerima tantangan Xu Lian, dia mengambil pedang dari sarungnya yang tersampir disamping pinggangnya.


Xu Lian langsung menyerang Zhang Xiuhuan ketika ia melihatnya mengeluarkan pedangnya. Zhang Xiuhuan menangkis dengan mudah serangan dari Xu Lian dia mencoba dalam posisi bertahan untuk membaca pola serangan Xu Lian. Xu Lian menyerang Zhang Xiuhuan dengan cepat dan pola serangan yang sulit ditebak tetapi serangannya tidak ada apa apanya dibandingkan pengalaman bertarung Zhang Xiuhuan.


Xu Lian mencoba memfokuskan tenaga dalamnya ke dalam pedangnya dan melompat tepat diatas Zhang Xiuhuan untuk menyerangnya. Zhang Xiuhuan menerima serangan dari Xu Lian yang membuat tubuhnya terdorong beberapa langkah ke belakang.


"Heyy kalian hentikan!!" Xu Lian menghentikan langkahnya ketika ingin menyerang Zhang Xiuhuan kembali karena teriakan dari Danzi.


"Kalian ini, seharusnya kalian tetap istirahat didalam bukannya berkeliaran diluar" Danzi menghampiri mereka berdua dengan sorot mata yang tajam.


"Kakek kita bukannya sedang berkeliaran tetapi sedang berlatih" keluh Xu Lian dan Zhang Xiuhuan hanya memutar matanya malas.


"Dan kau seharusnya menjaga kesehatannya bukannya mengajak dia berlatih!" Danzi beralih menatap kearah Zhang Xiuhuan yang memalingkan wajahnya darinya.

__ADS_1


"Apa katamu kakek tua? kau menyalahkanku?" Zhang Xiuhuan tidak bisa memendam amarahnya kepada kakek tua dihadapannya ini yang selalu menguji kesabarannya.


"Ohh...kau berani kepadaku?" Danzi menantang Zhang Xiuhuan.


"Kakek, Xiuhuan, sudah hentikan pertengkaran konyol ini!" Xu Lian mencoba menengahi pertikaian antara keduanya.


Danzi dan Zhang Xiuhuan tidak menghiraukan teriakan Xu Lian, mereka tetap bertikai pendapat siapa yang paling hebat diantara mereka berdua. Tetapi tiba-tiba semuanya menjadi hening ketika sebuah aura pembunuh yang banyak yang mengarah kepada mereka.


Mereka bertiga segera saling membelakangi untuk mewaspadai sekitar.


"Siapa mereka yang mengawasi kita?" tanya Xu Lian.


"Bangsa iblis Nindhog" ucap Zhang Xiuhuan yang diberitahukan oleh Pete. Pete tidak menyangka jika bangsa iblis akan memburunya tetapi ia tidak akan gentar sedikitpun kepada mereka.


"Serangga serangga itu berani sekali menyusup ke kerajaan ini" Danzi menyipitkan matanya untuk memfokuskan penglihatannya.


"Ini cukup merepotkan" keluh Danzi. Tetapi tidak dengan Xu Lian yang matanya berbinar.


"Tidak kakek ini adalah kesempatanku berlatih untuk menyempurnakan kekuatanku" ucap Xu Lian antusias. Dia akan melawan iblis bertubuh ular itu sebagai pelatihannya hari ini.


"Ide yang bagus, aku juga akan meningkatkan kekuatannku dengan berlatih dengan ular-ular kecil ini" ucap Zhang Xiuhuan semangat. Ia tidak ingin kalah semangat dari Xu Lian dari itu ia juga harus lebih semangat melawan para iblis dihadapannya.


"Dasar anak-anak muda" Danzi hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap mereka berdua.


Zhang Xiuhuan mulai menerima serangan Nindhog yang menyerangnya. Dengan sekali tebasan Nindhog yang semula menyerangnya jatuh ketanah setelah Zhang Xiuhuan menyerang tepat di jantungnya. Zhang Xiuhuan tidak berhenti disitu dia terus menyerang para Nindhog yang berada disekitarnya.


Xu Lian tidak ingin kalah dengan Zhang Xiuhuan, dia mengangkat pedangnya dan menyerang Nindhog yang menghampirinya, tebasannya mengenai bagian bawah kepala Nindhog tetapi itu tidak membuatnya mati. Xu Lian melompat kearah depan untuk menghindari serangan dari Nindhog tadi, dan setelah kakinya menginjak tanah kembali ia segera menyerang Nindhog lainnya yang berada dekat dengannya. Sekarang ia mencoba menyerang kearah jantung Nindhog tersebut seperti yang dilakukan oleh Zhang Xiuhuan, dan berhasil Nindhog tersebut langsung jatuh ketanah tanpa nyawa. Xu Lian melanjutkan serangannya ke Nindhog lainnya denga masih cara yang sama yaitu menusuk jantungnya.

__ADS_1


Berbeda dengan Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang memanfaatkan teknik berpedang untuk melawan para Nindhog, Danzi menggunakan tenaga dalamnya untuk merubah kedalam unsur alam es untuk menyerang para Nindhog. Danzi bertarung dengan tangan kosong, telapak tangannya dialiri tenaga dalam miliknya sehingga telapak tangannya dibalus sarung tangan dari es. Danzi Memukul para Nindhog yang menghampirinya dan setiap Nindhog yang terkena pukulannya menjadi beku lalu untuk kedua kalinya Danzi mennghajar kembali Nindhog yang telah beku sampai hancur berkeping-keping.


Para Nindhog mulai sedikit demi sedikit kehilangan nyawanya. Baik Zhang Xiuhuan maupun Xu Lian tidak ada yang berniat untuk menyisakan satupun Nindhog yang hidup. Mereka tidak ingin mengambil kesalahan jika mereka


membiarkan satu Nindhog lepas.


Nindhog tinggal tersisa tiga, awalnya mereka berencana untuk kabur tetapi Zhang Xiuhuan tidak ingin membiarkan hal itu terjadi.


"Kau tidak akan bisa lari dari sini!" ucap Zhang Xiuhuan dingin.


"Kau, tidak akan diampuni oleh raja iblis!" salah satu Nindhog berteriak marah kepada Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang menghadang jalannya.


"Mengapa aku harus meminta ampunan kepada iblis" kini giliran Xu Lian yang berbicara.


Zhang Xiuhuan tidak ingin membiarkan para Nindhog ini berbicara terlalu jauh, dia menghunuskan pedangnya kesalah satu Nindhog yang tersisa, begitu juga dengan Xu Lian. Setelah selesai menghabisi para iblis yang tersisa Zhang Xiuhuan dan Xu Lian kembali ketempat Danzi berada semula.


"Sepertinya mereka tidak memberikan waktu untuk kita berlatih!" Danzi mendesah setelah berbicara.


"Lalu kakek bagaimana dengan latihan penyempurnaan kekuatanku?" tanya Xu Lian.


"Itu tidak masalah, sedikit lagi kekuatanmu akan sempurna . Sekarang kita harus pergi menuju kerajaan sebelum bangsa iblis itu menyerang. Dan kau bisa juga berlatih diperjalanan menuju kerajaan" Danzi melirik kearah Xu Lian dengan sorot mata yang serius.


"Secepat itukah kita pergi?" Zhang Xiuhuan merasa sangat terburu-buru, baru saja kemarin sore mereka sampai dan pagi ini mereka akan pulang kembali.


"Kita tidak ada pilihan lain lagi!" ucap Danzi yang dibalas anggukan oleh Xu Lian.


"Harapanku kini hanya mereka berdua untuk mengalahkan Raja Iblis itu" pikir Danzi.

__ADS_1


***


__ADS_2