
"Kau, bukankah kau yang mengaku sebagai pendeta dan menyebarkan berita kutukan tentang putriku?" Xu Kong menghampiri keberadaan Tao Mingrui dan mengankat kerahnya.
Xu Kong sudah kehilangan kesabarannya, ia sungguh tidak percaya dengan kebodohannya melantarkan putri kandungnya sendiri. Begitu juga dengan Xu Yong dan Xu Li yang merasa kecewa dengan diri mereka sendiri.
"Yang Mulia...." ucap Jendral Wang gugup.
"DIAM KAU!!! BERANI SEKALI KAU MELAKUKAN PERBUATAN INI!!" teriak Xu Kong.
Xu Kong melempar tubuh Tao Mingrui sampai menghantam tanah.
"Akan aku bunuh kau!!!" Xu Kong mengambil pedang dari sarungnya pada pinggangnya.
"Hentikan!" Sebelum Xu Kong menebas kepala Tao Mingrui, ia menghentikan aksinya ketika Xu Lian menghentikannya.
"Membunuhnya langsung bukanlah hukuman yang pantas untuk mereka" Xu Lian menghela nafas, "Izinkan aku yang memutuskan hukuman apa yang pantas bagi mereka berempat!" Xu Jiao menegang ketika tatapan Xu Lian beralih kepadanya.
Xu Kong kembali menyarungkan pedangnya, ia melirik kearah Xu Lian.
"Baiklah, kau bisa memutuskan hukuman apa yang pantas bagi mereka" ucap Xu Kong.
Xu Lian tersenyum kecil yang membuat tubuh Jendral Wang, Huanran dan Xu Jiao menegang. Mereka tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan oleh Xu Lian, mereka hanya tahu jika hukuman itu pasti sangat berat ditimbangkan mati.
"Prajurit!!" puluhan prajurit menghampiri Xu Lian ketika memanggilnya, "Bawa mereka berempat keruang penyiksaan, siksa mereka dengan perlahan sampai matahari terbenam dan besoknya masukkan mereka berempat kedalam sebuah kurungan besi untuk mengelilingi Kerajaan Wei. Agar semua para warga tahu kebusukan mereka!" Para prajurit tanpa banyak bicara, langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Xu Lian.
Jendral Wang, Huanran dan Xu Jioa tidak habis pikir, hukuman macam apa yang diberikan oleh Xu Lian, mereka ingin melawan tetapi mereka juga tahu itu hanya akan sia-sia. Sedangkan Tao Mingrui, sedari tadi hanya menerima nasib.
Para prajurit membawa mereka berempat ketempat penyiksaan dengan paksa, karena mereka mencoba untuk memberontak.
"Kalian semua bubarlah! pertunjukan sudah selesai!" mendengar teriakan dari Xu Lian, para warga langsung berbondong-bondong meninggalkan aula istana.
"Lian.." Xu Lian menghentikan langkahnya ketika ia akan kembali kedalam kamarnya karena panggilan dari Xu Kong.
Xu Lian berbalik tanpa bicara sepatah katapun. Tetapi tidak lama Xu Lian terkejut mendengar isakan dari Xu Kong.
"Maaf....hiks maafkan aku... aku memang ayah yang tidak berguna...hiks" Xu Kong terduduk dihadapan Xu Lian yang diikuti kedua kakaknya.
"Maafkan kami juga, yang telah gagal menjadi kakak bagimu"
Xu Lian menghela nafas berat, dia tahu mereka meminta maaf dengan tulus, tetapi ia juga butuh waktu untuk memaafkan semua yang telah terjadi bukan.
__ADS_1
"Aku akan memaafkan kalian semua, tapi kumohon beri aku waktu" ucap Xu Lian.
Xu Kong mengagguk mengerti, dia menyadari penderitaan yang dirasakan oleh putrinya maka dia butuh waktu untuk memaafkan semua yang sudah terjadi.
"Berdirilah kalian tidak pantas melakukan ini" Xu Lian berbalik untuk melanjutkan langkahnya yang tertunda.
***
Jendral Wang dan ketiga lainnya, kini tidak bisa apa-apa. Kondisi mereka sangat buruk setelah melewati penyiksaan yang sangat berat, apalagi Xu Jiao bukan hanya tersiksa dengan penyiksaan yang diberikan oleh Xu Lian tetapi juga tersiksa dengan fakta jika dia adalah anak kandung Jendral Wang.
Pagi ini mereka berempat dimasukkan kedalam kurungan besi, yang ditarik oleh dua ekor kuda untuk mengelilingi Kerajaan Wei dengan penjagaan beberapa prajurit juga seorang kasim yang meneriaki kesalahan mereka yang berada dalam kurungan besi.
Semua orang mulai mencemooh Jendral Wang dan lainnya. Bahkan orang-orang juga mulai melempari mereka dengan batu.
"Dasar wanita ******"
"Kukira dia jendral yang setia tetapi dibelakang raja sifatnya sangat busuk"
"Lihatlah gadis sombong itu! rupanya dia hanya putri simpanan ibunya"
"Kalian tidak pantas hidup"
Huanran menangis dalam diam, ini lebih berat ketimbang harus dihukum mati. Kini hanya ada penyesalan dalam hatinya, tapi tetap saja penyesalannya tidak akan bisa menolongnya.
Kereta kuda yang membawa kurungan besi kembali keistana setelah seharian berkeliling Kerajaan Wei.
Digerbang istana sudah berdiri Xu Lian dan Zhang Xiuhuan yang sedang menunggu. Prajurit menurunkan mereka berempat sesuai dengan perintah Xu Lian.
"Bagaimana? kalian senang dengan jalan-jalannya?" tanya Xu Lian dengan antusias.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Xu Lian, mereka hanya menatapnya dengan tajam.
"Tenang saja, ini hukuman awal bagi kalian dan hukuman yang sebenarnya baru saja akan dimulai" mereka membulatkan mata tidak percaya, hukuman seperti ini baru dianggap permulaan jadi hukuman yang sebenarnya sesadis apa?.
Xu Lian tersenyum kecil melihat sikap mereka.
"Prajurit bunuh kedua pria ini dengan cara mutilasi tubuhnya, lakukan dengan perlahan" Jendral Wang dan Tao Mingrui menegang mendengar hukuman yang diberikan oleh Xu Lian.
Prajurit yang mendengar perintah Xu Lian mengangguk mengerti dan langsung membawa Jendral Wang dan Tao Mingrui ketempat eksekusi, walaupun mereka agak ngeri dengan hukuman yang diberikan oleh Xu Lian.
__ADS_1
"Dan untuk wanita tua ini, masukan ke rumah bordir, biarkan dia tersiksa disana sampai kehilangan nyawanya" Huanran tidak bisa menahan tangisnya, ia tahu sekejam apa rumah bordir. Rumah bordir adalah tempat penyiksaan bagi kaum wanita, mereka yang ada disana akan dijadikan sebagai pemuasan nafsu pria-pria bejat bukan hanya itu mereka juga akan dijadikan budak tanpa dibayar.
"Kumohon hiks... bunuh aku saja hiksss..." Huanran bersujud dihadapan Xu Lian, tetapi Xu Lian tidak menggubris ucapan Huanran. Ia menyusuh para prajurit untuk segera membawa Huanran pergi.
Kini tinggal satu orang, tubuh Xu Jiao membeku, ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
"Dan kau, aku akan memberikan hukuman yang lebih ringan" ucap Xu Lian.
Xu Lian berjalan kearah Xu Jiao, setelah itu Xu Lian menekan titik meredian milik Xu Jiao sehingga Xu Jiao kehilangan kultivasinya dan juga ia tidak akan bisa berkultivasi lagi.
"Kau bisa tetap tinggal diistana ini, tapi kumohon mengerti batasannya"
Xu Jiao menangis ia tidak menyangka Xu Lian tidak akan membunuhnya dengan penyiksaan yang berat, walaupun Kultivasinya menghilang tetapi itu tidak berarti bagi Xu Jiao sejak awal juga ia tidak tertarik dengan dunia kultivasi, ia langsung bersujud dihadapan Xu Lian.
"Terimakasih....terimakasih tuan putri"
"Pergilah dari sini" Xu Jiao segera berdiri dan pergi menuju istana belakang, dia akan memulai hidup yang baru walaupun bukan menjadi seorang putri. Ia akan mencoba menerimanya dengan lapang dada.
Xu Lian menghela nafas berat setelah kepergian Xu Jiao. Zhang Xiuhuan menepuk-nepuk pundak Xu Lian untuk menyemangatinya.
"Sudahkah kau lega" tanya Zhang Xiuhuan.
Xu Lian tersenyum kecil dan mengaggukan kepalanya pelan.
"Tetapi kita masih memiliki satu masalah lagi" Xu Lian mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Zhang Xiuhuan.
"Kemarin saat aku mencari Tao Mingrui aku mendapat berita jika Sekte Bayangan Hitam mulai bergerak untuk menyerang kerajaan dengan pasukan tiga kali lebih besar dari sebelumnya.
"Kalau begini, kapan aku akan hidup dengan tenang!" gerutu Xu Lian.
***
***Hallo!!!
Ketemu lagi, saya hanya ingin mengumumkan jika cerita 'Dewi Naga Timur' sebentar lagi akan tamat.
Terima kasih yang sudah membaca sampai bab ini atau bahkan nanti sampai end.
Xiexie***....
__ADS_1