Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Suku Drawf


__ADS_3

Puluhan kapak menyerang tubub ular itu sehingga membuatnya kesakitan.


Xu Lian terkejut dari arah belakangnya ada pulahan manusia dengan tubuh satu meteran yang sedang berlari kearahnya. Mereka semua membawa senjata yang sama yaitu kapak genggam dengan batu inti siluman dimasing-masing kapak mereka.


Para manusia kredil atau suku Drawf itu mengelilingi siluman itu dan bersiap untuk menyerang.


"Hey kau sebaiknya menjauh dari sini" ucap salah satu dari mereka kepada Zhang Xiuhua, Zhang Xiuhuan pun segera pergi menjauh dari tempat siluman itu.


"Siap untuk menyerang!" ucap salah satu dari mereka yang merupakan ketua dari komplotan tersebut.


"Siap!!" ucap mereka bersamaan dengan semangat.


Belasan dari mereka menyerang kepala bagian ular itu, sehingga terlepas dari lehernya sebelum ular itu beregenerasi para Drawf yang lain menyerang dengan menggunakan elemen api dari kapaknya untuk membakar area ular itu beregenerasi, sehingga ular itu tidak bisa menumbuhkan kepalanya lagi.


"Strategi yang cerdas" puji Zhang Xiuhuan yang menonton dari arah kejauhan.


"Siapa mereka?" Xu Lian tidak pernah mengetahui tentang kerajaan atau sekte aliran putih yang bertumbuh pendek.


"Mereka suku Drawf, Suku Drawf tidak termasuk dalam dunia pendekar karena mereka memilih untuk hidup sendiri dan berpindah-pindah" Xu Lian hanya menganggukan kepalanya ketika mendengar penjelasan Zhang Xiuhuan.


Suku Drawf menyerang ular siluman itu dengan saling bekerja sama. Ular siluman itu tidak bisa melawan lagi karena ia telah banyak kehilangan kepalanya. Para Drawf itu untuk terakhir kalinya memotong kepala ular siluman itu dan segera membakarnya agar ular itu tidak bisa beregenerasi lagi.


Setelah tubuh ular siluman itu terjatuh ketanah, ketua dari para Drawf itu membelah bagian jantung ular tersebut dan mengambil bola inti siluman yang berukuran sebesar domba yang berwarna merah tua.


Para Drawf berjalan kearah Zhang Xiuhuan dan Xu Lian sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih anak muda, berkat kau aku bisa menemukan siluman ini" ucap salah satu dari Drawf itu.


"Tidak tuan, sebaliknya saya yang harus berterima kasih karena anda telah menyelamatkan nyawa saya" Zhang Xiuhuan menundukan kepalanya sopan.


"Siapa nama kalian? kenapa kalian ada ditanah kuning?"


"Namaku Zhang xiuhuan dan ini temanku Xu Lian, kami sedang dalam perjalanan menuju timur"

__ADS_1


"Hoho baiklah, perkenalkan anak muda saya Freddo ketua dari kelompok ini. Kalau boleh, kalian bisa mampir keperkemahan kami karena disini kalian akan sulit mencari makanan. Lagi pula langit sudah mulai gelap" Xu Lian memandang kearah Zhang Xiuhuan dan Zhang Xiuhuan hanya mengagguk atas jawabannya.


Mereka semua kembali ke perkemahan dengan tawa riang para suku Drawf.


"Kukira para Drawf itu liar" pikir Xu Lian.


Mereka sampai disebuah perkemahan sederhana yang terdiri pulahan tenda sederhana dengan sebuah api unggun yang besar ditengah-tengah perkemahan. Diperkemahan terdapat suku wanita Drawf dan para anak-anak.


"Oh kalian sudah datang rupanya" salah satu Drawf perempuan dengan rambut digelung keatas kepala dengan tubuh cukup tambun.


"Hey sayang lihatlah buruan kita" ucap Freddo dengan bangga.


"Kau ini selalu saja berburu inti siluman, kenapa tidak membawa buruan makanan sih" ucapnya kesal.


"Ehh...Maaf, kau kan bisa menggunakan persediaan makanan yang kemarin. Nah sekarang perkenalkan kedua tamuku, mereka yang membantuku menemukan siluman Ceaser umur seribu tahun" Freddo memperkenalkan Zhang Xiuhuan dan Xu Lian kepada istrinya yang bernama Dimitri.


"Perkenalkan nyonya namaku Zhang Xiuhuan"


"Ohh baiklah, ayo sebaiknya kita makan saja, kami sudah dari tadi menunggu kalian datang" ajak Dimitri.


Ketika mereka mulai memasuki perkemahan, para anak-anak berlari kearah Zhang Xiuhuan karena tertarik dengan topengnya. Zhang Xiuhuan sampai-sampai kebingungan ketika menanggapi anak-anak itu, ada yang menarik-narik jubahnya, ada yang mencoba naik keatas kakinya, ada yang berusaha mencapai topengnya dan hal konyol lainnya yang dilakukan oleh anak-anak itu kepada Zhang Xiuhuan.


"Ehhh...kenapa anak-anak ini tidak takut sama sekali sih dengan topengku" pikir Zhang Xiuhuan bingung.


Xu Lian yang melihatnya hanya bisa menentertawakan nasib Zhang Xiuhuan. Xu Lian melihat Freddo sedang memasukan inti siluman kedalam boks karena ia penasaran dengan kehidupan suku Drawf ia pun mendekatinya.


"Maaf, tuan Freddo" tanya Xu Lian dengan hati-hati.


"Hah iya anak muda, kau memanggilku tuan? hahah panggil saja aku paman" ucap Freddo.


"Apa yang akan kau lakukan dengan batu siluman itu?" tanya Xu Lian.


"Kami bangsa Drawf memang pemburu siluman, dan inti siluman ini akan kugunakan sebagai senjata dalam pertahanan hidup kami. Kau tahu sejak awal aku melihatmu aku pernah bertemu denganmu?" Freddo mengerutkan keningnya. Ia yakin ia pernah bertemu dengan Xu Lian tapi ia lupa kapan ia bertemu dengannya.

__ADS_1


"Apa! aku bahkan baru kali ini keluar dari rumah" Xu Lian tidak ingin menyebutkan identitas aslinya kepada Freddo.


"Ada apa?" ucap Zhang Xiuhuan kepada Freddo dan Xu Lian ketika sudah bisa terlepas dari anak-anak itu karena ibu mereka memanggilnya.


"Tidak penting, hanya saja aku merasa kalau aku pernah bertemu dengan nona Lian ini. Tapi aku lupa kapan bertemunya" Zhang Xiuhuan bisa melihat sirat keseriusan dibalik matanya.


"Seingat anda, anda bertemunya dari wilayah mana" tanya Zhang Xiuhuan penasaran. Xu Lian hanya memutar matanya dengan malas, pembahasan mereka berdua sangat tidak menarik baginya.


"Seingatku dia dari timur dan menuju kebarat" Zhang Xiuhuan batuk pelan mendengar penjelasan Freddo.


"Tidak salah lagi" pikir Zhang Xiuhuan.


"Nah lalu apa yang akan kalian lakukan kedaerah timur, kudengar daerah itu sudah tidak ada lagi?" ucap Freddo antusias.


"Kami hanya seorang pendekar yang ingin menjelajah daratan saja. Saya penasaran dengan wilayah timur" Freddo hanya mengaggukan kepalanya saja.


"Tetapi kau harus berhati-hati karena kalian akan melewati 'Lembah Setan' untuk menuju ke Timur" ucap Freddo dengan serius. Zhang Xiuhuan hanya menganggukan kepalanya mengerti.


"HEYY AYO SEMUANYA MAKANAN SUDAH SELESAI" teriak Dimitri untuk memanggil semua orang.


"Baiklah ayo kalian berdua ikut kami makan malam" ajak Freddo.


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?" Xu Lian berbicara sambil berbisik kepada Zhang Xiuhuan.


"Satu fakta yang mengatakan jika kau memang benar-benar Summonster" Xu Lian tidak mengerti apa yang dikatakan Zhang Xiuhuan.


"Maksudmu apa?" ucap Xu Lian dengan kesal karena itu bukan jawaban yang dinginkannya.


"Sudahlah gadis polos sepertimu tidak usah mengerti" Zhang Xiuhuan mengacak-acak rambut Xu Lian lalu berjalan cepat kearah perkumpulan para Drawf yang sedang makan malam bersama.


"Dasar pendekar gila" gerutu Xu Lian disepanjang perjalanan.


"Heyy kalian sepasang suami istri! lama sekali, ayo cepat kesini" teriak Freddo dengan keras kepada Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang tertinggal dibelakangnya. Kedua pipi Xu Lian memerah karena malu, ia ingin sekali menyumpal mulut Drawf itu. Tetapi Zhang Xiuhuan malah sebaliknya ia tidak perduli dengan ucapan para Drawf itu, ia hanya bisa menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2