Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pertandingan Musim Semi (4)


__ADS_3

Xu Lian termundur beberapa langkah ketika pria bertopeng ini berjalan kearahnya hingga tersisa jarak beberapa meter.


Zhang Xiuhuan mengulurkan tangannya kepada Xu Lian.


"Namaku Zhang Xiuhuan, senang bertemu dengamu langsung" Xu Lian mengerutkan keningnya heran. Dengan ragu-ragu Xu Lian membalas jabatan tangan Zhang Xiuhuan.


"Namaku Xu Lian, tapi kau siapa kenapa ada diarea istana" Xu Lian segera menarik tangannya.


"Hmm aku pendekar"


"Hah aku juga tau kau pendekar! tetapi kenapa kau ada diarea istana" ucap Xu Lian geram.


"Karenamu" ucap Zhang Xiuhuan santai.


"Kau ini gila" Xu Lian yang tidak tahan dengan sikap Zhang Xiuhuan membalikkan tubuhnya untuk kembali ke paviliumnya.


Bruggghh...


Xu Lian tidak sengaja menginjak batu yang ada dihadapannya sehingga ia terjatuh ketanah.


"Hey kau tidak apa apa? kenapa kau jatuh tidak bilang bilang kepadaku, aku kan bisa menangkapmu!" Pete yang sedari tadi menonton drama dihadapannya mulai geram dengan sikap Zhang Xiuhuan, tetapi Pete bisa merasakan aura Xu Lian yang tidak biasa.


"Gadis ini bukan gadis biasa rupanya" Pikir Pete.


"Xiuxiu katakan saja langsung padanya jika kau menyukainya" ucap Pete.


"Aku tidak perlu bantuanmu" Xu Lian bangun dari jatuhnya.


"Diam kau!!" teriak Zhang Xiuhuan kepada Pete.


"Hah kau yang bertanya dan aku hanya menjawabnya!" Xu Lian pergi meninggalkan Zhang Xiuhuan dengan wajah kesal.


"Heyy maksudku, bukan kepadamu!"


"Sudahlah Xiuxiu biarkan dia pergi"


"Dasar kau iblis, gara-gara kau aku kehilangan dia" ucap Zhang Xiuhuan geram.

__ADS_1


"Aku memang iblis, tapi Xiuxiu gadis itu bukan gadis biasa" Zhang Xiuhuan terkejut dengan ucapan Pete.


"Apa maksudmu kalau dia bukan gadis biasa" Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya.


"Dia memiliki sebuah segel"


"Segel?"


"Sudahlah aku akan jelaskan nanti, sekarang kita harus pergi dari istana ini!" Zhang Xiuhuan pun pergi meninggalkan istana.


***


Aula istana Wei mulai dipadati kembali oleh para warga yang ingin menonton pertandingan musim semi, begitu juga dengan para kaisar dan tetua sekte.


"Xu Kong aku ingin bicara sebentar denganmu!" ucap Tho Zou ketika ia duduk disamping Xu Kong.


"Kau ingin membicarakan apa kakek tua" Xu Kong memang sudah bersahabat lama dengan Tho Zou, jadi mereka tidak pernah memanggil satu sama lain dengan nama jabatan.


"Dari mana anakmu belajar beladiri? baru pertama ini aku melihat jurus yang ia gunakan?" Xu Kong terdiam mendengar pertanyaan Tho Zou, ia sendiri tidak mengetahui dari mana Xu Lian belajar beladiri.


"Para hadirin yang terhormat, mari kita saksikan kembali pertandingan musim semi babak ke dua" teriak Xiao Tian dengan bantuan tenaga dalam dan dibalas tepukan tangan dari para penonton.


Kini para penonton lebih padat dari yang kemarin, karena para peserta yang kalah kemarin juga ikut menonton pertandingan.


Xu Lian datang ke aula paling akhir dari para peserta dengan menggunakan pakaian atas dan bawah polos berwarna merah dengan rambut yang digelung keatas, dan juga ia membawa sebuah pedang dipunggungnya dengan sarung pedang berwarna merah pekat dan begitu juga dengan genggaman pedang yang berwarna merah dengan hiasan ukiran api.


"Sekarang pada babak kedua, para peserta akan bertarung satu lawan satu dengan peraturan semua para peserta boleh menggunakan jenis senjata apapun dan untuk menentukan pemenang dari salah satu peserta harus bisa mengeluarkan lawannya dari atas panggung. Jadi siapa saja yang masih bertahan diatas panggung dialah yang akan keluar menjadi pemenang" ucap Xiao Tian menjelaskan pertandingan di babak ke dua.


"Peserta yang pertama maju adalah Xu Yong dari kerajaan Wei dan Tao Shing dari Sekte Lembah Awan" Xu Yong dan Tao Shing yang mendengar nama mereka dipanggil segera naik keatas panggung.


Xiao Tian turun dari atas panggung ketika Xu Yong dan Tao Shing sudah berada diatas panggung. Xu Yong dan Tao Shing saling membungkukkan badannya untuk memberi hormat satu sama lain. Xu Yong mengambil pedangnya yang berukuran cukup besar dari pedang biasanya dengan pegangan pedang berwarna perak dengan batu berlian sebagai hiasannya, begitu juga dengan Tao Shing mengeluarkan pedangnya yang tersampir dipinggangnya dengan pegangan yang berwarna ungu tua dengan ukiran berbentuk abstrak.


Tao Shing memulai pertandingannya dengan terlebih dahulu menyerang Xu Yong, Tao Shing melompat keatas dan menyerang Xu Yong, dengan mudah Xu Yong menahan serangan Tao Shing dan menyerang balik Tao Shing. Tao Shing melompat ke arah kanan beberapa lompatan untuk menghindari serangan dari Xu Yong. Xu Yong mulai menyaluri pedangnya dengan tenaga dalamnya dan keluarlah cahaya berwarna merah, Tao Shing juga tidak tinggal diam ia juga menyaluri pedangnya dengan tenaga dalamnya dan keluarlah cahaya berwarna putih.


Xu yong menyerang Tao Shing dengan pedangnya dan sebuah semburan api besar menyerang kearah Tao Shing, Tao Shing yang menyadari ancaman segera membuat pelindung bagi tubuhnya dengan menggunakan air yang keluar dari pedangnya.


Duaarr....

__ADS_1


Api milik Xu yong membuat gumpalan asap yang tebal ketika menghantam pelindung Tao Shing.


"Sial aku tidak bisa melihat apapun" ucap Tao Shing.


Xu Yong memanfaatkan keaadaan ia mulai menyerang Tao Shing dengan bantuan penciuman dan juga pendengarannya. Tao Shing yang masih tidak fokus dengan kabut yang ada dimana-mana tidak menyadari serangan dari Xu Yong.


*Sreettt....


"Argghh*.." Tao Shing menggeram kesakitan ketika punggung belakangnya terluka cukup dalam karena serangan Xu Yong. Kabut disekitarnya mulai pudar dan Tao Shing bisa melihat sekitarnya tetapi tanpa diduga Xu Yong akan menyerangnya kembali.


*Trengg....


Trengg*....


Tao Shing mulai tersudut dengan serangan Xu Yong yang semakin cepat dan juga tubuhnya mempunyai luka yang cukup parah.


Xu Yong terus menyerang Tao Shing sehingga tubuh Tao Shing perlahan-lahan termundur kebelakang. Xu Yong memang sudah merencanakan ini sejak awal dia akan terus menyerang Tao Shing agar ia keluar dari atas panggung.


Tao Shing yang terlalu fokus menahan serangan Xu Yong tidak menyadari jika kini ia berada disudut panggung.


Brugghh....


Tao Shing yang kehilangan keseimbangan tubuhnya terjatuh dari atas panggung.


"Pemenangnya adalaha Xu Yong dari kerajaan Wei" teriak Xiao Tian dan dibalas tepukan tangan yang meriah dari para penonton.


***


Xu Lian menatap kearah pohon besar disamping halaman aula, ia mendengkus kesal ketika mengetahui pria bertopeng itu sedang berada diatas pohon besar itu.


Zhang Xiuhuan melambaikan tangannya ketika Xu Lian menatap kearah.


"Gadis yang lucu" ucap Zhang Xiuhuan dengan tertawa pelan.


"Tetapi kau harus berhati-hati dengan gadis itu jangan terlalu mendekatinya" Pete mulai khawatir dengan Xhang Xiuhuan yang mencoba mendekati gadis yang menurutnya sangat berbahaya.


"Sangat menarik" Zhang Xiuhuan semakin tertarik dengan Xu Lian yang sebenarnya dia tidak perduli apa yang dijelaskan Pete kemarin tentang Xu Lian. Karena Zhang Xiuhuan akan melindungi Xu Lian apapun yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2