
Xu Lian menatap kertasnya yang bertuliskan 'kelompok 25'.
"Hey" Xu Lian terkejut ketika seseorang menepuk bahunya. Xu Lian melihat Fang Yin sudah berada dihadapannya.
"Kau dapat nomer kelompok beraba?" tanya Fang Yin.
"Kelompok 25"
"Yahhh kita tidak sekelompok ya, aku kelompok 10" Fang Yin merasa kecewa karena ia tidak sekelompok dengan Xu Lian.
"Hmm apa aku boleh.." ucap Fang Yin ragu-ragu.
"Boleh apa?" Xu Lian mengangkat satu alisnya karena merasa heran dengan sikap Fang Yin.
"Apa aku boleh menjadi temanmu?" Fang Yin mengulurkan tangannya kearah Xu Lian.
Xu Lian terkejut dengan pernyataan Fang Yin barusan, baru kali ini ada seseorang yang mau berteman dengannya. Dengan ragu-ragu Xu Lian membalas jabatan tangan Fang Yin.
***
"Baiklah pertandingan akan dimulai dari kelompok satu dengan kelompok dua dan terus selanjutnya sampai kelompok tiga puluh" ucap Xiao Tian seraya memanggil kelompok satu dan dua untuk naik keatas panggung.
Kelompok satu dan dua naik keaatas panggung. Xu Li pangeran kedua kerajaan Wei berada pada kelompok satu, bukan hanya ada Xu Li, dalam kelompok satu ada Xia He gadis dari perwakilan kerajaan Xia, Tao Shing anak laki-laki dari sekte Lembah Awan, dan yang terakhir Li Mei dari sekte Saharan.
"Hey lihat kelompok satu mereka pasti keluar sebagai pemenang, semuanya dari kerajaan dan sekte terbesar"
"Pangeran Xu Li pasti menang, dia sangat hebat"
"Kelompok satu memang semuanya berasal dari kerajaan dan sekte terbesar tetapi kita tidak tahu mereka menang atau tidak"
Para warga yang menonton pertandingan musim semi, saling melontarkan pendapatnya tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang ketika kelompok satu dan dua maju.
Xiao Tian memberikan sebuah bola kepada masing-masing kelompok.
"Kelompok kalian akan dibagi menjadi dua, yaitu dua orang sebagai penjaga bola dan dua orang sebagai penyerang lawan, kalian paham!!" ucap Xiao Tian sebagai arahan.
"Paham" kelompok satu dan dua serentak menjawab.
__ADS_1
Xiao Tian turun dari panggung dan mengangkat tangannya sebagai aba-aba pertandingan akan dimulai.
"Mulai!"
Xu Li menyerahkan penjagaan bola kepada Xia He dan Li Mei.
"Bola ini aku serahkan kepada kalian berdua, Tao mari kita maju!" Xu Li dan Tao Shing langsung berlari kearah lawan dengan cara berlari zig-zag. Xu Li mengeluarkan pedangnya dari atas punggungnya, Xu Li menyerang lawannya yang bersenjatakan golok dengan inti siluman.
Treng...Treng...
"Kau lumayan juga ya" Xu Li mundur beberapa langkah ke belakang setelah bertukar puluhan jurus dengan lawannya. Xu Li mulai mengaliri pedangnya dengan tenaga dalamnya dan keluarlah cahaya kebiruan.
"Wah lihat pangeran Xu Li merubah pedangnya menjadi elemen bumi es" ucap salah seorang penonton yang tercengang melihat kekuatan Xu Li yang dapat merubah unsur bumi diusia belia.
Tak diam disitu lawannya pun mengaliri tenaga dalamnya kedalam golok yang ia genggam dan keluarlah cahaya kemerah-merahan.
Xu Li mengangkat pedangnya dan menyerang kearah lawannya, dengan gesit ia menahan serangan Xu Li, tak diam disitu Xu Li menyerang lawannya dengan kecepatan tinggi.
"Tarian kuda perang Barat" Xu Lian mengucapkan jurus yang ia gunakan.
Treengg....
"Huft" Xu Li menarik nafasnya dengan perlahan mencoba mengontrol tubuhnya yang sudah kehilangan banyak tenaga dalam. Xu Li memperhatikan sekitarnya, Tao Shing sedang melawan lawan yang menjaga bola dan satu orang penyerang lawan yang sedang bertarung dengan Xia He.
"Xu Li jangan pedulikan kami, kau bantu saja Tao merebut bola itu!" Li Mei berteriak kepada Xu Li ketika melihat Xu Li yang akan berlari kearah mereka.
"Baiklah" Xu Li berbalik berputar dan menuju ketempat Tao yang sedang bertarung dengan dua musuh.
Trengg...
"Beraninya kalian main keroyokan" Xu Li menahan sebuah pedang yang ingin menebas punggung Tao Shing.
Tak henti disitu Xu Li menyerang balik lawan tetapi tidak secepat tadi karena tenaga dalamnya belum pulih total.
Tao Shing yang awalnya tersudut lawan, kini ia bisa lebih leluasa untuk menyerang karena bantuan dari Xu Li. Tao Shing dengan kedua pedangnya mencoba melawan dari arah kedua samping lawannya, dengan kedua pedangnya itu menjadi hal yang sangat mudah.
Srrett...
__ADS_1
Tao Shing berhasil melukai tangan kanan musuhnya yang membuat luka cukup dalam bagi lawannya. Tao Shing terus mencoba melumpuhkan musuhnya, Tao Shing juga berhasil melukai pergelangan lawannya sehingga lawannya menjatuhkan pedangnya.
Xu Li mencoba menghindar kearah kanan karena serangan dari lawannya.
Trengg....
Xu Li menahan pedang lawannya dengan posisi berlutut yang akan menyerang dari atas. Kini posisi Xu Li adalah bertahan ia mencoba berpikir untuk menyerang lawan dihadapannya ini. Lawan Xu Li tidak berhenti disitu ia mencoba menyerang Xu Li kembali dengan kekuatan yang lebih besar.
Brugghh...
Xu Li menendang perut lawannya dengan memfokuskan tenaga dalamnya di telapak kakinya, ketika lawannya menarik kembali pedangnya.
"Bukan hanya kuat rupanya dia cerdik juga" Puji Tho Zou kepada Xu Kong yang ada disebelahnya. Xu Kong hanya tersenyum bangga atas jawabannya.
Tao mengarahkan pedangnya kearah leher lawan dihadapannya yang sudah terluka parah.
"Serahkan bola itu kepada kami!" Tao Shing menerima bola yang diberikan lawannya.
"Pemenangnya adalah kelompok satu" teriak Xiao Tian dan dibalas tepukan tangan oleh semua penonton.
***
"Kenapa dia juga ada disini" Xu Lian melirik kearah atap bangunan istana utama, Xu Lian merasakan kehadiran pria misterius yang kemarin ia temui. Xu Lian menjadi lebih penasaran dengan identitas pria itu sebenarnya.
Tanpa disadarinya karena ia terlamun memikirkan pria itu, kelompoknya dipanggil naik keatas panggung.
"Kelompok 25 dan kelompok 26 silahkan naik keatas panggung!" teriak Xiao Tian kepada kelompok yang akan bertanding.
***
Zhang Xiuhuan tersenyum ketika melihat Xu Lian naik keatas panggung.
"Akan kupastikan gadisku pasti menang" ucap Zhang Xiuhuan.
Pete hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Zhang Xiuhuan yang aneh.
"Kuharap kau tidak turun kebawah dan menghajar semua lawan dari gadis itu" ucap Pete dengan kesal.
__ADS_1
"Ide yang bagus" Zhang Xiuhua tertawa kecil.
"HEY BOCAH BODOH AKU HANYA BERCANDA, KAU INGIN BUNUH DIRI MENGHADAP DIRI KEPADA MEREKA SEMUA, BUKAN MENDAPAT PUJIAN KARENA MEMBANTU GADIS ITU TETAPI KAU AKAN MENDAPAT TEMPAT UNTUK PEMAKAMANMU".