Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pertemuan


__ADS_3

"Ada apa ini Xu Kong kenapa kau memanggil kami mendadak sekali?" kata Tho Zho.


Xu Kong mengadakan pertemuan antara kerajaan dan sekte aliran putih di gedung pertemuan utama istana. Di depan meja segi panjang yang berada ditengah ruangan pertemuan sudah berjejer rapi para pemimpin kerajaan begitu juga dengan tetua sekte.


"Maaf saudara-saudaraku karena undangan yang mendadak dariku". Menghela nasaf "Sebenarnya aku ingin menyampaikan sebuah berita yang baru saja aku dapatkan kemarin" kata Xu Kong serius.


Semua mata mulai saling melirik, saling bertanya satu sama lain lewat lirikan mata. "Berita apa yang anda maksud Yang Mulia?" Xiao Tian membenarkan posisinya setelah bertanya.


Xu Kong mengambil sebuah gulungan dari jubahnya lalu diberikan kepada Xiao Tian. Dengan sopan Xiao Tian menerima surat itu kemudian dia membuka gulungannya. Semua orang menatap kearah gulungan yang sedang dipegang oleh Xioa Tian dan menerka-nerka apa isi gulungan itu.


Xiao Tian mulai membuka gulungannya, matanya menyipit ketika membaca isi gulungan tersebut yang membuat semua orang semakin penasaran dengan gulungan tersebut. "Bersiaplah bangsa iblis akan menghancurkan kalian semua!" kata Xiao Tian didalam ruangan pertemuan.


Semua orang terkejut mendengar isi gulungan tersebut.


"Apa-apaan isi surat itu!". Li Kaili dari kerajaan Ming berdiri dari duduknya "Aku tidak percaya dengan isi surat itu, pasti ini cuma omong kosong belaka!" katanya.


"Tapi bagaimana jika omong kosong itu menjadi sebuah kebenaran?" timpal Tho Zou.


"Aku juga berpikiran begitu, kita tidak bisa menganggap sesuatu hal remeh" kata Xiao Tian.


"Aku tahu ini semua aneh, dan dalam gulungan surat itu juga tidak tertera waktu dan tempat bangsa iblis akan menyerang kita". Xu Kong berdiri dan menegakkan badannya "tapi bukan berarti kita harus meremehkan isi gulungan ini! kita juga harus bisa bersiap untuk menghadapi hal yang tidak di inginkan" Xu Kong mengakhiri ucapannya.


"Jadi apa rencana selanjutnya?" tanya Li Kaili.


"Kita akan melawannya" Xu Kong menatap semua orang yang hadir diruang pertemuan ini, "Kita akan mempersiapkan muda-mudi kita untuk menghadapi serangan ini" kata Xu Kong. Semua terdiam masih memikirkan rencana yang dimaksud oleh Xu Kong.


"Kalian semua paham!" kata Xu Kong dengan nada tegas.

__ADS_1


"Baiklah aku sudah paham" kata Tho Zou santai dan diikuti yang lainnya diruangan pertemuan ini.


***


Zhang Xiuhuan menghampiri Xu Lian dan Danzi yang sedang duduk santai didalam kamarnya sambil membawa makanan yang telah ia dapatkan dari orang-orang kapal.


"Kau lama sekalih anak muda, aku sudah lapar" Danzi segera berdiri menghampiri Zhang Xiuhuan dan mencoba mengambil makanan yang Zhang Xiuhuan bawa.


"Singkirkan tanganmu kakek tua!" Zhang Xiuhuan menagkis tangan Danzi yang ingin mengambil makanan yang ia bawa. "Aku tidak ingin memberikan makanan ini kepadamu!" Zhang Xiuhuan tidak memperdulikan rengekan Danzi yang meminta makanan kepadanya, dia terus berjalan kearah Xu Lian yang sedang duduk dipinggiran ranjangnya.


"Ini makanan untukmu" Zhang Xiuhuan memberikan makanan yang ia bawa kepada Xu Lian.


"Terima kasih" Xu Lian menerima makanan dari Zhang Xiuhuan, "Kau tidak membawakan makanan juga buat kakek Danzi" kata Xu Lian kembali.


"Buat apa memberikan makanan kepada kakek tua seperti dia" Danzi memanyunkan bibirnya mendengar cibiran Zhang Xiuhuan kepadanya.


Xu Lian tidak menghiraukan perkataan Zhang Xiuhuan "Kakek Danzi, anda bisa makan bersamaku" Zhang Xiuhuan menatap kesal kearah Xu Lian tapi yang ditatap merasa bodo amatan.


"Kau mirip sekali dengan ibumu" Danzi menerima makanan yang Xu Lian berikan kepadanya.


"Paman apa maksudmu?" Xu Lian mengerutkan keningnya bingung, "Apa kau mengenalku?" tanya Xu Lian hati-hati.


"Aku tidak mengenalmu tapi aku mengenal ibumu" Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan sangat terkejut mendengar ucapan Danzi.


"Heh kakek tua sebenarnya siapa kau?" tanya Zhang Xiuhuan curiga.


"Aku akan memberitahukan kepadamu, tapi asalkan kau bersikap lembut kepadaku!" Danzi melanjutkan makanannya.

__ADS_1


Xu Lian menatap kearah Zhang Xiuhuan memohon, dengan jari saling ditautkan dan ditempelkan dibawah dagu.


Zhang Xiuhuan menghela nafas berat dia tidak bisa menolak keinginan Xu Lian " Baiklah" Zhang Xiuhuan bisa melihat senyuman Xu Lian yang bahagia yang membuatnya juga tersenyum di balik topengnya, "Kakek Danzi, bisakah kau ceritakan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Zhang Xiuhuan dengan nada lembut.


"Hohohhh... baiklah" Danzi sudah menghabiskan makananya dan mulai membenarkan duduknya menjadi bersila diatas ranjang Zhang Xiuhuan. Begitu juga dengan Xu Lian dan juga Zhang Xiuhuan yang memilih berdiri sambil menyandarkan punggungnya disamping pintu kamarnya.


"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya jika aku dari Timur" Xu Lian dan Zhang Xiuhuan menganggukkan kepalanya secara bersamaan, "Dan itu benar aku memang dari Timur, aku tidak sengaja bertemu denganmu tadi di kabin kapal dan aku mengajakmu mengobrol karena aku merasakan aura iblis darimu" Danzi melirik kearah Zhang Xiuhuan, "tetapi ketika aku melihatmu menyelamatkan nona Lian ini dan juga adalah temannya aku tidak berpikiran lagi jika dirimu adalah orang yang jahat" Danzi menghela nafas, "Sebenarnya sejak awal aku melihat nona Lian aku sudah bisa merasakan aura Summonster darimu yang dulu dimiliki oleh muridku" Danzi menundukan kepalanya dalam.


"Kakek apa maksudmu?" tanya Xu Lian hati-hati.


"Ibumu adalah muridku, dulu kami melarikan diri ketika kerajaan Shangri-La diserang. Tapi diperjalanan kami diserang oleh sekte aliran hitam, karena mereka menggabungkan seluruh sekte aliran hitam kami tidak bisa mengalahkannya. Tetapi sebelum kami kehilangan nyawa, ada ribuan prajurit yang membantu kami dan mereka dari kerajaan Wei. Kaisar Xu Kong menolong kami dan membawa kami ke kerajaannya, tidak disangka jika ia jatuh cinta kepada Jialin muridku dan aku juga bisa mengetahui jika muridku juga mencintainya. Jadi aku tidak punya pilihan lain selain membiarkan mereka menikah lagi pula aku bisa melihat jika Xu kong bukanlah orang yang jahat ataupun tamak. Tapi aku meminta kepada muridku agar ia menyembunyikan identitasnya untuk keselamatannya" Danzi menghela nafas berat.


"Tapi kakek kenapa kakek pergi?" tanya Xu Lian.


"Aku harus pergi untuk berkelana keseluruh daratan disini, kau tahu kebahagiaan tidak selalu datang kepadamu, jadi aku ingin menyiapkan diri untuk menjaga muridku. Tapi ketika aku di kota Tibet aku mendapat kabar jika muridku meninggal dunia ketika melahirkan putrinya. Aku ingin kesana tapi aku tidak bisa meninggalkan pelatihanku begitu saja" Danzi mengelus rambut Xu Lian dengan lembut.


"Tapi kenapa kakek ada disini?"


"Oh itu, karena aku baru saja menyelesaikan latihanku dan aku ingin mengunjungimu. Tapi aku tidak menyangka jika akan bertemu denganmu disini dan bersama pria aneh itu" Danzi melirik sebentar.


"Kakek, Xiuhuan yang menolong dan membantuku, aku dan dia ingin menuju ke Timur untuk membuka segel ditubuhku" Danzi hanya mengangguk mengerti, sebenarnya dia sangat penasaran dengan identitas Zhang Xiuhuan.


"Baiklah kakek mengerti, dan aku akan membantumu membuka segelnya"


"Sebaiknya kalian harus pergi ke kamar kalian, hari sudah mulai gelap" Xu Lian segera beranjak dari tempat duduknya dan mengundurkan diri pergi kemarnya.


Sebelum Danzi keluar dari kamarnya, ia berhenti disamping Zhang Xiuhuan.

__ADS_1


"Aku percayakan keselamatannya ditanganmu tapi jika kau sekali saja menyakitinya aku yang akan membunuhmu!" kata Danzi kepada Zhang Xiuhuan.


"Tenang saja aku akan menjaganya walaupun kau tidak memintanya!" kata Zhang Xiuhuan santai.


__ADS_2