Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pertandingan Musim Semi (3)


__ADS_3

Xu Lian menerima pedang yang diberikan oleh Jendral Wang, dia menaiki panggung dan dibalas tatapan aneh dari semua penonton bahkan dari kalangan kerajaan dan sekte aliran putih.


"Hehh bukankah dia anak kutukan itu yaa?"


"Apakah anak tak berguna itu ingin mempermalukan diri"


"HEYY KAU ANAK PEMBAWA KUTUKAN LEBIH BAIK KAU TURUN DARI PADA MEMPERMALUKAN KERAJAAN WEI!!"


Para penonton meneriaki Xu Lian agar Xu Lian turun dari panggung. Tetapi yang diteriaki malah diam tak bergeming.


"HENTIKAN SEMUANYA!!!" Xiao Tian turun tangan untuk menghentikan keributan yang terjadi.


"Dalam pertandingan ini siapapun boleh berpartisipasi baik itu kalangan keluarga kerajaan atau bukan" Semuanya terdiam.


"Kasihan sekali kau, semua orang pasti akan menghinamu! ini pembalasan dariku" pikir Xu Jiao dengan seulas senyum diwajahnya. Tetapi senyumannya menghilang ketika Xu Lian menatap kembali kearah Xu Jiao yang sedang menatapnya dengan senyuman meremehkan.


Didalam kelompok 25 terdapat Ping An pangeran pertama dari kerajaan Shuhan, Fai Changyi anak laki-laki dari Sekte Pedang Kembar, Yuwen putra mahkota dari kerjaan Sui dan yang terakhir Xu Lian sendiri.


Musuh yang dihadapinya tidak kalah hebat mungkin lebih hebat. Karena dalam kelompok 25 rata-rata mereka dari kerajaan kecil hanya Sekte Pedang Kembar saja yang termasuk kedalam Sekte besar.


Didalam kelompok 26 terdapat Mayleen putri tetua dari sekte Saharan, Liu Changhai pangeran ke 3 dari kerajaan Kolkata, Wang Xuemin anak laki-laki dari sekte Lembah Awan dan yang terakhir Zhen Juan puteri dari kerajaan Allepo.


"Aku serahkan bola ini kepadamu!" ucap Fai Changyi kepada Xu Lian dengan datar.


"Yuwen kau bantu dia menjada bola ini, aku dan Fai Changyi akan menyerang!" Yuwen mengangguk paham dengan ucapan Ping An.


Wang Xuemin mulai menyerangnya lebih dahulu, Ping An dan Fai Changyi tidak tinggal diam mereka menghentikan pergerakan Wang Xuemin yang menuju kearah Xu Lian dan Yiwen.


Treengg....


"Tidak semudah itu kau mengambil bola miliki kami" ucap Fai Changyi.


"Kita lihat saja" Wang Xueming mulai menyerang mereka berdua dengan kecepan yang sangat tinggi. Wang Xueming menyerang kearah Ping An dari sebelah kanan, Fai Changyi yang melihat celah berusaha menyerang Wang Xueming dari belakang tetapi tiba-tiba serangan Wang Xueming berputar kearah belakang.


*Trengg...


Srett...


"Awhh*..." rintih Fai Changyi ketika pedang Wang Xueming mengenai bahu kirinya hingga meninggalkan luka yang cukup dalam.


Walaupun Ping An dan Fai Changyi melawannya bersama tetapi Wang Xueming bisa menyatarakannya.

__ADS_1


"Liu ambil bolanya biar aku yang mengurus mereka" ucap Wang Xueming kepada Liu Changhai. Liu Changhai pun langsung menuruti perkataan Wang Xueming.


Yiwen yang melihat Liu Changhai yang mendekat, segera mengambil pedangnya dan menyerang Liu Changhai.


Trengg...


Kedua pedang saling bertukar jurus antara pedang Liu Changhai dan pedang Yiwen. Liu Changhai yang sudah bertukar puluhan jurus menjadi geram karena ia belum sedikitpun melukai lawannya. Liu Changhai pun mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam dan pedangnya terselimuti tanah yang sangat keras.


"Sial rupanya dia memiliki elemen tanah" pikir Yiwen.


Yiwen pun tidak tinggal, dia memfokuskan pikirannya dan tiba-tiba tubuhnya disekelilingi oleh angin.


"Pengguna elemen angin yaa, tetapi itu tidak akan bisa menghancurkan tanahku" ucap Liu Changhai mengejek.


Liu Changhai mulai menyerang Yiwen dengan menambah kecepan menyerangnya.


*Treng...


Treng*...


Yiwen mulai tersudut dengan serangan Liu Changhai, dia hanya bisa dalam posisi bertahan tanpa menyerang. Liu Changhai yang sedari tadi mencari celah pertahanan Yiwen yang menurutnya cukup kuat, akhirnya melihat celah dari pertahan Yiwen yang mulai melemah.


Liu Changhai menyerang kearah kaki Yiwen yang tidak terlindungi oleh anginnya sehingga membuat Yiwen jatuh terduduk karena luka yang ia terima dari Liu Changhai.


Tanpa memperdulikan Yiwen Liu Changhai segera berlari menuju tempat berdirinya Xu Lian.


"Heyy kau sebaiknya kau serahkan bola itu kepadaku jika kau tidak ingin terluka" Liu Changhai menatap Xu Lian dengan meremehkan.


Xu Lian menarik pedang yang diberikan oleh Jendral Wang tanpa menjawab pernyataan dari Liu Changhai.


Liu Changhai pun memutuskan untuk menyerang Xu Lian. Liu Changhai mengarahkan pedangnya yang berbalut tanah keras kepada Xu Lian dan dengan mudahnya Xu Lian menangkisnya.


"Gadis itu bagaimana bisa menangkis serangan Liu Changhai tanpa menggunakan tenaga dalam" ucap Tho Zou yang melihat Xu Lian menangkis pedang lawan tanpa menggunakan tenaga dalam.


Tidak berhenti disitu Fai Changhai menyerang kembali Xu Lian. Mereka berdua pun bertukar puluhan jurus, semua orang yang melihat tercengang. Bagaimana seorang puteri yang tidak berguna bahkan memiliki sebuah kutukan bisa beladiri dan beladirinya pun bisa menandingi Liu Changhai seorang anak yang sangat berbakat didunia beladiri.


"Sial rupanya dia hebat juga"pikir Xu Jiao cemas.


Xu Lian yang tersudut oleh serangan Fai Changhai langsung menyerangnya dengan kecepan tinggi dan juga menggunakan jurus yang selama ini ia pelajari.


"Bagaimana anak ini bisa berkembang dengan cepat sekali, kalau begini rencanaku bisa hancur" pikir Jendral Wang.

__ADS_1


"Jurus apa yang ia gunakan?" Xu Kong mengerutkan dahinya karena ia tidak mengenali jurus apa yang Xu Lian gunakan.


"Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?" Fai Changhai diam tidak bergeming, ketika sebuah aura pembunuh yang sangat pekat mengintimidasinya. Fai Changhai kesusahan untuk bernafas sampai ia terduduk dan menjatuhkan pedangnya.


Xu Lian yang akan menyerang Fai Changhai menyadari keadaan Fai Changhai, Xu Lian merubah serangannya kearah atap istana utama. Xu Lian melemparkan pedangnya dengan cepat kearah atap istana utama, yang membuat semua orang merasa heran.


***


"Sial akan aku habisi mereka semua yang menghina gadisku!!" Zhang Xiuhuan menggeram marah ketika melihat Xu Lian yang dihina ketika naik keatas panggung.


"Hey kau iblis sialan, pinjamkan aku kekuatanmu!"


"Iblis sialan? jika kau memanggilku seperti itu aku tidak akan mau" ucap Pete marah.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?, Iblis bodoh!, Iblis gila!, atau iblis sampah!" ucap Zhang Xiuhuan dengan wajah polosnya.


Pete mencoba menahan amarahnya yang membeludak.


"Kau bisa memanggilku dengan Iblis Tampan" ucap Pete dengan sensual.


Zhang Xiuhuan memutar kedua bola matanya mendengar ucapan Pete yang sangat menjijikan untuk didengar.


"Jika kau tidak mau tidak apa-apa"


"Ehhh yaa aku mau, hmmm iblis tampan mau kah kau meminjamkan kekuatan untukku" Zhang Xiuhuan rasanya ingin pingsan mendengar ucapannya sendiri.


"Baiklah Xiuxiu" Pete mengaliri kekuatannya kedalam tubuh Zhang Xiuhuan.


Dari kejauhan Zhang Xiuhuan bisa melihat Xu Lian sedang bertarung dengan lawannya, tetapi Xu Lian berada pada posisi bertahan. Zhang Xiuhuan pun mengeluarkan aura pembunuhnya untuk mengintimidasi lawan Xu Lian, sehingga lawan Xu Lian tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Zhang Xiuhuan tersenyum ketika melihat lawan Xu Lian yang tidak bisa bergeming.


Tapi tiba-tiba...


Suuutttt...


Sebuah pedang melayang kearahnya dengan tiba-tiba, Zhang Xiuhuan segera menghindar dari serangan pedang yang mengarah padanya.


"Rupanya dia gadis yang nakal" Xhang Xiuhuan tertawa pelan.


Pete mulai frustasi dengan sikap gila Zhang Xiuhuan ia hanya bisa berkata "Semoga aku tidak pernah menjadi gila sepertinya".

__ADS_1


__ADS_2