
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian langsung meninggalkan Desa Denting ketika matahari baru muncul dipermukaan. Sekarang mereka berdua lebih memilih untuk berjalan kaki karena tidak ingin menguras tenaga dalam yang banyak.
"Hey apakah aku boleh melihat wajahmu?" tanya Xu Lian hati-hati.
Zhang Xiuhuan menoleh sebentar kearah Xu Lian.
"Kenapa?"
"Karena aku penasaran dengan wajahmu itu, bolehyaaa sekali saja" Xu Lian mulai memohon kepada Zhang Xiuhuan.
"Baikalah, tetapi kau hanya bisa melihat wajahku ketika kita sudah sampai di Shangri-La"
"Kau janjikan?" Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya atas jawaban dari pertanyaan Xu Lian barusan.
Zhang Xiuhuan bisa merasakan aura yang kuat dari arah depan mereka. Sepertinya mereka sudah dekat dengan Lembah Setan.
"Apakah mereka akan menyerang?" tanya Zhang Xiuhuan lewat pikirannya kepada Pete.
"Entahlah, aku tidak bisa menebaknya"
Zhang Xiuhuan mulai berjalan dengan waspada berbeda dengan Xu Lian yang selalu mengoceh, tentang ini, itu dan yang Zhang Xiuhuan tahu itu tidak penting untuk dibicarakan.
Zhang Xiuhuan menghentikan langkahnya dan menarik Xu Lian untuk bersembunyi dibalik pohon besar didekat mereka.
"Jangan berisik!" bisik Zhang Xiuhuan dan Xu Lian hanya menuruti ucapannya.
"Hahah sekarang kita akan menyiapkan pasukan iblis yang besar untuk menyerang manusia rendah seperti mereka" Dari balik pohon Zhang Xiuhuan dan Xu Lian bisa melihat ada beberapa orang berpakaian hitam yang sama sedang mengobrol didepan sebuah pintu gua yang ada di Lembah Setan.
"Apa mereka semua manusia?" tanya Xu Lian dengan pelan.
"Mereka bukan manusia, tetapi iblis yang menyamar manusia" Xu Lian mulai merinding mendengar jika pria-pria dihadapannya bukanlah manusia melainkan iblis.
"Kau benar saudaraku, aku tidak sabar untuk menghabisi manusia-manusia itu!" Xu Lian terkejut mendengar pembicaraan mereka begitu juga dengan Zhang Xiuhuan.
Xu Lian yang terlalu fokus untuk mendengarkan pembicaraan mereka, tidak sengaja menginjak ranting yang kering didepannya sehingga menimbulkan suara.
"Siapa disana!" teriak salah satu dari iblis yang berkumpul itu.
__ADS_1
Deg...
Xu Lian kini diam mematung ia tidak tahu harus melakukan apa, karena kini lawannya bukanlah manusia TAPI IBLIS!.
"Kau diamlah disini! jangan pernah berani keluar dari persembunyian ini!" bisik Zhang Xiuhuan dengan nada memerintah. Dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Xu Lian.
"Ehh...maaf yaa aku mengganggu kalian" ucap Zhang Xiuhuan setelah keluar dari balik pohon besar.
"Siapa kau berani sekali menguping pembicaraan kami?"
"Aku tidak menguping pembicaraan kalian! aku hanya tidak sengaja melewati tempat ini" ucap Zhang Xiuhuan santai tanpa rasa takut.
"Kenapa aku merasakan aura iblis yang kuat pada manusia ini?" para iblis itu mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya manusia dihadapan mereka ini yang memiliki aura iblis.
"Apa kau tidak keberatan jika kita melawan sebangsamu?" tanya Zhang Xiuhuan lewat pikirannya kepada Pete.
"Aku tidak perduli itu, yang penting keselamatan nyawamu tidak terancam" Zhang Xiuhuan tertawa kecil dari balik topengnya.
"Apa kita habisi saja manusia ini?" tanya salah satu iblis itu kepada rekannya.
"Iya kita habisi manusia ini saja, karena ia sudah mendengar pembicaraan kita tadi" para iblis mengangguk dan bersiap untuk menyerang Zhang Xiuhuan.
Tidak berhenti disitu para iblis bangkit kembali dan bersiap untuk menyerang Zhang Xiuhuan lagi.
Zhang Xiuhuan dengan bantuan dari kekuatan Pete, bisa dengan mudahnya menangkis serangan para iblis itu.
Kekuatan para iblis yang menyerang Zhang Xiuhuan berada ditingkatan menengah jadi Zhang Xiuhuan bisa dengan mudah mengalahkan para iblis itu dengan kekuatan Pete yang berada pada tingkatan Jendral.
Berbeda dengan manusia yang menggunakan tingkatan kekuatan dari tulang, tetapi para iblis menggunakan tingkatan kekuatan dengan pangkat yaitu tingkatan bawah, menengah, keatas, satria, jendral dan yang paling tertinggi raja.
Zhang Xiuhuan melompat kearah kanan ketika sebuah pedang yang diarahkan kepadanya, tidak berhenti disitu Zhang Xiuhuan langsung menyerang iblis yang tadi menyerangnya tepat dibagian jantung iblis tersebut, karena Pete memberi tahu kepadanya kelemahan iblis adalah dengan menghancurkan jantungnya.
Zhang Xiuhuan menahan serangan tombak yang tiba-tiba dari arah belakangnya, Zhang Xiuhuan yang melihat celah dari serangan iblis tersebut segera menendang perut lawannya dan langsung menusukkan pedangnya kearah jantungnya.
"Sial dia bukan lawan yang mudah, sebaiknya kita pergi dari sini dan melaporkan kepada raja" ketiga iblis yang tersisa segera pergi meninggalkan Zhang Xiuhuan.
"Berhenti Xiuhuan, jangan mengejar mereka lagi!" teriak Xu Lian ketika melihat Zhang Xiuhuan yang akan mengejar para iblis yang kabur.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan mengejar mereka" ucap Zhang Xiuhuan pasrah.
"Kau tidak apa-apa?" Xu Lian berlari kecil menghampiri Zhang Xiuhuan.
"Kenapa kau mengkhawatirkanku yaa?" tanya Zhang Xiuhuan bercanda.
Bughhh...
Xu Lian memukul perut Zhang Xiuhuan dengan kesal. Ia merasa geram dengan sikap aneh Zhang Xiuhuan tetapi sebenarnya ia juga menikmatinya.
"Bodoh siapa yang mengkhawatirkanmu, aku cuma bertanya!" Xu Lian memalingkan wajahnya dengan kesal.
"Sudah kubilang memangnya apa bedanya bertanya dengan khawatir hmm?"
"Sudahlah aku tidak tahu, ayo kita lanjutkan saja perjalanannya"
Mereka berduapun melanjutkan perjalanannya.
"Apa mereka benar-benar akan menyerang bangsa manusia?" tanya Xu Lian ketika berjalan disamping Zhang Xiuhuan.
"Kurasa mereka benar-benar akan menyerang bangsa manusia" ucap Zhang Xiuhuan santai.
***
"Maaf Yang Mulia, tadi kami diserang oleh manusia" ucap seorang iblis dengan pelan sambil terduduk didepan sebuah singgasana raja yang sangat besar.
"Kenapa kalian bisa kalah dari manusia?" ucap Raja Iblis dengan marah.
"Dia bukan manusia biasa tuanku" ucapnya kembali.
"Apa maksudmu!"
"Dia manusia yang memiliki aura iblis yang hebat" ucap iblis itu dengan serius.
"Manusia dengan aura iblis" ucap ulang Raja Iblis.
"Ohh rupanya dia sudah kembali, tetapi apakah dia kembali sebagai teman atau musuh kita akan lihat itu" ucap Raja Iblis dingin.
__ADS_1
"Kalian bertiga pergilah" tiga iblis yang memberi kabar segera pergi dari hadapan rajanya.
"Jendral, sebaiknya kita percepat persiapan untuk menyerang manusia, aku merasakan hal yang tidak enak" ucap Raja Iblis itu dengan serius.