Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Monster Laut


__ADS_3

"Kenapa kau bersikap aneh tadi?" tanya Xu lian kepada Zhang Xiuhuan. Sekarang mereka sedang ada didalam kamar Xu Lian dan kamar Zhang Xiuhuan ada disamping kamar Xu Lian.


"Aku tidak suka caranya menatapmu" Zhang Xiuhuan memilih duduk diatas sebuah ranjang kecil.


"Tetapi kau tidak usah bersikap seperti itu jugakan" Xu Lian tetap tidak setuju dengan sikap Zhang Xiuhuan.


"Kenapa memangnya?" ucap Zhang Xiuhuan santai.


"Ishh kau menyebalkan tahu!" Zhang Xiuhuan hanya tertawa pelan melihat Xu Lian yang marah padanya.


"Kau ingin makan apa? aku akan mencari makanan dikapal ini"


"Hmm terserah, apa aja boleh"


"Tapi kau diam dikamarmu, aku tidak ingin kau bertemu pria itu lagi" Xu Lian mengambil nafas berat, dia juga tahu pria itu memiliki niatan buruk kepada.


"Iyaa aku tidak akan pergi keluar"


"Gadis pintar" Zhang Xiuhuan pergi dari kamar Xu Lian.


Xu Lian lebih memilih menghabiskan waktunya dengan mempelajari buku yang waktu itu ia temukan di perpustakaan tua.


***


" Sebenarnya kemana dia pergi, kenapa lama sekali. Sudah hampir 2 jam aku menunggunya" Xu Lian berjalan mondar-mandir didalam kamarnya, ia bingung kemana Zhang Xiuhuan pergi sampai sekarang dia belum kembali lagi.


Xu Lian tidak punya pilihan lain selain pergi keluar mencari keberadaan Zhang Xiuhuan.


Xu Lian pergi meninggalkan kamarnya dan berkeliling diarea luar pesawat yang kebanyakan berisi dagangan para penumpang lain. Xu Lian terus saja berkeliling mencari keberadaan Zhang Xiuhuan tetapi ia tidak menemukannya.


Bughh...


Xu Lian menabrak seseorang karena ia terlalu fokus mencari Zhang Xiuhuan.


"Ehh maaf, kau" Xu Lian terkejut jika orang yang tidak sengaja ia tabrak adalah Thorin pria bertudung itu.


"Tidak apa apa nona" Thorin melepaskan tudungnya dan terlihatlah wajah tampannya dengan siratan mata ketidakpuasannya.


Xu Lian mundur beberapa langkah, ia tidak ingin terlalu lama bersama pria dihadapannya ini. Tetapi sebelum Xu Lian pergi pria itu mencekal pergelangan Xu Lian dengan keras.

__ADS_1


"Sial tingkatan beladirinya terlalu tinggi aku tidak bisa melepaskan cengkeramannya" pikir Xu Lian.


"Kau mau kemana? tidak usah terburu-buru" puluhan pria-pria mulai mengelilingi Xu Lian seakan tidak akan memberikan ruang untuk Xu Lian pergi.


Semua orang yang berada diatas kapal hanya memilih diam, mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan seorang bangsawan.


"Lepaskan tanganku!" teriak Xu Lian tanpa rasa takut.


"Lepaskan sendiri kalau bisa" tantang Thorin.


"Aku tidak bisa melepaskan cengkeramannya ini terlalu kuat. Kemana kau Xiuhuan awas saja aku akan memukulmu jika kita bertemu" gerutu Xu Lian dalam hati.


Air laut dibawah kapal pengangkut mulai bergelombang dengan cepat, yang membuat kapal pengangkut itu tidak stabil.


Gelombangnya semakin besar membuat para penumbang terombang-ambing didalam kapal. Begitu juga dengan Xu Lian dan yang lainnya, berusaha mencari keseimbangan tubuh agar ia tidak terjatuh.


Dari arah depan kapal air laut semakin naik tinggi dan keluar sebuah tentakel yang sangat besar dan menhantam bagian depan kapal. Xu Lian terdiam melihat tentakel besar itu yang ingin menghantam kearahnya. Dari arah belakangnya seorang pria berjubah hitam dengan menggunakan topeng menggendongnya pergi ke belakang.


"Kau tidak apa-apa" tanya Zhang Xiuhuan khawatir.


"Aku tidak apa apa, sebenarnya makhluk apa itu" Xu Lian menunjuk kearah sebuah tentakel raksasa yang sedang mengacak-acak kapal.


"Sepertinya dia Hydra siluman laut" ucap Zhang Xiuhuan serius.


"Siapa dia?" tanya Xu Lian bingung.


"Akan aku jelaskan nanti!" Zhang Xiuhuan segera maju untuk menyerang siluman laut itu.


"Heyy kakek tua, cepat kesini bantu aku melawan siluman ini" teriak Zhang Xiuhuan.


"Dasar anak itu, baiklah nona aku akan pergi membantu kekasihmu" Kakek tua segera melompat kearah perginya Zhang Xiuhuan.


Zhang Xiuhuan mengeluarkan pedangnya dan segera menyerang tentakel raksasa, Zhang Xiuhuan berhasil melukai tentakel raksasa tersebut tetapi tidak sampai memotongnya. Tentakel itu tertarik kembali kedalam dasar laut, dan setelah itu keluar gelombang yang lebih besar dari sebelumnya.


"GHOAAAARRRRRR" Gurita raksasa keluar dari dalam air, ukurannya dua kali besar kapal dihadapannya.


"Siluman seribu tahun" Zhang Xiuhuan sangat terkejut melihat siluman sebesar itu.


"Sebaiknya kita kerahkan semua kekuatan yang kita miliki" ucap kakek tua ketika ia sudah berada disamping Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya setuju.

__ADS_1


Kakek tua itu melompat kearah siluman air yang berbentuk gurita raksasa. Dari tongkatnya keluar cahaya putih terang dan dihantamkan kearah wajah siluman itu, tetapi sebelum menghantam wajah siluman tersebut, sebuah tentakel menyerang kerahnya. Kakek tua itu tidak punya pilihan lain selain menangkis serangan tersebut dengan menggunakan tongkatnya, tentakel yang menghantam tongkat kakek tua itu tiba-tiba menjadi beku.


"Sekarang!" teriak kakek tua itu, Zhang Xiuhuan segera menyerang tentakel yang beku tersebut menggunakan pedangnya sampai hancur.


Siluman air itu semakin brutal, kini dia menggerakan beberapa tentakelnya untuk menyerang Zhang Xiuhuan dan kakek tua itu.


Zhang Xiuhuan termundur beberapa langkah karena menghindari serangan tentakel raksasa, Zhang Xiuhuan menyerang kembali tentakel raksasa itu sampai beberapa tebasan yang membuat luka cukup besar di tentakel raksasa itu.


Berbeda dengan Zhang Xiuhuan, Kakek tua itu menerima serangan dari siluman air itu dengan mudah, seperti tadi dia menyerang tentakel raksasa itu dengan tongkatnya sehingga menjadi beku dan ia kembali menyerang tentakel yang telah beku itu dengan tongkatnya sampai tentakel itu hancur.


Siluman air mulai menyerang dengan menyemburkan air dari mulutnya. Kakek tua itu mulai menahan serangan siluman air itu dengan telapak tangannya yang membuat air yang disemburkan siluman itu membeku.


Zhang Xiuhuan berhasil memotong tentakel siluman air itu, dan pandangannya mengarah kepada kakek tua yang sedang manahan serangan siluman itu agar tidak menghantam ke awak kapal. Zhang Xiuhuan segera melompat kearah kakek tua itu.


"Hey anak muda cepat serang jantung siluman ini" Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya. Zhang Xiuhuan mengaliri pedangnya dengan tenaga dalamnya dan keluarlah cahaya hitam yang sangat pekat. Zhang Xiuhuan menyerang siluman air itu dengan melompat dari satu tentakel ke tentakel lainnya.


Zhang Xiuhuan memilih menghindar tentakel yang ingin menyerangnya, karena ia ingin memfokuskan kekuatannya untuk menyerang jantung siluman air tersebut.


Zhang Xiuhuan sudah dekat dengan tubuh siluman air tersebut dan segera melompat kearah jantung siluman air tersebut berada.


Zhang Xiuhuan menusukkan pedangnya dengan kuat kearah bagian tubuh siluman air tersebut.


"GGHHHOOOOOOORRRRRRR" Siluman air itu menghentikan serangannya kepada si kakek tua itu dan berteriak kesakitan karena Zhang Xiuhuan menusuk jantungnya.


Zhang Xiuhuan segera membelah tubuh siluman air tersebut sebelum tenggelam kedalam air. Zhang Xiuhuan mengambil batu inti siluman yang seukuran 2 kali domba biasa yang berwarna biru laut. Siluman air itu tercebur kedalam air dan tenggelam kedasar laut. Zhang Xiuhuan dan kakek tua itu pun kembali kesamping Xu Lian.


"Terima kasih tuan, anda menyelamatkan kami semua" ucap pemilik kapal yang diikuti segerombolan orang yang berlari kearah Zhang Xiuhuan dan Si Kakek Tua dan bersujud sebagai tanda terima kasih.


"Sudahlah kalian semua bisa bangun kembali" ucap Zhang Xiuhuan.


"Sekali lagi saya berterima kasih tuan"


"Iyaa, sebaiknya kalian bereskas saja kerusakan yang terjadi dikapal ini" ucap Zhang Xiuhuan kembali.


"Baik, baik tuan" para penumpang kembali keurusan masin-masing dan pemilik kapal mengatur para pekerjanya membereskan kerusakan yang terjadi.


"Hey kakek tua ambillah inti batu siluman ini! aku tidak memerlukannya" Zhang Xiuhuan memberikan batu inti siluman kepada si kakek tua.


"Tidak perlu, kekasihmu yang lebih membutuhkannya dari pada aku" si kakek tua menatap kearah Xu Lian yang juga menatapnya dengan bingung.

__ADS_1


"Maaf sebenarnya anda siapa?" tanya Xu Lian dengan sopan.


"Namaku Danzi, Tuan Putri" Danzi memberi hormat kepada Xu Lian yang membuatnya sangat terkejut, bagaimana orang tua dihadapannya ini bisa tahu jika dia tuan putri, begitu juga dengan Zhang Xiuhuan yang sangat terkejut jika kakek tua dihadapannya berasal dari Timur.


__ADS_2