
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian berpamitan kepada suku Drawf pagi-pagi buta. Zhang Xiuhuan sampai menolak ajakan Freddo karena perjalanan yang harus ia tempuh dengan Xu Lian masihlah jauh. Dimitri tidak berniat untuk menghalangi mereka pergi, walaupun begitu ia tetap memberikan bekal untuk perjalanan Zhang Xiuhuan dan Xu Lian sebelum pergi.
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian terus saja berlari di dataran kuning yang kosong, walaupun terik matahari yang panas tidak membuat mereka berhenti berlari. Dari kejauhan mereka berdua bisa melihat gumpalan asap dilangit yang menandakan dibawahnya ada kehidupan.
"Sepertinya didepan ada sebuah desa" Xu Lian hanya mengangguk menyetujui ucapan Zhang Xiuhuan.
"Kita akan berkunjung sebentar, bukan sekedar untuk membeli perbekalan kita juga harus mengorek informasi tentang tempat yang akan kita lewati selanjutnya" ucap Zhang Xiuhuan masih dalam posisi berlari.
"Baiklah aku mengerti" ucap Xu Lian.
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian sudah keluar dari daratan kuning , kini ratusan meter didepannya sudah terlihat pedesaan kecil. Didepan desa terdapat gapura yang berukuran cukup besar sebagai pintu masuk kedalam desa tersebut dengan bertuliskan 'Desa Denting' yang berada diatas gapura.
"Desa Denting" Xu Lian membaca tulisan yang tertera pada gapura tersebut.
"Ayo masuk!" ajak Zhang Xiuhuan.
"Ehh...tunggu dulu!" ucap Xu Lian dengan menarik jubah Zhang Xiuhuan.
"Kenapa?" didalam topeng Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya.
"Apa baik kau masuk kedalam desa ini dengan menggunakan topeng menyeramkan itu?" tanya Xu Lian balik.
"Jadi?"
"Bisakah kau melepas topengmu itu! kau k
akan membuat para warga jadi ketakutan!" ucap Xu Lian geram.
"Aku tidak memiliki topeng lain selain ini, jadi tidak usah perdulikan mereka mau takut atau tidak" Zhang Xiuhuan berjalan santai memasuki Desa Denting.
Seperti yang diperkirakan oleh Xu Lian, para warga terkejut dengan kehadiran pendekar dengan topeng yang menyeramkan seperti Zhang Xiuhuan. Para warga yang melihat kedatangan Zhang Xiuhuan ada yang terpaku ditempat juga ada yang langsung pergi menghindar. Tetapi Zhang Xiuhuan tidak memperdulikan itu ia tetap berjalan mencari tempat makan terdekat, bukan hanya tempat untuk memulihkan tenaga tempat makan juga bisa dijadikan sebagai sumber informasi.
__ADS_1
Xu Lian hanya berjalan sambil menghentakkan kakinya ke tanah mengikuti Zhang Xiuhuan dengan kesal. Sebenarnya Xu Lian merasa heran dengan laki-laki dihadapannya ini, dia mau mencari informasi atau mau menakuti para warga desa.
Zhang Xiuhuan menghentikan langkahnya didepan sebuah tempat makan yang cukup besar, dengan bangunan bertingkat dua.
"Kita akan makan disini terlebih dahulu" ucap Zhang Xiuhuan. Xu Lian tidak menjawab bahkan menganggukpun tidak, dia hanya mengikuti kemana langkah Zhang Xiuhuan pergi.
Mereka berdua masuk kedalam tempat makan itu, Xu Lian bisa merasakan jika para warga terkejut dengan kehadiran mereka. Tetapi beberapa detik setelahnya mereka kembali ke urusan masing-masing. Mereka semua sudah biasa dengan kehadiran pendekar asing yang tiba-tiba berkunjung ketempat makan ini hanya untuk sekedar istirahat ataupun makan.
Zhang Xiuhuan memilih tempat duduk yang terbuat dari kayu paling dekat dengan jendela dan Xu Lian hanya bisa mengikutinya.
"Kau pesanlah makanan!" seperti biasa, Zhang Xiuhuan tidak memesan makanan, bahkan ketika makan malam dengan suku Drawf Zhang Xiuhuan tidak ikut makan dengan beralasan ia tidak lapar, alasan klasik. Atau mungkin Zhang Xiuhuan tidak ingin membuka topengnya dihadapan siapapun dan itu membuat Xu Lian ingin melihat wajah aslinya. Xu Lian pun akhirnya memesan makanan, tidak seperti Zhang Xiuhuan yang memperhatika orang-orang sekitar Xu Lian lebih fokus terhadap makanannya.
"Heyy apakah kau sudah dengar jika di Lembah Setan sudah dijadikan sebagai tempat perkumpulan bangsa iblis" ucap salah seorang pria dengan pakaian yang sederhana dengan warna baju biru tua kepada teman disampingnya yang berada dua meja didepan Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan yang tidak ingin kehilangan kesempatan mulai menjamkan pendengarannyan.
"Aku sudah dengar tentang itu dari tetanggaku" jawab pria disampingnya dengan menggunakan baju yang sama sederhana tetapi berbeda warna, dengan warna kuning dipadukan dengan coklat.
"Yang kudengar tempat itu kini bukan hanya menjadi tempat para arwah yang sudah mati tetapi juga para iblis dari kerajaan iblis" ucap pria berbaju biru tua itu dengan serius.
"Ada apa ini? tidak biasanya para bangsa iblis mendiami bangsa manusia, apakah mereka sedang merencanakan sesuatu?" pikir Pete tanpa sepengetahuan Zhang Xiuhuan.
"Ia aku juga dengar itu, dan juga para iblis itu menggunakan manusia sebagai persembahan" pria baju kuning menimpali.
"Hmm aku juga pernah dengar tentang itu, sebaiknya kita jauhi saja Lembah itu untuk keselamatan kita" mereka berdua mengangguk setuju dan melanjutkan acara makan mereka berdua.
"Ada apa? kenapa kau selalu melihat pria itu?" tanya Xu Lian dengan heran karena sejak tadi Zhang Xiuhuan selalu manatap kearah kedua pria itu.
"Aku tidak sedang menatap mereka, hanya saja aku sedang melihat-lihat keadaan desa ini" kilah Zhang Xiuhuan.
"Sudahlah, aku sudah selesai makan jadi kita akan melanujutkan perjalanan kita atau beristirahat didesa ini?" ucap Xu Lian semangat.
"Sebaiknya kita beristirahat didesa ini karena hari sudah mulai sore" Zhang Xiuhuan menatap langit lewat jendela yang ada disampingnya. Xu Lian hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari tempat makan itu dan pergi mencari penginapan terdekat. Tidak jauh dari tempat makan yang mereka kunjungi terdapat sebuah penginapan yang sederhana.
"Biar aku yang memesan kamarnya, aku tidak ingin melihat para pelayan penginapan ini pingsan karena melihat dirimu" Xu Lian berjalan dengan cepat mendahului Zhang Xiuhuan untuk memasuki penginapan tersebut.
"Permisi aku ingin memesan dua kamar" ucap Xu Lian dengan ramah.
"ohh baiklah kak, anda ingin menginap berapa hari?" tanya seorang gadis berusia sepuluh tahun yang menjadi kasir penginapan tersebut.
"Aku hanya memesan kamar hanya untuk malam ini saja" gadis itu mengangguk.
"Baiklah kak, biayanya 2 perak" Xu Lian mengambil uang 2 perak dari kantungnya dan menyerahkan kepada gadis itu.
Xu Lian pun mengajak Zhang Xiuhuan menuju kamar mereka.
"Kau harus mempersiapkan diri untuk besok!" Zhang Xiuhuan berkata serius kepada Xu Lian ketika mereka sudah sampai didepan kamarnya.
"Memangnya besok kenapa?" Xu Lian mulai bingung dengan sikap Zhang Xiuhuan.
"Karena besok kita akan berhadapan bukan dengan manusia" Xu Lian mengerutkan keningnya bingung. Sebelum mengatakan sesuatu Zhang Xiuhuan sudah masuk kedalam kamarnya meninggalkan Xu Lian.
Xu Lian tidak ingin ambil pusing, ia juga segera memasuki kamarnya sendiri.
"Apakah kau mengetahui tentang hal ini?" tanya Zhang Xiuhuan kepada iblis yang ada didalam tubuhnya.
"Aku juga tidak tahu apa motif mereka mendatangi daerah manusia, setahuku para iblis tidak pernah datang atau menempati tempat manusia" ucap Pete dengan nada serius.
"Apa mereka memiliki motif tertentu?"
"Entahlah, sudah lama aku meninggalkan kerajaan jin iblis jadi aku tidak mengetahui apa saja yang sudah terjadi disana" ucap Pete santai.
"Kuharap ini bukan hal yang buruk" Zhang Xiuhuan membuka topengnya dan terpampanglah wajah tampan dengan mata yang berbeda warna yang menyiratkan kengerian.
__ADS_1