
Xu Lian tetap tenang ketika aura pembunuh mengintimidasinya, ia bahkan masih bisa bergerak-gerak sesukanya.
Xu Lian bisa melihat dari arah belakangnya muncul sosok kakek tua, dengan pedang sepanjang dua meter dan lebar setengah meter tengah menatapnya dengan tajam. Tetapi itu tidak membuatnya gentar sedikitpun.
Zhang Xiuhuan berjalan santai kearah Xu Lian berada tanpa memperdulikan tatapan heran dari semua orang, bahkan Danzi. Danzi saja bisa merasakan jika tubuhnya melemas karena intimidasi dari pria tua itu ditambah ia belum sempat mensetabilkan tenaga dalam miliknya. Tetapi mengapa dua manusia itu bisa bergerak bebas.
"Siapa dia?" tanya Zhang Xiuhuan setelah ia berada disamping Xu Lian.
"Tidak tahu, aku tidak akan pernah kenal dengan kakek tua sejelek dia" ucap Xu Lian enteng.
Keempat tetua aliran hitam meneguk ludahnya, mereka tidak percaya jika gadis itu berani menghina pimpinan mereka, bahkan mereka saja tidak ada yang berani jika harus menyinggungnya.
Bao Jio menarik kembali auranya dan menatap nyalang kearah Xu Lian, bahkan orang yang ditatap acuh tak acuh.
"Siapa nama kalian berdua?" tanya Bao Jio.
"Dia bisa bicara? kukira dia bisu, karena sejak tadi dia mengancamku dengan tatapannya" ucap Xu Lian santai yang dibalas kekehan oleh Zhang Xiuhuan. Xu Lian memang jagonya memancing amarah seseorang.
Semua orang menatap tidak percaya kepada Xu Lian dan Zhang Xiuhuan yang berani bertindak dihadapan pimpinan sekte Bayangan Hitam yang bernama Bao Jio. Bao Jio terkenal dengan orang yang sangat kejam, dia tidak akan segan-segan membunuh orang yang menghinanya walaupun mereka dari dalam sektenya, ia akan tetap membunuhnya. Tetapi itu pikiran dari orang yang belum melihat kekuatan Xu Lian yang sebenarnya, bahkan orang-orang Kerajaan Wei bisa bernafas lega ketika Xu Lian ingin turun tangan langsung untuk melawan Bao Jio, bahkan untuk saat ini Xu Kong telah terluka parah karena ia telah melawan Bao Jio walaupun tingkatan mereka sama.
"Kalian semua cepat habisi semua orang yang tersisa!!" teriak Bao Jio kepada anak-anak buahnya yang telah menghentikan pertarungannya.
Xu Lian melambaikan tangannya keudara, seketika pendekar dari aliran hitam terlempar ke belakang ketika mereka akan menyerang kembali.
__ADS_1
"Apa aku menyuruhmu untuk melanjutkan pertarungan ini" ucap Xu Lian dengan nada seolah-olah ia sangat mengantuk.
"Sialan kau, berani sekali mengaturku!" ucap geram Bao Jio.
"Hey Huan, aku sangat lelah hari ini, malam ini aku tidak tidur. Jadi maukah kau meladeni kakek jelek itu" Xu Lian berjalan kebelakang dan mencari tempat yang pas untuknya duduk, ia duduk dibawah sebuah batu yang berada tidak jauh dari Zhang Xiuhuan. Xu Lian hanya ingin menonton pertarungan yang sebentar lagi yang akan terjadi.
"Aku akan membunuh kalian berdua!!" teriak Bao Jio.
"Silahkan saja, kalau kau mampu" ledek Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan kembali membuat pedang dari tenaga dalamnya.
Bao Jio menggenggam erat pedang ditangannya, sebelum ia melesat menyerang Zhang Xiuhuan dengan pedang raksasanya. Zhang Xiuhuan menangkis serangan yang datang dari Bao Jio dengan mudah, walaupun pedang Zhang Xiuhuan kalah besar bukan berarti pedang milik Zhang Xiuhuan tidak bisa menahan serangan Bao Jio. Bentuk tidak menjamin kualitas pedang tetapi orang yang menggunakan pedang itu sendiri yang mempengaruhi kualitas pedang. Bao Jio terus menyerang Zhang Xiuhuan, mereka sudah bertukar puluhan jurus tetapi masih belum ada yang terluka.
Keempat tetua pedang memilih menjauh dari pertempuran, mereka tidak ingin terkena serangan nyasar, mereka juga tidak ada niatan untuk membantu pimpinannya karena keberadaan seorang gadis yang kini tengah menonton pertarungan dengan santai diatas batu, mereka berempat takut jika mereka membantu Bao Jio mereka akan dilemparkan oleh gadis itu hanya dengan lambaian tangannya. Dari itu mereka hanya bisa memilih untuk diam dan menonton.
Zhang Xiuhuan mempercepat serangannya, yang dibalas juga oleh Bao Jio. Bao Jio tidak menyadari pedangnya mulai retak karena beban dari pedang milik Zhang Xiuhuan.
Treng...
Zhang Xiuhuan menyerang Bao Jio hingga pedang milik Bao Jio terbelah menjadi dua, tidak ingin membuang waktu lama Zhang Xiuhuan menyerang Bao Jio tetapi sebelum pedang Zhang Xiuhuan mengenai tubuh Bao Jio, keluar pancaran biru terang dari tubuh Bai Jio yang membuat tubuh Zhang Xiuhuan termundur beberapa langkah.
Tidak lama setelah cahaya biru itu menghilang, muncul seekor harimau yang berukuran tiga kali lipat dari harimau biasa, harimau itu berwarna biru dan terdapat dua taring yang menyembul keluar dari mulutnya.
"Itu binatang roh" ucap salah satu prajurit istana yang mengetahui jika hewan aneh itu adalah binatang roh.
__ADS_1
Binatang roh adalah binatang yang memiliki tingkatan kultivasi sama seperti manusia, bahkan kekuatannya bisa dua kali lipat dibanding manusia. Berbeda dengan hewan spirit yang akan mengikuti tuan mereka karena tingkat kekuatan, binatang roh akan mengikuti tuan mereka dengan kontrak darah.
Xu Lian bangkit dari duduknya, dan berjalan santai kesamping Zhang Xiuhuan, kali ini ia memutuskan untuk membantu Zhang Xiuhuan.
"Kau tidak apa apa Huan" Zhang Xiuhuan hanya menggelengkan kepalanya atas jawaban dari pertanyaan Xu Lian.
"Kita harus mencari keleman binatang roh itu" ucap Xu Lian.
"Aku tahu, kelemahannya adalah tuannya sendiri" Zhang Xiuhuan melirik kearah Xu Lian.
"Baiklah, serahkan hewan jelek itu kepadaku dan kau habisi kakek jelek itu juga" Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya setuju.
Bao Jio merasa geram melihat Xu Lian dan Zhang Xiuhuan yang tidak gentar melihat binatang roh dihadapan mereka. Bao Jio tidak tahu saja mereka bahkan sudah melihat binatang yang lebih tinggi dari binatang roh.
"Bunuh mereka berdua!!" binatang roh harimau yang mendapat perintah dari tuannya, langsung berlari cepat kearah Xu Lian dan Zhang Xiuhuan.
Xu Lian yang melihat binatang roh itu menyerang melompat kearah samping kanan dan Zhang Xiuhuan melompat kearah samping kiri.
Xu Lian langsung membuat sebuah pedang dari tenaga dalamnya, dan menahan serangan yang datang dari binatang roh milik Bao Jio.
Zhang Xiuhuan menyerahkan urusan binatang roh kepada Xu Lian, ia bergerak kembali untuk menyerang Bao Jio. Bao Jio dengan senang hati menerima serangan yang datang dari Zhang Xiuhuan.
Semua orang yang berada didekat pertempuran, menjauhkan diri agar tidak terkena serangan. Mereka hanya bisa melihatnya dengan pandangan kagum, berbeda dengan pasukan dari sekte iblis bahkan keempat tetua ingin memutuskan melarikan diri. Karena mereka tidak yakin jika Bao Jio akan menang walaupun dengan bantuan binatang roh.
__ADS_1
***