
Xu Lian terdiam mendengar ucapan Zhang Xiuhuan, ia tidak tahu harus menjawab apa bahkah ia saja tidak mengetahui isi hatinya sebenarnya.
"Heyyy...kalian berdua rupanya disana, ayoo kemari aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian!" terian Danzi. Danzi berkeliling didalam istana untuk mencari keberadaan Xu Lian dan Zhang Xiuhuan tetapi dia tidak menemukannya didalam istana, maka dari itu ia mencoba untuk mencarinya diluar, benar dugaannya ia melihat mereka berdua sedang duduk dibawah sebuah pohon besar.
Xu Lian menengok kearah Danzi. "Baiklah kakek" katanya.
Xu Lian beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya kepada Zhang Xiuhuan yang masih dalam posisi duduk.
"Untuk saat ini mungkin aku tidak bisa menjawabnya, tapi tunggulah sampai masalah ini terselesaikan" seulas senyum terukir diwajahnya.
Zhang Xiuhuan hanya tersenyum dan membalas jabatan tangan Xu Lian untuk membantunya berdiri.
***
"Yang Mulia hamba mohon menghadap" ucap iblis dengan bentuk tubuh seperti seekor ular raksasa yang berwarna merah bata.
"Berita apa yang kau bawa Nindhog?" tanya Raja Iblis.
(Iblis yang menyerupai ular biasanya disebut dengan sebutan Nindhog, jadi Nindhog bukan namanya melainkan nama jenis iblisnya).
"Para manusia sudah mengetahui jika kita akan menyerang", menghela nafas sesaat "mereka sekarang sedang menyusun rencana untuk melawan kita Yang Mulia" Nindogh tetap menundukan kepalanya tanpa berani menatap mata rajanya.
"Sialan rupanya dia telah memilih menjadi musuhku! akan kupastikan kau mendapat pelajaran....Jendral Pete!" pikir Raja Iblis.
"Sudahlah, tidak masalah para manusia itu mengetahui jika kita akan menyerang mereka. Lagi pula sekuat apapun kekuatan mereka tidak akan bisa mengalahkan kekuatan kita" Raja Iblis melirik dengan tajam kearah Nindhog, "Sekarang aku punya tugas istimewa untukmu! bawa pasukan Nindhogmu untuk mencari keberadaan Jendral Pete lalu habisi dia karena telah berpihak dengan para manusia itu!" katanya dingin.
"Saya Mengerti Yang Mulia" Nindhog mengundurkan diri dan meninggalkan ruangan.
***
Danzi mengajak Zhang Xiuhuan dan Xu Lian kembali ke tempat ruang bawah tanah setelah selesai memakan makanan yang telah ia siapkan.
"Apa kita akan membuka segelnya sekarang?" ucap Xu Lian.
"Firasatku jika ini ditunda lebih lama akan sangat berbahaya" Danzi duduk dengan posisi lotus didepan sebuah pola berbentuk lingkaran dilantai.
__ADS_1
"Duduklah ditengah-tengah lingkaran ini!". Xu Lian melirik kearah lingkaran dengan pola rumit dibagian tengahnya, tanpa ambil pusing memikirkan pola apa yang tergambar, dia memilih berjalan dengan santai menuju pola itu dan duduk mengikuti posisi Danzi.
"Dan kau bersiaplah mengaliri tenaga dalam pada tubuhnya!" Danzi melirik kearah Zhang Xiuhuan sekilas dan yang ditatap acuh tak acuh menanggapinya.
"Ini mungkin sangat menyakitkan bagimu! tapi kalau ini gagal kau akan kehilangan nyawamu", menghela nafas dalam "jika kau berhasil membuka segelmu maka akan keluar cahaya hijau dari tubuhmu!" ucap Danzi dengan serius.
"Memangnya kenapa kalau yang keluar dari tubuhku bukanlah warna hijau?" tanya Xu Lian.
"Kau gagal atau kau akan mati" Xu Lian tertegun mendengar penjelasan Danzi yang tanpa mengedipkan mata sekalipun ketika berbicara.
"Apakah kau serius?" Zhang Xiuhuan tidak bisa diam jika konsekuensinya sangat besar bagi Xu Lian.
"Aku serius! ayo kakek kita mulai!" Zhang Xiuhuan hanya menghela nafas berat, ia tidak bisa menentang keinginan Xu Lian.
Danzi menutup kedua matanya dan diikuti oleh Xu Lian, berbeda dengan Zhang Xiuhuan yang sudah duduk dibelakang Xu Lian dan kedua tangannya ditempelkan dipunggung Xu Lian untuk mengaliri tenaga dalamnya.
Danzi membacakan sebuah mantra yang terlihat karena mulutnya seperti sedang mengucapkan sesuatu. Kedua jari tangan kanannya ditempelkan kekening Xu Lian dan keluar cahaya biru terang dari kening Xu Lian.
Xu Lian merasakan sakit yang sangat hebat menimpa tubuhnya setelah Danzi meletakkan tangannya dikeningnya. Tubuhnya seperti mendapat tekanan yang sangat berat tetapi tidak terlalu menyiksanya karena Zhang Xiuhuan membantunya dengan mengaliri tenaga dalamnya. Semua tubuhnya terasa kaku karena rasa sakit yang hebat yang ia rasakan, lama kelamaan rasa sakit itu berkumpul menjadi satu disebuah titik dan menjadi sebuah kekuatan yang semakin lama kekuatan itu menjadi sangat besar.
Danzi bisa melihat sebuah cahaya berwarna hijau keluar dari tubuh Xu Lian, ia pun tersenyum lega karena Xu Lian berhasil. Tapi....
*Hijau....
Kuning...
Oranye...
Coklat tua...
Emas...
"Apa-apaan ini kenapa warnanya berubah dari hijau, kuning, oranye, coklat tua dan emas. Apakah dia sudah gagal*?" pikir Danzi cemas.
Xu Lian tidak bisa menahan gejolak didalam tubuhnya lagi, kini ia tidak bisa menahan rasa sakit yang sangat hebat ditubuhnya. Ia mengeluarkan semua kekuatan yang sedari tadi berkumpul menjadi satu didalam tubuhnya.
__ADS_1
BOOMMM.....
Danzi dan Zhang Xiuhuan terlempar beberapa meter kebelakang karena kekuatan yang dikeluarkan oleh Xu Lian. Tidak lama kemudian Cu Lian memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Kau tidak apa apa?" Zhang Xiuhuan segera berlari menghampiri Xu Lian ketika ia melihat jika Xu Lian memuntahkan darah.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, setahuku Seorang Summonster akan mengeluarkan cahaya hijau dari tubuhnya" ucap Danzi serius.
Danzi menghampiri Xu Lian dan langsung memeriksa keadaan tubuh dan juga nadinya. Matanya membuka lebar ketika memeriksa tingkatan kekuatan Xu Lian.
"Tidak mungkin, ini Summoster surgawi" ucap Danzi terkejut.
"Apa maksudmu kakek tua" tanya Zhang Xiuhuan khawatir dengan kondisi tubuh Xu Lian.
"Kakek apakah aku berhasil khookh...?" Xu Lian terbatuk-batuk ketika ia mencoba berbicara.
"Kau tidak usah banyak berbicara, kondisimu sangat lemah" ucap Zhang Xiuhuan.
"Sebenarnya baru pertama kali aku menemukan Summonster Surgawi tapi sekarang kau adalah bukti keberadaannya" Danzi menatap kearah Xu Lian dengan antusias, "Summonster Surgawi adalah pengendali naga surgawi dengan sisik berwarna emas. Biasanya para Summonster hanya mengendalikan seeokr naga biasa dengan ciri khas sisik berwarna hijau terang" katanya.
"Maksud kakek, aku Summonster naga surgawi" ucap Xu Lian tak percaya.
Danzi menganggukan kepalanya dengan semangat.
"Tapi bukan berarti sekarang kau bisa mengendalikan naga surgawi", Xu Lian mengangkat satu alisnya "kau tidak bisa mengendalikan naga surgawi sebelum kau menyempurnakan kekuatanmu" ucap Danzi.
Xu Lian mengangguk mengerti, ia akan berlatih dengan giat untuk menyempurnakan kekuatannya dengan bantuan kitab tanpa nama yang ia temukan dulu.
"Tapi ingatlah, jangan pernah kau gunakan kekuatanmu untuk menindas orang yang lemah" Danzi menatap kearah Xu Lian dengan serius.
"Tenang saja kakek, aku bukan orang yang seperti itu" ucap Xu Lian tegas.
"Ya sudahlah, kau pergilah beristirahat. Dan kau jagalah dia dengan baik!" Zhang Xiuhuan mendengkus kesal mendengar ucapan Danzi yang sudah ia lontarkan puluhan kali kepadanya. Tanpa menjawab dia membantu Xu Lian berdiri dan mengantar ke kamar yang telah disediakan oleh Danzi untuk mereka berdua beristirahat.
***
__ADS_1