Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Cemburu?


__ADS_3

Zhang Xiuhuan dan Xu Lian memilih beristirahat ditempat yang terbuka. Mereka berdua duduk dihadapan sebuah api unggun yang telah dibuat oleh Zhang Xiuhuan sendiri.


"Apa sebaiknya kita memperingatkan kerajaan tentang rencana para iblis itu?" Jujur Xu Lian memang kecewa terhadap perlakuan ayahnya dan juga orang-orang istana, tapi untuk kehancuran semuanya bukan yang ia harapkan.


"Kenapa kau perdulikan mereka?" Zhang Xiuhuan mulai kesal dengan sikap Xu Lian yang selalu memperdulikan mereka sedangkan mereka saja tidak menganggapnya ada.


"Aku bukannya memperdulikan mereka, aku hanya tidak ingin semua kerajaan akan hancur, dan juga aku tidak ingin terjadi apa apa dengan Jingmi" Xu Lian menunduk dalam tanpa melihat Zhang Xiuhuan langsung. Zhang Xiuhuan mengambil nafas berat, dia tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya.


"Baiklah aku akan mengirim mereka peringatan" Xu Lian mengangkat wajahnya dan menatap langsung kearah Zhang Xiuhuan dengan senyuman yang mengembang.


"Kau serius?" tanya Xu Lian antusias. Zhang Xiuhuan hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban.


"Terimakasih Xiuhuan"


"Sebaiknya kau harus beristirahat sekarang, besok kita akan melewati lautan" Xu Lian tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya, dan langsung merebahkan dirinya diatas kain yang telah ia siapkan semula.


***


"Yang Mulia, prajurit dari gerbang barat ingin menghadap" kata Kasim kepada Xu Kong sambil membungkukan badannya hormat.


"Izinkan dia masuk!"


"Baik Yang Mulia" dari luar masuklah seorang prajurit berpakaian lengkap kehadapan Xu Kong.


"Salam Yang Mulia"


"Ada apa?" tanya Xu Kong penasaran.


"Yang Mulia hamba membawakan pesan untuk anda" prajurit tersebut mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan diberikannya kepada Xu Kong. Xu Kong menerima surat tersebut dan menerka-nerka apa isi dari surat tersebut.


"Siapa yang mengirim susat ini?"


"Seekor burung, tetapi burung itu sangat aneh" ucap prajurit itu sambil mengingat-ingat bentuk burung yang mengirimkan surat tersebut.


"Apa maksudmu aneh?" Xu Kong mengerutkan dahinya bingung.


"Burung itu memiliki bentuk seperti kekelawar tetapi memiliki kepala burung" Xu Kong belum pernah mendengar burung seperti itu tapi ia tidak ingin ambil pusing.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kau bisa pergi"


"Hamba undur diri Yang Mulia" Prajurit tersebut meninggalkan Xu Kong sendirian.


Xu Kong membuka gulungan tersebut dengan perlahan. Xu Kong terkejut ketika membuka isi gulungan itu yang bertuliskan 'Bersiaplah Bangsa Iblis akan menghancurkan kalian semua' dengan tinta yang terbuat dari darah. Bagi Xu Kong ini adalah penghinaan tetapi ia tidak bisa menganggap peringatan ini sebagai omongan belaka.


"Kasim!" teriak Xu Kong.


"Ada apa tuan?" seorang kasim yang menjaga didepan pavilium Xu Kong segera menghadap ke Xu Kong setelah ia mendengar panggilan dari Xu Kong.


"Segera kirimkan undangan kepada seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran putih untuk mengadakan pertemuan" ucap Xu Kong dengan serius.


"Baik Yang Mulia, hamba undur diri"


***


Zhang Xiuhuan dan Xu Lian melanjutkan perjalanannya kembali setelah beristirahat dialam yang terbuka. Kini mereka berdua akan melanjutkan perjalanannya menggukan kapal pengangkut barang disebuah dermaga.


"Kau tunggu disini aku akan mencari sebuah kapal yang menuju kearah timur" Xu Lian hanya menganggukan kepalanya.


Xu Lian melihat kepergian Zhang Xiuhuan dari hadapannya, dan pandangannya memutari isi dermaga yang cukup ramai. Ada banyak sekali para pedagang yang membawa dagangan mereka ada juga sebuah keluarga yang ingin mengunjungi kerabat jauhnya.


"Hey aku sudah mendapatkan kapalnya" Xu Lian terkejut ketika Zhang Xiuhuan menepuk bahunya.


"Ehh iyaa" Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya melihat sikap Xu Lian yang bersikap aneh. Ia mengelilingi pandangannya dengan curiga dan bisa melihat ada seseorang yang selalu menatap Xu Lian, pria itu tidak mengeluarkan aura pembunuhnya kepada Xu Lian tetapi Zhang Xiuhuan bisa mengetahui dari mata itu yang menginginkan sesuatu.


"Jangan hiraukan dia, jika dia berani macam-macam aku akan membunuhnya" ucap Zhang Xiuhuan lalu menarik pergelanga Xu Lian untuk pergi dari tempat itu.


Xu Lian hanya mengikuti Zhang Xiuhuan pergi kedalam sebuah kapal yang besar. Ada beberapa barang dagangan yang sedang diangkut kedalam pesawat dan juga banyak anak kecil yang sedang berlarian karena dikejar-kejar oleh orang tua mereka, Xu Lian tersenyum sendiri melihatnya.


"Kita akan melewati perjalanan ini selama sehari semalam, jadi besok pagi kita sudah sampai didaerah timur dan ini kunci dengan nomer kamarmu" Zhang Xiuhuan memberikan sebuah kunci kepada Xu Lian.


"Kau tahu aku sering berpikir dari mana uang yang kau miliki, seakan tidak ada habisnya?" Xu Lian menerima kunci yang diberikan oleh Zhang Xiuhuan kepadanya.


"Aku bahkan memiliki uang yang bisa membeli sebuah kerajaan" Xu Lian tertawa pelan mendengar ucapan Zhang Xiuhuan.


"Masa?"

__ADS_1


"Kerajaanku memendam kekayaannya selama beberapa tahun dan semua hartanya aku simpan dicincin ruang ini" Zhang Xiuhuan menunjukan sebuah cincin polos berwarna perak.


"Kau kaya juga yaa"


Zhang Xiuhuan beralih menatap keseorang pria yang menggunakan sebuah tudung, begitu juga dengan Xu Lian yang mengikuti arah pandang Zhang Xiuhuan.


"Rupanya dia satu kapal juga, Hey Xiuhuan apakah kau tahu dia berasal dari mana?" tanya Xu Lian.


"Dari pakaiannya seperti dia dari Saharan" Xu Lian menganggukan kepalanya.


"Kenapa kau selalu melihat kearahnya? kau menyukainya?" tanya Zhang Xiuhuan tiba-tiba yang membuat Xu Lian terkejut setengah mati.


"Apa maksudmu? aku hanya mengikuti arah pandangmu" kini pandangan Xu Lian beralih kearah Zhang Xiuhuan.


"Kau ini tidak perlu beralasan, kau menatapnya terus menerus berarti kau menyukainya!" Zhang Xiuhuan tidak ingin kalah bicara.


"Apa kau ingin aku selalu menatapmu hah?" tanya Xu Lian geram.


"Ya, dan aku minta kau jangan melihat pria lain selain aku!" Xu Lian membulatkan wajahnya tidak percaya apa yang dikatakan Zhang Xiuhuan.


Zhang Xiuhuan tiba-tiba menarik Xu Lian kedalam pelukannya yang membuat Xu Lian sangat terkejut. Xu Lian ingin memberontak melepaskan pelukannya tetapi niatnya diurungkan ketika mengetahui jika pria yang menggunakan tudung itu sudah berada dihadapannya.


"Salam tuan dan nona" ucapnya sopan. Zhang Xiuhuan hanya diam, dia tidak ingin menjawab salam dari pria ini tetapi tidak setelah Xu Lian menginjak kakinya keras.


"Iyaa" ucap Zhang Xiuhuan acuh.


"Perkenalkan say Thorin dari Saharan, saya seorang bangsawan" ucapnya dengan sorotan mata yang bangga.


"Oh" jawab Zhang Xiuhuan singkat tanpa ingin memperkenalkan diri juga. Begitu juga dengan Xu Lian dia hanya bisa diam, dia juga bisa merasakan sesuatu yang tidak baik dari pandangan pria itu.


"Khemmm" pria itu batuk pelan ketika kesunyian melingkupi mereka.


"Bolehkah saya tahu siapa nama kalian berdua" tanyanya masih dengan nada yang sopan.


"Apa penting yaa anda tahu siapa nama kita" ucap Zhang Xiuhuan dingin.


"Ayolah sayang kita pergi kekamar kita" Xu Lian membuka matanya lebar mendengar Zhang Xiuhuan memanggilnya dengan sebutan 'sayang', jujur saja Xu Lian merasa desiran aneh dihatinya ketika Zhang Xiuhuan memanggilnya seperti itu tetapi dia tidak ingin memikirkannya lebih lanjut.

__ADS_1


Xu Lian hanya bisa mengikuti kemana Zhang Xiuhuan menariknya pergi.


"Aku pasti akan mendapatkan gadis itu!" pikir pria bertudung itu dengan sebuah senyuman diwajahnya.


__ADS_2