
Xu Lian dan Zhang Xiuhuan melanjutkan perjalanannya dalam diam setelah melewati penyerangan yang mendadak.
Mereka berdua keluar dari hutan dan dihadapan mereka terhampar daratan berwarna kuning.
"Ini tempat apa?" Xu Lian memang tidak pernah keluar dari istana, jadi dia tidak mengenal daerah-daerah disekitar kerajaan.
"Tanah Kuning" ucap Zhang Xiuhuan. Daratan yang luas dan bertanah kuning, dibagian sebelah barat terdapat perbukitan yang berbentuk runcing dengan warna kuning kecoklatan. Dibagian selatan daratan ini terdapat sungai berwarna kuning.
"Sebaiknya kita beristirahat disini terlebih dahulu sebelum melewati Tanah Kuning" ucap Zhang Xiuhuan.
"Baiklah"
"Aku akan pergi mencari makanan" Xu Lian hanya menganggukan kepala.
Xu Lian duduk dibawah pohon dan menatap kearah daratan yang luas tanpa ada satu tumbuhan pun yang hidup. Ditambah hari mulai gelap yang menandakan bulan segera muncul. Xu Lian duduk terlamun ia merenung semua yang telah terjadi dalam kehidupannya.
"Hey kau tidak apa apa?" Xu Lian terkejut ketika Zhang Xiuhuan sudah berada disampingnya dan menepuk pundak Xu Lian.
"Aku tidak apa apa"
"Aku mendapatkan dua ayam hutan tadi" Xu Lian melihat dua ayam hutan ditangan Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan menyalakan api dari kayu-kayu yang telah ia cari sebelumnya.
"Kenapa kau menggunakan topeng" tanya Xu Lian tiba-tiba.
"Aku tidak ingin menakuti siapapun" Zhang Xiuhuan melihat kearah Xu Lian dan kembali fokus dengan api unggun yang sedang ia buat.
"Apa maksudmu, memangnya wajahmu lebih buruk dari topengmu itu" Zhang Xiuhuan tidak membalas ucapan Xu Lian dia lebih fokus untuk memanggang ayam buruannya.
"Apa aku boleh melihat wajahmu?" tanya Xu Lian dengan hati-hati.
"Kenapa kau ingin melihat wajahku?" tanya Zhang Xiuhuan balik.
"Kenapa memangnya? apa aku tidak boleh melihat wajahmu? aku hanya penasaran saja dengan wajahmu" ucap Xu Lian geram.
__ADS_1
"Aku takut jika kau melihat wajahku, kau akan jatuh cinta kepadaku" Xu Lian melotot mendengar ucapan Zhang Xiuhuan yang ngelantur.
"Hah apa katamu jatuh cinta?, aku tidak akan jatuh cinta kepada pria aneh sepertimu" Xu Lian melipat kedua tangannya dibawah dada.
"Sudahlah jangan marah, ini cepat makan" Zhang Xiuhuan memberikan ayam yang sudah ia panggang kepada Xu Lian.
"Kenapa cuma satu, kau tidak makan?" Xu Lian merasa heran, kenapa Zhang Xiuhuan hanya memanggang satu ayam.
"Kenapa? kau khawatir dengan kesehatanku?" ucap Zhang Xiuhuan menggoda.
"Siapa juga yang khawatir denganmu, aku hanya bertanya" ucap Xu Lian dengan kesal.
"Apa bedanya khawatir dengan bertanya?" Zhang Xiuhuan mulai memancing kemarahan Xu lian.
"Sudahlah, aku tidak tahu" Xu Lian memutuskan untuk memakan ayam yang telah Zhang Xiuhuan berikan padanya tanpa menengok kearah Zhang Xiuhuan yang sedang menatapnya.
***
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian melanjutkan perjalanannya setelah cukup beristirahat. Mereka berjalan didataran luas yang kosong, tanpa ada tumbuhan apapun. Xu Lian berjalan dengan diam tanpa ingin memulai pembicaraan dengan pria disampingnya.
"Kita kedatangan tamu rupanya" Xu Lian menghentikan langkahnya dan menatap Zhang Xiuhuan dengan heran.
"Apa maksudmu?" tanya Xu Lian bingung.
"Menunduk!" Zhang Xiuhuan berteriak dengan tiba-tiba ketika sebuah tombak mengarah kepada mereka. Xu Lian yang tidak siap dengan serangan hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan Zhang Xiuhuan.
"Siapa mereka?" tanya Xu Lian geram.
"Mungkin pembunuh bayaran yang tua bangka itu sewa lagi" ucap Zhang Xiuhuan santai.
Dari arah belakang mereka terdapat puluhan kuda beserta para penunggangnya dengan membawakan senjata tombak dimasing-masing tangan mereka. Zhang Xiuhuan dan Xu Lian tidak berniat untuk lari mereka tetap diam berdiri diawal mereka mendapatkan serangan. Segerombolan pria yang menyerang mengelilingi Zhang Xiuhuan dan juga Xu Lian dengan menunggangi kuda mereka.
"Kalian tidak akan bisa pergi kemana-mana lagi!" ucap salah seorang pria berkuda yang merupakan ketua dari mereka semua karena terlihat dari pakaiannya lebih lengkap dengan memakai armor.
"Maksudmu kau dan teman-temanmu yang tidak bisa kemana-mana lagi" ucap Zhang Xiuhuan santai.
__ADS_1
"Bunuh mereka!!"
Zhang Xiuhuan melompat keatas dengan menggendong Xu Lian agar mereka terbebas kepungan musuh, Zhang Xiuhuan menurunkan Xu lian ketika keadaan lebih aman dan langsung mengambil pedangnya dari belakang punggungnya, Zhang Xihuan menerima serangan yang datang begitu juga dengan Xu Lian.
Zhang Xiuhuan menyerang kuda-kuda yang didekatnya agar kuda itu terjatuh begitu juga dengan penunggangnya, tanpa balas kasihan Zhang Xiuhuan memenggal semua kepala para penunggang yang jatuh. Berbeda dengan Zhang Xiuhuan, Xu Lian malah berada dalam posisi tersudut karena ia minim pengalaman bertarung sesungguhnya bahkan dengan lawan yang menunggangi kuda, sangat sulit untuk menyerang lawannya.
Dari bawah tanah bergetar seperti gempa kecil yang membuat para manusia yang sedang bertarung diatasnya kehilangan keseimbangan tubuh.
Zhang Xiuhuan tidak menghiraukan lagi serangan mereka yang datang, ia segera melompat kearah Xu Lian dan membawanya pergi menjauh dari daerah yang bergetar.
Dari dalam tanah keluar seekor ular berkepala sembilan dengan tubuh yang seukuran rumah biasa. Ular itu memakan para penunggang kuda yang ada disekitarnya.
"Siluman Ceaser berumur seribu tahun" ucap Zhang Xiuhuan kaget.
"Apa ular itu berbahaya?" tanya Xu Lian polos.
"Bahkan sangat berbahaya, siluman yang sudah berumur seribu tahun maka ia sudah memiliki pemikiran seperti manusia" ucap Zhang Xiuhuan serius.
"Sebaiknya kita pergi saja!" Zhang Xiuhuan menarik pergelangan tangan Xu Lian dan berlari cepat menjauhi ular tersebut. Tapi tidak disangka oleh mereka berdua jika ular itu mulai mengejar mereka dengan kecepatan tinggi.
Zhang Xiuhuan tidak punya pilihan lain selain melawan ular itu.
"Kau larilah" titah Zhang Xiuhuan kepada Xu Lian.
"Tetapi bagaimana denganmu?" Xu Lian mulai merasa khawatir dengan Zhang Xiuhuan.
"Aku akan menahannya sebentar" Zhang Xiuhuan mengangkat pedangnya dan menyerang kearah ular raksasa itu. Xu Lian masih diam ditempat ia tidak ingin meninggal Zhang Xiuhuan sendiri tapi apa daya dia juga tidak bisa membantu Zhang Xiuhuan melawan ular besar itu.
Zhang Xiuhuan melompat kearah samping untuk menghindari serangan dari ular itu, dan langsung menyerangnya. Zhang Xiuhuan menebas salah satu kepala itu tetapi yang terjadi sungguh tidak bisa dipercaya, pada bagian kepala yang dipotong oleh Zhang Xiuhuan tumbuh kembali dua kepala ular sekaligus. Zhang Xiuhuan mulai kebingungan bagaimana caranya untuk melumpuhkan ular siluman dihadapannya ini.
Xu Lian mulai merasa cemas ketika melihat keadaan Zhang Xiuhuan yang tersudut karena serangan oleh ular besar itu. Zhang Xiuhuan tidak bisa bertindak sembarangan untuk menyerang ular itu karena yang akan terjadi bukanlah ular itu semakin sekarat tetapi semakin kuat.
"Sial kita sudah menggunakan tenaga dalam yang cukup banyak tetapi ular itu belum sedikitpun tergores" ucap Pete dengan geram. Zhang Xiuhuan mulai lengah karena ia kelelahan sehingga ia tidak menyadari serangan dari ekor ular itu yang berada dibelakangnya.
"Xiuhuan dibelakangmu!" teriak Xu Lian.
__ADS_1
Zhang Xiuhuan belum siap menerima serangan sehingga ia tidak sempat menghindar ataupun menangkis, tetapi sebelum ekor ular itu menghantam tubuh Zhang Xiuhuan, puluhan kapak terbang dari atas langit dan menyerang ular siluman itu.