
Setelah Xu Lian menunggu beberapa lama, akhirnya namanya disebut juga. Tetapi ia terkejut jika lawannya adalah saudari tirinya sendiri.
"Selanjutnya Xu Lian dan Xu Jiao" ucap Xiao Tian dari atas panggung.
Xu Lian yang mendengar namanya dipanggil segera naik keatas panggung begitu juga dengan Xu Jiao dengan anggun ia naik keatas panggung.
"Akan aku pastikan jika kau akan kalah" ucap Xu Jiao sombong. Xu Lian hanya tertawa pelan mendengar ucapan Xu Jiao.
"Aku yang akan pastikan dirimu yang akan dipermalukan disini" pikir Xu Lian.
Xu Jiao mengambil kedua pedangnya dari atas punggungnya dengan warna biru muda dan ukiran bunga teratai pada genggaman pedangnya. Xu Lian bersiap untuk menerima serangan dari Xu Jiao yang bergerak kearahnya, Xu Jiao menyerang Xu Lian dengan satu pedangnya dan ketika Xu Lian menahan pedangnya Xu Jiao menyerang kembali Xu Lian dengan pedang yang lainnya. Xu Lian yang tersudut dengan serangan Xu Jiao segera melompat kearah belakang untuk menghindari serangan Xu Jiao.
Xu Jiao tidak berhenti disitu, ia menyerang kembali Xu Lian dengan kecepatan tinggi. Xu Lian yang menerima serangan mendadak Xu Jiao, harus berada dalam posisi bertahan dan Xu Lian mencoba mencari celah serangan Xu Jiao.
"Perisai bola tempur!" Xu Jiao meneriaki jurus yang ia gunakan ketika Xu Lian ingin menyerangnya.
Brughhh...
Xu Lian termundur beberapa langkah kebelakang karena jurus yang dikeluarkan oleh Xu Jiao.
"Hanya segitu saja? dasar gadis tidak berguna!" teriak Xu Jiao.
Xu Lian hanya tersenyum menanggapinya, kini ia akan lebih fokus. Xu Lian segera menyerang kearah Xu Jiao dengan kecepatan tinggi, ia berusaha menyerang Xu Jiao dan mencari celah.
Xu Jiao dengan mudah menerima serangan dari Xu Lian, tetapi semakin ia lama bertukar jurus dengan Xu Lian maka semakin sedikit tenaga dalam yang tersisa.
"Sebenarnya berapa jumlah tenaga dalamnya? kenapa ia tidak terlihat kelelahan" pikir Xu Jioa. Xu Jiao sudah kehilangan banyak tenaga dalam, apalagi ketika ia mengeluarkan jurusnya.
Xu Lian yang melihat konsentrasi Xu Jiao mulai terpecah karena ia kelelahan mulai menemukan celah pada serangan Xu Jiao.
Srett...
Xu Lian menyerang bagian belakang Xu Jiao yang membuat bajunya tersobek besar, tidak berhenti disitu Xu Lian menyerang kembali Xu Jiao dibagian depan. Baju Xu Jiao sobek besar dibagian belakang dan tubuhnya sehingga memperlihatkan tubuh indahnya.
"Wahh indah sekali"
__ADS_1
"Tubuh impian"
"Putri Xu jiao rupanya memiliki tubuh yang indah"
Para penonton tercengang, apalagi para penonton pria yang mulai berpikiran kemana-mana.
Xu Yong dan Xu Li yang melihat adik tirinya dipermalukan diatas panggung segera naik keatas panggung untuk membantunya.
"Meimei pakai jubah ini" Xu Li memakaikan jubah kepada Xu Jiao untuk menutupi tubuhnya yang terbuka.
"Dasar kau gadis sialan beraninya kau mempermalukan adikku!" Xu Yong mengangkat pedangnya kearah Xu Lian.
"Apa maksudmu mempermalukan aku hanya menyerangnya, dan aku tidak tahu jika seranganku membuat bajunya sobek" ucap Xu Lian enteng.
"Sialan kau" Xu Yong bersiap untuk menyerang Xu Lian.
"BERHENTI!!" Xu Yong menghentikan langkahnya ketika Xu Kong berteriak.
Xu Kong melompat kearena panggung dengan cepat sehingga membuat retakan yang besar pada panggung yang ia injak.
Xu Kong segera berjalan kearah istana dan diikuti Xu Lian dari belakangnya.
"Katakan padaku yang sejujurnya!" Xu Kong memulai pembicaraannya dengan Xu Lian ketika mereka sudah berada di dalam ruangan pertemuan istana.
"Dari mana kau belajar beladiri!" Xu Lian terdiam, dia menundukan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa.
"KATAKAN!" Xu Kong yang geram melihat Xu Lian hanya terdiam akhirnya berteriak dengan keras.
"Aku belajar sendiri" ucap Xu Lian dengan pelan tetapi masih bisa didengar oleh Xu Kong.
"Belajar sendiri?" Xu Kong mengerutkan keningnya heran.
Xu Lian hanya menganggukan kepalanya lemah.
"Aku tidak percaya jika kau belajar sendiri dengan jurus yang bahkan aku tidak ketahui berasal dari mana. Apakah kau belajar aliran hitam?" tanya Xu Kong dengan tajam.
__ADS_1
Xu Lian tersentak mendengar ucapan ayahnya.
"Tidak... aku tidak belajar aliran hitam. Sungguh Kaisar aku belajar sendiri"
"Tidak usah membela diri lagi, kau pasti belajar aliran hitam bahkan gaya bertarungmu tidak bisa dikatakan dari aliran putih" Xu Lian tidak bisa berkata apapun dia hanya bisa menundukan kepalanya dalam.
"Kau tahu apa hukuman bagi orang yang mempelajari aliran hitam" Xu Lian masih tidak menjawab.
"Dibunuh atau diasingkan dari istana" Xu Lian terkejut mendengar ucapan dari Xu Kong.
"Kenapa kau tidak pernah mempercayaiku" Xu Lian tidak bisa menahan tangisnya.
"Apakah karena aku anak pembawa kutukan! tetapi apa salahnya jika aku belajar beladiri" ucap Xu Lian kembali.
"Cukup! kau tidak tahu yang sebenarnya!"
"Yang sebenarnya apa?, Seorang gadis yang lahir dengan pengorbanan nyawa ibunya tetapi gadis itu dinyatakan sebagai kutukan. Benar begitu?" ucap Xu Lian lirih.
"Sebaiknya kau segera cepat pergi dari kerajaan ini. Jika tidak semua orang dari aliran putih akan memburumu untuk dibunuh" hati Xu Kong bergetar lirih mendengar ucapannya sendiri.
Xu Lian terdiam. Ia tidak mempunyai pilihan lain selain pergi dari istana.
"Ayah, aku mencintaimu" untuk pertama kalinya Xu Lian memanggil Xu Kong dengan sebutan ayah. Xu Lian berjalan keluar istana dan pergi menuju paviliumnya.
Xu Kong melihat kepergian putri bungsunya, tidak terasa air mata mengalir dari matanya. Ia tidak bergerak dari tempat ia berdiri, ia merenungi semuanya dari Xu Lian lahir sampai sekarang.
"Aku tidak tahu ini kesalahan atau kebenaran".
***
Zhang Xiuhuan sedari tadi menahan amarah, ketika melihat Xu Yong yang mengarahkan pedangnya kepada Xu Lian, tetapi Pete selalu menghalanginya untuk membantu Xu Lian.
Zhang Xiuhuan yang melihat Xu Lian pergi dengan seorang kakek tua berinisiatif mengikutinya. Zhang Xiuhuan pergi mengikuti Xu Lian dari belakang dan ketika Xu Lian masuk kedalam istana, Zhang Xiuhuan memilih pergi keatas atap istana untuk berjaga-jaga. Zhang Xiuhuan hanya bisa menunggu diluar, ia tidak tahu apa yang terjadi didalam. Dan ketika ia melihat Xu Lian yang keluar dari dalam istana segera mengikutinya.
Zhang Xiuhuan menghentikan langkahnya, ketika melihat Xu Lian terdiam didepan paviliumnya. Zhang Xiuhuan bisa melihat kedua bahu Xu Lian bergetar dan selang beberapa detik ia bisa mendengar jika Xu Lian sedang manangis.
__ADS_1
Zhang Xiuhuan tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia segera berlari kearah Xu Lian dan memeluknya.