
Xu Lian terkejut ketika ada seeorang yang memeluknya dari belakang. Xu Lian memberontak untuk melepaskan diri.
"Kauu..." Xu Lian membalik badannya dan melihat Zhang Xiuhuan sudah ada dihadapannya.
Sebelum mengucapkan sesuatu, Zhang Xiuhuan sudah ditarik paksa oleh Xu Lian untuk masuk kedalam paviliumnya. Xu Lian tidak ingin ada orang yang melihatnya berdua dengan orang asing bahkan bisa dibilang seorang penyusup.
"Sedang apa kau mengikutiku?" tanya Xu Lian kepada Zhang Xiuhuan ketika mereka sudah berada didalam pavilium.
"Kenapa kau menangis?" Xu Lian geram karena Zhang Xiuhuan malah bertanya balik.
"Itu bukan urusanmu! sebaiknya kau harus pergi dari istana ini!" setelah berkata Xu Lian menghampiri lemarinya dan mengambil selembar kain cukup besar, dan menaruh pakaian-pakaian yang ingin dia bawa.
"Kenapa kau mengemas pakaianmu? kau ingin pergi dari sini? tapi kenapa?" Xu Lian tidak menghiraukan pertanyaan dari Zhang Xiuhuan, ia terus saja melanjutkan mengemas pakaiannya.
Ketika Xu Lian selesai mengemas pakaiannya, terdengar suara ketukan dari luar pintu.
"Tuan putri, apakah anda ada didalam" Jingmi merasa khawatir dengan kondisi Xu Lian, ketika Xu Lian pergi dengan Kaisar Xu Kong.
"Masuklah" Jingmi membuka pintu setelah Zhang Xiuhuan pergi bersembunyi lewat dari jendela.
"Tuan putri kau tidak apa a.... kenapa kau mengemas pakaianmu? apa yang terjadi?" Jingmi menghampiri Xu Lian dengan heran.
"Maafkan aku Jingmi, aku harus pergi dari istana sekarang juga!" Jingmi tersentak kaget mendengar penjelasan Xu Lian.
"Tuan putri, anda tidak seriuskan?" Jingmi tidak kuasa menahan air matanya.
"Jingmi ini demi kebaikan kita berdua, aku berjanji akan menemuimu kembali, jika aku sudah memiliki kemampuan yang hebat"
"Tapi bagaimana denganku, aku akan sendiri disini"
"Tenang saja, disini masih banyak pelayan yang lainnya. Dan aku juga bukan pergi untuk selama-lamanya, percayalah aku akan kembali lagi" Xu Lian memeluk Jingmi dengan erat. Sungguh ia sangat berat meninggalkan Jingmi tetapi ia tidak memiliki pilihan lagi. Xu Lian melepaskan pelukannya dan mengambil pakaiannya yang telah dikemas.
"Aku pamit" Xu Lian keluar dari paviliumnya dan segera bergerak cepat meninggalkan istana dengan cara melompat dari tembok istana.
Xu Lian terus berlari dengan bantuan meringankan tubuh yang ia miliki tanpa tujuan.
"Kenapa kau masih mengikutiku?" Xu Lian berhenti disalah satu pohon karena ia merasakan Zhang Xiuhuan mengikutinya.
"Aku tidak akan membiarkan kau pergi sendiri" ucap Zhang Xiuhuan ketika ia sudah berada disamping Xu Lian.
"Kau tidak usah perduli padaku lagi, sebaiknya kau pulang saja!"
__ADS_1
"Aku tidak punya rumah" Xu Lian tidak menghiraukan ucapan Zhang Xiuhuan, ia melanjutkan perjalanannya.
"Hey kau mau tau sebuah kebenaran" ucap Zhang Xiuhuan ketika ia berlari disamping Xu Lian. Xu Lian yang mendengar ucapan Zhang Xiuhuan menengok kearahnya.
"Kebenaran apa maksudmu?" tanya Xu Lian masih dalam posisi berlari.
"Tentang hidupmu"
Xu Lian menghentikan langkahnya, dan menatap kearah Zhang Xiuhuan dengan serius.
"Kau tahu apa tentang hidupku?" Xu Lian mengerutkan keningnya.
"Aku akan beritahu nanti, sebaiknya kita harus mencari tempat berteduh saat ini langit gelap sekali seperti akan hujan" Xu Lian tidak ada pilihan lain selain mengikuti Zhang Xiuhuan mencari tempat berteduh.
***
Jendral Wang menggeram marah, ketika ia mengetahui jika Xu Lian pergi dari istana.
"Sial, bagaimana ini dengan rencanaku sejak dulu akan hancur berantakan!"
"Kau yang lalai untuk hal ini" ucap jubah putih.
Jendral Wang adalah jendral tertinggi dan tangan kanan kaisar Xu Kong. Ia sebenarnya memiliki ambisi yang besar yaitu ia ingin menjadi kaisar kerajaan Wei dengan menggeser kekuasaan Xu Kong.
Dari itu Jendral Wang ingin memanfaatkan keadaan untuk menjadikannya sebuah senjata yang besar. Tetapi rencana yang telah ia rancang sejak dulu harus hancur karena kepergian Xu Lian.
"Sebaiknya kau menghancurkan senjatamu itu dari pada senjatamu akan melawan tuannya sendiri" ucap jubah putih dengan serius.
"Tapi" Jendral Wang masih ragu dengan pendapat dari jubah putih.
"Wang tidak lama lagi dia akan mengetahui kebenaran yang sebenarnya"
"Maksudmu?" Jendral Wang mengerutkan keningnya bingung.
"Kau ingat pria bertopeng waktu itu, sepertinya dia berpihak kepada gadis itu. Aku tidak yakin dengan pendapatku jika pria itu adalah 'Topeng Raja Iblis'" Jendral Wang terdiam merenungi ucapan jubah putih.
"Kau benar juga, aku saja sempat berpikiran seperti itu" Jendral Wang mengusap wajahnya dengan kasar.
"Sudah tidak ada pilihan lain Wang selain kita harus membunuhnya"
"Baiklah aku akan membunuhnya. Prajurit!"
__ADS_1
Seorang pengawal mamasuki ruangan Jendral Wang dengan berpakaian lengkap dan membawa senjata ditangannya.
"Iya yang mulia"
"Siapkan puluhan pembunuh bayaran terbaik di kerajaan ini!"
"Siap yang mulia".
***
Xu Lian duduk didepan sebuah api unggun yang telah Zhang Xiuhuan buat. Xu Lian dan Zhang Xiuhuan beristirahat disebuah gua yang tidak sengaja Zhang Xiuhuan temukan.
"Sebenarnya kau siapa? kenapa kau mengetahui tentangku?" tanya Xu Lian bingung.
"Sebenarnya aku adalah 'Topeng Raja Iblis' tetapi nama asliku tetap Zhang Xiuhuan" Zhang Xiuhuan terkejut melihat reaksi Xu Lian yang biasa saja, biasanya orang yang mendengar namanya akan ketakutan bahkan berhadapan langsung dengannya.
"Kukira 'Topeng Raja Iblis' adalah pendekar yang kuat dan gagah tetapi kenapa pendekar gila sepertimu" Zhang Xiuhuan ingin sekali memukul kepala gadis dihadapannya.
"Aku tidak gila tahu!" ucap Zhang Xiuhuan kesal.
"Iya iya, tapi dari mana kau tahu tentangku?"
"Sebenarnya aku adalah Pangeran Mahkota dari kerajaan Beiping tetapi aku lahir dengan tidak normal"
"Apa maksudmu tidak normal? bisakah kau cerita yang jelas" Xu Lian mulai penasarn dengan identitas Zhang Xiuhuan.
"Aku lahir dengan ditubuhku ada seorang iblis bodoh!" Pete yang awalnya tidak ingin ikut andil dalam percapan ini menjadi geram ketika Zhang Xiuhuan memanggilnya bodoh.
"Hey bocah sialan berani sekali kau memanggilku bodoh" teriak Pete dalam pikiran Zhang Xiuhuan.
"Kau memang bodohkan?" ucap Zhang Xiuhuan. Xu Lian merasa merinding melihat Zhang Xiuhuan berbicara sendiri, ingin sekali Xu Lian kabur dari sini tetapi diluar gua sedang hujan.
"Ehh maaf aku tidak bermaksud menakutimu, aku sedang berbicara dengan iblis bodoh ini" Zhang Xiuhuan tidak menghiraukan teriakan Pete yang tidak terima karena Zhang Xiuhuan memanggilnya bodoh.
"Sebenarnya aku mengetahui tentangmu dari iblis yang ada didalam tubuhku" Zhang Xiuhuan melanjutkan ceritanya kembali dan Xu Lian bisa tenang dan mendengarkannya dengan fokus.
"Kau tahu tanda ditubuhmu itu bukanlah sebuah kutukan"
"Apa maksudmu?" tanya Xu Lian heran.
"Tanda itu bukanlah sebuah kutukan tetapi sebuah segel!" ucap Zhang Xiuhuan serius.
__ADS_1
"Segel?"