
"Bukankah kau yang awalnya bermain-main? Bermain dengan hati sahabatku Hah?! Tak usah mencarinya lagi ! Dia tidak lagi membutuhkanmu oh mungkin lebih tepatnya dia tak pernah membutuhkan pria sepertimu!" Tanpa menunggu respon dari Bima, Flora pun langsung melesat pergi meninggalkan Bima disana.
Benarkah Bella tak lagi membutuhkanku?
Dan sekarang Bima memohon agar tuhan membuat Bella kembali ke sisinya. Bolehkah aku berharap? Apakah permohonan ini terlalu egois, setelah ia sudah menyakiti perasaan istrinya?
Perusahaan Wijaya. (Milik keluarga Wijaya)
"Tuan Besok adalah hari terakhir dari persidangan untuk perceraian anda dengan Nyonya Bella!" Ucap salah satu bawahnya
Mendengar berita itu seperti ada sebuah batu besar yang menghantam kepalanya membuat Bima pusing untuk beberapa saat.
"A apa kau bercanda, Kenapa bisa secepat ini!" Ujar Bima menggeram marah
"Itu karna kuasa keluarga Lemos Tuan!"
"Kurang ajar!" Bima mengebrak mejanya hingga membuat berkas-berkas Penting di atas mejanya berhamburan
Bima lupa jika keluarga besar Lemos pasti tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan berlomba-lomba mempercepat proses perceraiannya dengan Bella
"Apa Bella akan hadir?" Bima sambil memijit pelipisnya frustasi
"Kemungkinan besar Nyonya Bella tidak akan hadir tuan!" Mendengar jawaban dari bawahannya seketika itu pula membuat Bima ingin sekali membalikkan meja kerjanya untuk meluapkan segala emosinya
"Apa kau sudah mendapatkan informasi dimana Bella sekarang?" Tanya Bima lagi mencoba mereda amarahnya
"Ti tidak Tuan, Keluarga Lemos sangat lihai menyembunyikan Nyonya Bella hingga membuat semua mata-mata yang kita kirim tidak bisa mendapatkan apa-apa.
"Sial!" Teriak Bima murka
Perusahaan Allison. (Milik Alex sendiri)
"Bagaimana perkembangannya selama dia disana?" Tanya Alex kepada seseorang di telpon
"Nona Bella, Baik-baik saja tuan dan nona Bella juga sudah berhasil mengembangkan kembali perusahaan itu hanya dalam waktu setengah bulan!" Ucapan bawahannya itu mengundang Senyum kecil dari Alex
"Aku tau, Wanita ku sangat pintar!" Ujarnya Bangga
"Tuan tidak mau menemui Nona disini?" Perkataan itu membuat Alex Memandang lembut foto Bella yang ia pasang di atas mejanya, disana Bella tersenyum lembut dengan Rambut panjangnya yang tergerai indah membuat tampilannya sangat anggun dan cantik.
"Belum Waktunya!" Ujarnya dan iapun menutup telponnya
__ADS_1
Alex sangat ingin menemui Bella, sudah sangat lama ia tidak menyentuh kulit halus wanitanya, terakhir kali mereka bertemu saat berada di rumah keluarga Graham serta di apartemennya dan setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi sampai sekarang.
Ia sangat ingin berlari pergi ke tempat Bella hanya untuk memeluknya, menciumnya dan melakukan hal-hal yang menyenangkan menurutnya karna sudah sangat lama ia menahan rasa rindunya ini.
Namun ia harus bersabar, karena jika ia bergerak sekarang, Keluarga Lemos pasti akan tau jika hancurnya rumah tangga Bella ada sangkut pautnya dengan dirinya, Dia tidak mau bermusuhan dengan calon mertua dan kakak iparnya kan.
Ia harus bersabar, Yah tinggal beberapa hari lagi, setelah itu terjadi ia berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan langsung pergi menemui keluarga Lemos.
Belanda Kota Borger.
Cafe Boya.
09:38 Pagi.
Suasana yang indah dan nyaman membuat Bella tersenyum kecil, Ia menyeruput Kopinya dengan elegan, ia Seperti berada di dunia dongen.
Tidak ada lagi kesedihan, ia tidak perlu lagi merasakan sakit hati karna di acuhkan oleh suaminya dan ia juga tidak perlu bertemu lagi dengan laki-laki suram itu (Alex).
Lihat Betapa indahnya kota ini, ia senang karena dengan berada disini ia seperti berada di dekat ibunya, seakan-akan di atas sana ibunya selalu mengawasinya.
"Nona Bella selamat karna Nona sudah membuat Perusahaan Flores kembali seperti semula!" Ujar seseorang membuyarkan lamunanku
"Ah, Itu bukan karna aku saja Luna, Kau pun turut ikut adil dalam perkembangan perusahaan!"
"Pesanan Anda sudah datang!" Ujar Pelayan mengantar Makanan Bella dan Luna
"Terimakasih!" Ujarnya dan Pelayan itupun pergi
Entah kenapa melihat makanan yang ada di depannya membuat Bella sangat mual, Iapun dengan cepat berlari ke arah toilet yang ada disana.
"Loh, Nona!" Panggil Luna Khawatir
"Ada apa denganku, Apa aku sakit!" Batin Bella setelah memuntahkan isi perutnya
"Nona, Apa nona tidak apa-apa!" Ujar Luna Khawatir
"Tidak, tidak apa-apa Luna ayo kita kembali ke temp!"
BRAK
Belum selesai Bella menyelesaikan Ucapannya iapun pingsan hingga membuat Luna teriak Histeris.
"Ya ampun Nona, Tolong siapa pun disana tolong kami!"
__ADS_1
Rumah Sakit
Academisch Medisch Centrum.
"Pasien, tidak apa-apa dia hanya terlalu kelelahan, itu wajar saja buat ibu hamil jika terlalu kelelahan ia akan pingsan!" Ujar Dokter tersebut membuat Luna kaget setengah mati
"A apa do dokter, Nona Hamil!" Teriak Luna memastikan kembali siapa tau tadi dia hanya salah dengar
"Iya benar, Pasien sekarang sedang hamil dan sekarang kehamilannya sudah memasuki usia Dua Minggu lebih!"
"Ba baik, Te terimakasih dokter!" Balas Luna berterimakasih
Luna tau jika Bella sudah memiliki suami dan ia juga tau jika dalam hitungan hari Nona nya akan resmi bercerai, namun yang membuatnya kaget adalah bagaimana kehidupan Nona Nya nanti jika ia benar-benar bercerai karna bukan hal yang mudah membesarkan anak sendirikan?!.
"No nona!" Ujar Luna memasuki Kamar
"Berapa Minggu?" Tanya Bella santai
"Nona Su sudah tau?" Ujar Luna kaget "Aku sedikit mendengar apa yang dokter bilang tadi!" Bella tersenyum
"Jadi Sudah berapa bulan?" Ujarnya mengelus lembut perutnya
"Dua Minggu lebih Nona!" Ujar Luna ikut bahagia saat ia melihat wajah bahagia yang ditunjukkan Bella
"Benarkah? Syukurlah aku tidak terlambat mengetahuinya!" Leganya
"Tapi Luna aku mau minta sesuatu kepada mu!" Meraih tangan Luna
"Apa itu Nona!"
"Tolong rahasia ini dari orang-orang Khususnya dari keluarga Lemos!"
"Ke kenapa Nona, Bukankah lebih baik kita memberitahukan kepada orang-orang jika Anda hamil!" Ujar Luna bingung
"Aku tidak mau hal ini membuat kami batal bercerai!" Bella memandang sendu langit-langit kamar Karna Hari ini adalah hari dimana keputusan pengadilan ditetapkan.
"Ta tapi Nona!" Belum Sempat Luna membantah Bella sudah lebih dulu menyelanya
"Bisakah kau, membelikan ku makanan Luna? aku sedikit merasa lapar!" Ujarnya dengan tersenyum lembut
"Ba baiklah Nona!" Setelah Luna pergi meninggalkan Ruangannya kini Bella hanya mengelus perutnya pelan dengan tatapan matanya yang berubah sendu
"Aku tidak mungkin, mengungkapkan jika aku sedang hamil, Karna aku tau persis siapa ayah dari bayiku!" Batinnya sedih
__ADS_1