Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Hari Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan cepat dan tidak terasa hari pernikahan Bella Dan Alex pun datang.


"Sayang apa kau sudah siap?" Tanya Alex memasuki ruang pengantin Wanita


"Tck, Alex kau tidak boleh masuk kesini!" Ujar Bella kesal saat melihat calon suaminya itu yang tiba-tiba saja masuk kedalam Ruangannya.


"Ayolah aku datang hanya sebentar,, aku mau melihat wajahmu agar aku bisa!" Ucapan dan langkah Alex yang mau memasuki ruangan itu tiba-tiba berhenti saat Suara Addison dan Abian terdengar.


"Kau mau kemana adik kecil!" Ujar Addison berjalan mendekati Alex


"Kau tidak diperbolehkan menemui Bella sekarang!" Ujar Addison menarik Alex pergi dari sana di ikuti oleh Abian hingga membuat Alex menyumpahi kedua orang itu


"Apa kau sudah siap nak?" Ujar Mahendra yang baru saja tiba, tadi Mahendra melihat Alex yang di seret paksa oleh Addison dan Abian membuat ia terkekeh pelan


"Mungkin kali ini aku tidak salah pilih menantu!" Batin Mahendra saat mengetahui cinta Alex yang sangat besar untuk putrinya


"Sudah ayah!" Ujar Bella tersenyum kearah ayahnya


"Kau sangat cantik sayang, Persis seperti ibumu!" Ujarnya tersenyum lembut


Di ruangan yang sudah didekorasi dengan sangat indah itu kini terlihat banyak sekali tamu yang datang, Seperti waktu pertunangan mereka dulu orang-orang penting semuanya datang kesana hanya untuk mengucapkan selamat untuk Kedua keluarga besar itu karna sudah menjadi keluarga.


Di depan sana kini ada Alexander yang berdiri tegap menunggu Calon istrinya yang belum juga datang, Hingga beberapa menit kemudian Pintu pun Terbuka, membuat semua Orang disana memfokuskan diri mereka kearah pintu itu.


Disana Bella Memakai gaun pengantin warna putih dengan mahkota cantik yang menghiasi rambut yang di sanggul membuat leher jenjangnya terlihat hingga membuat penampilannya menjadi sangat cantik dan anggun secara bersamaan.


Orang-orang disana ternganga melihat kecantikan Bella yang seperti Dewi itu, Banyak pria dewasa yang kesal karna mereka terlalu cepat dilahirkan hingga membuat mereka tidak bisa menikahi Bella Saphira Lemos,,


Banyak juga anak muda yang menyalahkan diri mereka karna terlambat dilahirkan hingga membuat mereka tidak cocok kalo disandingkan dengan Putri keluarga Lemos.


Bahkan bukan hanya mereka saja yang menyalahkan diri mereka sendiri Pria-pria Bujang yang belum menikah pun merasa kesal pada diri mereka karna terlambat bergerak untuk mendapatkan si cantik Bella Saphira Lemos.


Namun percuma saja jika mereka menyesali atau menyalahkan diri mereka sendiri, karna walaupun mereka berusaha semaksimal mungkin.

__ADS_1


Bella Saphira, akan tetap menjadi milik Alexander Graham.



"Cantik, Kau sangat cantik sayang!" Ujar Alex mencium tangan Bella yang sudah ada di genggamnya hingga membuat orang-orang disana iri


Dan Upacara pernikahan pun terjadi dengan sangat hikmah.


"Baiklah, Pengantin Pria boleh mencium pengantin wanitanya!" Ujar pendeta, Dan Alex pun dengan lembut mendekatkan wajahnya kearah Bella Hingga teriakan para tamu mengiringi ciuman lembut yang Alex berikan ke pada Bella


Apartemen Alex. 12:30 malam


"Akhirnya kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri!" Ujar Alex yang sedang duduk di tepi tempat tidur, memandangi punggung Bella yang sedang duduk di depan kaca menghapus riasannya


"Iya!" Balas Bella tersenyum lembut melihat pantulan suaminya di dalam kaca.


"Sayang sekali, Kita tidak bisa melakukan malam pertama kita!" Keluh Alex saat ia tidak boleh meniduri istrinya karna sekarang Bella sedang hamil muda.


Kata dokter istrinya sudah memasuki kehamilan dua bulan dan mungkin satu dua Minggu lagi istrinya akan mengalami kehamilan Trisemester pertama, begitu yang ia ingat.


"Alex, bisakah kau menurunkan resleting gaun ku? tanganku tidak sampai!" Ujar Bella masih mencoba meraih resleting di belang punggungnya.


Alex pun dengan cepat berjalan mendekati Bella untuk menurunkan resleting gaun itu, Dan Alex harus benar-benar menahan dirinya agar tidak menerkam istrinya saat ia melihat punggung mulus Bella yang sangat mengiurkan.


"Sudah!" Ujar Alex berbalik pergi berjalan cepat kearah kamar mandi


"Aku harus mendinginkan diriku!" Batin Alex, Melihat Alex yang berjalan masuk kedalam kamar mandi membuat Bella mengernyitkan bingung.


"Apa dia sedang sakit perut!" Batin Bella melanjutkan melepas gaunnya.


Keesokan harinya. 08:45 pagi


"Bagaimana kita berangkat sekarang?" Tanya Alex saat melihat Bella yang sudah memasukan semua bekal makanan kedalam keranjang pikniknya

__ADS_1


Hari ini mereka akan berpiknik ke Taman, itu adalah ide yang Bella ucapkan tadi malam sebelum mereka tertidur.


"Alex?" Tanya Bella yang sudah berada di dalam pelukan suaminya


"Hm!"


"Besok kita pergi piknik, Bagaimana?" Tanya Bella berharap membuat Alex yang tadinya menutup mata, membuka kembali matanya.


"Kau ingin piknik?" Alex bisa merasakan jika di dadanya sekarang Bella sedang mengangguk cepat


"Baiklah, kita pergi besok!" Ujar Alex membuat Bella tersenyum senang


"Terimakasih Alex!"


Dan disinilah mereka sekarang duduk di bawah pohon dengan beralaskan Tikar yang mereka bawa tadi, dengan posisi Bella yang duduk sambil membaca buku dan juga ada Alex yang tertidur di pangkuannya.


Untuk pertama kalinya, Alex dapat tidur dengan nyenyak. Dirinya bahkan mungkin tidak pernah bermimpi soal ini.


Kepalanya berada di paha Bella, dia juga tenggelam di perut Putri bungsu keluarga Lemos yang sudah sedikit buncit itu.


Bahkan dirinya tidak bisa menahan seringai nya ketika tangan Bella juga mengelus lembut rambut hitamnya. Ia merasa nyaman seperti ini hanya pada dua orang dalam hidupnya yang mampu membuat Alex nyaman dalam posisi seperti ini. Pertama ibunya (Revalina Graham), dan yang kedua adalah di pangkuan istrinya (Bella Saphira Lemos).


"Kau tidak lapar?" Tanya Alex akhirnya, setelah cukup lama mereka hanya berdiam


"Belum, kau lapar?" tanya Bella balik.


"Tidak juga, aku sedang nyaman seperti ini. Biarkan aku tidur sebentar." Ujar Alex menaruh telapak tangannya di perut Bella


Bella mengangguk, dan dengan jawaban itu Alex segera menutup matanya senang dan dengan cepat iapun menghadapkan wajahnya kearah perut istrinya, tertidur sambil berhadapan dengan perut Bella sangat menyenangkan.


Di area taman itu. Di bawah pohon inilah biasanya Bella menyendiri dulu, membaca buku, atau sekadar untuk melepaskan penat setelah pulang sekolah.


Dirinya agak rindu saat seperti ini, di mana hanya ada suara desiran angin, suara gemuruh yang saling bergesek, dan keteduhan saat ia berlindung dari sengatan matahari.

__ADS_1


setelah beberapa menit kemudian Tiba-tiba Alex bangun dari tidurnya.


"Ayo kita pergi ke restoran depan sana!" Ujar Alex mengajak Bella pergi,, karna tadi dia mendengar perut istrinya ini sedikit bersuara jadi dia pikir mungkin Bella dan anaknya sedang lapar.


__ADS_2