
"Apa anda keluarganya? Mohon tunggu." Seorang suster memegangi Amelia, menahan gadis itu untuk masuk.
"Lakukan operasi!" Teriak sang Dokter di dalam sana.
"Anda harus menandatangani surat operasinya, nona." lanjut suster tadi. Lalu Amelia hanya mengangguk mengikuti si suster.
"Bos!" Sekretarisnya sudah berada di depan Alex, ia melihat Bosnya itu mematung.
"Saya yakin Istri anda sedang di suatu tempat dan selamat "
Alex menatap kosong Sekertaris nya itu "Ini salahku, seharusnya aku membawanya ke mana pun."
"Ini bukan waktunya untuk menyesal! Ini memang kecelakaan yang sangat mengerikan! Tapi anda harus hidup! Kita harus yakin kalau istri anda juga selamat! Anda harus hidup!"
Rumah sakit pusat kota.
Bella masih terlelap, efek obat bius total masih mempengaruhi Bella, Lebih dari setengah jam Bella berada di ruang operasi, dan semuanya berjalan baik. amelia menghela nafas syukur.
Melihat Bella di ruangannya seorang diri membuat Amelia kasihan. Ia bertanya-tanya bagaimana kabar Alex, Apa pria itu sedang mencari Bella? Karna Amelia yakin kabar meledaknya taman itu pasti sudah di dengar oleh Alex, Memastikan Amelia menghubungi ponsel si pria.
Alex termenung, ia memandangi wallpaper ponselnya yang berupa sosok Bella dengan perut buncitnya.
"Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan anak kita?"
Alex tampak melankolis. Ia bersedih, ia belum menemukan kabar sang istri.
Lalu mendadak sebuah panggilan masuk dari Amelia masuk. Alex mendengus, gadis itu selalu saja mengganggunya di saat yang tepat.
"Halo."
"Alex, Kau di mana? Cepatlah ke rumah sakit pusat kota, Bella sudah melahirkan!"
Alex terperangah, ia gembira. "Aku ke sana sekarang!"
Mungkin ini untuk pertama kalinya, Alex mensyukuri akan keberadaan Amelia dalam hidupnya. Ia menyelamatkannya juga Bella. Ah, jangan lupakan anak mereka.
"Dia tampan seperti dirimu." Puji Amelia saat menemani Alex melihat bayinya yang mungil dalam inkubator.
"Anakmu laki-laki Alex, tapi karena dia lahir prematur dia harus dirawat dalam inkubator hingga beberapa lama. Dia juga harus menerima donor ASI, karena Bella masih belum memproduksinya dengan maksimal."
Alex hanya dapat mengangguk pelan mendengar penjelasan Amelia mengenai kondisi Putranya. Ia terharu, melihat betapa mungil dan tampannya sang Putra. Ia tertidur lelap.
"Bella baru saja siuman. Kau mau menengok?" Alex tersenyum.
"Tentu saja, terima kasih Amelia." Wajah Amelia memerah, membalas senyuman Alex singkat.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum seperti itu. Kau sangat bahagia mencintai Bella ya kan?" Alex mengangguk.
__ADS_1
"Tentu saja."
"Alex." Air mata Bella berlinang, melihat suami tercintanya berada di ambang pintu. Sedangkan Alex segera mendekat, memeluk tubuh Bella.
"Terima kasih Bella. terima kasih sudah melahirkan anak kita" Alex juga ikut menangis haru.
"Anak kita sangat tampan. Boleh kuberi nama Giorgino?" Bella tertawa dalam pelukan Alex.
"Tentu saja. Kau ayahnya. Kau sudah menemuinya? Aku bahkan belum melihatnya." Rajuk Bella
"Dia tampan sepertiku."
Amelia mendekat, ia tersenyum pada Bella yang masih berada di pelukan Alex
"Terima kasih, Amelia." Bella berucap sembari melepaskan pelukan Alex. Ia melebarkan tangannya untuk memeluk Amelia, yang di sambut oleh si model itu.
"Kau teman yang baik." dan Amelia hanya mengangguk.
"Kemari lah Amelia." Kini Alex lah yang menawarkan pelukan padanya. Yang tentu saja disambut bahagia oleh Amelia
"Maafkan aku selama ini, dan terima kasih."
Amelia menangis dalam pelukan Alex Mungkin ini memang pelukan terakhirnya.
"Kumohon, biarkan begini lebih lama."
Abian menghela nafas, memijit pangkal hidungnya setelah Alex menelpon. Ia berjalan menuju ruang kerja Ayahnya
"Ada apa?" Sambut Mahendra datar
"Ada kabar baik dan buruk, mau yang mana dulu Ayah?" Mahendra tampak tak tertarik.
"Buruk."
"Taman kota meledak dan di sana ada Bella."
"Apa?!" Mahendra langsung menggebrak meja marah.
"BAGAIMANA KAU BISA SETENANG ITU ABIAN?! BAGAIMANA DENGAN BELLA?!"
"Tenanglah ayah. Kabar baiknya mereka selamat."
Mahendra langsung mendudukkan tubuhnya lagi. Ia sudah sangat lemas karena kabar yang mengejutkan itu.
"Syukurlah!." Mahendra tak dapat membayangkan bila anak tersayangnya itu ikut pergi menyusul Istrinya.
"Kabar baik lainnya, anda sudah menjadi Kakek, Ayah. Bella melahirkan anak lelaki."
__ADS_1
"Benarkah? Di mana mereka?" Mahendra baru terlihat antusias sekarang.
"Rumah sakit dekat perbatasan kota"
04:34 Sore
"Cih, kenapa dia meng-copy semua wajah ayahnya itu?!" Mahendra tampak kesal, ada kerutan yang jelas di dahi lelaki tua itu.
Bella yang duduk di kursi roda tepat di samping ayahnya hanya tertawa kecil. Sedangkan Alex yang jelas-jelas disindir membuang muka jengah.
"Dia sangat kecil!" Abian juga ikut terpana akan sosok Seiya yang menatap mereka di seberang sana.
Mereka saling menimpali ketidak sukaan Mahendra di depan kaca ruang bayi. Terutama perdebatan Edgar yang membela putranya itu. Sedangkan Bella dan Alex hanya tertawa melihat keluarga mereka.
"Yah, meski begitu ia pasti memiliki sifat mu Bella ."
Bella, Alex, Addison, Abian, Revalina, dan Edgar ikut menghangat, membenarkan apa yang diucapkan Mahendra
"Kau bahagia, sayangku?" Kini Mahendra mengalihkan pandangannya pada Bella, Mencari jawaban yang paling jujur dari putri tercintanya.
"Tentu saja, Ayah. Tidak ada yang aku sesali!"
"Baguslah, Dan kau Alex! Kalau kau sakiti putriku seujung jari saja, Katana milik keluarga ku akan langsung melayang padamu!" Ancam Mahendra. Lalu pria tua itu pergi, disusul dengan Abian
Rumah pribadi milik Bima.
"Amelia?" Bima terkejut ketika sosok Amelia tengah berdiri di depan pintu apartemennya. Ia segera menghampiri.
"Ada apa?"
"Bella sudah melahirkan." Amelia tersenyum tipis.
"Anak lelaki itu mirip sekali dengan Alex, Lalu Bella dan Alex memelukku, meminta maaf dan terima kasih." Bima tersenyum, menarik Amelia dalam pelukannya.
"Kau sudah melakukan yang terbaik. Relakan mereka, oke?" Bima mengelus puncak kepala Amelia sayang.
"Bima, ayo kita ke Inggris. Ada kejutan untukmu Tapi berjanjilah, kau tidak akan pernah kembali ke sini
"Amelia mengeratkan pelukannya pada Bima
"Baiklah, kita memang harus memulai hidup baru kita."
Beberapa Minggu kemudian Bella sudah diperbolehkan oleh dokter untuk pulang, dan disinilah ia sekarang berbaring di samping putranya yang sedang menyusu.
Syukurlah setelah melakukan beberapa metode yang di sarankan oleh dokter, Asi Bella sekarang sudah bisa di konsumsi oleh bayi mungilnya, Yah walaupun bukan hanya Bayi mungilnya sih yang minum Asi, Bayi besarnya pun Sekarang sangat hobi meminum aslinya membuat Bella sangat kewalahan mengurusinya.
"Sayang apa kau tidak ingin pergi jalan-jalan?" Tanya Alex yang sedang duduk membaca buku di atas ranjang dan ada juga Bella di sebelahnya yang sedang menyusui Giorgino.
__ADS_1
ini Hari Minggu jadi Alex tidak akan pergi Ke kantor.