Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Mengantar pulang


__ADS_3

Bella menggelengkan kepalanya pelan saat ingatan itu terus berdatangan.


"Putriku hari ini akan bertunangan dengan anak dari sahabat ku ia dari keluarga Graham yaitu Alexander Graham!"


"Akhirnya kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri!"


"Iya!"


"Sayang sekali, Kita tidak bisa melakukan malam pertama kita!"


"Akh!" Rintih Bella saat kepalanya terasa sakit saat ingatan yang tidak ia ketahui itu terus saja menyerang otaknya. Hingga membuat kepalanya ingin pecah


"Hey, kau kenapa?" Ujar Alex memegangi Bella yang hampir terjatuh


"Alex."


"Terima kasih Bella. terima kasih sudah melahirkan anak kita"


"Anak kita sangat tampan. Boleh kuberi nama Giorgino?"


"Tentu saja. Kau ayahnya. Kau sudah menemuinya? Aku bahkan belum melihatnya."


"Dia tampan sepertiku."


"Alex!" Ujar Bella pelan sebelum ia pingsan hingga membuat Alex yang melihatnya dilanda kepanikan.


Dan Dengan Cepat Alex pun mengangkat Bella ke atas Ranjang dan tidak lupa pula ia menelpon Dokter pribadi nya.


"Ayah, Ibu kenapa? Ayah menindas ibu!" Ujar Gino menatap tajam ayahnya, Bagaimana tidak saat ia pulang dengan paman Glen tadi ia melihat Dokter keluar dari kamar Ayahnya dan saat ia masuk, ia malah melihat ibunya terbaring lemah di atas Kasur


"Tidak sayang, Ibu mu tadi hanya kelelahan saja!" Ujar Alex menenangkan


"Awas saja jika ayah membuat ibu sedih!" Ujar


"Sudahlah Gino, Ayo sekarang sudah waktunya kamu tidur!"


"Aku mau tidur bersama ibu!" Ujar Gino masuk kedalam selimut yang sama dengan Bella


"Untuk malam ini jangan yah, Nanti kau bisa mengganggu ibu yang sedang sakit!" Ujar Alex merauh Gino dan menggendongnya


"Humm Baiklah!" Ujar Gino sedih


07:01 Pagi


Bella mengerjakan matanya pelan, ia menyingkap selimut tebalnya untuk pergi menuju Kamar mandi.


"Kenapa Kunci kamar mandi ini macet!" Batin Bella saat ia ingin membuka Pintu kamar mandi itu namun tidak bisa, ia terus menarik pintu kamar mandi itu namun saat pintu itu masih tidak bisa ia buka, Bella pun berinisiatif untuk mencari toilet di luar kamar itu.

__ADS_1


"Rumah ini besar sekali!" Batin Bella pelan


"Toilet nya dimana!" Gumamnya terus saja berjalan, namun saat ia berjalan ia tertarik dengan sebuah kamar yang Bella yakini jika kamar itu adalah kamar tamu


"Ah kamar tamu! Pasti di dalamnya ada Toilet!" Ujar Bella pelan, dan tanpa menunggu waktu lama lagi iapun membuka kamar itu dengan sekali dorongan


Aaaaaaa


BRAK


Setelah teriakan yang menggelegar, Bella pun menutup pintu kamar itu dengan keras, Bagaimana tidak ia tadi baru saja melihat seorang pria yang hanya memakai handuk tanpa mengenakan baju hingga membuat Otot-otot perut pria itu terpampang jelas di matanya.


"Oh Tuhan, apa yang baru saja aku lihat!" Batin Bella dengan wajah yang memerah dan iapun dengan cepat berlari kembali ke arah kamar yang ia tempati tadi malam


BRAK


Ia membanting pintu kamarnya dan langsung memegangi dadanya yang terus saja menggila .


"Tidak, tidak, tidak Sadarkan dirimu Anastasya!" Ujar Bella menepuk-nepuk pipinya pelan


"Ibu!" Ujar Gino di depan Bella dengan Wajah bingung


"Ibu dari mana? Kenapa wajah ibu sangat merah?" Ujar Gino bingung


CEKLEK


"Pergilah ke kamar mandi, Tidak baik kamu terus menahannya!" Ujar Alex datar membuat Bella menunduk malu dan tanpa suara Bella pun berlenggang pergi.


"Sial, kenapa aku harus melihat pemandangan itu!" Gumam Bella pelan setelah ia sudah duduk di atas kloset


"Bagaimana, caranya aku bertemu dengannya nanti, pasti akan terasa sangat canggung!" Ujarnya menghela nafas


Setelah selesai dengan Toiletnya, Bella pun keluar dari kamar itu, dan setelah ia berada di luar balik pintu kamar tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia mencium aroma yang sangat enak.


"Enak sekali!" Ujar Bella berjalan ke asal aroma


"Kau sudah selesai?" Suara Bariton Alex membuat Bella tersadar


"Ayo makan!" Ujar Alex setelah menaruh sendok dan garpu di sisi piring


Bella pun berjalan ke arah meja makan, menurut dengan apa yang di ucapkan Alex tadi.


Di sela-sela makan pagi mereka tiba-tiba Bella mengeluarkan suaranya.


"I itu, Tu tuan Alex!" Ujar Bella membuat Alex yang sedang menyantap makanannya mengangkat kepalanya untuk melihat kearah Bella


"To tolong antarkan saya kembali ke Apartemen saya!" Ujar Bella membuat Alex terdiam

__ADS_1


"Sekarang kau masih!"


"Saya sudah baik-baik saja kok Alex!" Ucapan Spontan Bella membuat Alex tersenyum kecil sedangkan Bella langsung menundukkan kepalanya malu


"Baiklah, Nanti siang aku akan mengantar mu pulang!" Ujar Alex pelan membuat Senyuman mengembang di bibir Alena setelah itu iapun melanjutkan makannya.


12:23 Siang


Sekarang ketiga orang itu, Bella, Alex dan Giorgino sedang berdiri di depan pintu masuk Apartemen Bella.


"Terimakasih Tuan Alexander, karna anda sudah mengantar saya!" Ujar Bella membungkuk kan tubuhnya sopan


"Tidak bisakah kau merubah panggilan mu kepada ku Nona Anastasya?" Ujar Alex sedikit kesal


"Ah i itu, Maafkan!"


"Anastasya!" Suara seseorang memotong ucapan Bella


"Eh, Gavin?" Ujar Bella saat ia melihat Gavin yang sedang berjalan sambil membawa koper di tangan kirinya dan seorang anak kecil yang manis di tangan kanannya


"Isabella!" Ujar Bella senang


"Anastasya eonni!" Teriak Isabella berlari ke pelukan Bella dan pemandangan itu tidak luput dari kedua mata Besar Giorgino.


"Jangan Memeluk ibuku!" Ujar Gino melepas paksa Isabella dari pelukan Bella dan setelah pelukan itu terlepas iapun dengan cepat balik memeluk Ibunya.


Dan perkataan anak laki-laki itu membuat Gavin bingung dan terheran-heran.


"Tuan Gavin, Bolehkah kita bicara berdua saja?, ada sesuatu yang ingin saya Bicarakan!" Ujar Alex menatap Gavin dan Gavin pun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.


Cafe Lantai bawah Apartemen.


"Silahkan Tuan!" Ujar Salah satu pelayan menaruh dua kopi hitam di atas meja


"Terimakasih!" Ujar Gavin dan pelayan itupun pergi dari sana.


"Apakah anak laki-laki tadi, Adik dari tuan Alexander?" Ujarnya berbasa-basi


"Tidak!"


"Dia anak ku!" Lanjut Alex Membuat Gavin terkejut


"Ah benarkah? Saya kira Tuan masih lajang!" Ujar Gavin Lega, Sebenarnya tadi merasa sedikit cemburu saat melihat Alex dan Anastasya berdekatan, Namun sekarang ia bisa merasa lega saat mengetahui jika pria di depannya ini sudah memiliki istri.


"Pasti Istri Tuan Alexander adalah Orang yang sangat Hebat!" Ujar Gavin sambil menghirup kopinya.


"Hm!" Gumam Alex sambil merogoh saku dalam jasnya mengeluarkan selembar foto seseorang.

__ADS_1


"Dia istriku!" Ujar Alex menyodorkan foto itu di depan Gavin membuat Gavin terdiam kaku dengan apa yang ia lihat


__ADS_2