
"Itu adalah terakhir kali aku melihatmu!" Gumam Alex pelan setelah selesai mengingat kenangan masa kecilnya
"Dan setelah itu kau tidak pernah datang lagi Bella, Kau melupakanku!" Lanjutnya menahan amarah
07.30 Malam
Hari ini, adalah hari yang sangat membahagiakan buat Bella, karna Suaminya Bima akan meluangkan waktunya di rumah untuk bersama dengan dirinya.
"Apa Makanannya belum siap?" Bima menarik kursi untuk ia duduki
"Sudah kok!" Bella berjalan mendekati Bima dengan dua piring hidangan di tangannya
Sebelumnya sudah ada beberapa lauk yang ia bikin di atas meja makan, dan yang ia pegang adalah yang terakhir.
"Apa Makanannya tidak terlalu banyak untuk kita makan berdua?" Bima melihat banyak sekali hidangan yang mengunggah selera dihadapannya, Tidak di ragukan lagi jika Bella sangat pandai memasak
"A aku hanya terlalu senang, sampai tidak sadar lauk yang ku buat sudah banyak!" Bella dengan semburan merah dipipinya
"Baiklah, Selamat Makan!" Sebelum Bima menyuapkan Makanan ke mulutnya tiba-tiba suara deringan Telpon menghentikannya.
Amelia Calling.
"Ada apa Amel?" Bima heran karna saat Amelia menelponnya malam-malam, mendengar nama Amelia membuat hati Bella tiba-tiba tidak enak
"....!"
"Apa? kau tunggu aku sebentar, Jangan kemana-mana tetap di tempatmu!" Bima berdiri masih dengan handphone yang ia pegang di kupingnya berjalan kearah meja dengan cepat iapun mengambil kunci dan jaketnya tanpa melihat kearah Bella ia pergi begitu saja, Membuat Bella menatap kepergiannya dengan Hati yang sakit
Beberapa Menit kemudian Bella masih saja menatap masakannya yang masih belum di sentuh oleh suaminya tadi, hatinya sangat sakit saat Pria yang notabenenya adalah suaminya lebih mementingkan wanita lain dari pada bersama dirinya.
Lucu sekali beberapa menit yang lalu ia sangat bahagia karna ia akan bersama suaminya dan siapa sangka beberapa menit kemudian hatinya akan hancur seperti ini.
Namun Kesedihan yang melanda Hati Bella perlahan sirna saat ia mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan kearahnya.
"Bima!" Ujarnya dengan Wajah yang sumringah namun saat ia mengangkat wajahnya harapannya pupus sudah saat Pria yang ia harapkan tidak ada Dan Pria yang tidak ia harapkan sedang berdiri di depannya
"Alex, Aku bukan Bima Wijaya tapi aku adalah Alexander Graham ingat itu!" Alex tidak senang saat mendengar Bella mengucapkan nama laki-laki lain
__ADS_1
"A Alex, Ke kenapa kau datang kesini?" Ujar Bella takut
"Aku lapar!" Alex menarik kursi yang diduduki Bima tadi untuk ia duduki, setelah itu diantara mereka hanya diisi oleh kesunyian
Nightclub. 08:46 Malam
Suara dengungan Musik di Club malam disana membuat semua anak muda berjoget dan berdansa ria, tidak ada yang menganggu mereka disana, disana mereka hanya mencari kesenangan dan kepuasan semata.
Berjoget, berdansa, Berciuman, Meminum alkohol bahkan memesan kamar di atas pun ada.
Nightclub adalah tempat dimana orang-orang menghilangkan stres yang mereka dapat dari Rumah, tempat kerja bahkan stres karna pacar pun banyak yang datang ke sini.
Dengan Dua lantai dimana lantai bawah, didekorasi sebagai tempat joget dan minum-minum sedangkan lantai atas adalah kamar untuk para orang-orang yang mau memadu kasih.
"Amelia, Kenapa kau datang kesini, Kau tidak takut di lihat oleh paparazi Ha!" Ujar Bima setelah ia menutup badan Amel dengan jaket yang ia bawa
"A ayo minum Bima, Jangan khawatir dengan Paparazi, Orang-orang kuh sudah mengatasi Hikh mereka semua!" Ujar Amelia mabuk
"Kau mabuk Amel!" Ujar Bima mencoba memapah Wanita itu untuk bangun dari duduknya
Meliuk-liukkan badannya seperti seorang yang sudah lihai, ia terus saja menggoyangkan badannya membuat pria disebelahnya menaruh tangannya di pinggang ramping Amelia.
"Hay, Cantik mau keatas?" Ajak pria itu dengan merapatkan badan mereka
"Apa kau bisa memuaskan ku?" Balas Amelia mengelus pipi pria itu dengan menggoda
"Aku bahkan bisa memuaskan mu sampai kau tidak bisa berkutik sayang!" Ujar pria itu mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir ranum Amelia namun belum Sempat itu terjadi Amelia dengan cepat di tarik oleh Bima
"Maaf, dia sedang mabuk!" Ujar Bima kearah pria itu
"Apa kau mengenalnya cantik?" Tanya pria tadi meminta kepastian namun Karna Amelia masih dalam keadaan mabuk ia tidak menjawabnya
"Aku Kekasihnya!" Ujar Bima datar
"Oh Baiklah kawan!" Balas pria itu pergi meninggalkan Bima dan Amelia
"Ayo kita pulang Amelia!" Ujar Bima menarik tangan Amel
__ADS_1
"A aku tidak mau, aku masih mau minum dan berjo!" Belum selesai Amel bicara Bima dengan cepat menggendongnya dengan ala bridal style
"Ah, a apa yang kau lakukan Hei!" Teriak Amelia tidak terima
Bima memasukkan Amelia kedalam mobil dan dengan cepat ia menyalakan mesin mobilnya tanpa memperdulikan umpatan-umpatan yang dilontarkan Amel.
Rumah pribadi milik Amelia 10:38 Malam
"Aku ingin minum lagi!" Racau Amel dalam gendongan Bima, Bima membaringkan Amel di ranjang empuk itu dengan pelan dan tidak lupa ia juga menyelimutinya.
"Tidurlah Amel, aku pergi dulu!" Ujar Bima berniat meninggalkan Amel namun bergeraknya terhenti saat Amel memegang tangannya erat
"Jangan pergi!" Ujarnya membuat Bima berbalik arah melihat kearah Amel
"Ke kenapa?" Dan Ucapan Amel membuat Bima menukik alisnya bingung
"Kenapa kau tidak bisa mencintai ku Alex?" Ujarnya memandang wajah Bima sendu, ia sekarang mengira Bima adalah Alex
"A aku sangat mencintaimu, hatiku, tubuhku, harga diriku Bahkan nyawa ku pun akan aku kasih untukmu, asal kau mau bersama ku!" Lanjutnya lagi
"Ta tapi kenapa kau lebih memilih wanita yang sudah bersuami Lex!" Dan Ucapan Amelia membuat Bima mengepalkan tangannya marah
"Jadi semua ini gara-gara Alex lagi!" Ujar Bima pelan dengan amarah yang memuncak
"Dulu aku sampai menerima perjodohan itu karna kau yang seperti ini!"
"Dan Sekarang bahkan setelah berbulan-bulan kau pun masih seperti ini Amel, Jika aku tau kau akan seperti ini aku tidak akan menerima perjodohan sialan itu!" Ujar Bima menduduki dirinya disamping Amel yang sedang meracau tidak jelas
Rumah pribadi milik Bima. 09:50 Malam
"Kumohon berhenti!" Cicit Bella saat Alex terus saja memberikan ciuman dan gigitan di leher dan dada putihnya membuat bekas ****** terpampang jelas disana
Bella terus saja mengatakan berhenti namun tubuhnya seakan merespon apapun yang dilakukan Alex, hingga membuat Alex menyeringai senang.
"Kau bilang berhenti namun tubuh mu tidak mengatakan hal yang sama Bella!" Suara maskulin Alex membuat Bella menutup matanya pelan
__ADS_1