
"Masih!" Ujar Isabella santai setelah menghela nafasnya pelan
"Terus dia?"
"Aku tidak tau, apakah perasaannya masih sama seperti dulu atau sudah berubah!"
"Tapi Hatiku berkata ia masih menyukai ku!" lanjut Isabella pelan
"Bagaimana kalo kita Tes dia sekarang!" Ujar Alfian menyeringai membuat Isabella menatapnya dengan bingung.
Tiba-tiba Alfian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Isabella, seperti ingin mencium.
"Ap!" Ucapan Isabella terpotong saat ia melihat Alfian yang sudah tergeletak di Lantai, Isabella dengan cepat bangun dari duduknya berniat mendekati Alfian namun sebelum ia benar-benar mendekati Alfian tangannya tiba-tiba di tarik oleh seseorang.
"Giorgino!" Ujar Isabella pelan saat ia melihat Gino yang sedang menarik tangannya
"Ikut aku!" Ujar Gino menarik tangan Isabella paksa.
"lepaskan aku Giorgino"
"DIAM !"
"….."
Bentakan Gino membuat Isabella membungkam mulutnya dan menghentikan rontaan nya, ia pun pasrah mengikuti kemana pun Gino membawanya, Alfian bangun dari posisinya. Dan kemudian menarik tangan Isabella juga, membuat Isabella dan juga Gino menghentikan langkahnya.
"kau berjanji akan menemani ku hari ini kan, Isabella?"
Isabella terdiam, Gino mendecih kesal, ia melepaskan genggaman tangannya pada Isabella sampai akhirnya Alfian mendapati pukulan kasar dari Gino.
"GINO !" teriak Isabella.
"brengsek !, rakyat jelata sepertimu berani menyuruh wanita ku hanya untuk menemani mu di Galeri kecil mu ini HAH?" bentaknya lagi dengan tangan Gino yang mencengkram baju kerah Alfian kencang.
Bugh
kembali Gino melayangkan tinjunya, Isabella memegangi tangan Gino, menghentikannya.
"cukup, cukup, Gino kumohon hentikan." Ujarnya sedikit terisak, tak tega melihat Sepupunya itu di pukuli oleh Gino.
Gino menghentikan pukulannya, ia berdiri satu tangannya mengambil dompet yang ada di saku nya. Ia melempar beberapa helai uang ke arah wajah Alfian dengan jumlah nominal yang besar.
"pakai uang itu untuk mencari orang sebagai penggantinya."
"tck. Aku tidak serendah itu brengsek ! , Alfian yang merasa terhina, ia memukul Guno dengan tinjunya, membuat Gino mendecih kesal.
"tck,, kau akan menyesal Alfian Mallarangeng"
"..."
Gino kembali melangkahkan kakinya pergi dari sana dengan menyeret Isabella dengan kasar, Isabella melihat ke belakang dan melihat Alfian yang tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Apa Kamu sudah gila!" Ujar Isabella hanya menggerakkan bibirnya tanpa suaranya
sesampainya di depan mobil ia membuka pintu mobilnya dan memasukan Isabella ke dalamnya dan membanting pintunya dengan kasar,
Isabella hanya bisa memperhatikan tingkah Gino yang kini juga memasuki mobil dan duduk di sampingnya, tangannya memegang stir dan melajukan ferrari blue dark nya itu dengan kecepatan tinggi.
Gino menghentikan mobilnya di sebuah pantai yang sepi, Isabella melirik jam yang melingkar di tangan kirinya, mendapati waktu menunjukan pukul 14.00, gulungan ombak dapat di lihat oleh matanya, perlahan ia melirik Gino yang ada di sampingnya, Gino menatap tajam hamparan lautan yang ada di hadapannya dengan kedua tangannya yang memegangi stir mobil dan punggungnya yang ia sandarkan pada kursi mobilnya. merasa tatapannya di abaikan Gino, Isabella kembali menatap gulungan ombak yang ada di depannya, hening melanda keduanya.
Beberapa menit kemudian Isabella kembali melirik jam tangan yang melingkari tangan kirinya, mendapati waktu menunjukan pukul 15.30, sembilan puluh menit ia berada di dalam mobil dengan Gino tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, kembali Isabella melirik Gino, kedua mata pria itu terpejam, hembusan nafas Gino memburu, Isabella menyadari bahwa Gino mungkin tengah tertidur sedari tadi, Isabella pun memperhatikan wajah gino yang kini tertidur pulas, Hidung nya yang mancung, kulitnya yg putih bibirnya yg tipis membuat Isabella perlahan menyentuh lekukan hidung Gino yang mancung, hingga jari tangannya berhenti pada bibir Gino.
"kau tampan Gino" lirih Isabella pelan.
Giorgino dengan cepat memegang tangan Isabella ketika Gadis itu akan melepaskan tangannya seolah tak ingin tangan gadis cantik itu berhenti menyentuh setiap centi wajah tampannya.
"eh?"
"kenapa?"
"..."
"Kenapa kau bersama si Mallarangeng itu?" Ujar Alfian menatap tajam Isabella
"A aku kemarin berjanji akan menemani sekaligus membantu dia merapikan galerinya!" ujar Isabell pelan
"Kalian tadi hampir berciuman!" Ujar Gino tidak kalah tajam
"Ha, apa maksudmu tadi kami tidak berciuman, Alfian hanya mendekati wajahku saja tapi aku berani bersumpah kami tidak berciuman!" Ujar Isabella mengangkat tangannya mengisyaratkan jika ia tidak berbohong
"eh?"
"Alfian, dia ingin merebut mu dari ku" Ujar Gino membuat Isabella menautkan kedua alisnya,
"Aku tidak mungkin mencintainya Gino, Lagi pula aku sudah mencintai seseorang"
"hm?" . Gino memandang Isabella heran, Isabella menutup mulutnya, keceplosan dengan apa yg barusan di ucapkannya
"Tuhan bagaimana ini"
"siapa?"
"eh?"
"siapa orangnya?"
"..."
"jawab aku Isabella !"
"Ahahaa... kau ini bicara apa, aku tidak mengerti!" Ujar Isabella tertawa hambar
"Tidak usah berpura-pura tidak mengerti Isabella"
__ADS_1
"apa?"
"kau pikir aku bodoh hm?"
"ke-kenapa ber-"
"kau bahkan tergagap, itu semakin terlihat bahwa kau sedang berbohong, tck.. !"
"Giorgino!"
"..."
Isabella menunduk, Giorgino tak peduli, ia terus menatap langit sore dengan lautan yang terlihat gelap.
"Aku mencintaimu!" ujar Isabella pelan membuat Giorgino membulatkan matanya, dilihatnya kini Isabella semakin menunduk dengan wajah memerah menahan malu.
"Isabella kau,-"
"tapi aku kecewa kau tidak membalas perasaan ku"
Grep..
Giorgino Dengan cepat merangkul tubuh Isabella, mendekapnya dalam.
"Aku juga mencintaimu Isabella" bisiknya lirih di telinga Isabella, dan Isabella pun membalas pelukan Gino sambil tersenyum bahagia
Setelah menghabiskan waktu cukup lama di pantai akhirnya Giorgino mengantarkan Isabella pulang.
"i itu, a aku masuk dulu!" Ujar Isabella menaruh tangannya di pintu mobil
"Baiklah!"
"Selamat Malam!" Ujar Isabella lagi sambil tersenyum lembut
"Ya selamat Malam!" Ujar Giorgino dengan cepat meraih tengkuk Isabella Untuk menyatukan kedua bibir mereka.
Ciuman Penuh perasaan pun terjalin di antara mereka, hingga beberapa menit pun berlalu baru Gino melepaskan Pungutan nya membuat Isabella terengah-engah.
"Pergilah, Jangan Lupa cuci Kakimu baru tidur!" Ujar Gino lembut sedangkan Isabella hanya mengangguk kaku.
Setelah memastikan Isabella benar-benar masuk ke dalam Gedung itu, akhirnya Giorgino pun melajukan mobilnya dengan perasaan Bahagia membelah Jalanan malam.
"Aku Pulang!" Ujar Giorgino Dengan Senyuman yang tidak kunjung luntur di bibirnya.
BRAK
Suara Tas yang di lempar membuat Gino melunturkan Senyumannya dan menatap ke arah depan, dan ternyata di sana ada ayahnya.
"A a ayah!" Ujar Gino takut saat melihat Raut Sadis ayahnya
"Alex, tenanglah kau akan membangunkan Icha!" Ujar Bella menenangkan Suaminya
__ADS_1
"Bagaimana Aku bisa tenang Bella, Anak tidak tau diri ini masih merokok!" Ujar Alex geram sambil menatap tajam kearah Gino yang menunduk menatap Lantai Rumah.