
"Ma maksud Ibu!" Ujar Bella bingung, Jangan Kaget jika sekarang Bella sudah merubah panggilannya ke Revalina, Karna tentu saja Ibu dua anak itu dengan cepat menyuruh Bella untuk mengganti panggilannya dengan Ibu bahkan sebelum Alex dan Bella benar-benar Nikah
"Apa kau tidak ingat? Dulu di rumah kami kau dan Alex berjanji satu sama lain!" Revalina mengingat kembali kejadian yang sangat manis dipandang dulu
"Ah, Benar juga kau pasti sudah melupakannya,, Tidak heran sih kamu melupakannya karna waktu itu kau masih sangat kecil!"
"Alex Berusia 6 tahun dan kalo ngga salah kamu berusia 5 tahun waktu itu!" Ujar Revalina membuat Bella mencoba mengingat-ingat, Apakah benar jika dia memiliki kenangan masa kecil dengan Alex
Ketika ia terus mencoba berpikir ia secara refleks melihat kearah Alex dan ternyata Pria itu sedang menatapnya, Mereka berpandangan hingga membuat sebuah ingatan yang ia lupakan menghampiri Bella.
"Ayah kita akan kemana?" Tanya gadis kecil yang sedang duduk di sebelah ayahnya itu
"Ke Rumah teman ayah,, Bella!" Jawab laki-laki tua itu mengusap puncak kepala anaknya
"Apa disana banyak mainan?" Ujar Bella berharap
"Yah tentu saja sayang, disana Banyak sekali mainan,, Hingga kau akan kelelahan nanti saking banyaknya mainan itu!" Ujarnya menggoda putri kecilnya
"Tidak, Bella tidak akan Kelelahan!" Ujarnya semangat
Rumah Besar Keluarga Graham.
"Mahendra, Akhirnya kau datang juga!" Ujar Edgar memeluk sahabat dekatnya itu
"Maaf tadi ada sedikit macet!" Ujar Mahendra membalas pelukan sahabatnya itu
"Bagaimana kabarmu Abian?" Tanya Edgar menatap anak sulung sahabatnya itu
"Kabar ku baik paman!"
"Abian Lihat muka lusuh mu itu, Apa kau tidak perawatan?" Ujar Addison membuat Abian naik darah
"Tck, Bisakah kau tidak mencari ribut Bodoh!" Ujar Abian kesal
"Hehehe Sorry-sorry!"
"Kakak!" Suara Bella kecil yang menarik-narik baju Abian, membuat semua orang disana memandanginya
__ADS_1
"Ya ampun apakah ini Bella?" Ujar Revalina kaget
"Kau sangat manis, terakhir kali aku bertemu denganmu saat kau baru lahir dulu!" Ujar Revalina terkagum-kagum dengan wajah Bella kecil yang sangat sempurna, Cantik dan Manis secara bersamaan
"Ayo, Lebih baik kita bicara sambil duduk saja!" Ajak Edgar berjalan menuju ruang tamu
"Baiklah, Ayo Bella!" Ujar Mahendra berniat mengandeng tangan anaknya
"Ti tidak mau, Bella mau main!" Ujar Bella
"Ah, Kalo begitu bagaimana jika Bella main Pasir saja!" Ujar Revalina berjongkok didepan Bella
"Pasil? Bella mau main Pasil!" Ujarnya semangat membuat Revalina gemas sendiri
"Baiklah, Bibi tolong antar Bella ke halaman belakang!" Ujar Revalina kearah Pelayan rumahnya
"Ayo Nona!" Ujar Pelayan itu mengandeng tangan kecil Bella dan merekapun berlalu pergi
"Ayo, Mahendra!" Suara Edgar membuat Fokus Mahendra yang melihat anaknya tadi teralihkan dan iapun mulai mengikuti Edgar
Halaman Belakang.
Saat Bella berjalan mendekati Halaman itu, ia dikagetkan dengan sesosok pria kecil yang sedang duduk memandangi Istana pasir yang Bella yakini jika itu pasti dibuat oleh anak laki-laki itu, karna lihat saja badan Anak laki-laki itu dipenuhi oleh pasir, Dan Tanpa sadar Bella mengucapkan kalimat.
"Istana yang indah!" Ujar gadis itu dengan mata yang berbinar
Alex yang mendengarnya merasa bangga karna istana yang ia bikin dipuji oleh orang.
"Tentu saja istana yang Alex bikin pasti akan sangat keren!" Ujar anak laki-laki itu hingga membuat Bella makin terkagum-kagum
"Wah, Bella belum pernah bikin istana pasil!" Ujar gadis kecil itu dengan lidah cadelnya
"Bo bolehkah Bella ikut bikin istana Pasil? Ummm!" Ujar Bella kecil terdiam saat ia tidak tau nama anak laki-laki di depannya
"Alexander Graham!" Balas Alex mengasih tau namanya
"Yah, Alesandel Glaham!" Dan Bella kecil pun dengan susah payah mengucapkan nama itu
__ADS_1
"Alex saja!" Ujar Alex
"Bolehkah Alex?" Tanya Bella tersenyum lembut Dan Bella bisa melihat Anak laki-laki itu Mengangguk dengan Pipi yang bersemu merah.
Mereka Main sampai lupa waktu hingga sebuah suara mengalihkan perhatian kedua anak kecil itu dari istana pasir yang sudah jadi itu.
"Alex ayo masuk kita sarapan bersama, Ajak Bella juga!" Teriak Addison di dalam sana membuat Alex berdiri dari duduknya
Menepuk-nepuk pelan celana dan bajunya yang di penuhi oleh pasir, Iapun beralih menatap wajah Bella kecil.
"Imut sekali!" Batin Alex saat Wajah Bella yang terlihat cerah dengan Pasir yang menempel di ujung hidung dan pipi gadis itu hingga membuat Pipi Alex bersemu merah.
"Ayo kita masuk kedalam!" Ajak Alex Berjalan duluan, Bella yang mendengar ajakan Alex dengan cepat ia menepuk-nepuk bajunya juga dan berjalan mengikuti anak laki-laki itu
Didalam rumah, Orang-orang dewasa disana dikagetkan dengan penampilan Alex dan Bella yang sangat kotor dengan Pasir yang menempel dimana-mana.
Apa lagi Bella ia lebih kotor dari pada Alex, Namun bukannya dimarahi, Orang-orang disana malah tertawa melihat kedua anak itu hingga membuat Alex dan Bella kecil memandangi mereka dengan bingung.
"Ya ampun, Kalian Berdua imut sekali!" Ujar Revalina berbinar saat melihat wajah gembul kedua anak-anak itu
"Bibi, tolong mandikan Bella dan Alex dikamar mandi,, Bella dimandikan di kamar mandi atas saja disana sudah ada pakaian yang cocok dengan Bella!" Ujar Revalina tersenyum membuat Lelaki remaja disana (Addison) mendecak kesal saat mengingat masa-masa itu.
Jangan tanya dimana Revalina memiliki Baju-baju anak perempuan, karna saking tidak ada kerjaannya wanita itu, dia bahkan membeli sekoper baju Anak perempuan untuk ia pakaikan di Alex kecil, bukan hanya Alex bahkan Addison pernah mengalaminya.
Sangat Ironis bukan?!"
"Baik Nyonya!" Ujar Pelayan itu mengendong Bella untuk menaiki tangga rumah itu sedangkan Alex ia sudah dibawa pergi oleh Pelayan lain untuk di mandikan.
Beberapa menit kemudian Bella turun dari atas membuat semua orang disana terpana.
"Ya ampun Adik manis kau sangat Cantik!" Puji Addison saat melihat penampilan Bella yang didandani oleh pelayanan, Bahkan Bibir Bella kecil di pakaikan Lipstik membuat penampilannya makin cantik.
"Kau dapat dari mana baju anak perempuan Revalina, Setau ku kau tidak memiliki anak perempuan kan!"
"Ah, Aku membelinya untuk dipakaikan ke Alex Dan Addison dulu,, Aku tidak sangka jika baju-baju itu muat dengan Bella!" Dan Ucapan Revalina sukses membuat Abian tertawa ngakak dan jangan lupakan Wajah Addison yang memerah karna malu itu.
__ADS_1
"Istrimu kejam sekali Edgar!" Ujar Mahendra tidak habis pikir
"Itulah istriku!" Balas Edgar membuat senyum Revalina mengembang