Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Bertemu kembali


__ADS_3

"Kalo begitu aku akan langsung pergi ke Korea!" Ujar Alex datar berniat pergi dari sana


"Tunggu Alex!" Ujar Bima bersuara


"Kau istirahat lah dulu, kau baru saja datang dari perjalanan jauh,, istirahatlah beberapa menit baru kau pergi!" Lanjut Bima


"Tuan, Nyonya saya sudah mendapatkan data dari orang itu!" Ujar pengawal Bima menyerahkan amplop coklat besar yang isinya informasi tentang wanita yang mereka yakini jika itu adalah Bella.


Gavin Januartha (Kang Dae) Anak dari Pengusaha tersukses di Busan Korea Selatan, ia sekarang sedang mengelola perusahaan ayahnya dengan Kakak semata wayangnya yang bernama Kang Gary dan juga baru-baru ini ia dikabarkan memiliki seorang Calon tunangan yang bernama Anastasya.


"Wanita itu yang ia bawa di pesta kemarin malam!" Ujar Bima di sela bacaannya


"tidak ada keterangan asal usul dari Anastasya,, di sini hanya menampilkan jika dia adalah Yatim piatu!" Lanjut Bima


Entah dari mana munculnya Wanita ini Karna dulu anak dari Keluarga Kang ini belum pernah terlibat berkencan dengan wanita manapun, sampai akhirnya wanita yang bernama Anastasya ini hadir, Mereka akan bertunangan dua bulan lagi.


"Bella!" Gumam Alex mengepalkan tangannya marah saat mendengar jika istrinya akan bertunangan dengan Pria lain, Alex pun mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari apartemen itu sebelum tangan Bima menahannya


"Lepas!" Ujar Alex dingin


"Tunggu Alex, Tenangkan dirimu! Kita harus menyusun rencana dulu baru mendekati Bella, karna besar kemungkinan jika Bella memang sedang hilang ingatan!" Ujar Bima


"Aku pernah dengar jika kita membuat Orang yang sedang hilang ingatan stress, itu akan mengakibatkan masalah serius pada otaknya!" lanjutnya membuat Alex terdiam


Rumah Keluarga Kang. 07:02 Pagi


"Aku dengar kau akan bekerja sama dengan Perusahaan Allison dalam proyek ini?" Ujar Kang Gary ke arah adiknya yang sedang makan, Mereka sekarang sedang Sarapan pagi di meja makan sebelum mereka berangkat ke kantor


"Benar, Aku akan bekerja sama dengan Perusahaan besar itu, menjalin kerja sama dengan mereka akan menguntungkan kita!" Balas Gavin tenang


"Hebat sekali kamu bisa mengundang CEO perusahaan besar itu untuk datang kemari Gavin!"


"Mungkin ini bisa disebut sebuah keberuntungan, Mereka sendiri yang meminta kerja sama ini, Pada hal aku tidak mengajukan kerja sama di perusahaan besar itu, karna aku tau bagaimana sulitnya untuk sekedar bekerja sama dengan perusahaan raksasa itu!" Ujar Gavin


"Jadi kapan kalian akan bertemu dengan CEO perusahaan itu?"

__ADS_1


"Hari ini, Sekitar jam 11 Siang nanti!" Ujar Gavin melihat jamnya, sedangkan Kang Gary hanya mengangguk mengerti


"Baiklah, Berusaha lah sebaik mungkin agar perusahaan kita bisa bekerja sama dengan perusahaan ini!" Ujar Kang Gary.


Bella yang mendengar Percakapan antara dua saudara itu, sedikit terteguh saat mendengar mereka mengucapkan Nama perusahaan Allison, Entah kenapa tiba-tiba hatinya Berdegup kencang saat mendengarnya.


Bandar Udara Internasional Gimhae Busan.


"Alex? Apa Bella benar-benar masih hidup!" Ujar Glen pelan


"Hm!"


"Ya ampun aku masih tidak percaya ini!" Ujar Glen, dia masih sangat-sangat kaget saat kemarin malam ia tiba-tiba ditelpon oleh sepupunya ini dan diberi kabar yang sangat mengejutkan.


Bagaimana tidak dengan entengnya Alex bilang jika Bella masih hidup, dan sekarang sedang berada di Negara kelahirannya. Serta yang membuat Glen sedih ialah dimana kondisi Bella yang saat ini sedang mengalami Lupa ingatan, Pantas Bella tidak pulang pada hal dia masih hidup.


"Apa sekarang kita akan langsung ke perusahaan Kang?" Tanya Glen dan hanya di jawab anggukan oleh Alex


Perusahaan Kang. 10:34 Pagi


"Siapkan dengan baik, Berkas-berkasnya sebentar lagi Klien penting dari China akan datang!" Ujar Gavin kepada Bella


"Aku akan kebawah untuk mengambilnya!" Lanjut Bella, Gavin pun hanya menanggapinya dengan anggukan.


Saat Berjalan Masuk kembali ke dalam perusahaan Bella terus saja melihat isi berkas yang ia tinggalkan di mobilnya tadi, mencoba mengecek kembali jika di dalam Berkas itu tidak ada kesalahan yang bisa merugikan perusahaan Kang hingga membuat ia tidak menyadari jika ada orang di depannya.


BRAK


"Ma maaf!" Ujar Bella memungut kembali Berkas-berkas yang sudah berhamburan di bawah lantai


"Bella!" Gumam Alex pelan dengan degup jantung yang menggila saat menyadari jika wanita yang menabraknya adalah Istrinya


Bella Mengangkat Wajahnya saat ia sudah selesai memungut berkas-berkasnya, Tiba-tiba saja diri Bella bergejolak saat memandang wajah pria di depannya, Seperti perasaan rindu yang sangat menyakitkan hingga membuat Mata Bella Berair tanpa sadar


"Ma maaf Tuan, ta tadi saya tidak melihat jalan!" Ujar Bella menundukkan kepalanya dengan cepat saat bulir-bulir air mata hampir saja jatuh dari pelupuk matanya

__ADS_1


Alex sangat ingin memeluk Bella dengan sangat kuat sekarang namun apalah daya ia harus bersabar, Karna ia tidak mau membuat Bella bingung dengan sikapnya.


"Hm!" Ujar Alex berjalan masuk kedalam lift yang tadi ingin masukin


"Masuklah Nona!" Ujar Alex datar membuat Bella yang sedang menunduk dengan cepat kembali mengangkat kepalanya


"A ah iya!" Ujar Bella dengan kegugupannya


Mereka berdiri didalam lift tanpa mengeluarkan sepatah katapun hingga suara Alex memecahkan kesunyian itu.


"Pencet tombolnya Nona!" Ujar Alex


"Ah tu tuan saja duluan, Sa saya bisa nanti!"


"Tak apa, Kita pergi ke tujuan yang sama kok!" Balas Alex lagi membuat Bella dengan cepat memencet tombol angka 13 di depannya


Bella ingin cepat-cepat keluar dari Lift itu, Satu ruangan dengan pria di belakangnya ini, Hingga membuat jantungnya berdegup tidak nyaman.


Ruang Rapat.


"Selamat siang Tuan Alexander Graham!" Ujar Gavin menunduk sebentar untuk memberi salam


"Alexander Graham" Dan sekali lagi Bella merasa perasaan tidak biasa yang menghujaninya saat mendengar nama itu di Ucapkan oleh Gavin


"Silahkan Duduk tuan!" Ujar Gavin sopan


"Anastasya!" Panggil Gavin mengisyaratkan agar kekasihnya itu membacakan isi dari berkas-berkas itu, Dan Rapat pun dimulai dengan tenang.


"Senang bekerja sama dengan anda tuan Alexander!" Ujar Gavin berjabat tangan dengan Alex


"Hm, Saya juga!" Balas Alex singkat


Gavin sangat senang akhirnya Ia bisa bekerja sama dengan pengusaha tersukses seperti Alexander Graham, Bagaimana tidak kepintaran dan ke suksesan Pria ini sudah terdengar di belahan dunia dia mendirikan perusahaannya tanpa bantuan dari perusahaan keluarga.


" Orang terkaya se-Asia " Benar-benar Sangat Cocok gelar itu di sandingkan dengan pria ini

__ADS_1


"Bagaimana jika kita makan siang bersama Tuan Alexander, sekarang pas sekali dengan waktu makan siang!" Tawar Gavin hormat


"Boleh!"


__ADS_2