
Satu tahun Berlalu dengan cepat, Jam pulang kerja sudah berlalu sepuluh menit yang lalu dan dia masih saja bergulat dengan berkas-berkas yang bertumpukan di atas mejanya.
Alex yang sekarang sangat gila terhadap pekerjaan hingga ia sering melupakan Giorgino, Giorgino yang sekarang sudah berumur Lima tahun lebih.
Bagaimana tidak saat itu setelah Para bawahnya membawa seorang mayat perempuan ke dalam rumahnya membuat Seluruh keluarganya menangis histeris kecuali dirinya, Dia masih keras kepala mengatakan jika Itu bukan Bella istrinya.
Alex memijit kepalanya yang sangat pusing saat mengingat kembali hari dimana dia sangat putus asa
"Ma maaf tuan, Sudah Satu Minggu kami mencari nona Bella dan hanya mayat ini saja lah yang bisa kami temukan di dalam lautan!" Ujar Pengawalnya menunduk hormat
BUGH
"Bajingan, Kau tidak bisa menemukan istriku hingga kau membawa mayat wanita lain ke hadapan ku!" Geram Alex setelah meninju salah satu pengawalnya disana
"aku tidak percaya jika dia Bella!" Ujar Alex dengan nafas yang memburu
"Tenanglah Nak, Hiks Jangan Seperti ini!" Ujar Revalina menangis
"Bawa pergi mayat perempuan ini, aku tidak akan pernah mengakui jika dia adalah Bella!" Ujar Alex dingin membuat semua Pengawalnya Menunduk takut
"Kau tidak mengakuinya Tapi Keluarga Lemos akan mengakuinya!" Ujar Abian yang baru datang
"Apa maksudmu?" Tanya Alex tajam
"Kau tidak bisa lari dari kenyataan Alex, Dia adalah Bella jika pun dia bukan Bella, Bagaimana bisa Bella masih hidup sampai sekarang di dalam air!" Ujar Abian datar
Abian juga sedih bahkan sangat sedih karna adik kesayangannya dinyatakan Mati, tapi mau bagaimana lagi dia harus menerima kenyataan ini.
Dan juga dia tidak bisa membuat ayahnya terus bersedih atas menghilangnya Bella, Mungkin setelah ayahnya mengetahui jika Bella sudah meninggal, ayahnya akan pelan-pelan melepaskan Adiknya.
"Tutup Mulutmu Brengsek, Jika kau mau mengakui mayat perempuan ini adalah Bella, Ambil mayat ini dan pergi dari sini, kau tidak berhak mengatakan hal yang tidak-tidak kepada istriku!" Geram Alex menatap nyalang Kakak iparnya itu membuat Addison yang dari tadi diam mendekati Abian.
"Pergilah Abian, jangan memperkeruh keadaan, Sekarang Alex sedang tidak terkendali!" Ujar Addison berbisik kepada sahabatnya itu membuat Abian menghela nafas lelah
"Pengawal!" Ujar Abian memanggil pengawal keluarga Lemos
"Bawa mayat ini ke kediaman Lemos!" Ujarnya Namun sebelum ia berbalik pergi ia mengucapkan kata yang membuat Hati Alex mencelos
"Bella akan di makamkan lusa, jika kalian mau melihat Bella untuk terakhir kalinya datang saja ke kediaman kami!" Ujar Abian berlalu pergi
__ADS_1
BRAK
Suara pintu yang di buka paksa membuyarkan ingatan Alex.
"Oe Sepupu sudah jam segini kau belum pulang juga?" Ujar Glen kesal sambil berkacak pinggang
"Hm!" Jawab Alex acuh tak acuh
"Pulang sekarang! Aku membawa Giorgino!" Ucapan Glen membuat Alex yang dari tadi fokus ke dokumennya dengan cepat mengangkat kepalanya kedepannya dan ternyata disana ada Giorgino yang sedang berdiri tegap sambil memeluk robotnya.
"Ayah!" Ujar Giorgino membuat Hati Alex menghangat sekaligus merasa bersalah karna selama ini ia tidak mengurusi Giorgino dengan Benar
Apa kata Bella Nanti jika dia mengetahui Dia tidak mengurus anak mereka dengan Baik, Dengan cepat Alex pun berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Giorgino sambil melonggarkan dasi yang membuatnya sesak.
"Aku Langsung membawanya kesini setelah aku menjemputnya dari TK tadi, karna dia terus saja mau bertemu dengan mu!" Ujar Glen saat melihat Alex yang sudah membawa Giorgino kedalam gendongannya.
"Seharusnya kau lebih memperhatikan Gino Alex, Kau tau selama ini Gino kesepian karna kau Yang sangat mencintai berkas-berkas mu itu!" Ujar Glen Cerewet
"Giorgino! Paman Glen Cerewet yah!" Ujar Alex berlalu pergi meninggalkan Glen yang masih berdiri disana
"Oe Dasar Sepupu sialan!" Ujar Glen kesal
"Gino bagaimana hari-hari mu disekolah?" Tanya Alex kearah Anaknya
"Baik ayah!" Ujar Gino
"A ayah?" Panggil Gino
"Hm, ada apa sayang?"
"Be besok adalah Hari ibu, Dan para guru menyuruh kami untuk menceritakan tentang ibu!" Ucapan Gino membuat Alex termenung dengan hati yang sakit
"Ayah!" Panggil Gino lagi namun tidak ada jawaban dari Ayahnya
"Ayah!" Panggil Gino lagi sambil memegangi lengan ayahnya
"Hm, Ada apa Gino!" Ujar Alex tersenyum lembut kearah putranya
"Jadi bagaimana?" Tanya Gino lagi
__ADS_1
"Nanti ayah akan ceritakan tentang ibu mu!" Ujar Alex mengelus puncak kepala Giorgino membuat Gino sangat senang
"Satu lagi ayah, apa ayah masih memiliki Foto ibu? Aku mau lihat foto ibu!" Ujar Giorgino malu-malu membuat Alex tersenyum kecil, benar juga selama ini ia tidak pernah menunjukkan bagaimana rupa Bella kepada anaknya.
"Ini Ambilah! Ibu mu Sangat Cantik!" Alex menyerahkan Handphonenya yang di sana sudah terpampang wajah Cantik Bella hingga membuat Giorgino terpana.
"Wah Ibu cantik sekali ayah!" Ujar Gina Terkagum-kagum
"Hm, Ibu mu adalah wanita tercantik yang ayah temui!" Ujar Alex bangga melirik kepada Giorgino yang masih memegangi Handphonenya
"Andai saja ibu masih ada! Pasti Gino akan selalu membawa Ibu kemana pun Gino pergi, Gino akan bermain sama ibu, Gino, Ayah dan Ibu akan makan Es Cream bertiga, Kita juga akan pergi liburan seperti teman-teman Gino yang lain!" Ujar Gino memandang ke depan sambil menghayal hingga membuat Alex Memandang anaknya dengan sendu.
"Kau tega sekali Bella, Kau Meninggalkan aku dan Gino tanpa memikirkan perasaan kami!" Batin Alex sedih
"Dimana pun kamu berada, aku berharap kamu cepat datang ke pada kami Bella!" Lanjutnya
Rumah Keluarga Kang. Busan 09:23 Malam
Sudah Satu tahun, tapi ingatan Bella belum juga kembali, Beberapa bulan lalu dia sudah mulai bekerja di perusahaan Kang, Dan yang ia tau sekarang dia adalah Calon tunangan Gavin.
Pertunangan mereka akan dilaksanakan dua bulan mendatang, Sebenarnya Bella belum mau bertunangan dengan Gavin karna ia masih memiliki keraguan kepada calon tunangannya ini.
Dan hatinya berkata dia tidak seharusnya bertunangan dengan Gavin. Namun ia tidak bisa menolak saat Nyonya kang membujuknya dua Minggu yang lalu, Dia tidak mau di Cap sebagai perempuan tidak tau diri yang tidak mau membalas Budi.
Jadi akhirnya dia mengiyakan Pertunangan itu.
Tok tok tok
"Masuk!" Ujar Bella aka (Anastasya) di dalam kamar
"Kau sedang apa?" Tanya Gavin berjalan masuk ke kamar Anastasya
"Aku sedang merapikan berkas-berkas penting perusahaan!" Ujarnya tanpa melihat wajah Gavin
"Besok Aku akan menggantikan Abeoji untuk pergi ke Inggris, Apa kau bisa pergi bersama ku besok?" Ujar Gavin bertanya
__ADS_1