
Tapi karena banyak sekali pengunjung yang juga sedang beristirahat sejenak seperti halnya Gino dan Isabella, stand minuman itu jadi ramai dengan banyaknya pembeli yang didominasi oleh perempuan. Para perempuan itu melirik sambil menunjuk-nunjuk ke arah Gino dengan tatapan kagum.
Gino yang diperhatikan seperti itu jadi risih sendiri. Biasanya kan Gino sudah biasa di tatap seperti itu di sekolah namun saat orang-orang itu menatapnya hari ini entah kenapa Gino merasa risih, Bahkan ada yang terang-terangan mencoba mendekati Gino dan menghalangi jalannya.
"Minggir", Gino mencoba bersikap dingin seperti biasa, tapi sikapnya itu malah membuat perempuan yang ada disana jadi semakin terpesona dengan Gino. Bagi mereka, sikap dingin yang Gino tunjukkan malah terkesan keren.
Isabella yang melihat Gino dikerumuni dengan segerombolan gadis muda merasa ada yang aneh dengan dirinya seperti perasaan tidak suka dengan hal itu. Walaupun para wanita itu hanya menatap kagum Gino, Tapi tetap saja ia sedikit tidak enak di hati, Isabella tidak terima jika saat mereka kencan, Gino malah didekati perempuan lain. Tanpa sadar Isabella pun berjalan cepat ke arah Gino.
Grep
Gino terkejut karena mendapat pelukan dari belakang. Gino sudah akan menyentak tangan yang sudah seenaknya sendiri memeluk dirinya, sebelum..
"Sayang, a-aku sudah tidak haus. Ki-kita pergi saja", Suara lembut Isabella yang memanggilnya sayang membuat Gino menghentikan apa yang akan dilakukannya tadi.
"Hm. Baiklah", Gino menurut dan kali ini gino lagi-lagi dibuat terkejut dengan tindakan Isabella yang berinisiatif untuk menggandeng tangannya terlebih dahulu dan menyeretnya menjauh dari tempat itu. Meski terkejut, Gino tetap merasa senang.
"Yahh.. Ternyata sudah punya kekasih", keluh salah satu perempuan yang ada disana.
"Hei, Sepertinya Isabella lebih dominan dari Pada Giorgino", Ujar Seorang pria yang memakai Topi dan Kacamata hitamnya sedang memantau pergerakan Isabella dan Gino
"Benar. Tapi ini masih belum membuktikan kalau Giorgino benar-benar mencintai Isabella", ujar Pria di sebelahnya yang memakai Topi dan memegang Teropongnya, ikut menanggapi.
"Alfian, apa benar yang kamu katakan jika Giorgino itu mencintai Isabella?, kurasa kamu terlalu berlebihan" Ujar Emanuel pelan menatap kearah Alfian yang memakai Kacamata hitam
"kurasa tidak, setelah Gino menghajar ku bagaimana mungkin dia tidak memiliki perasaan yang sama kepada Isabella, Dan Juga Bukankah sekarang mereka berdua berkencan?" Ujar Alfian menanggapinya dengan santai
"Ta tapi!"
"Tenang saja, percayalah kepada ku!" Ujar Alfian memotong ucapan Emanuel
Sejak awal Emanuel dan Alfian sudah mengikuti Gino dan Isabella. Mereka ingin memastikan Apakah kedua manusia itu saling mencintai.
.......
.......
Kali ini Isabella mengajak Gino ke tempat yang lumayan jauh dari tempatnya tadi. Setelah berjalan cukup jauh, Isabella baru sadar kalau dari tadi dia menggandeng tangan Gino dan menyeretnya sampai kesini dan secara reflek ia pun melepaskan tangan Gino.
__ADS_1
"Ma-maaf" cicit Isabella. Karena merasa malu, Isabella lagi-lagi menundukkan kepalanya dengan wajah yang lumayan merah.
"Hm. Tidak masalah"
"Se-sekarang kita mau kemana lagi ?" tanya Isabella pelan
"Sebelum kita pergi ke tempat selanjutnya aku mau menanyakan sesuatu hal kepada mu!" ujar Gino
"Ada apa?" tanya Isabella
"Apa kau benar-benar mencintai ku?" Ujar Gino tiba-tiba membuat Isabella terdiam
"Bukannya aku meragukan mu Tapi bukankah dulu kau sangat tidak menyukai ku?" Lanjut Giorgino lagi
"Ma maaf sebenarnya waktu itu aku masih labil karena, Dulu aku berharap memiliki Kekasih seperti di Dorama-dorama yang sering Ibuku tonton Makanya aku dengan tegas menolak mu karena kamu jauh dari kata pangeran!" ujar Isabella menjelaskan
"Da dan!" Ujar Isabella terhenti
"Dan?" Ujar Gino mengulang
"Jadi apa kamu masih takut kepadaku?" Balas Gino tiba-tiba membuat Isabella terdiam
"Apa kau masih takut padaku ?. Kalau memang iya, kau tidak perlu khawatir. , Karena sekarang aku mencintaimu" ujar gino kembali mencoba meyakinkan Isabella.
"Dan Seperti yang ku katakan sebelumnya Gino, Aku juga mencintai mu" Ujar Isabella tersenyum lembut.
Giorgino pun mendekat kan wajahnya ke arah Isabella namun sebelum itu terjadi Isabella lebih dahulu mendorong dadanya
"Ki-kita pulang saja" Ujar Isabella gugup sambil menarik-narik ujung jaket Giorgino, membuat Gino tersenyum Kecil
"Baiklah seperti nya kita benar-benar harus pulang!" Ujar Giorgino dan dengan cepat mengecup bibir Isabella Membuat Isabella terdiam mematung begitu pun juga dengan Dua detektif yang sedari tadi menguntit dan bersembunyi
"Gino, Kau!" Ujar Emanuel bersiap keluar dari persembunyiannya namun Dengan Cepat Alfian Menariknya kembali
"Diam Bodoh, Jika Kita Ketahuan Giorgino dan Isabella akan membunuh kita!" Ujar Alfian menekan kata-katanya
"Ayo!" Ajak Gino tersenyum Kecil saat melihat raut terkejut yang ditunjukkan Isabella, mereka pun berjalan pergi dari sana.
__ADS_1
Keesokan Harinya.
Isabella berjalan Beriringan dengan Giorgino membuat Seluruh Siswa Berbisik-bisik terkejut.
"Kenapa dia bisa Berjalan bersama Gino!"
"Kemarin dia bersama dengan Emanuel sekarang dengan Gino, Wanita itu benar-benar luar biasa!" Ujar Salah satu dari mereka menatap sinis kearah Isabella
"Benar, Apakah dia seorang pelacur!" Sahut yang lain terkekeh menertawakan Isabella
Sedangkan Isabella yang mendengar itu semua hanya menundukkan kepalanya.
"Jangan dengarkan apa yang mereka semua ucapkan!" Ujar Giorgino langsung Menggenggam tangan Isabella membuat Semua orang berteriak Histeris. Sedangkan Isabella mendongakkan Wajahnya menatap tidak percaya dengan apa yang Gino lakukan.
"Ayo kita ke kelas, sebentar lagi Bell masuk akan Berbunyi!" Lanjut Gino lagi
Sesampainya mereka di Kelas, Hal pertama yang mereka lihat adalah.
Wajah Emanuel dan Alfian yang sedang menatap mereka dengan Senyuman Palsu dan Senyuman Menggoda di bangku mereka masing-masing, membuat Isabella dan Gino memutar mata mereka bosan.
"Hei, Kau sekarang harus memanggil ku Kakak!" Ujar Emanuel membalikkan badannya ke belakang Kursi Giorgino.
"Atas dasar apa?" Ujar Gino menatapnya dengan tajam
"Karena aku adalah Sahabat sekaligus Oppa nya Isabella jadi kau harus memanggil ku dengan sebutan Kakak!" Ujar Emanuel tersenyum Bangga
"Enyahlah!" Ujar Gino mengusir Sahabatnya itu membuat Emanuel kesal.
"Giorgino Kau!"
"Emanuel Wijaya, Apa kau tidak mendengar gurumu datang!" Ujar Guru memotong ucapan Emanuel yang ingin memarahi Giorgino.
"Ah hahaha, iya Pak!" Ujar Emanuel setelah membalikan badannya ke arah depan lagi
Mereka pun memulai pelajaran nya, Beberapa puluh Menit kemudian Jam Istirahat datang.
"Woe Giorgino, Kau ini!" Ujar Emanuel menghentikan ucapannya kesal saat melihat kembali ke arah Gino yang sedang membereskan buku-bukunya kembali kedalam tas.
__ADS_1