Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Pulang


__ADS_3

Alex menghentikan mobilnya di area parkir dan segera menuju lantai tempat istrinya berada yang dia ketahui dari sms Bella sebelumnya. Dia berjalan mantap, mengundang beberapa tatapan kagum dari para gadis dan pandangan penasaran dari para laki-laki. Dia tersenyum melewati Orang yang berlalu lalang di dalam bandara itu, untuk mencari dimana istrinya berdiri.


Dia tersenyum saat melihat sang istri yang berdiri sambil berbicara dengan Flora teman baik Bella yang juga baru pulang dari kuliah S2 nya.


"Bella."


Wanita yang sudah mengganti marganya menjadi Graham itu menoleh dan tersenyum, dia langsung melangkah mendekat dan sempat kaget saat sang suami langsung menariknya ke dalam pelukan hangat.


"Alex" Alex melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Bagaimana?"


"Lancar kini perusahaan ibu sudah berjalan lancar lagi."


"Aku yakin kau melakukan yang terbaik." Dia mencium mesra kening istrinya, membuat beberapa tatapan iri mengarah pada mereka.


"Oh, ayolah. Bisakah kalian tidak memamerkan kemesraan itu?" flora protes dengan wajah menekuk karena iri.


Wajah Bella memerah dan hanya bisa tersenyum sementara Bima mengangkat bahu.


"Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menahan diri jika sudah bersama istriku tercinta ini." Alex terkekeh saat Bella mendelik padanya.


"Dasar gombal." Gumam Bella yang semakin membuat senyum Alex melebar.


"Bukan berarti kau bebas di depan umum kan?" mereka bertiga menoleh kearah yang baru datang. Di sana Glen berjalan dengan wajah yang digilai banyak wanita. Membuat Flora hanya menghela nafas.


"Glen, kenapa kau datang kesini?"


"Apa boleh buat. Calon istriku ini akan mengoceh jika aku tidak datang."


"Jadi kau tidak rela datang ke sini untuk menjemput ku? Dasar pemalas." ujar Flora kesal


"ka kalian kapan berpacaran? Dan Kenapa kau tidak memberitahukan aku!" ujar Bella meminta penjelasan dari Flora


"aku pun tidak tau jika Glen dan kalian saling mengenal!" Balas Flora memandangi wajah tampan Glen yang sedang merangkul pundaknya

__ADS_1


"Alex adalah sepupu ku, ibunya dan ibuku kakak beradik!" Ujar Glen memberikan penjelasan kepada Flora


"Wah Benarkah? Dunia benar-benar sangat kecil yah!" ujar Flora membuat Bella dan Glen mengangguk mengerti


"Apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Alex mengandeng tangan istrinya dan dibalas anggukan oleh Bella merekapun berlalu pergi


"Nah, sekarang kita juga harus pulang." Ujar Glen membawakan koper Flora.


"Bagaimana kabar putra kecil ku?" tanya Bella merindukan Giorgino


"Dia sedang di bawah oleh Addison dan Abian!"


"Benarkah? Pada hal aku ingin melihat Giorgino saat pulang!" Ujar Bella sedih


"Kita tidak akan pulang Sayang," Alex melingkarkan tangannya di pinggang Bella. "Kita akan kencan dulu agar kau tidak stress lagi. Ayo!"


Alex melingkarkan tangannya untuk memeluk Bella dari belakang. Dia menenggelamkan kepalanya di ceruk leher sang istri dan menghirup aroma menenangkan Bella. Setelah berkencan seharian, mereka ke kediaman Graham untuk mengambil buah hati mereka. Tapi Kedua orang paman yang menyebut diri mereka 'Papa' itu tidak ada, begitupun dengan buah hati mereka


Akhirnya mereka pulang ke rumah. Kediaman Alex.


"Hm?"


"Aku menginginkanmu." Alex mulai mengecupi leher sampai pundak Bella dan mengeratkan pelukannya.


"Bukankah kita akan ke Rumah besar keluarga Graham lagi dan mengambil Giorgino?"


Alex menghela nafas mengingat rencana itu. Memang, setelah makan malam nanti mereka akan kembali ke sana. Dan makan malam tinggal beberapa menit lagi. Hanya tinggal menunggu bibi yang memasak selesai dengan tugasnya.


"Baiklah." Ucap Alex tidak ikhlas. Membuat Bella tersenyum. Wanita itu berbalik dan meraih tengkuk suaminya. Mencium lembut bibir Alex dengan mata terpejam. Mencoba menghilangkan kekecewaan sang suami.


Setelah Bella Hamil, mereka memang jarang melakukannya. Apalagi setelah Bella melahirkan kemudian di lanjut dengan kondisi perusahaan yang dipegang oleh Alex dan Bella Membuat keduanya kadang langsung tertidur karena lelah.


"Nanti ya, kalau Giorgino sudah tidur." Ucap Bella setelah mengakhiri ciumannya. Alex tersenyum lebar dan mengangguk.


"Sekarang, kita turun dan makan malam."

__ADS_1


"Baiklah!"


Alex dan Bella berjalan menuju dapur, namun begitu mereka menuruni tangga dan melewati ruang keluarga. Mereka melihat jika Abian, Addison dan Giorgino ada disana.


"Mama Ma Nini mama!" Giorgino langsung menggerakkan tangannya kearah Bella


"Gino" Bella langsung berlari dan menggendong putrinya serta menciumi wajah tampan anaknya itu. Membuat Gino terkikik geli.


"Wah.." Revalina datang dari dapur dan tersenyum melihat cucunya yang tersenyum senang karna digendong oleh ibunya.


"ibu juga datang?" ujar Bella kaget, bukan hanya kakak Addison dan Abian yang datang bahkan ibu mertuanya pun datang


"iya, ibu bosan di rumah, karna ayah kalian sedang sibuk di kantor jadi lebih baik ibu datang ke rumah kalian!" Ujar Revalina membuat senyum Bella mengembang


"Nah, makanannya sudah siap. Bagaimana kalau kita makan bersama." Ajak Revalina yang langsung di setujui oleh yang lain.


Mereka semua berjalan menuju ruang makan. Melihat makanan yang begitu banyak tersaji membuat Bella menghela nafas karena Ibunya tadi tidak memberitahu dirinya hingga ia tidak bisa membantu.


Revalina hanya tidak ingin membuat Bella semakin lelah setelah pulang dari Belanda Karna sudah beberapa bulan ini Bella selalu berkerja keras di perusahaan ibunya. Jadi karena itu, Revalina tidak memperbolehkannya membantu. apa kata Maya jika mereka bertemu diakhirat nanti, pasti Maya akan memarahinya kan?


Mereka semua duduk di meja yang sama. Meja yang sangat besar yang bisa menampung keluarga besar mereka.


"Addison kapan pacarmu itu mau menikah?" Tanya Revalina disela-sela mereka makan


"Dia masih banyak kontrak yang belum diselesaikan Ibu!" Ujar Addison malas membuat Abian terkekeh pelan


"Kau seharusnya seperti Abian, dia tiga bulan lagi akan menikah, sedangkan kamu tidak tau kapan akan menikah!" Ujar Revalina kesal dan membuat Abian bangga akan dirinya yang sebentar tidak akan melajang lagi.


"Bye-bye Sabun batang!" Batin Abian terkekeh kecil dan Addison yang masih bisa mendengarnya kekehan Abian pun mengumpat kesal kearah sahabatnya itu.


"Ibu kan sudah bilang, jangan pacari seorang selebriti, Nanti kau yang akan repot! Ibu Kan sudah mengenalkan mu dengan berbagai wanita cantik lebih cantik seribu kali dari pada si Saara itu tapi kau tetap saja hanya mau dengan aktris itu" Cerewet Revalina membuat Addison tidak nafsu makan


"Sudahlah ibu, tidak baik bicara saat makan!" Ujar Bella mengelus tangan ibu mertuanya hingga membuat Revalina menarik nafas pelan


"Sudahlah ibu tidak mau tau kau harus menentukan kapan kau akan menikah, lihat umur mu Addison kau tidak lagi muda!" Ingin sekali Abian tertawa ngakak saat Tante Revalina membawa-bawa umur Addison tapi untung saja pengendalian dirinya sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2