Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Kembalilah


__ADS_3

Hanoel tersenyum.


"Itu perasaan yang biasa bagi, Wanita yang akan menikah Sayang!" Ujarnya lembut


"Kau hanya perlu tenang, dan ikuti semua apa yang terjadi di luar sana nanti, Aku akan selalu ada di dekatmu!" Lanjut Hanoel tersenyum manis menguatkan Bella


"Terimakasih Eonni!" Ujar Anastasya membalas senyuman Hanoel


"Sudah, Ayo kita keluar beberapa menit lagi, waktunya akan tiba!" Ujar Hanoel berjalan keluar dengan Bella di sampingnya.


Mereka berjalan, Pelan ke arah luar rumah. Dan ternyata di luar Gavin sudah menunggu nya untuk menjemputnya.


"Apa kau siap tuan putri?" Ujar Gavin sambil menjulurkan tangannya membuat Bella tersenyum kecil


"Terimakasih Pangeran!" Ujar Bella memegang tangan Gavin sambil tersenyum lucu


Merekapun berjalan dengan bahagia ke pusat acara. Gavin memakai baju putih dengan dasi hitam kupu-kupu sedangkan Bella ia memakai baju warna putih juga selaras dengan baju Gavin, baju yang membuat bagian atasnya terbuka dengan pernak-pernik di belakang rambutnya.



"Kau terlihat sangat cantik Anastasya!" Ujar Gavin terpukau dengan kecantikan Bella


"Kau pun sama Gavin, kamu benar-benar sangat tampan!" Balasnya Dengan Tersenyum lembut


Setelah mereka sampai di atas mimbar dan setelah mereka mendengar ucapan dari MC, Tibalah saatnya bagi mereka untuk mengucapkan janji pernikahan.


Namun sebelum itu terjadi tiba-tiba Suara yang memanggil Nama Bella terdengar hingga membuat kedua mempelai di atas menatap ke arah tamu.


"BELLA!" Suara teriakan Alex membuat semua tamu terdiam dan menatapnya bingung.


"Tuan Alexander?" Gumam Bella terkejut


Entah kenapa hatinya sekarang tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia merasakan perasaan rindu yang sangat besar saat menatap wajah Alex.


"Apa kau melupakan ku?" Ujar Alex menatap dalam kearah mata Bella

__ADS_1


"Lihat aku Bella, Apa aku benar-benar tidak berarti dalam hidupmu?" Ujar Alex lagi dengan Lirih membuat Bella tiba-tiba sakit hati saat mendengar suara putus asa dari Pria itu


"Ada apa dengan ku!" Batin Bella menaruh tangannya di dadanya.


"Aku mencintaimu!" Ujar Alex lagi membuat Bella ingin berlari ke arahnya, namun belum dua langkah Bella melangkah tangannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh Gavin


"Jangan dengarkan dia Anastasya, lebih baik kita teruskan saja pernikahan kita!" Ujar Gavin mencoba tersenyum


"Keh, Apa kau merasa bahagia merebut milik orang lain Tuan muda Kang?" Ujar Alex tidak habis pikir dengan jalan pikir Gavin Hingga membuat pria itu (Gavin) terdiam.


"Nak, Ayo pulang, ayah, Kakak dan adik ku Keke menunggu dirimu pulang!" Ujar Harison membuat Bella yang sedari tadi menatap wajah Alex mengalihkan pandangannya ke asal Suara dan ternyata itu suara pria paruh Baya dengan seorang pria gagah dan wanita cantik di sampingnya, namun kenapa ketiga orang itu mirip dengan ku.


"Akh!" Kepala Bella tiba-tiba sangat sakit saat kenangan-kenangan yang tidak ia ketahui itu terus saja menghujani otaknya, seperti kaset yang terus di putar ulang, ingatan itu terus diputar.


"Bella, kamu harus mencoba mengingatnya sayang! Aku percaya kamu bisa mengingat semuanya!" Ujar Alex keras sambil berjalan mendekat kearah mimbar.


"Apa kau ingat saat kita di atas kapal pesiar? Dan saat Ombak besar itu datang, Apa kau ingat Sayang?" Ujar Alex lagi sudah berada di depan Bella


"Saat itu kamu!"


"Tunggu, kau mau bawa kemana istriku!" Ujar Gavin membuat Alex menatapnya dengan Tajam


"Lebih baik kau tutup mulutmu tuan Muda Kang, jika tidak kau dan keluarga mu benar-benar tidak akan selamat!" Ujar Alex tajam sambil berjalan maju tepat di sebelah Gavin ia bicara lagi.


"Dan ingat, Seorang Alexander Graham tidak akan pernah memberikan miliknya kepada orang lain, dan kali ini aku tidak akan mentolerir apa yang kau lakukan lagi!" Ujar Alex berjalan pergi dari sana.


Membuat Gavin terdiam, sedangkan Tamu undangan bingung harus apa.


"Kang Dae!" Ujar Aera yang sudah berada di belakang tubuh Gavin.


"Apa kau tidak apa-apa?" Ujar Aera pelan namun sebelum Aera mendaratkan tangannya di pundak Gavin tiba-tiba Gavin berbalik pergi ke arah perginya Alex Tandi berniat mengejarnya namun sebelum itu terjadi, Ayahnya sudah lebih dahulu menahannya.


"Kau mau pergi kemana Kang Dae!" Ujar kepala keluarga Kang itu menghalangi jalan Gavin Agar tidak pergi dari sana


"Aku akan pergi mengejar Anastasya Abeoji!" Ujarnya sambil berniat berjalan melewati ayahnya namun tangannya langsung di cekal oleh ayahnya.

__ADS_1


"terimakasih atas kehadiran teman-teman dan para kerabat yang sudah datang ke acara malam ini, dan dengan sesal saya mengatakan jika pernikahan malam ini dibatalkan!" Ujar Kepala keluarga Kang membuat Gavin menatap ayahnya dengan pandangan tidak percaya


"Ayo, kau tidak boleh pergi kemana-mana sebelum kau menjelaskan semuanya kepada keluarga!" Ujarnya menarik masuk Gavin kedalam rumah.


Rumah sakit.


"Ibu tidak tau, ternyata Bella masih hidup!" Ujar Revalina antara senang dan sedih, Senang karna menantunya masih hidup dan sedih saat melihat kondisi Bella yang jauh dari kata baik-baik saja.


Sekarang dua keluarga besar Lemos dan Graham sedang menunggu dengan gelisah dokter yang sedang memeriksa Bella di dalam sana.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka membuat semua orang mengangkat kepala mereka untuk melihat Dokter di sana.


"Dok, bagaimana keadaan Istri saya!" Ujar Alex cepat


"Nyonya Sekarang Baik-baik saja, biarkan dia beristirahat 2 3 hari setelah itu dia sudah bisa pulang!" Ujar Dokter itu tersenyum dan berjalan pergi dari sana


"Syukurlah Bella baik-baik saja!" Ujar Addison menghela nafas lega


Alex dengan cepat membuka pintu ruangan Bella ingin menemui istrinya itu namun sebelum itu suara cempreng anak kecil menghentikannya.


"AYAH!" Teriak Gino berlari kearah nya dengan Bima, Amelia dan Emanuel di sampingnya.


"Apa Bella baik-baik saja!" Ujar Amelia setelah mereka bergabung dengan keluarga Graham dan Lemos


"Kamu kenapa bisa datang kesini Gino!" Ujar Alex menutup kembali pintu yang sebelumnya sudah ia buka sedikit.


"Gino Khawatir dengan ayah dan Ibu, jadi Gino memohon kepada Tante Amelia untuk datang kesini!" Ujar Gino setelah ia sudah berada di gendongan Alex.


"Maafkan kami Alex, Karna sudah membawa Gino kesini!" Ujar Amelia sesal


"Tidak apa-apa, mungkin jika ada Gino disini Bella akan lebih cepat sembuh!" Ujar Alex tersenyum tipis dan kembali membuka pintu kamar Bella untuk masuk kedalam sana di ikuti oleh semua orang.


"Ibu!" Ujar Gino memaksa Turun dari gendongan Alex.

__ADS_1


__ADS_2