Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Kaget


__ADS_3

Bima tau jika Bella sekarang sudah menjadi istri pria lain, namun hati kecilnya tetap saja tidak terima


Darah Bima seperti mendidih ketika Alex kini selalu berada di dekat Bella. Sepertinya Alex memang sedang menjaga jarak Bella dengan dirinya.


Oh Bima bukankah itu wajar jika seorang Suami menjaga jarak istrinya dengan Laki-laki lain!?.


Bahkan pemandangan di taman itu juga begitu menyiksa Bima. Bella dengan lembut mengelus rambut Alex yang tampak terlelap di pangkuan Bella. Seharusnya Bima lah yang ada di sana. Dirinyalah yang pertama kali diperlakukan selembut itu oleh Bella, Begitu tidak rela hatinya ketika ada orang lain yang menggantikannya. Tapi saat itu Bima tahu posisinya. Ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan marah, dan memandang mereka dengan amarah yang meletup-letup.


Bima menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan Bella dan Alex dari otaknya.


Bima membuka lemari atas, mencari makanan cepat saji yang mungkin masih tersisa. Tapi tidak ada, tidak ada satu pun makanan cepat saji atau bahkan camilan yang bisa ia makan. Bella mendesah kasar. Mau tidak mau ia harus mencari makanan di luar. Makan di kedai atau beli beberapa makanan cepat saji dan camilan lagi untuknya.


Mengendarai mobil dengan perut kosong memang tidak baik. Beberapa kali Bima tidak konsentrasi. Akhirnya Bima menepi ketika melihat sebuah toko tak jauh darinya.


Ketika mobil Bima terparkir dan ia turun dari mobil, Bima melihat sebuah mobil mewah lainnya yang tak asing.


"Mobil Alex?" fokus bima, dan dengan segera memasuki toko.


Suara dentingan bel terdengar ketika Bima membuka pintu kaca toko, dan seorang penjaga toko berpikir salam selamat datang padanya.


Iris Bima melihat sosok Alex di kasir, dengan senyuman seorang sahabat, Bima mendekati Alex


"Alex!"


Alex mengalihkan pandangannya ke arah suara. Dan begitu terkejut ketika Bima tengah berjalan ke arahnya.


"Tumben sekali kau berbelanja!" Bima tertawa. "Apa yang kau beli?" bima melihat barang belanjaan Alex yang berjejer di meja kasir. Lalu dua kotak susu ibu hamil mencuri perhatian Bima.


tangan putih Bima meraih satu kotak yang ada, memandangnya tak percaya. "I ini Untuk siapa Lex? Pacar Abang Addison?"


Bima merasa curiga. Otaknya bereaksi berlebihan. Kecurigaan membuat Bima tidak tenang, apalagi ketika Alex yang biasanya akan membalasnya dengan hardikan hanya diam melihatnya.

__ADS_1


"Ini untuk Bella."


Jawaban Alex begitu tenang dan dingin. Namun hawa panas dan nyeri yang terasa pada Bima. Pupil Bima mengecil.


"Ha ha ha." Bima mencoba tertawa, tapi suaranya terdengar sumbang.


"Bercanda Mu tidak lucu seperti biasanya Lex." Ujar Bima tidak mungkin jika Bella Hamil kan? Karna Bella dan Alex baru saja menikah kemarin jadi bagaimana mungkin mereka bisa punya anak


Jikapun Bella memiliki anak bukankah itu harusnya anak Bima? karna dulu mereka adalah suami istri Tapi jujur Bima belum pernah menyentuh Bella sedikitpun. Jadi bagaimana bisa Bella hamil.


Alex Tidak menanggapi perkataan Bima, lebih memilih mengambil kotak susu itu dari tangan Bima dan mengembalikannya ke meja kasir.


Bima masih diam, entah apa yang dipikirkannya.


Alex memberikan kartu kreditnya pada kasir, memasukkan kembali kartu miliknya dan segera membawa keluar belanjaannya. Meninggalkan Bima yang masih membeku.


Sedangkan Bima yang baru menyadari Alex meninggalkannya segera berlari dari toko dan menghampiri Alex yang sedang memasukkan barang bawaannya ke bagasi.


"Alex!"


"Yang kamu bilang itu bohong kan?" Bima mencoba memastikan.


Alex mendesah malas, memilih menyandarkan tubuhnya pada sisi mobil. "Dia memang sedang hamil. Ada anakku di dalam perutnya."


Wajah Bima terlihat frustasi.


"Itu tidak mungkin Kalian baru saj"


"Cih, Apa kamu bodoh?!" Ejek Alex


"Malam itu, aku dan dia melakukannya. Aku menyimpan benihku kepadanya! Sekarang, benihku itu akan menjadi anakku dan anak Bella." Tekan Alex

__ADS_1


Alex menjelaskannya dengan panjang lebar yang bukan Alex sekali. Pria minim ekspresi dan bicara itu kini menjadi kepemilikan pada Bella dan bayinya.


Alex menatap nyalang Bima.


"Jadi dengarkan aku Bima! Jangan pernah sedikit pun ada dalam otak tolol mu itu bahwa Bella akan kembali ke sisimu, atau aku akan melepaskan Bella, itu tidak akan pernah terjadi dalam mimpi mu sekalipun!" Alex melipat tangannya di depan dada.


"Kau sudah Lajang sekarang jadi kejarlah Amelia mu itu dan sayangi dia,, Jadi biarkan aku bahagia dengan Bella juga anakku. Jangan serakah Bima!"


Bima menatap balik Mata tajam Alex dengan pandangan yang tak dapat dipahami.


"Tapi ku minta padamu rahasiakan ini. Aku tidak mau Bella tertekan akibat gosip. Sekarang inilah takdir kita Bima, aku bersama Bella dan kau bersama Amelia, kita sudah mendapatkan apa yang kita mau."


"Dia mencintai ku Lex!" Ujar Bima masih ingin mengklaim Bella nya.


"Oh ya? Tapi Bima, dia adalah ibu dari anakku dan jangan lupa dia juga adalah istriku yang sah secara hukum maupun agama."


Dengan kalimat itu, Alex segera menutup bagasinya yang tak sempat ditutup dan segera memasuki ruang kemudi dan melajukan mobilnya. Tidak peduli lagi pada apa yang akan dipikirkan Bima sekarang.


"Persetan dengan dia yang masih mencintai mu Bima! Sekarang, Bella sedang mengandung anakku dan dia istriku. Itu yang paling penting." Alex menyeringai senang.


Ada kebanggaan ketika Alex mengumumkan kehamilan Bella, dan mendeklarasikan kepemilikannya pada Istrinya itu. Dengan terang-terangan membuktikan kekalahan idiot itu yang dulu selalu dikejar oleh Bella


"Aku pulang!" Alex memasuki rumah dan tidak menemukan Bella yang tidak menjawab salamnya. Sasuke menyimpan belanjaannya di atas meja makan, mencari Bella di ruang tv. Dan benar saja istrinya itu tengah terlelap dan bergelung nyaman di sofa.


"Tck." Alex mendecak, melihat istrinya itu memakai gaun tidur yang sangat tipis, bahkan dirinya bisa melihat cetakan pakaian dalam Bella di dalam sana, Gaun itu juga memiliki potongan leher yang rendah dan membuat dada Bella sedikit menyembul, membuat Alex menelan ludahnya secara paksa


Dengan wajah merah padam dan detak jantung yang terus terpompa cepat, Alex mengangkat Bella. Perlahan-lahan Alex melangkah sangat pelan, Karna ia tidak mau membangunkan Bella.


Alex meletakkan Bella di atas tempat tidurnya, menyelimuti tubuh wanita itu hingga dagu.


Tangan Alex juga mengelus lembut puncak kepala Bella, dan terakhir ciuman sayang di dahi istrinya tersemat cukup lama. Menghantarkan kasih sayang yang tulus dari Alex.

__ADS_1


Pagi hari yang menyenangkan kini selalu menyambut Alex karena ada Bella yang sedang menyiapkan pakaian Kerjanya, membuatkan secangkir kopi panas, dan sarapan pagi yang menggugah selera.


__ADS_2