
"Apakah ayah anak kecil? Hingga Harus disambut seperti itu!" Ujar Gino memutar matanya bosan
"Tck, Jika kau punya pasangan nanti, pasti kau akan merasakan apa yang ayah rasakan saat ini!" Balas Alex kesal karna sudah di tegur oleh Gino
"Terserahlah!" Ujar Gino berjalan pergi ke atas kamarnya, ia harus mengganti baju dan menaruh tasnya dulu baru bisa makan malam dengan keluarganya.
"Tck, Dasar anak itu!" Ujar Alex sedikit kesal dengan sikap yang ditunjukkan anak laki-lakinya itu
"Jangan Kesal seperti itu Alex, Anak itu cerminan dari Ayahnya!" Ujar Bella membuat Alex menukikkan alisnya tidak terima
"Cerminan apanya Sayang! Wajah tampannya itu memang turunan dari aku TAPI sifat menyebalkan nya itu pastilah turunan dari Addison atau Abian!" Ujar Alex menyalahkan kakak dan kakak iparnya
"Sudah-sudah, tidak usah menyalahkan orang lain!" Ujar Bella sambil membuka celemek nya
"Sana pergi mandi dan ganti baju mu dulu, setelah itu kita makan bersama!" Ujar Bella tersenyum lembut dan Alex pun menurutinya.
Ruang Makan 07:15 Malam
"Umm, Alex tadi ada undangan Dari Busan!" Ujar Bella menatap wajah Suaminya yang sedang menyendok Makanannya
"Undangan apa?"
"Undangan Pernikahan Gavin dan Aera!" Ujar Bella pelan membuat Alex menukikkan alisnya bingung.
"Pernikahan? Bukannya Mereka sudah memiliki Anak?" Ujar Alex lagi
"Itu gaya negara mereka Sayang, Tidak ada yang salah dengan itu!" Balas Bella lagi
"Huffff, Baiklah jadi kapan mereka menikah?"
"Tiga Hari lagi!"
"Hm!"
"Dan Kalian berdua apa mau ikut dengan Ayah dan ibu ke Korea?" Tanya Bella menatap kedua anaknya
"Aku Mau!" Ujar Icha semangat hingga membuat Senyuman Bella mengembang
"Aku tidak mau!" Ujar Gino tanpa melihat kearah ibunya, Sup didepannya lebih menarik
"Kenapa sayang?" Ujar Bella bingung
"Aku ada kegiatan di sekolah!" Ujar Gino seadanya.
Sebenarnya Itu bukan alasan utama kenapa ia tidak mau pergi ke Korea, Memang di sekolah nya ada kegiatan namun itu seminggu lagi. Jadi maafkan dirinya jika dia sudah berani berbohong kepada ibu tercintanya,, Itu juga ia terpaksa, Gino hanya tidak mau bertemu dengan Gadis licik yang dulunya sangat menyebalkan itu.
"Haaah, Baiklah Pada hal kemungkinan besar Emanuel akan ikut juga ke Korea dengan orang tuannya!" Ujar Bella pelan membuat wajah Gino terangkat.
__ADS_1
"Apa? Si idiot itu akan pergi juga!" Ujar Gino kaget
"Iya, Karna Perusahaan Wijaya sedang bekerja sama dengan perusahaan Kang, Jadi dia harus ikut dengan orang tuannya untuk menghormati keluarga Kang!" Ujar Bella membuat Gino tiba-tiba tidak nafsu makan, Ia pun menaruh kembali Sendok dan Garpu nya dan berjalan pergi ke lantai atas, arah kamarnya
"Eh, Gino Habiskan dulu makanan mu!" Teriak Bella saat anak laki-lakinya itu pergi tanpa permisi
"Aku tidak nafsu makan ibu!" Balas Gino tanpa menghentikan langkahnya.
"Tapi!"
"Sudahlah Sayang,. Gino sedang kesal jadi jangan panggil dia lagi!" Ujar Alex memegangi tangan kanan Istrinya itu
"Apa aku salah bicara tadi!" Ujar Bella pelan menatap Alex
"Tidak, dia hanya kesal karna semua orang akan pergi!" Balas Alex datar namun ada kehangatan didalamnya
Kamar Giorgino.
BRAK
Suara bantingan pintu menggema di dalam kamar Gino, ia mengambil handphonenya di meja dan memencet nomor yang ingin ia hubungi.
"Apa Kamu akan Pergi ke Korea?" Ujar Gino setelah sambungan teleponnya tersambung
"....!"
"Tck, Ya sudahlah terserah kau saja!" Balas Gino mematikan telponnya dan melempar benda segi empat itu ke atas Ranjang empuknya.
"Anastasya!" Ujar Gavin berjalan mendekat
"Gavin, selamat yah kau!" Ujar Bella terpotong saat Alex menarik kembali tangan Bella yang sedang menyodorkan tangannya ingin salaman
"Biarkan aku saja!" Ujar Alex menjabat tangan Gavin
"Aku mengucapkan Selamat tuan muda Kang, akhirnya anda menikah juga!" Ujar Alex datar membuat Gavin memutar matanya malas
"Dan yang perlu anda ketahui nama ISTRIKU adalah BELLA bukan Anastasya!" Lanjutnya menekan kata-kata Istriku dan Bella dengan senyuman yang membuat orang-orang takut posesif sekali, apa dia tidak tau jika aku sudah memiliki anak dan juga istri!" Batin Gavin Kesal
"Terimakasih!" jawab Gavin tanpa minat
"Eh Tuan Wijaya anda akhirnya datang juga!" Ujar Gavin menatap ke belakang badan Alex di sana sekarang sudah ada Bima dan Amelia yang sedang berjalan mendekati mereka
"Tentu, Sebagai sesama teman Bisnis kita harus saling menghormati bukan!" Ujar Bima tersenyum kecil dan Gavin pun membalasnya dengan kekehan pelan.
"Apa Aera belum turun?" Ujar Bella saat ia tidak melihat pengantin wanitanya.
"Dia akan turun sebentar lagi!" Ujar Gavin sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
"Anastasya Eonni!" Ujar Seorang remaja Perempuan berjalan kearah mereka
"Eh Isabell, kau cantik sekali!" Ujar Bella memegangi lengan Isabella dengan mata yang berbinar.
Isabella.
"Kamsahamnida, Eonni!" Ujar Isabella dengan membungkukkan badannya tersenyum manis
"Hai, Isabella!" Ujar Emanuel menyapa Gadis cantik itu
"Hai!" Balas Isabell dengan Senyumannya
"Kalo begitu Isabell pergi kesana dulu Eonni!" Ujar Isabell sambil membungkukkan badannya pelan, undur diri
Isabella yang sedang melihat-lihat kue di atas meja tidak sadar jika ada Emanuel yang sedang berjalan mendekatinya.
"Bagaimana Kabar mu Isabell?" Ujar Emanuel menatap wajah Isabell yang sedang mencoba kukis di depannya
"Seperti yang kamu lihat, aku terlihat baik!" Balas Isabell seadanya
"Syukurlah!"
"Bagaimana dengan dia?" Ujar Isabella sedikit ambigu namun Emanuel tau arah pembicaraan Gadis itu
"Dia .... Seperti biasa Tidak mau datang!" Ujar Emanuel pelan sambil mengambil kue nanas di depannya
"Dan seperti biasa juga ia akan memarahi ku jika tau aku datang ke sini lagi!" Lanjut Emanuel terkekeh pelan
"Apa dia sudah gila, Dasar kekanak-kanakan!" Ujar Isabella malas
"Itu salah mu sendiri, kenapa dulu kamu benar-benar kekeh berselisih dengan Giorgino hanya untuk mendapatkan Tante Bella!" Ujar Emanuel mengigit kuenya
"YAK, Waktu itu mana aku tau Anastasya Eonni itu Ibu nya!" Ujar Isabella kesal
"Benar-benar tidak dewasa, masih saja mempermasalahkan tentang waktu itu!" Lanjutnya menghela nafas malas
"Tapi kamu suka kan?" Ujar Emanuel menaik-turunkan alisnya hingga membuat Isabella tersipu malu
"Aisss, Kau ini!" Ujar Isabella Kesal sedangkan Emanuel hanya tertawa melihat wajah memerah Isabella dan tanpa mereka berdua sadari di sebelah sana ada seorang gadis kecil yang memandangi mereka dengan hati dongkol.
"Ah iya, ada sesuatu yang ingin ku kasih tau ke kamu!" Ujar Isabella tersenyum kecil
"Apa?" Tanya Emanuel penasaran.
"......!"
__ADS_1
"Ha, Kamu tidak bohong kan?" Ujar Emanuel dengan senyuman dan raut bahagia di wajahnya
"Iya, Mana mungkin aku bohong!"