Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Kencan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah direncanakan sebagai hari kencan pertama untuk Giorgino dan Isabella. Seperti janji Gino sebelumnya, pukul 8, Gino sudah berdiri di bawah apartemen Isabella,. Kali ini Gino memakai baju yang cukup simpel. Hanya dengan memakai kaos V-neck yang dibalut dengan jaket berbahan kulit berwarna coklat, selain itu Gino juga memakai celana berbahan jeans dan tidak lupa sepatu kets yang terkesan santai.


Melihat penampilan Gino saat ini, Gino tidak tampak seperti seorang pelajar SMA. Kesan Dingin dan cuek yang selalu disandang Gino ketika berada di lingkungan sekolah, kini terasa hilang seketika jika melihat penampilan Gino saat ini.


Sangat berbeda dengan Giorgino yang biasanya. Mungkin karena ini kencan pertamanya dengan Isabella, jadi Gino sedikit bekerja keras dalam hal penampilan agar terlihat semakin cocok jika bersanding dengan Isabella saat kencan nanti.


"Kenapa lama sekali, aku sudah bilang ku jemput jam delapan", Ujar Gino sedikit kesal mulai mondar mandir tidak jelas di depan samping Mobilnya. Padahal ini baru lewat sekitar 5 menit dari waktu yang dijanjikan. Sepertinya Gino sudah tidak sabar untuk segera pergi kencan dengan Isabella.


Tak


Tak


Tak


Suara sepatu yang berjalan mendekat membuat Gino menghentikan kegiatannya yang sedari tadi mondar mandir tidak jelas, dan menoleh ke arah depan. Isabella berjalan mendekati nya dengan gerakan anggun. Di pandangan Gino saat ini,gerakan Isabella yang berjalan mendekati nya seperti adegan slow motion.


Terlihat sangat anggun dan Cantik. Ditambah lagi, Isabella kali ini memakai dress berwarna biru muda yang hanya memiliki panjang mencapai lututnya saja, dan dipadukan dengan bolero berwarna coklat muda, terlihat sangat anggun dan juga cantik. Tidak seperti gadis remaja lainnya yang suka sekali mengenakan sepatu hak tinggi, Isabella hanya memakai flat shoes saja agar terlihat lebih sederhana.


"A-apa kamu sudah menunggu lama ?", tanya Isabella setelah berdiri tepat di depan Gino.


"Hm. Tidak juga, ayo kita berangkat sekarang", Ujar Gino setelah tersadar dari kekagumannya saat melihat Isabella. Gino menarik tangan Isabella dan membukakan pintu mobilnya.


"Masuklah", Ujar Giorgino membukakan pintu sebelah kemudi mobilnya untuk Isabell. Isabella mengangguk dan masuk ke dalam mobil.


Setelah Isabella masuk kedalam mobil, Gino juga segera masuk ke mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita mau kemana Gino?", tanya Isabella


"Nanti kau juga tahu. Apa kau akan terus memanggilku seperti itu saat kencan kita nanti ?", ujar Gino tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalanan didepannya.

__ADS_1


"Ma-maksud apa ?", memangnya apa yang salah dengan panggilan Isabella pada Giorgino.


"Kita ini sepasang kekasih sekarang, ingat ?"


"Te-tentu saja"


"Kalau begitu berhenti memanggilku dengan namaku"


Ahh, Isabella mengerti maksud Gino. Cara panggil kekasih sekarang sedang trend-trend nya baru-baru ini, memanggil Sayang kepada pacar saat sedang Berkencan.


"Baik, Sa Sayang", Isabella menunduk malu saat mengatakannya, tidak berani menatap Gino secara langsung. Isabella terlalu malu, karena ini pertama kalinya ia memanggil Giorgino dengan sebutan Sayang.


"Hm. Itu terdengar lebih baik", Ujar Giorgino tersenyum puas mendengar nama panggilan baru untuknya dari Isabella.


Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya. Isabella yang masih mengira-ngira kemana kencan pertama mereka akan dilakukan.


.......


.......


.......


Dan tempat kencan mereka adalah..


"Taman bermain ?", Gumam Isabella pelan, Karena menurut Isabella untuk ukuran Giorgino yang tidak suka keramaian, dia pasti akan sangat tidak suka dengan Taman Bermain.


"Iya, kencan kita adalah di taman bermain ini", mendengar gumaman dari Isabella yang lebih mirip dengan seperti orang yang sedang bertanya, Gino mengatakan itu pada Isabella.


"Ke-kenapa Taman bermain ?", kali ini Isabella benar menanyakannya pada Gino.

__ADS_1


"Tentu saja karena ini Rekomendasi Dari Emanuel", jawab Gino acuh tak acuh.


"Yah Walaupun aku sedikit kesal dengan Ide Bodoh yang di ucapkan Emanuel!" Batin Giorgino kesal dengan Sahabatnya itu


"Ayo Kita pergi", Ajak Gino menarik tangan Isabella dengan lembut dan membawanya masuk ke dalam taman bermain tersebut.


Banyak sekali wahana yang ada di dalam taman bermain tersebut. Ada wahana khusus anak-anak, dan juga wahana yang hanya boleh dinaiki oleh orang dewasa saja. Karena ini akhir pekan, terlihat banyak sekali anak-anak yang membawa serta kedua orang tuanya untuk menghabiskan waktu liburan mereka di sini.


"Nah, karena kita sudah ada didalam, kau ingin naik wahana apa ?", tanya Gino mengenai wahana yang akan dinaikinya pertama kali bersama dengan Isabella.


"Te-terserah kamu saja", ujar Isabella karena ia hanya pernah melihat taman bermain dari televisi saja dan ini pertama kalinya Isabella ke taman bermain, jadi Isabella bingung harus mulai dari mana. Pilihan wahana bermain disini banyak sekali.


"Kalau begitu kita coba yang itu dulu", Gino kembali menarik tangan Isabella ke salah satu wahana yang ada di sana. Kalau Isabella sih hanya menurut saja.


Gino dan Isabella mencoba banyak wahana permainan disana. Mulai dari wahana yang menegangkan seperti roller coaster, sampai wahana yang menyeramkan seperti Rumah hantu. Untuk yang terakhir, Gino dan Isabella memilih wahana Rumah Hantu. Tentu saja Gino yang memilih.


Tujuannya sih tidak ada bedanya dengan pria lain yang membawa kekasihnya masuk kesana, tentu saja untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan Gino berhasil melakukannya, selama berada di rumah hantu, Isabella terus saja menempel pada Gino, bukan hanya menggenggam tangan Gino dengan erat, bahkan Isabella juga akan memeluk Gino tanpa sadar jika dirinya sedang ketakutan.


Gino sih sudah siap sedia dengan tangan yang terbuka lebar untuk menerima setiap pelukan dari Isabella. Lumayanlah, menang banyak.


Isabella saja yang tidak sadar dengan seringai penuh kemenangan dari Gino selama berada dalam wahana rumah hantu itu.


Setelah mencoba cukup banyak wahana yang ada disana, Gino mengajak Isabella duduk di salah satu bangku taman.


"Apa kau lelah ?", tanya Gino saat melihat wajah Isabella yang kelelahan.


"Sedikit!" Ujar Isabella pelan sambil mengusap keningnya yang penuh dengan Keringat


Tentu saja Isabella lelah, dari tadi ia dan Gino mengelilingi taman yang cukup luas ini untuk mencoba berbagai wahana.

__ADS_1


"Akan aku belikan minuman, kau tunggu saja disini Sebentar", Ujar Gino pergi ke salah satu stand minuman yang ada disana


Isabella pun menduduki dirinya di kursi panjang di sana, Mengistirahatkan dirinya sambil melihat Giorgino yang sedang pergi memesan Minuman.


__ADS_2