Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Membela diri


__ADS_3

Bima membuka matanya dengan geram. Siapa yang dengan tak sabarannya terus memencet bel apartemennya. Sang empunya rumah sedang tidur! Dua hari Bima hanya bergadang dan marah tak jelas. Dan baru dua jam sepertinya ia baru saja terjun ke alam mimpi.


Bima berjalan gontai dengan langkah yang di hentak marah. Melewati anak tangga dan ruangan yang baru saja terkena badai, begitu berantakan.


"Sebentar!" teriaknya, ia membuka pintu hingga sedikit terbanting. Membuat dua orang tamu di depan pintunya terkejut mengelus dada.


Mata Bima membesar ketika melihat sosok Bella yang berdiri terkejut di depan matanya. Tak menghiraukan Amelia yang juga berada tak jauh darinya.


"Bella!" Seru Bima senang, tawa sumringah langsung terpatri di wajahnya yang kacau.


Sedangkan Amelia memandang tak suka pada penampilan Bima yang masih dibalut piama bergaris biru putih yang kusut di mana-mana. Tak lupa rambut Bima yang amat sangat berantakan.


"Kau baik-baik saja, Bima?" Bima terkekeh, merasa senang karena Bella bertanya.


"Aku hanya sedang tidak enak badan." Ucap Bima enteng.


"Hei Bodoh! Kau tidak mempersilahkan kami masuk?!" cerocos Amelia, Bima menggaruk belakang kepalanya sedikit me nyengir.


"Maaf, masuklah." Bima menggeser tubuh besarnya yang menghalangi pintu, membiarkan Amelia dan Bella berjalan melewatinya.


"Apa ini Bima?!" Bella berjinjit ngeri, melihat keadaan apartemen Bima yang tidak karuan.


"Ada badai datang beberapa hari lalu." Bima sedikit terkekeh, tapi pandangan tajam dari Bella dan Amelia langsung menghentikannya.


"Akan ku bantu bereskan!" Bella menyimpan kotak kuenya di meja, masuk ke dapur Bima dan kembali dengan beberapa peralatan bersih-bersih.


Suara ponsel membuat Bella dan Bima memandangi Amelia, gadis Model itu tengah mengaduk tas selendang miliknya. Sebuah ponsel langsung ditempelkan ditelinga.


"Halo?"


"..."


"Aku sedang di Rumah Bima."


"..."


"Paman dari Osaka tiba-tiba sudah datang?!"


"..."


"Aku mengerti, aku akan langsung pulang!"


Amelia memandangi Bima dan Bella dengan wajah merona.


"Maafkan aku, tapi aku harus pulang. Ada acara keluarga mendadak."


"Tidak apa Amelia, kau pulang saja." Bima tersenyum memaklumi.


Bella yang menyadari bahwa dirinya akan berduaan saja dengan Bima segera menyimpan kembali alat bersih-bersih yang tadi dibawanya.

__ADS_1


"Tunggu Amelia! Aku juga akan pulang!" Amelia menggeleng,


"Tidak usah Bella, kau tolong bersihkan kekacauan yang dilakukan Bima, Aku mohon!"


Bella juga menggeleng, tidak setuju, Sedangkan Bima terus menatap takut pada Bella yang begitu ingin pergi.


"Kau akan baik-baik saja Bella." Bima mencoba menenangkan Bella.


Kriukkk


Suara perut Bima membuat aksi protes Bella terhenti.


"Kau lapar?'


"Sudah dua hari aku belum makan." Ucap Bima jujur.


"Apa kubilang Bella, lebih baik kau buatkan makanan untuk Bima, Aku tidak bisa memasak dan harus pergi sekarang. Maaf ya!" Amelia tersenyum, dan langsung pergi meninggalkan Bella dan Bima


"Tapi Amel-"


Sebelum Bella berlari mengejar Amelia, tangan kekar Bima sudah lebih dulu menahan tangan Bella.


"Tetaplah di sini, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"


Sebelum Bella berlari mengejar Amelia, tangan kekar Bima sudah lebih dulu menahan tangan Bella.


Tubuh Bella menegang, iris bulan miliknya membesar. Ia takut. Bella takut ketika tangan putih Bima mencengkeram tangan putihnya.


"Bella, aku perlu bicara denganmu." Bima memelankan suaranya, berusaha membujuk Bella


Putri Mahendra Lemos itu berbalik, memandang Bima dengan sorot mata tajam dan alis yang bertaut.


"Aku datang ke sini hanya untuk memberikanmu kue itu dan membantu Amelia untuk mengurus mu bila kau benar sedang sakit."


Hati Bima menciut, ia tidak pernah menduga bahwa Bella akan memandangnya dengan tatapan setajam itu.


Bima menetapkan hati, meski ia tahu Bella sudah enggan padanya. Sama halnya dengan cengkraman tangan Bima, ia pun tidak akan membiarkan Bella pergi.


"Dengarkan aku dulu Bella, aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk bicara denganmu."


"Soal apa?" Tanya Bella cepat.


"Semuanya, juga soal kenapa pernikahan kita yang bisa kandas!"


Alex baru saja selesai dengan Urusan kantor yang menjengkelkan. Sedari sejam lalu ia terus merasa tidak enak. Alex terus memikirkan Bella yang ditinggalkannya sendiri di apartemennya.


BRAK


Saat pintu Apartemen itu terbuka, dan Alex tidak mendapati Bella di sana membuat ia khawatir.

__ADS_1


Alex menghentakkan giginya marah. Dengan cepat Alex mengambil ponsel di saku celananya. Dan kali ini iris sehitam jelaga milik Alex membesar. Ada satu email masuk. Bukan dari Bella. Itu adalah deretan nama yang tidak ingin Sasuke lihat ada di ponselnya.


Email From : Amelia Angelina Lee


Amelia?


Alex membuka email itu tidak sabar, membaca deretan huruf yang tertera di layar.


From : Amelia Angelina Lee


To : Alexander Graham


Subject : Surprise!


Alex, coba tebak di mana istrimu itu sekarang! Bukankah kau sedang panik mencarinya? Kau pasti tahu hanya lewat gambar yang ku kirim ;)


Alex membuka gambar yang dimaksud Amelia


Isinya hanya sebuah gambar deretan angka yang terbuat dari kuningan dan tertempel di atas besi bercat abu.


3787


Alex rasanya ingin membanting ponsel miliknya, namun segera ia urungkan. Ini bukan saatnya ia marah. Dia akan marah, tapi tidak di sini. Tapi nanti tepat pada si pemilik nomer.


3787 bukanlah angka asing untuk Sasuke. Itu nomer apartemen Bima. Bella tersayangnya kini berada di mulut harimau.


"Sialan kau Bima!"


Bima tidak henti memperhatikan Bella yang kini masih memandang tajam padanya.


"Apa maksudmu Bima?!" Bella mendesis marah, tidak suka akan tema yang hendak dibicarakan Bima dengannya.


"Aku ingin menjelaskan semuanya Bella, jadi kumo-"


"Aku sudah tahu semuanya Bima!" potong Bella tidak mau mendengar apapun


"Tidak Bella kau tidak tahu apapun, Ini semua rencana licik Alex untuk memisahkan kita,, dulu dia menjebak ku agar aku bisa bersama dengan Amelia dan agar kita bisa berpisah!"


"Saat itu aku tidak sadar, bahwa dia sedang membuat rumah tangga kita hancur!" Ujar Bima berharap Bella mau mengerti


"Terus, kamu yang pergi menemui Amelia di bar apa itu semua rencana Alex?" Bima terdiam


"Apa kau yang meninggalkan ku di saat makan malam hanya karena Amelia sendirian di bar, apakah itu semua Rencana Alex?"


"Apa saat itu kamu yang membawa Amelia ke rumah kita tanpa menunggu persetujuan ku juga adalah rencana dari Alex?" Lanjut Bella dengan suara dingin


"APA SEMUA YANG KAU KATAKAN DI KANTOR WAKTU ITU ADALAH RENCANA ALEX?" teriak Bella marah


"Maafkan aku!" Ujar Bima menunduk menyesal dengan apa yang ia lakukan selama ini, ia sangat menyesal karna sudah mengucapkan kata-kata itu dulu hingga membuat Bella pergi

__ADS_1


__ADS_2