
"Kau ini aneh sekali Bella, Apa Ini semua karna kau menghilang Dulu sehingga kamu bisa lupa ingatan seperti ini!" Balas Flora Bercanda
"Sepertinya Pasir Yang ada di pantai Busan sudah membuat otakmu rusak Bell!" Ujar Flora terkekeh pelan
"Itu, Bisakah kamu menjelaskan tentang diriku!" Ujar Bella lagi membuat Flora mengernyitkan dahinya bingung
"Sebenarnya ada apa dengan mu Bella?" Ujar Flora sambil menaruh tangannya di kening Bella
"Tidak Panas kok!" Ujar Flora setelah mengecek suhu tubuh Bella
"Tolong aku! Bisakah kamu menjelaskan tentang kehidupan ku di masa lalu!" Ujar Bella menggenggam erat tangan Flora
"A ah Ba baiklah!" Ujar Flora heran
"Kamu adalah Bella Saphira Lemos Putri dari keluarga terpandang yaitu dari keluarga Lemos, Kamu memiliki Satu orang kakak dan ayah Sedangkan Ibumu sudah meninggal saat kamu kecil, Sedangkan aku adalah sahabat dekat mu dan sekarang kamu juga sudah menikah dengan Keluarga terpandang juga yaitu dari keluarga Graham, Alexander Graham adalah Suami mu dan Giorgino Alexander adalah anak kalian satu-satunya!" Ujar Flora menjelaskan sedangkan Bella sudah dari tadi ia merasakan kepalanya sangat pusing namun karna ia ingin tau tentang kebenaran dirinya jadi ia terus menahan rasa sakit di kepalanya.
"Dan Juga kamu memiliki mantan Sua!"
"Eh Bella, kamu tidak apa-apa kan? Bella kamu kenapa?" Ujar Flora khawatir saat melihat Bella yang sudah tergeletak pingsan.
Flora pun dengan cepat mengeluarkan Handphonenya untuk menelpon Seseorang.
"Halo Glen, Cepat datang ke apartemen ku!" Ujar Flora terburu-buru
"Ada apa sayang?" Tanya Glen
"Bella pingsan, CEPAT!" Teriak Flora dan iapun mematikan sambungan teleponnya
Sedangkan di sana, Glen membulatkan matanya kaget dan dengan cepat ia pun memberi tau kabar itu ke Alex yang sedang duduk di depannya. Dan tanpa menunggu waktu lama lagi Alex pun langsung berlari keluar dari Cafe tempat ia dan Glen duduk tadi.
"Eh Alex, Tunggu aku!" Ujar Glen berlari mengikuti Alex
Apartemen Flora
"Ada apa ini?" Tanya Alex sambil mengangkat tubuh Bella menggendong nya dengan ala bridal style sambil berjalan cepat keluar Apartemen itu sedangkan Flora dan Glen tetap setia mengekori punggung Alex
"Ta tadi aku hanya menceritakan tentang kehidupannya dan tiba-tiba saja Be Bella!" Balas Flora merasa bersalah, Glen yang melihat Kekasihnya yang bersedih dengan cepat ia menggenggam tangan Flora erat untuk menguatkan.
"Alex, dengar!" Ujar Glen saat ia melihat Sepupunya itu siap pergi
"Kau harus mengendarai mobil dengan tenang, Okey?" Ujar Glen
"Hm!" Setelah bergumam tidak jelas Alex pun dengan cepat menancapkan Gas mobilnya dengan kuat Hingga membuat Glen Terbelalak
__ADS_1
"Dasar Pria itu, Sudah aku peringatkan untuk pelan-pelan dia malah, Menyetir dengan membabi-buta!" Ujar Glen marah
"Dia pikir dia Messi apa!" Lanjutnya kesal
"Rossi sayang, bukan Messi!" Ujar Flora mengelus pelan Lengan Kekasihnya itu pelan
"Ah Benarkah?" Ujar Glen menatap wajah Flora membuat Wanita itu memasang senyum palsunya
"Tentu saja Sayang! dari pada kau bicara tentang Messi disini lebih baik Kita kejar mereka bagaimana?" Tanya Flora lembut
"Ah benar juga!" Jawab Glen baru sadar
"Tck kalo begitu, AYO KITA BERANGKAT SEKARANG JUGA BODOH!" Teriak Flora kesal mencubit keras lengan Glen yang ia elus tadi
Rumah Sakit
"Bagaimana keadaannya dok!"
"Apa anda suami Si pasien?" Ujar Dokter itu membuat Alex mengangguk dengan mantap
"Pasien baik-baik saja, tadi dia hanya mengalami sakit kepala berlebihan karna ingatan yang terus saja masuk kedalam otaknya!" Ujar Dokter itu membuat Alex menghela nafas lega
"Syukurlah!" Gumam Alex pelan
"Terimakasih Dokter!" Ujar Flora dan Dokter itu hanya tersenyum pelan dan berlalu pergi
Busan, Korea Selatan 07:23 Malam
"eomeoni, Abeoji aku pulang!" Teriak Gavin memasuki rumahnya
"Kang Dae!" Teriak Seorang Wanita cantik berlari ke arah Gavin dan langsung memeluk tubuh pria itu
"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi!" Ujar Wanita itu lagi melepaskan rindu
"Lepaskan aku Park Aera!" ujar Gavin melepaskan diri dari pelukan wanita itu
"Dan apa ini kau mewarnai Rambutmu lagi!" Lanjutnya
Park Aera.
Wanita Manis sepupu jauh Kang Dae (Gavin), Sahabat masa kecil Gavin, Manja, Dan juga sejak kecil sampai sekarang ia Sangat Mencintai Gavin.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya?" Ujar Aera bersemangat
"Tidak suka, Rambutmu seperti Gulali!" Ujar Gavin memukul pelan kening Aera
"Mommy!" Teriak Aera berlari ke arah Kang Shin Hye (Ibu Gavin)
Jangan heran jika Aera memanggil Shin Hye Mommy, Alasan kenapa Aera memanggilnya Mommy itu semua karna Aera sudah tidak memiliki ibu sehingga membuat ia haus akan kasih sayang seorang ibu.
Sedangkan Kang Shin Hye, sangat senang karena Aera mau memanggil nya Mommy karena dia juga sangat menyayangi Aera, apa lagi dengan kondisi dia yang tidak memiliki anak perempuan.
"Dae, kau tidak boleh seperti itu dengan Aera, lihat Kening Aera sampai memerah karna kelakuan mu tadi!" Ujar Shin Hye meniup niup kening Aera Hingga membuat Aera semakin manja
"Dasar Manja!" Ujar Gavin berjalan melewati Ibunya dan Aera
"Hyeong, Kenapa perusahaan kita mengalami penurunan seperti ini!" Ujar Gavin saat ia sudah duduk di ruang tamu bersama, Kang Gary, Ayahnya dan Kepala keluarga Park (Ayah Aera)
"Entahlah, pada hal kita tidak memiliki musuh tapi tiba-tiba saja ada salah satu perusahaan besar yang ingin menghancurkan perusahaan kita!" Ujar Gary sambil melihat-lihat Grafik perusahaan
"Ini aneh sekali!" Gumam Gavin
"Tapi tenang saja, Untung ada Paman Park yang bersedia membantu perusahaan kita, sehingga perusahaan Kang kembali stabil!" Ujar Gary menghela nafas lega
"Syukurlah kalo begitu!" Lanjut Gavin ikut lega
Rumah Sakit Beijing.
"Ini dimana!" Ujar Bella Bangun dari tidurnya
"Pelan-pelan, Jangan Memaksakan dirimu!" Ujar Alex berjalan mendekati Bella yang sedang mencoba untuk duduk
"Ini di rumah sakit, Kemarin kamu pingsan Apartemen Flora!" Lanjutnya menjelaskan
"Ah benarkah, Kalo begitu terimakasih banyak Tuan Alexander karna sudah membawaku kesini!" Ujar Bella
"Hm!"
Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam, tidak ada yang berbicara hingga membuat suasana di dalam kamar itu canggung.
"Ibu!" Ujar Gino berjalan masuk kedalam kamar dengan Glen dan Flora yang mengikutinya dari belakang
"Syukurlah kau sudah sadar!" Ujar Flora lega
"Ibu sudah Sadar!" Ujar Gino memeluk tubuh Bella erat setelah Glen mengangkat tubuhnya agar bisa naik ke atas Ranjang rumah sakit.
__ADS_1