Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Ragu


__ADS_3

Bella merasa sakit, pria ini sungguh jahat. Dulu ketika dirinya begitu mencintai pria ini. Ketika Bella mau melakukan apa pun untuk Bima. Ketika Bella dengan sepenuh hati menyayangi pria blonde ini segenap hati Bima mengatakan bahwa ia ingin memulainya dari awal, meminta Bella percaya padanya. Membuat semua mimpi dan cintanya menjadi nyata.


Bella pikir, pria ini sudah menyerah pada Amelia Angelina dan menyadari kehadiran Bella yang samar. Yang bahkan Bella sendiri tak tahu siapa dirinya bagi Bima Wijaya


Bella berada di atas, menyelami langit luas yang membuatnya nyaman. Namun itu tidaklah lama, Bima Wijaya membantingnya ke dasar jurang. Menghancurkan seluruh tubuh, hati, pikiran, dan bahkan jiwa Bella, Membuat Bella tak berdaya dengan kesakitan tak terkira.


Semua itu Bima lakukan hanya untuk membahagiakan Amelia.


Lalu selama ini untuk apa Bella bertahan? Untuk apa Bella ada di samping Bima? Dirinya merasa hina dan dungu! Mempercayai semua sandiwara yang dilakukan Bima. Menjadi bidak tak berharga untuk rencana keegoisan Bima Wijaya


Lalu sekarang? Dengan hina dan tak tahu dirinya pula, Bima Wijaya meminta Bella kembali, memaafkannya, dan memulai semuanya dari awal?


Apakah Bima Wijaya ini tidak melihat apa yang telah dilakukannya? Apa Bima Wijaya tidak pernah berfikir seburuk apa dampak yang telah dilakukannya pada Bella Saphira yang mencintanya?!


Semua penderitaan dan rasa sakit Bella, pria blonde itu anggap tidak pernah ada?! Semudah itukah ia pikir Bella akan memaafkannya?


Bella Saphira hanya terlalu baik, bukan bodoh.


Cekikikan kecil Bella membuat Bima terdiam. Lalu cekikikan itu perlahan membesar. Bella tertawa.


Bukanlah tawa manis dengan rona pipi merah di pipinya. Bukanlah tawa lembut yang membuat siapa saja akan merasa nyaman pada Bella


Bukan.


Bella tertawa sarkasme, dengan mata tajam yang menatap marah pada Bima, Bima membeku, ia menelan ludahnya gugup. Jantungnya bergemuruh takut. Ia tidak nyaman melihat sisi asing Bella yang tersaji di depan matanya.


"HAHAHA hahaha" Tawa itu perlahan mereda. "Jangan bercanda Bima." Wajah cantik, manis dan lembut itu kini berubah. Perubahan menjadi wajah yang penuh keangkuhan dan mata intimidasi khas milik Alexander Graham, Begitu menusuk dan membuat siapa saja membeku.


Apa ini efek dari darah Keluarga Graham yang ada di dalam rahim Bella? Entahlah


Yang pasti ini bukanlah Bella Saphira yang Bima kenal.

__ADS_1


"Kau pikir dengan kata maaf saja aku akan memaafkan mu? Kau tidak tahu bagaimana aku hancur saat itu! Kau bahkan tidak pernah menghubungiku. Kau asik dengan Amelia Angelina mu itu bukan?" Bella mendecak.


"Lalu sekarang kau ingin memulai lagi denganku? Kenapa?"


Pandangan mata Bima meredup, kata-kata Bella benar-benar menampar Bima. Ia cukup tahu diri apa saja yang sudah dilakukannya pada Bella. Bima tahu sebesar apa kesalahan yang ia lakukan pada Bella yang sudah menghabiskan waktu cukup lama dengannya.


Bima juga mempertaruhkan harga dirinya untuk Bella. Berharap wanita itu masih mau bersamanya.


"Aku tahu Bella, Aku tahu kau sudah mengandung anak Alex. Aku juga tahu itu."


Bella membelalakkan matanya, terkejut karena Bima mengetahui perihal kehamilan dirinya.


Bima tersenyum lembut, kedua tangannya menangkup pipi chubby Bella


Andai Bella tahu, betapa Bima begitu merindukan sosok Bella. Bahwa Bima begitu meresapi sentuhan kulitnya dengan permukaan wajah Bella yang kenyal dan lembut. Bahwa Bima begitu merindukannya


"Bella!" Panggil Bella lembut, dengan perlahan dahi Bima menempel dengan dahi Bella. Memberikan jarak yang sangat pendek antar wajah mereka.


Bella membeku. Dia ingin lari dari sergapan dan kata-kata penuh rayuan dari Bima sekarang. Tapi mata sayu milik Bima mencerminkan kejujuran. Tak ada kebohongan di sana, hanya ada rasa menyesal dan ketulusan


Bagaimana ini? Ini salah! Jelas ini salah!


Lalu wajah terluka Alex terlintas di benak Bella, Yang dengan refleks membuat Bella mendorong dada Bima menjauh darinya. Saking kerasnya dorongan itu, Bima terhuyung dan menjauh beberapa langkah dari posisinya.


Bima yang mulai tersadar memandang tak percaya pada Bella. Wanita lembut itu memberikan penolakan yang nyata. Padahal Bima memberikan ketulusan pada istri teman baiknya itu.


Prok prok prok.


Suara tepukan itu mengalihkan pandangan Bella dan Bima. Mendapati Alex berjalan mendekat dengan senyum kepuasan yang dibarengi tepukan pelan dari pria Graham itu.


"Alex..." Bella mencicit, takut kalau Alex salah paham padanya.

__ADS_1


Alex berdiri di sisi Bella. Dengan cepat menarik Bella ke dalam pelukannya, membiarkan Bima memandang Bella yang kini memunggunginya.


"Sudah kukatakan Bima, dia tidak akan kembali padamu." Alex tersenyum, senyuman penuh kepuasan.


"Bella." Bima mendesis, tidak memperdulikan Alex.


"Kau tahu bukan hanya aku yang berdosa padamu. Tapi kenapa kau memaafkan Alex yang telah merenggut kesucianmu?! Dan kau memilih bersama penjahat seperti Alex dari pada aku yang jelas mencintai dan dicintai olehmu!? Bukan hanya aku yang bersalah! Alex yang sudah menjadi alasan kehancuran rumah tangga kita dulu.


Bella bergetar, kebenaran yang tidak mau Bella sadari itu menyentak dirinya.


Alex yang sudah kesal dengan intimidasi Bima semakin mengeratkan pelukannya pada Bella. Terlebih kini tubuh Bella menggigil dalam pelukannya.


"Diam kau Bima!" Alex terusik, Alex akui itu. Alex takut Bella akan terpengaruh oleh Bima.


"Aku tidak akan diam Alex!" Teriak Bima lantang."Kau takut Bella menyadarinya kan?" Ejek Bima. "Kau takut Bella menyadari siapa yang paling bersalah di sini?!"


Alex mulai gusar.


"Ki kita pulang, Alex." Bella merintih, meremas baju Alex. Hati dan pikiran Bella mulai tidak baik.


"Hm." Alex mengangguk, melepaskan pelukannya dan menggandeng Bella menjauh dari Bima


Bima yang melihat kepergian Bella tak terima. "Pikirkan baik-baik Bella! Siapa yang paling bersalah! Aku yang mengkhianatimu, atau Alex sendiri yang dengan nyata merenggut kesucian dan menghancurkan pernikahan kita!" Bima berseru, tak peduli pada kerasnya suaranya. Karena Bima tahu, Bella mendengar kata-katanya.


Dan inilah pertaruhan Bima, Siapa yang akan benar-benar dipilih Bella. Dirinya ataukah Alex?


Lain hal dengan Bima yang puas akan pembelaannya, Alex tengah risau akan dampak intimidasi Bima pada Bella


Lihatlah Bella kini, ia benar-benar diam dengan pandangan kosong. Bella memang mengikuti instruksinya untuk pulang, namun Alex juga tidak bodoh untuk menyadari kalau pikiran Bella sedang melanglang buana.


Sekarang bagaimana? Akankah Bella kembali Mencintai Bima dan akan meninggalkan nya

__ADS_1


__ADS_2