Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Saingan Baru


__ADS_3

"Benar-benar Menyebalkan!" Gumam Gino Pelan Sambil Memang kembali Earphone nya


Sedangkan Di Luar Kelas tepatnya di bawah taman Sekolah Sekarang, Isabella sedang Mencari dimana Tas nya berada.


Isabella menghela nafas lelah, sambil berjalan ke Arah Pohon untuk berteduh di sana.


"Panas sekali!" Ujar Isabella pelan dan duduk di sana Sambil Menyandarkan tubuhnya di pohon besar itu


Isabella menutup matanya pelan mencoba merasakan sapuan angin Sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya sampai suara Dengkuran seseorang membangunkannya.


"Siapa disana!" Ujar Isabella kaget membuka Matanya lebar-lebar, Ia menengok ke kanan dan ke kiri tidak ada orang sampai ia mencoba melihat ke atas kepalanya dan Ternyata disana ada seorang Siswa yang berpakaian sama sepertinya sedang tertidur di atas pohon, ia menatapnya sebentar Hingga sebuah Tas Pink di dahan pohon dekat pria itu mengalihkan pandangan Isabella.


"Itu tas ku!" Gumam Isabella pelan dan mulai mencari akal agar ia bisa mendapatkan tasnya sampai ia mendapatkan sebuah ide Brilian.


"ANNYEONG HASEYO, Eh salah-salah!" Ujar Isabella meralat ucapannya saat ia tidak sengaja mengeluarkan bahasa Koreanya.


"HEI, PRIA YANG DI ATAS!" Teriak Isabella mencoba membangunkan pria itu


"Hello Excuse me!" Ujar Isabella lagi namun sama sekali tidak ada pergerakan dari badan pria itu membuat Isabella kesal


"WOE, APA KAU TULIIIII!" Teriak Isabella kesal hingga membuat pria itu terkejut dan bangun dari tidurnya.


"Tck, Ada apa?" Ujar Pria yang memiliki Rambut sedikit Gondrong itu


"Apa dia Seorang wanita, kenapa rambutnya panjang!" Batin Isabella heran namun dengan cepat ia tepis pikirannya saat ia melihat orang itu memakai celana panjang.


"Ah Maaf karena sudah mengganggu tidurmu! Bisakah kamu melempar tas Yang ada di samping mu itu!" Ujar Isabella dengan Tatapan memohon membuat Pria itu menatapnya dengan Tatapan Bingung.


"Tas? Ah Yang berwarna merah jambu ini?" Ujar Pria itu menatap kembali kearah Isabella


"Benar, Bisakah kau melempar nya sekarang?" Ujar Isabella sedikit kesal karena pria itu tidak langsung melempar tas nya,, melihat Ekspresi kesal Isabella membuat Pria itu menyeringai

__ADS_1


"Ah Sebenarnya ada sedikit masalah!" Ujarnya dengan ekspresi seolah-olah sedih


"Ada apa?"


"Sebenarnya aku takut ketinggian dan aku tidak bisa turun!" Ujar pria itu membuat Isabella melongo


"Jika kau takut ketinggian kenapa kau Naik keatas sana!" Ujar Isabella bingung.


"Yah, Aku pun tidak tau, setahuku tadi aku sedang di kejar oleh anjing dan tanpa sadar aku bisa memanjat pohon dan tidak tau cara untuk turun!" Ujarnya tersenyum palsu membuat Isabella memutar matanya bosan, karena mendengar celotehan tidak penting menurut Isabella itu


"Baiklah Cerita mu begitu mengharukan! Jadi sekarang bisa lempar tas itu!" Ujar Isabella


"Aku sudah bilang aku takut ketinggian Tapi jika kau benar-benar menginginkan Tas merah jambu mu nii, yah Apa boleh buat!" Ujar Pria itu menyeringai membuat Isabella menatapnya dengan Tatapan heran


"Sekalian saja kau tangkap aku dan Tas mu!" ujar Pria itu dan tanpa mengatakan apapun lagi ia langsung lompat dari atas pohon ke arah tubuh Isabella


"Eh Kau!" Ujar Isabella terkejut dengan apa yang dilakukan Pria itu


BRAK


Wajah Isabella langsung memerah tomat saat menatap wajah seorang pria di atas tubuhnya.


"Ba bangun, kau menekan tangan ku!" Ujar Isabella membuat Pria itu langsung menjauhkan dirinya dari Isabella


"Ini Tas mu!" Ujar Pria itu menyodorkan tas itu


"Te terimakasih!" Ujar Isabella berdiri dan langsung pergi Dari sana membuat Pria itu menatap punggungnya sambil tersenyum kecil


Sedangkan di ruangan kelas sekarang Emanuel sedang mencerca Giorgino dengan berbagai macam pertanyaan.


"Apa kau benar-benar masih marah dengan Isabella?" Ujar Emanuel membuat Gino menatapnya dengan tajam

__ADS_1


"Itu bukan urusan mu!" Balas Gino dengan Ekspresi jengkelnya


"Tck, memang itu bukan urusan ku tapi setidaknya kau jangan diam saja dong jika Sahabat masa kecil kita dalam kesusahan!" Ujar Emanuel kesal


"Sahabat masa kecil? Aku tidak Ada urusan dengannya, Kau harus meralat ucapan mu Emanuel!" Ujar Gino membuat Emanuel menelan ludahnya paksa saat melihat tatapan mematikan yang ditunjukkan Gino kepadanya


"Ka kau, pasti ada masalah lain yang kalian sembunyikan kan dariku kan sehingga membuat kau sangat membenci Isabella!" Ujar Emanuel namun Gino tidak sekalipun berniat mau menjawabnya


BRAK


Suara Tas yang dibanting di atas meja membuat Emanuel mengalihkan perhatiannya kearah Bangku di sebelah Giorgino atau lebih tepatnya di bangku Isabella.


"Isabella apa kau sudah mendapatkan Tasmu?" Ujar Emanuel namun Isabella sama sekali tidak mau menjawab pertanyaannya Dari Pria itu.


Tiba-tiba suara Gaduh Siswa yang mengatakan Guru datang, membuat mereka menatap kearah depan.


"Selamat Siang Anak-anak hari ini ada Teman baru yang akan bergabung dengan kelas kita!" Ujar Guru membuat Semua Siswa berbisik, mereka semua berbisik karena Minggu ini ada dua anak baru yang masuk ke dalam kelas mereka, di tambah lagi Anak baru yang satu ini datang di saat jam Kedua berlangsung melewatkan Jam pertama.


"Ayo Masuk, Dan perkenalan dirimu!" Ujar Guru mempersilahkan seorang pria tinggi dengan Rambut yang sedikit panjang itu membuat Para siswi histeris karena melihat Pria itu yang tidak kalah tampan dari kedua pria populer di sekolah mereka.


"Hai, Namaku Alfian Mallarangeng kalian bisa memanggil ku dengan Nama Alfian aku pindahkan dari London!" Ujar Pria itu tersenyum palsu membuat semua Siswi semakin gila


"Dia!" Gumam Isabella pelan namun Gino masih bisa mendengar Suara Kecil Isabella, Giorgino menatap Wajah Alfian dan Isabella secara bergantian.


"Nah Alfian, Bapak sudah menaruh kursi mu di depan Isabella, Isabella ayo angkat tangan mu!" Ujar Guru dan Isabella pun mengangkat tangannya melihat itu membuat Senyuman Alfian Melebar


"Ternyata dia ada di kelas ini!" Batin Alfian senang


Alfian Berjalan menghampiri Bangku deretan tegah tepatnya di depan Isabella dengan Senyuman palsunya, namun walaupun ia tersenyum palsu begitu itu tidak menghilangkan aura tampan di wajahnya.


setelah sampai di hadapan Isabella Alfian pun memberikan senyumannya sedangkan Isabella dengan Cepat membuang muka tanpa perlu repot-repot membalas senyuman Alfian sedangkan Alfian yang di perlakukan seperti itu hanya menarik Bangkunya untuk duduk tanpa menyadari jika ada tatapan tajam yang di tujukan seseorang kepadanya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian jam pelajaran berjalan dengan tenang sampai bunyi suara Bell pulang pun berdengung, membuat Semua Siswa-siswi berjalan keluar kelas untuk pulang.


__ADS_2