Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Ikatan


__ADS_3

"Siapkan Jet pribadiku, aku akan kembali ke China malam ini!" Ujar Alex


Bandara Internasional Beijing.


Bella dan Gavin akhirnya sampai di Negara China, dengan memakai kacamata hitam mereka pun memasuki mobil sedan hitam yang sudah menunggu mereka di luar bandara.


"Kita akan langsung ke Apartemen, untuk Proyeknya kita akan mulai dua hari lagi, untuk sekarang kita bisa bersantai dulu!" Ujar Gavin sambil melihat-lihat isi handphonenya sedangkan Bella ia hanya diam sambil melihat pemandangan di luar kaca mobil.


Entah kenapa saat menginjakkan kaki di negara ini, ia merasa kan perasaan yang sangat asing. Dan ia ingin tau sebenarnya perasaan apa yang terus menghujam dirinya dari tadi.


Sedangkan di tempat lain, seseorang dengan cepat membuka pintu kerja Ayahnya dengan nafas yang memburu hingga membuat pria tua di dalamnya merasa terganggu karena ia sekarang sedang melihat album foto di tangannya.


BRAK


"A ayah!" Ujar Abian masih dengan nafas yang ngos-ngosan


"Ada apa Abian? Tumben kamu datang tanpa mengetok pintu ku terlebih dahulu!" Ujar Mahendra sambil menutup kembali album kenangan di tangannya agar bisa memfokuskan dirinya ke arah putra nya


"A a ayah, Aku tadi me melihatnya!" Ujar Abian dengan mata yang berkaca-kaca senang, dan ucapan Abian selanjutnya membuat Mahendra meneteskan air matanya untuk pertama kalinya di depan anaknya, Bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan.


12:23 Siang


"Tolong Ice Cream Rasa Vanilla nya satu!" Ujar Bella akhirnya setelah ia sekitar 10 menit mengantri akhirnya tiba juga waktunya untuk memesan


Tadi pagi setelah ia mendarat di negara ini dan Pergi ke Apartemen, ia bilang ke Gavin jika ia ingin berkeliling sebenar untuk melihat-lihat Kota dan Gavin juga menyetujuinya.


Namun alasan ingin melihat-lihat kota itu sebenarnya hanya sebuah kebohongan yang di ucapkan Bella, Sebentarnya ia hanya ingin sedikit berjalan-jalan sebentar untuk mencari ingatannya karna ia yakin, ingatannya dan negara ini saling terhubung.


"Ibu!" Teriak seorang anak kecil yang sudah memeluk erat kaki jenjang Bella.


Bella dengan cepat melihat kearah kakinya yang terasa berat, dan Betapa kagetnya ia saat melihat anak kecil yang sedang memeluk kakinya dengan tersenyum senang dan jangan lupakan Suara Cempreng anak kecil ini yang juga memanggilnya ibu tadi.

__ADS_1


"Hay, adik kecil apa kau sedang tersesat?" Ujar Bella berjongkok kearah anak kecil itu dan anak kecil itu hanya tersenyum dan kembali memeluk leher Bella hingga membuat Bella terkejut bukan main


"He hey! Siapa Nama mu anak kecil, Biar kakak bantu mencarikan orang tuamu!" Ujar Bella pelan mengusap-usap punggung kecil anak itu


Bella mengira jika anak kecil itu sedang ketakutan jadi ia mencoba sebisanya untuk menghibur anak itu.


"Nama ku Giorgino Alexander!" Ujar Anak kecil itu menghirup aroma Bella yang menenangkannya hingga membuat ia tertidur


"Aku sangat merindukan ibu!" Ujar Gino dan tiba-tiba saja mimpi menjemputnya, Aroma tubuh Bella membuat Gino sangat nyaman hingga tanpa sadar ia tertidur di pelukan Bella


Bella yang tau jika anak yang memeluknya sudah tertidur pulas, ia pun dengan cepat mengangkat anak itu untuk ia gendong.


"Giorgino Alexander!" Gumam Bella pelan


Rumah keluarga Graham.


"Bagaimana ini Edgar aku tidak bisa menemukan Gino!" Ujar Revalina dengan air mata yang bercucuran


"Ta tadi Hiks ibu se sedang bertemu dengan te teman lama ibu dan tiba-tiba saja Giorgino hilang!" Ujar Revalina menangis


"Tenanglah ibu, tadi ayah sudah menelpon polisi agar bisa menemukan Gino dengan cepat!" Ujar Saara menenangkan ibu mertuanya


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Ujar Alex yang baru datang dengan Glen yang juga mengikutinya dari belakang


"Ta tadi i ibu!"


"Bicara dengan Jujur ibu, jangan membuat alasan!" Ujar Alex datar memotong ucapan Ibunya


"Sudah berapa kali aku bilang Bu, jangan terus-menerus menjodohkan ku dengan anak teman-temannya ibu, jadi sekarang ibu bisa lihat sendirikan gara-gara ibu Gino Menghilang!" Ujar Alex kejam membuat Revalina berbalik menangis di pelukan suaminya


"Alex, Kau sudah keterlaluan!" Ujar Edgar kesal dengan sikap anak bungsunya yang tidak bisa menjaga perasaan istrinya

__ADS_1


"I ibu me melakukan Hiks itu semua untuk kebaikan kau dan Gino saja!" Ujar Revalina masih menangis di pelukan Edgar


"Kau tidak boleh menyalahkan ibu seperti itu Adik kecil!" Ujar Addison mencoba menenangkan adiknya


"Intinya ini semua salah ibu, Aku dan Gino sudah bilang kan, jika kami tidak membutuhkan wanita lain, Tapi ibu tetap saja keras kepala!" Ujar Alex kesal dan iapun dengan cepat berbalik pergi keluar dari rumah itu


"Kau sudah benar-benar keterlaluan Sepupu!" Ujar Glen setelah mereka sudah berada di dalam mobil


"Hm!" Gumam Alex singkat membuat Glen menghela nafas lelah.


Menurut Glen Sepupunya ini sudah benar-benar keterlaluan membuat ibunya merasa bersalah seperti itu hingga membuat ibunya menangis keras tadi.


Glen tau semua ini terjadi karna rencananya Alex, Sepupunya ini tau jika Giorgino sekarang sedang berada di pelukan ibu kandungnya (Bella) Namun Bukannya memberi tau keluarganya, Alex malah merahasiakannya dan menyalahkan semuanya kepada Bibi Revalina.


Sebenarnya ada alasan di balik sifat Kejam Alex ke ibunya, ia melakukan itu semua hanya agar ibunya sadar jika yang ibu coba lakukan itu salah.


Alex melihat pemandangan di luar jendela mobilnya dengan seringai di wajahnya hingga membuat Glen memandanginya dengan ngeri karena seringai iblis yang sudah jarang Alex Tunjukkan kini akhirnya ia bisa melihatnya lagi.


04:59 Sore


Sayang maaf karna aku pergi tanpa bilang-bilang ke kamu dulu, Tapi ini benar-benar sangat mendesak Perusahaan Kang yang ada di Seoul sedang di ambang ke hancurkan, jadi aku harus cepat-cepat kembali ke Korea.


sekali lagi maafkan aku sayang, karena aku harus pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, Dan aku juga minta tolong kepada mu agar kamu bisa mengurus Proyek ini untukku.


^^^Gavin Januartha 🖤^^^


Bella melihat memo di tangannya dan iapun mulai membaringkan Tubuh Gino di ranjang dengan pelan.


"Ibu!"


Ingatan Suara Cempreng Giorgino membuat Bella Tanpa sadar tersenyum pelan, hatinya menghangat saat pertama kali melihat anak ini tadi, ia mengusap pelan pipi Chubby Gino dengan lembut.

__ADS_1


"Sebenarnya orang tuamu kemana Adik kecil!" Gumam Bella pelan dengan lembut, Karna ia tadi sudah menanyakan orang-orang di sekitar sana.


__ADS_2