Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Keluarga kecil kita


__ADS_3

Ia pun dengan cepat duduk di samping Bella Yang sedang tertidur.


"Jangan terlalu berisik yah Gino, Kasihan Ibu sedang Tidur!" Ujar Revalina lembut, dan Gino hanya mengangguk mengerti.


"Ukhh!" Rintihan Bella membuat semua orang siaga


"Bella!"


"Ibu!"


"Nak, apa kamu tidak apa-apa Sayang!"


Suara-suara yang memanggilnya membuat Bella menatap mereka dengan Rau wajah bingung,


"Ayah, ibu!" Ujar Bella pelan membuat orang yang ada di sana saling berpandangan.


"Apa kau sudah mengingat Kami sayang!" Ujar Revalina berharap


"Tentu saja, aku ingat dengan Ibu!" Ujar Bella tersenyum lembut


"Kalo ayah apa kau mengingat kami berdua nak!" Ujar Edgar menunjuk dirinya dan Mahendra membuat Bella tersenyum kecil


"Tentu saja aku mengingat semuanya, Ayah, Ayah Edgar, Ibu, Kakak Addison, kakak Abian, Keke dan Suamiku Bima!" Ujar Bella membuat semua orang yang tersenyum tadi seketika menghilangkan Senyuman mereka.


"Na nak a apa kau tidak ingat dengan Alex?" Ujar Revalina pelan sambil memegangi lengan Alex pelan


"Alex?" Ujar Bella memiringkan kepalanya bingung sambil menatap wajah Alex yang terdiam membisu


"Puffff hahaha!" Tawa lepas Bella membuat semua orang saling bertatapan dengan bingung, hanya Alex yang terus menatapnya tanpa memalingkan wajahnya sedikitpun dari istrinya itu


"tentu saja aku ingat ibu! Tadi Aku hanya bercanda!" Ujar Bella sambil menghapus air matanya yang keluar tadi


"Sayang? Apa kau merindukan ku!" Ujar Bella tersenyum manis ke arah Alex hingga membuat Suaminya itu dengan cepat memeluk tubuhnya dengan erat


"Kau membuatku takut!" Ujar Alex pelan membuat Bella tersenyum lembut sambil membalas pelukan suaminya itu


"Syukurlah, akhirnya kalian bisa bersama lagi!" Ujar Amelia tersenyum lega


"Baiklah, lebih baik kita memberi mereka berdua waktu berduaan!" Ujar Addison membuat mereka semua mengangguk mengerti.


Setelah semua orang sudah pergi dari sana, Alex pun melepaskan pelukannya sambil menatap wajah Bella dengan sendu

__ADS_1


"Kau menyiksa ku!" Ujar Alex merajuk


"Maaf, Tapi terimakasih kau tidak menyerah kepada ku Alex!" Ujar Bella tersenyum lembut sambil menangkup wajah Alex pelan


"Tentu saja aku mana mungkin melepaskan mu begitu saja!" Ujar Alex melepaskan tangan Bella di pipinya setelah itu ia langsung menunduk untuk mencium bibir Istrinya itu dengan menggebu-gebu hingga membuat Bella kewalahan.


Pagi hari pun datang, Sekarang Bella, Alex sedang berada di rumah besar keluarga Kang untuk menjelaskan dan berpamitan kepada keluarga itu.


"Eomeoni, Abeoji, Eonni, hyeong, dan Gavin, Terimakasih Banyak atas pertolongan kalian selama hilangnya ingatkan ku dan Maaf karna telah membuat kalian kecewa!" Ujar Bella pelan sedangkan semua keluarga Kang hanya membuang wajah mereka tanpa mau melihat Ke arah Bella


Tidak ada yang mau menjawab ataupun bersuara hingga membuat suasana disana tampak sangat mencengkam hingga suara cempreng Isabella membuat suasana disana sedikit hidup.


"Anastasya Eonni, Apa Eonni akan pergi meninggalkan Isabell?" Ujar Isabella dengan raut wajah sedih


"Maafkan Eonni,, Isabell!" Ujar Bella menatap wajah anak kecil itu sendu


Ia juga berat untuk pergi dari keluarga ini, namun mau bagaimana lagi keluarganya sedang menunggunya sekarang. Jadi ia harus kembali ke keluarganya


"Ta tapi Bu bukankah Eonni adalah istri dari Ahjeossi ku?" Ujar Isabell polos dengan air mata yang mulai terjatuh


"Maafkan Eonni,, Isabell nanti kau akan mengerti semuanya namun perlu kamu ingat sayang,, kamu masihlah adik kecil Eonni!" Ujar Bella tersenyum lembut kearah anak perempuan itu hingga membuat Isabella tersenyum senang


"Baiklah sayang, jika tidak ada yang dikatakan lagi, ayo kita pergi!" Ujar Alex berdiri dari duduknya sambil menarik tangan Bella


Setelah itu mereka pun pergi keluar dari kediaman Kang, setelah Bella dan Alex pergi Semua keluarga kang langsung memandang sendu ke arah perginya Bella.


"Semoga kamu Bahagia Anastasya!" Batin Gavin berlalu pergi ke lantai atas kamarnya.


Beberapa Tahun kemudian.


"Kyaaa,, Mereka berdua tampan sekali!"


"Dia di kelas mana yah! Ya ampun aku sangat ingin berkenalan dengan salah satu dari mereka!"


"Bodoh apa kau tidak tau, Pria yang memakai baju warna merah itu adalah Pangeran Gunung Esnya Siswi-siswi disini ia memiliki otak yang di atas rata-rata dan juga ia memiliki ketampanan yang di atas level di sekolah kita ini, dia dari kelas 3 A, Giorgino Alexander sedangkan yang memakai baju biru itu juga adalah pria tertampan di sekolah kita juga dia Adalah pria Mataharinya siswi-siswi disini Dia sekelas dengan Giorgino, Namanya Emanuel Wijaya, !" Ujar Seorang siswi membuat semua orang disana semakin histeris, setelah mendengar penjelasan dari wanita itu.


"Kyaaa Giorgino aku mencintaimu!"


"Kyaaa Emanuel Jadilah Pacarku!"


"AAA Gino kau adalah pangeran ku!"

__ADS_1


Teriak gadis-gadis di kursi penonton membuat area sana menjadi heboh, pada hal di dalam lapangan itu hanya Ada Gino dan Emanuel saja yang sedang Latihan.


Giorgino Alexander.



"Seperti biasa Gino, Kau memiliki fans fanatik gila dimana pun kau berada!" Ujar Emanuel mencoba menghalangi Gino yang ingin memasukkan bola ke keranjang.


"Hm, Bukankah kau juga sama Emanuel Wijaya?" Ujar Gino setelah berhasil melewati badan Emanuel dan sekali lagi Skor mereka berdua sama, setelah Gino memasuki bolanya ke keranjang.


"Kyaaaa ya ampun Giorgino sangat keren!" Teriak salah satu siswi membuat Seringai Gino mengembang sedangkan Emanuel hanya mendengus lucu melihat Seringai yang ditunjukkan oleh Sahabatnya itu.


Emanuel Wijaya.



Rumah pribadi milik Alex & Bella


"Aku pulang!" Ujar Gino memasuki rumahnya


"Kakak!" Teriak seorang Anak perempuan berlari memeluk Gino yang sedang melepas sepatunya.


Sisca Yofie Alexander.



"Kakak Apa kakak membawakan Icha permen dan coklat?" Ujarnya pelan membuat Gino tersenyum lembut.


"Bawa Ini!" Ujarnya sambil mengeluarkan tiga buah permen lollipop dan lima batang coklat


"Yey, Kakak memang yang paling Baik!" Ujar Icha sambil mengambil semua manisan itu membuat Gino terkekeh pelan saat melihat wajah rakus adik kesayangannya itu


"Gino, kau sudah pulang!" Ujar Bella berjalan keluar dari arah dapur dengan dua piring lauk yang ia masak tadi


"Iya, Apa ayah belum pulang?" Ujar Gino berlari pelan untuk membantu ibunya itu


"Belum, mungkin sebentar lagi ayah mu akan datang!"


"Aku pulang!" Teriak Alex dari arah pintu masuk membuat ibu dan anak laki-laki itu saling berpandangan tersenyum


"Panjang Umur!" Ujar keduanya tersenyum lucu

__ADS_1


"Istriku mana? Kenapa dia tidak berlari kearah ku!" Rajuk Alex berjalan masuk kedalam.


__ADS_2