Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Tiga Paman Tampan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian di rumah pribadi milik Alex dan Bella sekarang sedang ada 4 laki-laki tampan yang sedang mengurus seorang bayi yang berusia Satu setengah tahun, yang jika dilihat bayi itu sedang sangat lucu-lucu nya. membuat semua orang gemes di buatnya.


09:23 Pagi


Addison tersenyum kala balita dua tahun lebih itu memainkan baju yang akan di pakainya. Addison mengambil baju itu dan memakaikannya pada balita itu dengan hati-hati. Dia baru saja selesai memandikan balita tampan itu dan dengan senang hati memberikan yang terbaik. Memakaikan minyak telon, bedak tabur, memakaikan popok, menyisir rambutnya, dan memakaikan bedak bayi Dan juga memakaikan baju beruang yang ia beli khusus untuk keponakannya ini.



Sentuhan terakhir, Addison mencium sang balita dengan sayang.


"Nah, selesai. Sekarang kita sarapan." Addison mengangkat anak itu ke dalam gendongannya dan tersenyum,


"Ah, anak Papa sangat Tampan dan manis." Ucapnya senang lalu berjalan keluar kamar. Menuruni tangga dengan hati-hati dan berjalan menuju dapur.


Seorang pria Tinggi yang berperawakan Tampan disana sedang berjalan menghampiri Addison.


"Hei, anak Tampan sudah bangun dan sudah mandi ya." Tanpa ijin dia mengambil balita Tampan itu dari gendongan Addison.


"Hei, kenapa kau mengambilnya begitu saja, Abian." Abian tidak memperdulikan protes Addison dan malah menciumi pipi keponakannya dengan sayang.


"Wah, Tampan sekali anak Ayah." Senyum Abian langsung menghilang begitu Alex datang dan merebut balita itu darinya. "Ayo cium ayah, sayang." Balita itu mencium pipi Alex saat pria berperawakan sama seperti si balita itu menyodorkan pipinya.


"Hei, itu curang. Kau menciumnya, tapi tidak mencium Papa" Addison kembali merebut balita itu dan menciumi pipi gembul sang balita dengan gemas.


"Addison, kau membuatnya risih."


"Berisik, Abian." Jawab Addison sewot lalu kembali tersenyum pada balita itu.


Tak lama, seorang pria berambut Acak-acakan datang membawa piring kecil berisi bubur dan sebotol susu. Dia langsung meraih balita itu dan mendudukkannya di pangkuannya yang duduk di meja makan, bermaksud untuk menyuapi sang balita.


"Ayo, sarapan sama Appah!"


"Glen, jangan mengajarinya bahasa Negara mu. Dia tidak akan pergi ke Korea. Jadi dia tidak perlu belajar bahasa Korea."

__ADS_1


Glen Johnson.


Sepupu jauh anak dari adik ibunya Alex (Revalina), yang baru beberapa Minggu ini datang karna Alex yang memanggilnya, ia cukup kerepotan mengurusi Perusahaannya dan bayinya karna istrinya Bella sedang pergi ke Belanda untuk mengurusi perusahaan ibunya yang sedikit bermasalah disana jadi dia menyuruh sepupunya ini untuk datang ke sini.


Sebenarnya Alex tidak akan kerepotan jika hanya mengurus perusahaan, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak mau di cap istrinya sebagai pria yang gila kerja sampai tidak bisa mengurus anak kan?


Jadi mau tidak mau Alex pun memanggil Glen untuk sesekali menggantikan dirinya di kantor, Karna Addison menolak mentah-mentah untuk membantunya.


"Ayo, makan pinter." Dahi Alex berkedut saat Glen mengabaikan perkataannya.


"Hei, itu tidak adil. Kalian mengambilnya dariku padahal aku yang sudah memandikannya." Ujar Addison kesal


Alex duduk di samping Glen lalu membuka korannya. Sementara Abian berjalan ke konter dapur untuk memasak sarapan. Membuat Addison kesal.


"Hooeee hoeee…" mereka berempat menoleh ke atas Giorgino yang menangis. Lalu pandangan yang lain kini beralih ke Alex.


"Dia kenapa?" Addison bingung


"Lebih baik kau memandikannya lagi sekalian juga cuci pantatnya sekarang." Ujar Glen menyerahkan Giorgino ke arah Addison


Addison menekuk wajahnya. "Kenapa tidak kalian saja? Alex, kau saja yang memandikannya."


Alex membalik halaman korannya tanpa mengalihkan pandangannya. Membuat Addison kesal setengah mati


"Abian, Nih mandikan Giorgino sekarang." Dia malah mengalihkan perintah pada Abian yang baru saja memegang pisau dan bawang.


"Aku sedang masak. Glen, kau saja yang memandikan."


"Aku sedang ada tugas sekarang." pria itu menoleh pada Alex yang masih membaca korannya dengan tenang


"Alex, bukankah kau tidak ada pekerjaan? Kenapa tidak kau saja yang memandikannya?"


"Apa, aku?" Alex menunjuk dirinya

__ADS_1


"Hoooeee hoooee…"


"Cepatlah, Alex. Sebelum Bella menjitak kepalamu."


"Bella tidak mungkin melakukan itu. Lagipula kalian tahukan kalau Giorgino selalu bermasalah denganku. Kenapa tidak kalian saja yang urus?"


"Woe dia anak mu bodoh!" ujar Addison kesal dengan perilaku adiknya yang sering sekali menyusahkan orang lain, pada hal ini kan tanggung jawab Alex selaku bapak biologis Giorgino.


"Hoooee"


"Hah, baiklaaaaahhh!" Alex mengerang dan berjalan dengan langkah menghentak, membuat yang lain hanya geleng-geleng kepala.


Perusahaan Allison.


Alex menggerakkan tangannya dengan lincah di atas keyboard laptopnya. Sesekali pandangannya beralih ke berkas yang ada di samping laptop, berpikir, dan kembali mengetik apa yang dia pikirkan. Setelah semua selesai, dia mengambil beberapa berkas lain untuk membacanya dan membubuhkan tanda tangan di sana.


Dia harus cepat. Dia tidak ingin terlambat menjemput istrinya yang baru datang dari Belanda hari ini. Dia ingin menjemput Bella lalu mengajak sang istri untuk makan atau berjalan-jalan sebentar agar istrinya itu bisa menghilangkan lelahnya. Mumpung buah hatinya sedang di culik oleh para paman yang belum juga menikah itu.


Walau awalnya Alex harus cemberut karenanya. Tapi setelah dia selesai mengajak istrinya jalan-jalan. Dia pasti akan langsung mengambil kembali buah hatinya.


"Selesai!" serunya puas dan melirik jam tangannya.


"Sebentar lagi pesawatnya akan tiba aku harus cepat-cepat pergi kesana karna jika tidak Bella akan mengomel karna ia yang telat menjemput nya!"


Dia mengangguk puas dan berdiri dari kursinya. Meraih jasnya yang tersampir di sandaran kursi lalu memakainya sambil berjalan keluar ruangan. Dia menemui sekretarisnya dan bilang jika dia akan pulang duluan. Berkas yang dibutuhkan sudah ada di mejanya. Setelah itu dia langsung keluar gedung dan melajukan mobilnya.


Pernikahannya dan Bella sudah berjalan tiga tahun, mereka sepakat untuk menunda kehamilan Bella karna mereka ingin mencurahkan semua kasih sayang mereka ke si kecil Giorgino,, Dan syukurlah kedua keluarga mereka tidak memaksa mereka untuk memiliki anak lagi Karna, Addison dan Abian sebentar lagi akan menikah dengan pasangan mereka.


Abian akan menikah tiga bulan lagi dengan Raisa Dokter bedah yang bekerja di rumah sakit terbesar di kota.


Kalau Addison belum tau kapan dia akan menikah, mungkin karna Saara Kekasihnya adalah seorang Aktris mungkin akan sedikit sulit untuk menikah.


Sedangkan Glen jangan tanya karna dia tinggal di Korea, jadi dia tidak begitu khawatir, Apa lagi dengan Glen yang terkenal playboy itu mana mau dia memiliki ikatan.

__ADS_1


__ADS_2