Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Tidur bertiga


__ADS_3

"Maafkan ayah yah Giorgino!" Lanjutnya dengan Nada yang di rendahkan hingga membuat Bella tidak tega


"Ba baiklah Tu tuan Alexander saya akan Menjaga Putra Anda tapi hanya untuk beberapa Hari ke depan saja!" Ujar Bella akhirnya hingga membuat Alex melebarkan Seringainya tanpa sepengetahuan Bella


Rumah Besar Keluarga Lemos. 07:25 Malam.


"Apa kita benar-benar akan mempercayakan semuanya Kepada Alex ayah!" Ujar Abian kepada Mahendra yang sedang duduk tenang di kursinya Ruang kerjanya


"Kita tidak ada pilihan lain Abian! Jalan satu-satunya hanya mempercayakan semuanya kepada Alex!" Ujar Mahendra Dengan mata tertutup mengingat kembali percakapan mereka kemarin malam bersama Alex


Flashback


"Aku yakin kau sudah mengetahuinya!" Ujar Mahendra kearah Alex yang sedang duduk nyaman di sofa ruang tamunya


"Kenapa kamu tidak memberitahu kan kepada kami?"


"Kami berhak mengetahui keadaan Bella, dia putriku!" Lanjut Mahendra dengan suara datarnya Namun Alex tidak sekalipun mengeluarkan suaranya


"Jawab Alex, Ayahku bertanya kepada mu!" Ujar Abian kesal dengan kelakuan Adik iparnya yang tidak sekalipun membalas ucapan Ayahnya tersebut


"Apa Maksud kalian? Bukankah kalian bilang Bella sudah Mati?" Ujar Alex menatap Wajah Abian tajam


"Kenapa kalian berbicara omong kosong ini dengan ku?"


"Dan apa yang kalian bilang tadi, Putri? Bukankah kalian sudah mengubur putri kalian satu tahun yang lalu? Jadi Putri yang mana yang kalian tanyakan kepada ku Kakak ipar, Ayah mertua?" Ujar Alex menyeringai membuat Kedua ayah dan anak itu terdiam


"Maaf jika aku sudah merahasiakan ini semua kepada kalian, Tapi Aku tidak memiliki pilihan lain!" Ujar Alex Tenang setelah menghela nafas panjang


"Bella sekarang sedang sakit, Dia tidak bisa mengingat Siapa keluarga nya!" Dan Ucapan Alex membuat Abian dan Mahendra seperti terkena serangan jantung


"A a apa kau bilang, Bella tidak mengingat kita?" Tanya Abian tidak percaya dengan apa yang ia dengar


"Hm, Dia melupakan semua kenangan masa lalunya!" Ujar Alex pelan


"Anakku Bella!" Ratap Mahendra dengan suara bergetar menahan tangis

__ADS_1


"Tenanglah ayah!" Ujar Abian mengelus punggung ayahnya menenangkan


"Kita harus menemui Bella sekarang!" Ujar Abian memandang wajah Alex


"Tidak bisa!" Balas Alex membuat Abian bingung


"Kenapa?"


"Aku punya rencana ku sendiri dan aku harap Untuk sekarang kalian jangan sekali-kali pergi menemui Bella!" Ujar Alex datar


"Tidak bisa, Bagaimana mungkin kau melarang kami untuk menemui Bella, Bella adalah Adikku satu-satunya!" Ujar Abian kesal


"Dan Yang kamu perlu ingat juga Kakak ipar, Bella juga Istriku SATU-SATUNYA namun aku lebih mementingkan Keselamatan Istriku dari pada mengikuti Keegoisan ku!" Balas Alex tajam


"Maksudmu?"


"Dokter menyarankan agar kita tidak boleh membuat Bella stress karena jika Bella sampai mengalami Stress itu akan berakibat fatal pada otaknya!" Ujar Alex membuat Abian terdiam


"Baiklah, kami akan mengikuti apa yang kamu katakan! Tapi kamu harus berjanji satu hal kepada ku!" Ujar Mahendra membuat Alex menatap dirinya dalam diam


Dan Ucapan Mahendra membuat Alex tersenyum tipis.


Flashback off


"Apa kau sudah Melakukan apa yang ayah perintahkan tadi Abian?" Tanya Mahendra setelah selesai mengingat kejadian kemarin malam


"Sudah Ayah!"


"Hm! Ingat jangan sampai anak buahmu lalai dalam menjaga Bella, aku tidak mau Putriku menghilang untuk kedua kalinya!" Ujar Mahendra sambil menatap wajah Istrinya (Maya) yang sedang tersenyum manis di dalam foto


08:38 Malam


"Tu tuan Alexander, Kamu bilang tadi setelah makan malam kau akan langsung pergi!" Ujar Bella mencoba menghalangi Alex yang mau berjalan masuk kedalam kamar tidurnya dengan Gino yang juga berdiri di sampingnya


"Tapi aku tidak bisa menolak keinginan Gino yang mau tidur dengan Ayah dan IBU nya!" Ujar Alex menekan kata ibu

__ADS_1


"Aku bukan Ibunya!" Bantah Bella cepat membuat Wajah Gino murung


"Lihat Kau membuat anak kecil sedih!" Ujar Alex menunjuk Wajah Gino yang menunduk


"A ah ma maaf kan aku Gino, Aku tidak bermaksud!" Ujar Bella menyamakan tingginya dengan Gino


"A a apa Kamu benar-benar bukan Ibu Gino?" Ujar Gino pelan dengan wajah yang membuat Hati Bella teriris


"Ayolah, apa kalian akan terus berdiri diam di sana?" Ujar Alex yang sudah duduk di atas ranjang empuk Bella hingga membuat Bella terbelalak


"Yeyyy!" Teriak Gino berlari memasuki kamar Bella mendekati Ayahnya yang sudah berada di dalam sana.


"Ada apa dengan kedua ayah dan anak ini!" Gumam Bella sakit kepala saat melihat wajah Gino yang berubah Senang dengan secepat kilat pada hal tadi ia jelas-jelas melihat Wajah anak itu yang sangat Sedih


"Ayo ibu Masuk!" Teriak Gino lagi melambaikan tangannya kearah Bella, hingga membuat Bella tanpa sadar mengikuti kemauan Anak laki-laki Tampan itu


10:50 Malam


"Apa kau sudah tidur?" Ujar Alex pelan memandang wajah Bella yang ada di samping, Namun tidak ada jawaban dari Bella


Sekarang posisi mereka berbaring di ranjang yang sama dengan Gino yang sudah tertidur di tengah mereka berdua, Gino menjadi pemisah antara Bella dan Alex.


"Apa kau mau mendengar Cerita Seorang Pria Gila yang sangat mencintai Wanita Cantik?" Tanya Alex walaupun Tidak ada jawaban dari Bella, Alex terus saja berbicara


"Dulu, Ada seorang pria yang sangat mencintai Seorang Wanita, namun Wanita itu tidak mencintai dirinya, Wanita itu malah mencintai Sahabat dari pria itu!" Ujar Alex berhenti sebentar dan menghela nafas


"Benar-benar menyedihkan bukan?" Lanjut Alex Terkekeh pelan


"Pria itu melakukan segala macam cara agar Wanita itu mau memandangnya namun Wanita itu sangat bodoh, Wanita itu terus saja mengejar Pria yang tidak mencintai nya itu!"


"Hingga Beberapa tahun kemudian Pria itu memaksa dan memohon kepada ayahnya untuk menjodohkan dirinya dengan Wanita itu!"


"Saat Pria itu yakin jika Dia akan menikah dengan Wanita itu, Berita Pembatalan perjodohan dan Pernikahan wanita itu dengan Laki-laki lain pun datang, Seperti Ada Suara Sambaran petir yang sangat besar Sehingga membuat Pria itu untuk pertama kalinya menangis!" Ujar Alex mengingat kembali kejadian yang sangat mengguncang dirinya saat itu


"Namun Pria itu tidak mau menyerah walaupun wanita itu sudah menjadi istri pria lain, ia terus-menerus melakukan segala macam cara agar Wanita itu menjadi Miliknya!"

__ADS_1


"Sampai akhirnya pria itu mendapatkan Wanita itu Dan mereka pun Menikah, Kebahagiaan mewarnai kehidupan rumah tangga mereka sampai suatu hari kejadian besar memaksa mereka untuk berpisah!" Ujarnya Alex pun langsung memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi.


__ADS_2