
"Gino, bersiap-siaplah!" Ujar Alex memasukkan handphonenya kembali ke dalam saku celananya
"Ada apa ayah?"
"Paman mu menelpon dia bilang Nenekmu sekarang sedang sakit!" Ujar Alex membuat Gino khawatir
"Apa! Kalo begitu ayo cepat ayah kita temui Nenek!" Ujar Gino berdiri dan langsung memegangi tangan ayahnya bersiap-siap untuk pergi
"Anastasya, Kami pulang dulu!" Ujar Alex datar namun tidak bisa dipungkiri ada tatapan lembut yang dilayangkan Alex kepada Bella
"I iya, Hati-hati!" Ujar Bella pelan
Entah kenapa ada rasa tidak enak, Rasa tak rela saat melihat Alex dan Gino keluar dari pintu Apartemennya, Ingin sekali ia ikut bersama kedua pria itu.
"Anastasya? Apa kamu tidak apa-apa?" Ujar Gavin lembut, Gavin bisa melihat ada tatapan sendu yang di keluarkan oleh Calon tunangannya itu tadi
"Tidak, Memangnya aku kenapa!" Balas Bella tersenyum kearah Gavin
"Ah iya, Gavin dari tadi aku mau tanya! Kenapa pada akhirnya kau bisa kesini dengan membawa Isabella?" Ujar Bella Sambil duduk kembali di Sofanya, Sedangkan Gavin langsung menerawang ingatan nya, Ingatan bagaimana ia bisa datang ke Cina.
"Hey Isabella! Sini ikut dengan Ahjeossi sebentar!" Ujar Gavin berbisik kepada Isabella yang sedang menonton film kartun dengan di temani oleh sekotak eskrim di depannya.
"Ada apa Ahjeossi?" Ujar Isabella bingung, Karna Ahjeossi nya menarik ia ke sudut ruangan
"Apa kau tidak rindu dengan Anastasya eonni mu?" Ujar Gavin memulai rencananya
"Huum Isabell sangat merindukan Anastasya eonni!" Ujar Isabella murung
"Apakah kau mau bertemu dengan eonni mu?" Ujar Gavin lagi dengan pelan
"Mau, mau Isabell sangat mau!" Ujarnya bersemangat
"Suttt, Jangan kencang-kencang Isabell nanti Semua orang tau!" Ujar Gavin keringat dingin
"Mau, mau Isabell mau Ahjeossi!" Ujar Isabell dengan suara bisik
"Kalo begitu kau harus mengikuti apa yang Ahjeossi bilang, Kau harus!" Dan Gavin pun berbisik menyuruh Keponakannya untuk bersandiwara di depan semua orang.
__ADS_1
"Tidak ada, Isabella hanya merindukan mu! Dan karna aku kasihan dengan wajahnya jadi sekalian aku ajak saja!" Ujar Gavin pelan sedangkan Isabella menatap Wajah Ahjeossi nya dengan mata yang menyipit
"Ah Benarkah? Tapi syukurlah kamu membawa Isabella juga, Aku juga sangat merindukan Isabell!" Ujar Bella memeluk tubuh kecil Isabella dan Isabella Langsung membalas pelukan Bella dengan senang hati
Setelah pelukan itu Bella pun berjalan ke arah toilet, setelah melihat punggung Bella yang sudah menghilang, Isabella pun menatap Pamannya dengan Tatapan Aneh.
"Ahjeossi?" Panggilnya membuat Gavin tersadar dari lamunannya.
"Ada apa Isabell?"
"Ahjeossi berbohong kepada Eonni itu tidak baik Ahjeossi! Eomeoni bilang itu tidak baik!" Ujar Isabella sambil mengangkat telunjuknya kiri dan kanan
"Ahjeossi mohon Isabell, Hanya kali ini saja jangan beri tau Eonni mu yah!" ujar Gavin sambil menyatukannya kedua telapak tangannya
"Huuum, Baiklah untuk kali ini saja!" Balas Isabell sambil memakan kacangnya.
Rumah Besar Keluarga Graham.
"NENEK!" Teriak Gino berlari ke dalam rumah, dan saat Gino sampai ke dalam rumah ia melihat Neneknya sedang duduk tegap dengan seorang wanita di sebelahnya
"Ibu?" Ujar Alex datar, ia menghela nafas lelah saat ia menyadari jika ibunya dan Addison telah membohonginya
"Ibu tidak sakit?" Ujar Alex penuh selidik
"A a ah, Ibu sakit kok tadi ibu sedikit merasa pusing namun setelah Dokter Arumi datang, ibu langsung sembuh!" Ujar Revalina Gugup saat Putra bungsu nya menatap dirinya dengan tatapan penuh selidik
"Sudah-sudah jangan bicarakan tentang ibu, lihat ini Dokter Arumi anak dari Teman ibu!" Ujar Revalina menunjuk Arumi di sebelah nya namun Alex tidak sekalipun bergerak
Arumi Adelia
Menyukai Alex dari umur 9 tahun namun, ia tidak bisa bergerak maju karna Alex selalu memblokir dirinya.
"Jika ibu tidak salah ingat, kalian pernah bertemu waktu kecil, dulu saat kalian berusia 10 tahun kalo nggak salah itu waktu Alex berulang tahun!" Ujar Revalina semangat namun Alex sama sekali tidak menanggapi ucapan ibunya.
"Aissss Anak ini!" Geram Revalina kesal saat Alex terus saja memasang wajah datarnya.
__ADS_1
"Hay Alex, Aku Arumi apa kau masih mengenali ku?" Ujar Arumi memulai percakapan terlebih dahulu
"Ibu, Jika ibu seperti ini terus Aku benar-benar tidak akan datang ke sini lagi!" ujar Alex berdiri dari duduknya, ia meraih tangan Gino dan bersiap untuk pergi dari sana.
"Berhenti! Kau mau pergi kemana Ha!" Ujar Revalina Kesal
"Itu bukan urusan ibu!" Ujar Alex datar dan mulai berjalan pergi
"Kau benar-benar keras kepala Adik kecil!" Ujar Addison berjalan kearah ruang tamu dengan di dampingi oleh Saara Istrinya.
"Dan kau juga Addison! Jika kau tidak ingin mendapatkan Bogem mentah dariku lebih baik kau tutup mulutmu itu!" Ujar Alex tajam tanpa ada rasa sopan santun kepada kakaknya setelah itu iapun melangkah keluar dari Rumah besar itu.
Esok harinya. 09:45 Pagi
"Disini adalah lokasi proyek yang akan kita bangun, Lokasi di sini sangatlah strategis dekat dengan taman kota dan ......... !" Ujar Sekertaris Alex terus saja menjelaskan kepada Gavin beserta Bella sedangkan Alex dari tadi hanya terus memperhatikan Bella tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun, Sedangkan Bella bukannya tidak menyadari tatapan Alex namun ia lebih memilih bersikap Cuek pura-pura tidak tau. Ia lebih baik mendengarkan penjelasan dari sekertaris itu dari pada harus berurusan dengan Alex.
"Baiklah, Tuan Alex Lokasinya sudah di tetapkan, dan saya sangat setuju dengan lokasi ini!" Ujar Gavin namun Alex tidak sekalipun mendengar apa yang Gavin Ucapkan.
Gavin yang melihat Alex yang terdiam sambil memandang Calon tunangannya pun dengan cepat menarik Bella di belakang punggungnya.
"Tuan Alexander?" Ujar Gavin lagi setelah Alex tersadar.
"Hm!"
"Saya setuju dengan Lokasi yang anda tetapkan jadi bolehkah kita mulai melakukan proyek ini dalam tiga hari lagi?" Ujar Gavin Meminta persetujuan
"Hm!" Gumamnya pelan
Setelah memutuskan hal itu merekapun pergi dari lokasi itu.
"Tuan Alex!" Teriak Gavin sebelum Alex membuka pintu mobilnya.
"Ada apa?" Ujar Alex datar saat melihat Gavin yang berlari ke arahnya
"Senang bekerja sama dengan anda!" Ujar Gavin menjulurkan tangannya meminta bersalaman
"Hm!" Ujar Alex membalas tangan Gavin
__ADS_1
"Ah iya tuan Gavin, Satu lagi saya ingin mengatakan Jika saya tidak akan mundur terhadap Anastasya sampai dia mengingat semuanya!" Ujar Gavin tersenyum Mantap setelah itu iapun berbalik pergi ke arah mobilnya meninggal Alex yang menatap punggungnya dengan Tatapan tajam.