Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)

Dia Milikku, Bukan Milik Mu (Alex & Bella)
Anak Baru


__ADS_3

PAK


PAK


PAK


Suara bola basket yang di mainkan menggema di lapangan itu dan juga jangan lupakan teriakan para siswi-siswi yang tidak kunjung reda dari tadi. Terlihat dengan jelas kalo kedua pria Yang ada di area lapangan itu sedang adu argumen.


"Apa kau masih marah?" Ujar Emanuel sambil mencoba mendapatkan bola Yang ada di tangan Sahabatnya itu


"Untuk apa aku marah! Apa kau membuat kesalahan?" Ujar Gino datar dan


Trang.


Bola yang di lempar Gino masuk kedalam Ring dengan sempurna.


"Aku serius Giorgino Alexander!" Ujar Emanuel kesal menangkap kembali bola yang di masukan Gino tadi


"Kamu kira tadi aku sedang bercanda Emanuel Wijaya?" Balas Gino lagi dengan nada Main-mainnya hingga membuat Emanuel kesal dan melempar kasar Bola yang ia pegang ke arah dada Giorgino.


"Akh, KAU!" Teriak Gino kesal saat merasakan Dadanya yang terasa nyeri


"APA!" Balas Emanuel menantang


"Tck, Dasar rasakan ini Idiot!" Ujar Gino melempar kembali bola itu ke depan wajah Emanuel


"Hei Gino kau mau membuat wajah ku terlihat buruk HA!" Ujar Emanuel kesal saat tadi hampir saja wajahnya terkena bola basket yang Gino lempar, untung saja ia cepat menangkapnya jika tidak,,, hancur sudah salah satu aset berharganya.


"Apa peduliku Toh, Wajahmu juga tidak bagus-bagus amat!" Ujar Gino tidak perduli membuat Emanuel kesal setengah mati hingga membuat kedua nya perang bola Basket.


Sedangkan di sudut sana ada seorang gadis yang sedang berdiri menatap Giorgino dan Emanuel dengan pandangan Malas.


"Mereka berdua benar-benar tidak berubah,, Masih saja kekanak-kanakan seperti dulu!" Ujar Gadis itu setelah mengeluarkan permen lollipop di dalam mulutnya.


"Kyaaakk, Ya ampun Pangeran Giorgino Keren Sekali!"

__ADS_1


"Benar, Emanuel juga tak kalah keren!"


"Anda saja Salah satu dari mereka mau sama aku, pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia!"


"Aaaa Betul sekali!"


Teriakan dan Ucapan para Gadis di sana membuat Gadis yang memegang Lollipop nya itu memutar matanya bosan.


"Dan Para Gadis Masih saja tertipu dengan Tampang Mereka!" Lanjut Gadis itu


"Nona, ayo Ruangan kepala sekolah ada di lantai dua!" Ujar Seorang pria yang sudah berumur


"Baiklah!" Ujar Gadis itu menurut sambil mengikuti langkah pria tadi namun sebelum ia benar-benar pergi ia menengok kebelakang sebentar untuk melihat ke arah Giorgino yang sedang bersitegang dengan Emanuel,, setelah itu iapun melanjutkan langkahnya sambil tersenyum manis.


Kring.


"Hah Sudahlah, Lebih baik Kita kembali ke kelas saja!" Ujar Emanuel melempar sembarang Bola basket yang ia pegang tadi. Mereka berdua pun pergi meninggalkan Lapangan begitupun dengan para siswi-siswi tadi.


Ruangan Kelas.


Keadaan di ruangan kelas sangat berisik, Mulai dari Para Siswa-siswi yang ngerumpi, Dandan, Belajar bahkan ada juga Siswi yang terus saja menatap ke arah pria yang sedang memakai Earphone di bangku belakang tanpa perduli dengan keadaan sekitarnya, Siapa lagi jika Bukan Giorgino Alexander.


Sedangkan Sahabat baiknya Emanuel Wijaya, Yang sedang duduk di kursi depannya itu terus saja menebarkan pesonanya ke arah gadis-gadis yang sedang menatapnya membuat Kumpulan gadis-gadis di sana Bersemu merah dibuatnya.


Suara spidol yang di ketukan di meja membuat semua Siswa-siswi menatap ke arah depan Papan. dan ternyata disana sudah ada Seorang Guru Laki-laki.


"Baiklah Anak-anak, Semuanya Tolong perhatikan Bapak di depan!" Ujar Seorang Guru yang bernama (Sentosa)


"Gino!" Panggil Guru namun Gino sama sekali tidak bergerak dari acara memencet Handphonenya, Hingga membuat Guru itu menghela Nafas Lelah


"Untung saja Kau anak dari pemilik Yayasan jika tidak, Sekarang Spidol ku pasti akan mendarat di kepalanya!" Batin Guru sentosa Kesal


"Giorgino Alexander Graham!" Ujar Guru Lagi dengan meninggikan satu oktaf suaranya membuat Gino mengangkat Wajahnya pelan.


"Tck, Pengganggu!" Gumam Gino Malas Sambil melepaskan Earphone di Kupingnya setelah itu ia pun memasukkan Handphone kedalam Saku Celananya dan mulai memfokuskan dirinya ke arah depan

__ADS_1


"Nah, Anak-anak Hari ini kita kedatangan Murid baru!" Ujar Guru sentosa membuat Semua Siswa-siswi berbisik kecuali Gino dan Emanuel


"Ayo Masuk!" Ujar Guru mempersilahkan Orang yang ada di luar pintu untuk masuk, Dan Ketika Orang itu masuk semua orang langsung berbisik dan bersorak.


Siswi terus saja berbisik Sedangkan Siswa bersorak senang.


"Perkenalkan dirimu!" Ujar Guru Membuat Gadis itu mengangguk Paham


"Hai, Nama Saya Kang youl Biasa di panggil Isabella, Saya pindahkan Dari Sekolah Busan Internasional!" Ujarnya membuat Semua laki-laki bersorak gembira karna ada gadis cantik dan Manis yang masuk kedalam Kelas mereka,


Yah Walaupun bukan semua sih, karena di Ujung sana ada seorang Pria yang menatap Tajam ke arah Isabella,, Siapa lagi jika bukan Giorgino.


"Hai, Isabella Apa kabar!" Ujar Emanuel membuat Semua gadis terkaget sedangkan Isabella hanya Tersenyum kearah Emanuel membuat Bisik-bisik para siswi kembali terdengar.


Setelah Tersenyum Kearah Emanuel, Mata Isabella beralih menatap ke arah belakang tempat duduk Emanuel, dan Seperti yang sudah ia banyangkan di belakang sana Pria itu menatapnya dengan Tatapan yang sangat tajam, Membuat Isabella mengulum senyumnya.


"Tatapan yang sama persis!" Batin Isabella memutar matanya pelan


"Baiklah, Isabella Sekarang kamu duduklah di kursi paling belakang sana!" Ujar Guru sentosa membuat Semua Siswi keberatan, Bagaimana tidak Kursi yang di katakan guru adalah Kursi yang paling spesial di kelas mereka,, Karna kursi itu sangat dekat dengan tempat duduk Gino dan Emanuel.


Mereka sengaja mengosongkan kursi itu, Karna semua orang terus saja bertengkar untuk memperebutkan Kursi itu, sehingga ide agar mengosongkan Kursi itupun tercipta.


"Sudah-sudah, Jika Isabella tidak Duduk di sana, di mana lagi ia akan duduk, semua kursi kan sudah ditempati oleh kalian!"


"Baiklah sudah cukup Suaranya sekarang kita fokus ke dalam pelajaran!" Ujarnya membuat Semua Murid mendesah tidak terima


Saat Isabella berjalan menuju Kursinya Tatapan ia dan Gino tidak pernah Lepas sampai Isabella menaruh Tasnya di atas Mejanya barulah Pandangan mereka terputus.


"Suttt, Isabella Kau benar-benar mengejutkan ku!" Bisik Emanuel pelan menengok kebelakang kursi Isabella


"Tck, Pengganggu!" Ujar Gino pelan namun Suaranya masih bisa di dengar Oleh Isabella dan Emanuel.


"Benarkah? Terimakasih Atas Ucapan Selamat Datangnya Tuan Kekanak-kanakan!" Ujar Isabella sambil tersenyum palsu Membuat Gino menatapnya dengan Tajam


"Enyahlah!" Desis Giorgino mengalihkan pandangannya ke arah depan

__ADS_1


"Lihat Guru di depan mu Idiot!" Ujar Gino Tajam Kepada Emanuel yang masih saja menengok kebelakang


"Tck, Iya-iya!" Balas Emanuel Mengerucutkan bibirnya


__ADS_2