
"Ah apa Nyonya mengharapkan seorang Bayi?" Tanya Kakak ipar Amelia lagi saat ia melihat Nyonya Graham itu yang sangat antusias melihat baju-baju bayi.
"Orang setua aku pasti sangat menginginkan seorang Cucu bukan?" Ujar Revalina mulai jengah dengan kedua wanita di sampingnya ini
"Benar Juga, Alexander masih lajang bukan, Amelia kami juga masih lajang!" Ujarnya tersenyum lembut kearah Amelia yang bersemu
"Bagaimana jika kita jodohkan saja Amelia dan Alexander? Keluarga kami juga sangat mengharapkan seorang cucu dari Amelia!" Ujarnya membuat wajah Amelia sumringah
Revalina memutar matanya kesal, saat mendengar ucapan blak-blakan yang dilakukan wanita hamil di sampingnya ini.
"Benar-benar tidak sopan!" Batin Revalina kesal
"Bagaimana Nyonya Revalina?" Tanyanya lagi saat ia tidak mendapatkan jawaban dari Revalina
"Ah iya, Ternyata aku masih ada urusan, kalian lanjutkan saja berbelanja, aku pergi dulu!" Ujar Revalina berlalu pergi tanpa berniat menjawab pertanyaan itu
"Eh, Nyonya?" Ujarnya saat Melihat Nyonya keluarga Graham itu berlalu pergi
"Sudahlah Kak, Lebih baik kita memilih baju untuk si kecil saja!" Ujar Amelia tersenyum namun wanita hamil itu tau jika ada kekecewaan di senyuman adik iparnya.
Belanda. Kota Borger. 11:23 Siang
"Iya ayah!" Ujar Bella lesu
"....!"
"Baiklah!"
"....!"
"Bella baik-baik saja Ayah, Apa ayah dan Kakak Abian juga baik-baik saja!"
"...!"
"Baiklah, Ayah Bella tutup dulu telponnya!" Ujar Bella menutup telponnya
__ADS_1
"Siapa?" Ujar Alex yang baru pulang berbelanja
"Tadi ayah yang menelpon!" Ujar Bella
"Apa yang ia bilang?" Tanya Alex setelah menaruh barang wajahnya di atas meja dapur ia dengan cepat berjalan kearah Bella yang sedang ber leha di sofa panjang depan TV.
"Ayah menyuruh kita untuk pulang!" Ujar Bella menutup matanya saat merasakan Alex yang mengusap perutnya pelan.
"Kalo begitu ayo kita pulang!" Ujar Alex lembut membuat Bella membuka matanya perlahan
"Besok saja, Aku belum memberi tau sekretaris ku dan Orang-orang kantor!" Ujar Bella
"Baiklah, Aku ikut mau kamu!" Ucapan Alex membuat Bella mengernyitkan dahinya tidak percaya
"Ternyata Seorang Alexander Graham yang berwajah dingin bisa bersikap lembut dan penurut seperti ini!" Ujar Bella tersenyum kecil membuat Alex memutar matanya sesaat
Perusahaan Flores. 07:12 Pagi
"Apa Nona benar-benar akan pergi?" Tanya Lunaya Sedih
"Dan untuk sementara waktu aku serahkan perusahaan Flores kepada mu!" Ujar Bella lagi.
"A a apa! Sa saya tidak bisa Nona, saya tidak pintar seperti anda!" Ujar Luna menunduk, ia tidak mau mengambil resiko jika sewaktu-waktu perusahaan ini hancur lagi hanya karna ke tidak kompetennya
"Percayalah kepada kemapuan mu Lunaya!" Ujar Bella menaruh tangannya di pundak Luna
"Kau sangat pintar lebih dari yang kau bayangkan!" Lanjutnya.
Bukannya kenapa Bella memberikan tanggung jawab ini kepada Luna, Karna Bella sangat tau persis bahwa Lunaya sangat berkompeten dalam bidang ini.
Bayangkan saja dalam seminggu lebih perusahaan Flores kembali berkembang, kalian pasti tidak percaya kan jika semua itu karna kepintarannya sendiri, Benar semua itu berkat otaknya dan otak Lunaya.
Lunaya hanya perlu sedikit di asah dan Bella yakin dia akan menjadi seorang yang sangat membanggakan.
"Sayang, Apakah kau sudah selesai?" Alex memasuki ruang kerja Bella hingga membuat kedua wanita disana memandang dirinya
__ADS_1
"iya sudah!" Ujar Bella tersenyum lembut
"Sa sayang!" Gumam Luna kaget dengan pipi yang memerah saat menyadari laki-laki itu sangat tampan.
"Ah iya, Luna dia Alex ayah dari anakku!" Ujar Bella memperkenalkan Alex
"A a anda tidak jadi bercerai?" Kaget Luna sedangkan Bella hanya tersenyum canggung, ia tidak mungkin kan bilang jika ia sudah bercerai nanti akan banyak lagi tanda tanya yang di ucapkan oleh sekertaris nya ini
"Aku pergi dulu ya Luna, Jaga dirimu baik!" Ujarnya setelah itu ia berjalan mendekati Alex
Didalam pesawat pribadi itu terdapat dua sejoli yang sedang duduk tenang di kursi mereka, Alex yang sedang memainkan Handphonenya mengecek email yang baru saja sekertaris nya kirim sedangkan Bella hanya melihat pemandangan di luar jendela pesawat.
Di dalam hatinya kini sedang berkecamuk, Bagaimana tidak ia akan menikah dengan sahabat dari mantan suaminya, sebenarnya dia tidak mempermasalahkan tentang status persahabatan Alex dan Bima dia hanya mempermasalahkan tentang waktu yang sangat tidak tepat jika mereka benar-benar melangsungkan pernikahan.
Ya tuhan dia baru saja Bercerai dan beberapa hari atau Minggu kemudian ia akan menikah lagi bagaimana tanggapan orang-orang nanti dan yang paling penting bagaimana tanggapan mantan mertua nya, mereka pasti sangat kecewa jika mereka tau kalo aku yang sudah mengandung anak laki-laki lain.
Mengingat kembali kata-kata Alex terakhir kali, saat ia melamarnya dengan tidak etis nya, Alex melamarnya di atas ranjang tanpa ada Bunga, Musik bahkan cincin namun demi anaknya mau tidak mau ia harus menerima lamaran itu.
Sejujurnya Bella Benar-benar Bukan Orang yang serakah Seperti Amelia, Amelia sejak dari dulu seperti orang yang hanya mempermainkan Bima (Mantan suaminya),, Wanita itu menyukai Alex tapi Alex selalu mengacuhkannya, Ia tau jika Alex berbuat kasar Kepadanya Wanita itu akan berlari ke arah Bima.
Seperti seorang Selir tidak tau diri yang sering Bella baca di Novel kesukaannya, Yaitu jika ia diacuhkan oleh rajanya ia akan berselingkuh dengan pengawalnya, Seperti itulah Amelia Ketika Alex mengacuhkannya dia akan diam-diam menemui Bima.
Wanita itu sangat beruntung memiliki dua pria disisinya, Bahkan saat dirinya sudah menjadi Istri dari seorang Bima Wijaya pun ia tau jika Amelia dan Bima sudah melakukan hubungan yang lebih dari seorang teman.
Jangan bilang ia bodoh, biarpun Bella terlihat seperti wanita lugu dan polos sebenarnya ia memiliki naluri yang peka.
Rumah Keluarga Lemos. 12:20 Siang
Di ruang tamu yang megah itu kini terdapat dua keluarga yang sedang duduk dengan saling bercengkrama dengan santai.
Kebahagiaan jelas terlihat di wajah Mereka, bagaimana tidak Seminggu lagi acara pernikahan yang putus atau tertunda dulu kini kembali dilaksanakan.
"Ah aku senang sekali, akhirnya Bella benar-benar akan menjadi menantu keluarga Graham!" Revalina menggenggam kedua telapak tangan Bella dengan tersenyum senang membuat Bella mau tidak mau ikut tersenyum
"Apa kau tau dulu saat kalian masih kecil, aku sangat berharap jika perkataan polos yang keluar dari mulut Alex benar-benar terjadi.
__ADS_1